Dilarang Spam Promo!
Basic: Xianxia, Xuanhuan
HAPPY ENDING!
Satu jiwa yang harus dipertanyakan kebenarannya. Satu jiwa yang harus menjelajah ke dunia asing.
Dengan bekal Blue Phoenix dan seorang pria misterius, dia harus mencari identitas sejatinya. Identitas yang bahkan masih dia pertanyakan.
Apakah dia memang terlahir di Bumi?
Atau dunia antah brantah ini yang seharusnya dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia rohana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
Bai Yin Xue termenung sejenak. Keabadian adalah sesuatu yang banyak orang impikan. Tapi apakah mereka berpikir apa yang terjadi dengan keabadian ?
Abadi berarti hidup untuk waktu yang lama. Tapi hal ini akan menyebabkan mereka menjadi tidak terjangkau. Mereka akan ditinggalkan oleh orang-orang yang mencintainya maupun yang dicintainya. Pada akhirnya mereka adalah satu-satunya yang tersisa. Orang disisinya tentu tidak akan selamanya hidup disisinya karena tidak setiap orang bisa menjadi abadi.
Jika dipikir-pikir keabadian bukan hal yang menyenangkan. Abadi berarti kesepian, seorang diri. Bai Yin Xue menyimpulkan dalam hatinya, dia tidak ingin menjadi abadi dia hanya ingin menjadi kuat dan menjaga orang-orang yang dia sayangi.
"Baik baik lepaskan aku dulu." Bai Yin Xue berusaha keluar dari pelukan Mo Jingtian.
Mo Jingtian melepaskannya dan menatap tanpa ekspresi pada Bai Yin Xue.
"Aku tidak menyangka kamu bisa menjadi sentimental. Baik, jika kamu mau tinggal maka tinggallah, jika ingin pergi maka pergilah. Oh aku akan pergi sebentar lagi."
Bai Yin Xue tidak menunggu respon dari pria didepannya itu dan dia segera bersiap-siap untuk pergi ke istana kerajaan.
Bai Yin Xue berkata, "aku akan mengganti pakaianku."
"Maka lakukanlah," Mo Jingtian berkata dengan tenang.
"Bukankah kamu harus pergi dulu? Untuk apa kamu berdiri disana?" Bai Yin Xue merasakan sakit kepala yang datang.
"Mn."
Lalu Mo Jingtian menghilang kedalam kekosongan.
Bai Yin Xue merasa sedikit aneh. Hey dimana citra abadi leluhur yang dia tampilkan sebelumnya? Orang ini seperti tiba-tiba berubah menjadi seorang idiot.
Bai Yin Xue mempersiapkan segalanya, tidak lupa membawa mutiara batin yang diberikan oleh pamannya. Dia juga membawa belati kecil untuk berjaga-jaga.
Setelah selesai dia pergi keluar dari kamarnya. Kebetulan A'Qing tiba disana menemuinya, dia akan menemaninya pergi ke istana. Tanpa basa-basi lagi mereka pergi dengan menaiki kereta kuda.
Istana kerajaan tidak jauh dari manor Perdana Menteri jadi sekitar 15 menit kemudian mereka sudah sampai. Kereta berhenti tepat didepan gerbang istana. Disana ternyata sudah ada kasim yang menunggunya datang.
"Nona Bai, silahkan ikuti saya." Kasim Li membawa Bai Yin Xue masuk dan menyusuri banyak koridor. Arah yang ditempuh menuju kediaman Putra Mahkota. Bai Yin Xue memiliki ingatan tentang tata letak istana jadi dia tau kemana dia pergi.
"Apa kita tidak perlu mengunjungi Raja Ling?" Bai Yin Xue merasa sedikit bingung.
"Tidak perlu. Nona bisa mengunjunginya ketika makan malam sudah selesai." Kasim Li menjawab dengan sopan. Bai Yin Xue tidak menanyakan banyak hal. Dia terus mengikuti kasim Li.
Setelah banyak belokan mereka akhirnya sampai didepan sebuah bangunan yang tampak elegan dari luar. Mereka masuk kedalam. Itu adalah ruangan yang luas tampak begitu mewah. Asap dupa pengharum mengepul dari setiap sudut ruangan.
Puta Mahkota Ling Xiao sudah menunggu didalam. Dia melambaikan tangan pada kasim Li, kemudian kasim Li segera undur diri. A'Qing juga segera pergi keluar setelah membisikkan peringatan hati-hati pada Bai Yin Xue.
Putra Mahkota berjalan mendekati Bai Yin Xue. "Ah, Xue'er kamu sangat cantik malam ini."
Bai Yin Xue tidak menjawab. Sebagai gantinya dia berjalan melewati Putra Mahkota dan mendudukkan diri di depan meja makan. Diatas meja sudah disiapkan berbagai macam hidangan.
"Putra Mahkota sungguh menyiapkan terlalu banyak," Bai Yin Xue berkata dengan tenang.
Putra Mahkota duduk disamping Bai Yin Xue kemudian tersenyum manis, "tidak masalah selama itu untuk kamu."
"Oh? Kalimat ini aku rasa sudah dikatakan kepada beberapa wanita." Bai Yin Xue terkekeh mengejek. Dia sama sekali tidak marah dengan perilaku Putra Mahkota. Dia hanya merasa jijik melihat playboy ini.
"Itu tidak mungkin. Kamu satu-satunya kekasihku," Putra Mahkota berkata dengan wajah polos. Pria ini memang punya mulut yang manis.
Bai Yin Xue tersenyum lalu dia mengatakan, "mungkin itu dulu."
"Apa maksudmu?"
"Bukankah kamu menginginkan banyak wanita cantik?" Bai Yin Xue terkekeh.
"Tidak, aku hanya menginginkanmu," jawab Putra Mahkota. Lalu dia menggenggam tangan Bai Yin Xue.
"Menginginkanku bukan berarti mencintaiku. Putra Mahkota, aku.."
Sebelum kalimatnya selesai, bibirnya sudah dibungkam dengan bibir Ling Xiao. Bai Yin Xue segera mendorong pria itu dengan kasar. Ling Xiao segera terdorong menjauh.
"Cih, jangan menyentuhku. Bibirmu terlalu kotor." Bai Yin Xue meludah.
Ling Xiao menjadi marah melihat ini. Siapa orang yang tidak menginginkannya? Wanita disetiap sudut kerajaan pasti mengaguminya, menginginkannya. Tapi wanita ini berani menolaknya dengan penghinaan. Kamu pikir kamu siapa?!
Ling Xiao tertawa kemudian mencibir, "kamu bersikap begitu tinggi, memangnya siapa yang dulu selalu menatapku dengan penuh pemujaan?"
"Mungkin dulu aku terlalu buta." Bai Yin Xue menjawab dengan acuh kemudian setelah jeda sebentar dia melanjutkan, "aku ingin membatalkan perjodohan ini. Kamu akhirnya bisa bebas memilih beberapa wanita cantik lagi."
Setelah mengatakan kalimat itu Bai Yin Xue berdiri dan berjalan keluar. Tapi Ling Xiao menghalangi jalannya.
"Sayangnya kamu tidak akan bisa." Ling Xiao menyeringai dengan dingin.
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
dah lama tidak muncul
Ayok kak Ana seger up lagi ceritanya, bnyak yg sudah menunggu😊
ayolah beri kabar pada kami semua
Sekarang mertahanin apk ny cuma buat nungguin ini cerita update😭
Kak ana udah setaun kakkkkkk, udah lumutan akuuuu😭😭
aq menantikan selanjutnya