Amyra wanita muda berusia 21 Tahun, yang terpaksa menikah dengan seorang pria bernama Denny. setelah setahun pernikahan, tak ada kebahagiaan yang didadapatknya.
Suaminya sibuk membahagiakan pelakor, sedangkan Ia harus menanggung derita. ikuti kelanjutan kisahnya ya.
Mampukan ia bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlahan Hambar
Denny tiba dikantornya dengan perasaan galau. Kejadian pagi tadi membuatnya merasa sedikit menganggu hatinya.
"mengapa Sam begitu sangat berambisi mendekati Amyra? Apa dia sudah buta matanya menyukai wanita hamil yang bahkan perut Amyra terlihat membuncit." Denny menggerutu dalam hatinya.
Kreeeeeek
Suara pintu dibuka. Rania memasuki ruangan kerja Denny dengan langkah menggoda.
Sesampainya dimeja kerja Denny, Ia naik keatas pangkuan Denny dengan duduk menghadap padanya.
"sayang.. Sudah 2 hari kamu tidak berkunjung ke apertemen. Apakah kamu sudah melupakanku?" Rania merengek dengan wajah manyun.
Denny diam tak bergeming. Ia masih larut dalam fikirannya, tentang Sam dan Amyra. Hingga Ia tak menyadari ucapan Rania kepadanya.
"sayang.. Kamu kenapa sih..?" ucap Amyra, sembari mencubit hidung Denny. Pria itu tersentak dari lamunannya.
"haah..?! Kamu nongomong apaan tadi..?" Tanya Denny dengan wajah bingung.
Rania bertambah kesal. Bahkan terang-terangan Denny mengakui jika Ia tidak mendengar ucapannya.
"kamu sebenarnya lagi mengkhyalkan apa sih..? ucap Rania kesal.
Denny hanya melongo mendengar ucapan Rania.
"emm.. Anu..mikirin pekerjaan sayang. " jawab Denny terbata.
Rania turun dari pangkuan Denny, lalu duduk diatas meja kerja. "aku butuh uang yang. Mobil aku harus service hari ini." ucap Amyra dengan genit.
Denny menatap Rania dengan tatapan penuh arti. Selama ini Amyra tidak pernah meminta ini itu, kecuali hanya belanja bahan pokok. Namun Rania, dari segala hal, Ia akan meminta semuanya kepada Denny.
Kini Denny mulai membanding-bandingkan Amyra dan Rania.
"nanti aku transfer ya sayang, saat ininaku lagi sibuk mengurus pekerjaan dan tanda tangan kontrak kerja." jawab Denny. Lalu menggeser kursinya, dan meraih laptopnya.
Denny melihat email masuk, dimana undangan makan malam untuk sesama para rekan bisnis dari sebuah perusahaan besar. Dan setiap tamu undangan diharapkan membawa pasangan resminya masing-masing.
Mata Denny terbelalak membacanya. Selama ini mereka mengetahui jika Denny telah menikah dengan Amyra. Mekipun selama ini tidak pernah di publikasihkannya.
Namun, malam ini Ia harus dengan terpaksa membawa Amyra ikut makan malam bersama dengan rekan bisnisnya.
Denny menghubungi Amyra, meski Rania masih berada diatas meja kerjanya.
Telepon tersambung "hallo, kamu tolong pergi kesalon, cari busana yang indah. Habis maghrib harus sudah siap. Soalnya ada undangan makan malam. " perintah Denny kepada Amyra.
"tapi aku gak punya uang buat kesalon, yang mas Denny beri tadi habis untuk belanja kebutuhan dapur." jawab Amyra dari seberang telefon.
Denny mengakhiri panggilan telefonya.
Rania memandang dengan tatapan marah "kamu jahat ya yank.. Bajkan kamu ingin mengajak istrimu makan malam..?!" ucap Rania dengan emosi.
"maaf sayang, ini semua terpaksa aku lakukan. Relasiku mengundang makan malam dan meminta membawa pasangan resmi." ucap Denny menjelaskan.
Denny mencoba membujuk Rania agar mengerti posisinya.
Tangan Denny sibuk mengetik transferan kepada Amyra, agar segera ke salon dan membeli pakaian yang bagus. Karena yang akan ditemui malam ini adalah orang-orang penting.
Notifikasi memberitahukan jika transfer berhasil. Lalu Denny mengirimkan pesan agar Amyra bersiap sedari sekarang.
Rania yang merasa diabaikan, segera turun dari meja, lalu merayu Denny. Mana transferan buatky sayang.? Ucap Rania dengan mulai mencumbu Denny. Namun entah mengapa, Denny meradakan moodnya tidak baik. Hingga Ia malas menanggapi cumbuan dari Rania.
Rania yang menyadari jika Denny tidak meresponnya, lalu menghentikan cumbuannya.
"maaf sayang, aku lahi tidak bersemangat saat ini." tolak Denny kepadanya.
Rania menghentikannya. Lalu memasang wajah masam. "kalau begitu berikan aku uang..?" ucap Rania mulai kesal.
Denny mengambil dompetnya, lalu memberikan uang sejumlahn2 juta rupiah.
"cuma segini yank..? Kamu kenapa makin pelit banget sih sama aku..?" ucap Rania sewot.
"nanti aku transfer ya.. Ini uang cash yang ada." Denny mencoba merayu.
"beneran ayank transfer ya..?" ucap Rania penuh penekanan.
Denny mengangguk, tanda menyetujui. Lalu Rakia mendaratkan kecupannya dibibir Denny. "makasih ya sayang." ucap Rania, sembari berlalu pergi..
sepeninggalan Rania, Denny berfikir jika selama jni Amyra tidak pernah mengeluh jika diberinya berapupun. Entahlah. Ada getar-getar indah dihatinya ketika memikirkan Amyra.
Denny pulang keapertemen sedikit cepat. Sesampainya disana, Ia tak menemukan Amyra. "kemana dia? Mengapa tidak ada ..?" Denny mulai gelisah.
Denny memutuskan untuk membersihkan dirinya, karena sebentar lagi memasuki maghrib.
Setelah membersihkan diri Ia menggunakan syelan tuxedonya. Karena lokasi acara itu sedikit jauh.
Setelah selesai, Ia belum juga melihat Amyra. Hatinya mulai gelisah.
Ia berniat menelefon Amyra dan akan mengomel, namun, niatnya tertahan karena pintu apertemen terbuka.
Amyra muncul dari balik pintu. Ia baru saja pulang dari salon, menggunakan Dress berlengan pendek dengan bahan silky berwarna paeach.
Denny terperangah melihat perubahan drastis Amyra. Ia sampai melongo tak percaya.
Karena hari sudah mulai beranjak malam. Maka Denny menahan Amyra didepan pintu, karena Ia juga akan keluar. Amyra kembali keluar.
Denny mengunci pintu apertemen, sehingga Ia melupakan handphonenya yang tertinggal didalam.
"Ayo.." ucap Denny. Hatinya tak karuan saat Amyra berada disisinya. Ia seperti orang yang baru pertama kalinya jatuh cinta. Merasa kikuk dan bingung.
Mereka memasuki lift, saat akan menutup pintu lift, Sam menahan pintu tersebut Ia juga menggunakan stelan tuxedo.
Denny merasa kesal. Ia yakin jika Sam juga mendapat undangan tersebut.
Saat memasuki Lift, Sam berdecak kagum. "woow.. Cantik sekali kamu malam ini Nona.." ucap Sam blak-blakkan.
Wajah Amyra bersemu merah mendengar pujian Sam. Karena suaminya saja tidak ada memujinya sama sekali.
Mendengar hal itu, Denny membulatkan matanya kepada Sam. Namun yang dituju cjma nyengir doank.
Saat Sam berdiri disisi Amyra, seketika Denny merubah posisinya berdiri disebelah Sam. Seolah Ia tidak ingin Sam mendekati Amyra.
Sam terkekeh melihat sikap Denny. "santailah bung.. Gak gitu juga kali.." ucap Sam menyindir. Namun Denny cuek saja.
---------
Suasana makan malam itu disebuah ruangan yang sangat luas. Banyak meja- meja tersusun untuk menyambut para undangan. Sebuah panggung untuk hiburan tersedia, dengan penyanyi dan artis ibukota.
Nugi, si Tuan yang mengundang acara makam malam, menyambut kehadiran para tamunya. "hai...Tuan Denny. Selamat datang dan selamat menikmati acaranya. Apakah ini istri tuan?" Nugi bertanya.
Denny menganggukkan kepalanya. "ya Tuan Nugi." ucap Denny sembari tersenyum simpul.
"waah..istri anda cantik sekali.. Harap berhati-hati untuk menjaganya." celoteh tuan Nugi. Lalu menepuk pundak Denny.
Percakapan mereka terputus karena tamu yang lain milai berdatangan, dan tuan Nugi sibuk melayani tamu lainnya.
Denny berbaur dengan yang lainnya. Amyra merasa jenuh, dan Ia juga merasa haus. ingin meminta bantuan Denny Ia sangat sungkan, karena Denny masih mengobrol dengan yang lainnya.
Amyra melihat air minum yang disediakan di prasmanan. Berbagai minuman tersedia disana.
Sebuah gelas berisi minuman berwana orange seperti juice menarik perhatiannya. Namun saat ia akan menyentuhnya, seseorang terlebih dahulu menyambarnya, dan meminumnya sampai habis.
Amyra kaget, dan ternyata orang itu adalah Sam.
"kau..!" ucap Amyra sedikit kesal.
"ini koktail, tidak baik untuk janinmu. Jika kau ingin minum, maka minum yang ini." ucap Denny, sembari menyerahkan segelas juice jeruk.
"bukankah yang tadi sama saja..?" ucap Amyra.
Sam menggelengkan kepalanya. "itu memang juice, namun dicampur alkohol. Mereka menyebutnya koktail." Sam menjelaskan.
Amyra manggut-manggut. tanda mengerti.
Sam menatap lekat pada Amyra. "oh..Tuhan.. Apa yang terjadi padaku..?" gerutunya dalam hati.
Denny bkal menyesal telah bgitu dlm mnyakiti hatimu myra.
Dia nya polos bngt lg😭😭, inget tuan kmu bkal nyesel nyia-nyiain belian sperti Amyra, mungkin disaat Amyra pergi meninggalkanmu kmu baru sadar klo kmu mulai menyukai nya.
Mau liat seberapa kuat Amyra bertahan ya.
Amyra kasiannn bngt ya, iya sih nikah paksa krena bls budi, tp gak gitu juga kli kasih uang 100 rb buat seminggu mn cukup tuan pelit. 😭😢
happy ending
jangan nguntip², nanti ketauan, jd + runyam
jangan² mai n myra melahirkan barengan dan di rumah sakit yg sama
dan juga bantu zain n mai, thor