Alvin Moor seorang menantu laki - laki yang tidak berguna.
Alvin yang harusnya menjadi tulang punggung, dia malah menjadi tulang rusuk.
Istrinya Jeni Su merupakan seorang Wanita karir.
Mereka berdua menikah karena saling mencintai, tapi karena Alvin tidak bekerja layaknya seorang suami pada umumnya, dia dihina terus menerus oleh mertuanya.
Cacian dan Makian sudah menjadi makanan sehari - hari Alvin.
dia tetap bertahan karena dia sangat mencintai Jeni Su.
Tapi ada kalanya Jeni juga merasa jengah dengan Alvin akibat omongan keluarganya yang selalu membanding - bandingkan Alvin dengan menantu yanga lainnya.
Karena pendidikan Alvin sangat rendah, dia tidak bisa mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi.
Akibatnya Jeni hampir saja menceraikan Alvin karena tergiur dengan ucapan orang tuanya yang mengenalkan dia dengan seorang taipan.
Tapi pada saat Alvin berada di titik terendah, tiba - tiba anugrah System Cek in masuk dalam tubuhnya.
Akankah Jeni menceraikan Alvin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya anak Pebisnis Kelas Dua
Mobil Roll's Royce membelah jalanan Kota Andalas. Alvin dan Jeni sesekali bercanda di dalam Mobil. Wiliam yang melihat hal tersebut dia tersenyum, Karena kedua Tuannya begitu Akur. Dia merasa senang saat melihat pasangan suami Istri tersebut saling bercanda.
Hanya butuh waktu setengah Jam saja mereka sampai di Cafe Cake Rose yang ada di perbatasan Kota Andalas dan Quan.
Wiliam langsung bergegas turun dari Mobil dan Membukakan Pintu untuk mereka berdua.
Jeni dan Alvin langsung turun dsri Mobil. Jeni tanpa ragu langsung menggandeng Suaminya tersebut dengan wajah berseri - seri.
Alvin mengernyitkan dahi " Sepertinya kamu hari ini sangat senang sayang ?"
Jeni menyunggingkan senyum dan mempererat rangkulannya " Gimana tidak senang, hari ini aku bisa seperti teman - teman yang lain, mengajak suamiku ikut dalam acara kita "
Alvin menggoda Jeni " Apa nantinya kamu tidak malu ?, membawa suami kamu yang tidak berguna ini ?"
Seketika wajah jeni berubah menjadi jelek, dia menggembungkan pipinya " Kamu masih marah yah sayang karena selama ini aku tidak pernah mengajakmu bertemu teman - temanku ?"
Alvin mencubit hidung Jeni " malah ditanggapi serius, dasar kamu ini yah " Ia berkata dengan gemas pada istrinya.
" Ih..sayang, kamu hanya menggodaku !" Jeni merajuk Manja.
Alvin terkekeh " hehehe... Sudahlah, ayo lebih baik kita langsung masuk saja !"
Jeni mengangguk sambil tersenyum, mereka berdua langsung memasuki Kafe Cake Rose.
Didalam Kafe terlihat teman - teman Jeni dengan pasangannya masing - masing. Disana juga ada seorang Pria Relasi bisnis Jeni yang selama ini menaksirnya.
Alvin melihat teman - teman Jeni yang sedang bercanda satu sama lain, sementara itu disebelah meja mereka para Pria sedang sibuk dengan Ponselnya masing - masing.
Alvin dan Jeni menghampiri Mereka, Jeni langsung buka suara " Maaf aku terlambat !"
Seketika semua teman Jeni dan para Pria langsung menoleh ke arah Jeni.
" Jeni !, akhirnya kamu datang juga " Lusi Teman Akrab Jeni langsung berdiri dan menyambutnya.
Lusi mengerutkan keningnya ketika melihat pria tampan dengan tubuh kekar di samping Jeni. Ia melihat Alvin tidak berkedip sampai beberapa detik.
Jeni menegur " Jangan memandangi suamiku seperti itu Lusi !"
Lusi langsung tersadar dan tersenyum kecut " eh... Hehehe...., jadi ini suami kamu yang..."
Lusi sengaja menahan ucapannya, karena dia sudah tahu rumor tentang Alvin sebelumnya, jadi dia pikir jika Alvin pria yang tidak berguna.
Jeni memelototi Lusi, Lusi tersenyum getir " Ayo duduk !"
" Sayang kamu mau duduk dimana ?" tanya Jeni perhatian.
Alvin menyapu pandanganya keseluruh tempat, dia melihat meja yang belum ada pelanggannya dan menunjuk meja tersebut " Aku duduk disana saja, biar tidak mengganggu kamu "
Jeni mengangguk sambil tersenyum, dia tahu jika suaminya malas untuk mengobrol dengan orang yang belum dia kenal, jadi dia lebih memilih sendiri.
Kekasih lusi menegur " Ngapain duduk disana Bro, lebih baik disini saja bareng kita, atau kamu merasa malu karena menjadi suami tidak berguna !"
Dias, Pria yang menyuka Jeni buka suara " Cih !, Pria kok hanya jadi beban saja !, mending aku kemana - mana, hanya modal tampang saja bangga !"
Kekasih Lusi teman Dias , jadi dia berharap agar Jeni cepat berpisah dengan Alvin. Karena Dias orang yang cukup kaya di Hyaning. Wajar saja jika Ia ingin menjilat Dias.
" Oh... Jadi ini Suamimu Jen ?, Tampan sih !, tapi kalau tidak bisa menyenangkanmu dan memberi kamu uang buat apa ?, tampang saja gak cukup untuk mengisi perut !" Cibir salah satu teman Jeni.
Teman Jeni yang lain menimpali " Mungkin bukan cuma tampangnya aja, Jeni mungkin dibuat kewalahan di ranjang jadi dia susah move on darinya !"
" Hahahaha
" Hahahaha
" Hahaha ... Kamu benar !"
Jeni malu sekaligus marah, dia ingin menegur mereka, tapi Alvin menahannya dan menggelengkan kepala.
Dias berdiri dan menghampiri Jeni " Jeni, Jeni, lebih baik kamu denganku saja, Rox grup milik Ayahku akan bekerja sama dengan Matrix Capital, malahan beliau sudah tanda tangan kontrak. Kamu tahukan jika Matrix Capital seperti apa ?, dengan bekerja samanya Rox Grup dengan Matrix Capital, keluarga Rox akan naik statusnya dengan drastis !, bagaimana ?"
Lusi tidak berani bicara, walaupun dia tahu jika maksud kedatangan Dias untuk menggoda Jeni, dia tidak bisa berbuat apa - apa, karena dia takut jika Dias akan menghancurkan keluarganya yang hanya keluarga Nomor tiga saja di Kota Hyaning.
Dias mengulurkan tangannya untuk memegang dagu Lusi, tapi Alvin langsung menahannya.
Alvin mencengkram tangan Dias " kamu boleh bicara semaumu, tapi jika ingin menyentuh istriku !, aku bisa saja mematahkan tangannmu !"
" Arggggghhh ! " Dias berteriak kesakitan, Karena cengkraman Alvin begitu kuat, dia mulai berkeringat dingin.
Dias meraung marah " Lepaskan aku bajingan !, kamu akan menyesal melakukan ini padaku !!"
Alvin menyeringai " Benarkah !"
" Kraakkk
" Pletaaakk
" Argggghhh ! " Pergelangan tangan Dias patah seketika, saat Alvin melipatnya dengan keras.
Semua orang terkejut, ketika mendengar suara tulang yang patah. Alvin kemudian mendorong Dias hingga dia jatuh ke lantai.
Mata Dias memerah, dia menahan air matanya agar tidak jatuh, kekasih Lusi langsung menghampiri Dias dan memapahnya untuk berdiri.
Semua orang ketakutan saat melihat tangan Dias yang sudah terlepas dari sendinya.
Dias mendorong kekasih Lusi yang memapahnya " Bajingan !, berani sekali kamu !, kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa !"
Lusi menarik Jeni dan berbisik " Jeni !, apakah suami kamu sudah gila !?, cepat suruh dia minta maaf padanya !"
Bukannya takut, Jeni malah tersenyum " kamu tenang saja, Suamiku bisa menyelesaikan ini, orang seperti itu memang pantas untuk diberi pelajaran !"
Lusi tercengang dengan ucapan Jeni, pasalnya dia yakin jika suami Jeni hanyalah seorang pecundang, tapi ketika melihat Jeni yang begitu tenang, dia merasa heran.
" Kamu bilang tadi Rox grup milik Ayahmu bukan ?" Alvin mengeluarkan Ponsel jadulnya.
" Kenapa ?, apa kamu sekarang mulai ketakutan !?" Kepercayaan diri Dias tumbuh kembali, dia pikir jika Alvin takut padanya.
Alvin tidak menggubrisnya, ketika Ponsel di angkat Alvin langsung bicara " Keysa !, panggil pemilik Rox grup dan bawa dia ke kafe Cake Rose sekarang !"
Setelah mengatakan itu Alvin langsung mematikan Ponselnya sambil menyeringai.
.
kesya katanya org system, kok ketakutan?