Season 1
Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.
Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.
Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?
Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.
Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Amerika serikat
"Niel, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya, dan jangan pisahkan mereka!" Abraham tidak ingin Nathan dan Bian bercerai, dia sudah terlanjut menyayangi Bian.
Daniel menghelakan nafasnya, "kalau sampai Nathan mengulanginya lagi, aku tidak akan segan-segan membawa Bian pergi jauh."
"Aku jamin Nathan pasti akan berubah setelah tahu yang sebenarnya. Beri Nathan satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya!" ucap Abraham memelas.
Daniel membuang nafasnya secara kasar. "Baiklah, aku beri kesempatan itu. Tapi, jika nanti Nathan menyakitinya lagi, jangan salahkan aku membawa pergi putriku jauh dari Nathan!" balas Daniel tegas.
Sebelumnya, Abraham mencari tahu dulu siapa Bian dan ia langsung menyukainya setelah tahu semuanya.
FLASHBACK.
20 Hari yang lalu.
Sejak pertemuan Abraham dan Bian, Pria berusia 48 tahun itu mencari tahu siapa Bian yang yang sebenarnya. Mulai dari alamat, orang tua, apa saja yang pernah di lakukannya, dan alasan menutupi kecantikannya.
"Ini data mengenai Bian Almeta, Pah. Mama dapatkan semua ini dari orang-orang suruhan kita." Meta memberikan sebuah map berisikan informasi tentang Nian.
Abraham mengambilnya dan membukanya lalu membacanya. " Bian Almeta, berusia 23 tahun tinggal di las Vegas, Nevada. Anak satu-satunya dari Nyonya Rebecca dan Tuan Aston. Ibunya bekerja sebagai wanita panggilan di PEPPERMILL'S FIRESIDE LOUNGE (Nama club & bar) Ayahnya sudah tiada. Menurut informasi, Rebecca hanya di sewa oleh satu orang bernama DANIEL KINARIUS." Abraham mengernyit heran.
"Daniel? kenapa Daniel menyewa Rebecca? apa mereka memiliki hubungan?"
"Menurut informasi, Rebecca hanya melayani satu orang pria dan di bayar mahal oleh pria itu namun uangnya di ambil habis oleh Austin," ujar Meta. "Lanjut saja Pah!" sambungannya.
Abraham kembali membacanya. "Memiliki utang sebesar 5 juta dolar pada salah satu mucikari. Alasan orang tua Bian menyembunyikan kecantikan Bian untuk melindungi Bian dari mucikari bernama Austin supaya tidak di jual dan semua orang tidak tertarik juga merasa jijik. Menurut yang beredar, Bian bukanlah anak kandung dari Aston melainkan anak haram hasil pemerkosaan. Dan, ayah biologis Bian Almeta adalah Daniel Kinarius penjual kopi."
Abraham sampai terkejut jika Bian anak dari orang yang ia kenal. "Jadi.. Gadis itu masih suci dan juga putri kandungnya Daniel?"
"Benar, Pah. Mama rasa Bian gadis yang tepat untuk di jodohkan dengan Nathan. Sedangkan Eliza, dia putri dari Austin yang juga bekerja sebagai wanita panggilan. Namun, karena impiannya menjadi model, wanita itu merantau ke Amerika dan tak sengaja bertemu dengan Nathan di saat wanita itu sudah memiliki kekasih."
"Inilah alasannya mengapa Papa tidak setuju Nathan dengan Eliza. Tapi Nathan, anak itu tidak ingin mencari tahu dan tidak berniat membuka laporan identitas yang Billy berikan."
"Mama ingin yang terbaik untuk Nathan, dia anak kakakku, anakku dan juga keponakan kesayanganku. Aku tidak ingin Nathan mendapatkan wanita tidak baik.
"Papa akan bicarakan ini dengan Daniel. Walau bagaimanapun, Bian adalah putrinya dan kita harus meminta persetujuan dari Daniel," ucap Abraham.
***********
"Ku pikir kau tidak mengetahui keberadaan ku di sini, Abraham. Aku lupa, kalau kau orang terkaya no 5 di dunia. Pasti akan mudah bagimu mengetahui keberadaan ku." ujar Daniel duduk bersedekap menyenderkan punggungnya menatap pria yang terhalang meja.
Abraham malah tersenyum tipis. "Saya tahu sedang apa kau di Las Vegas. Dan, tujuan saya menemuimu ingin meminta restu untuk menikahkan Nathan dengan Bian."
"Maksud kau?" Daniel langsung menegakkan duduknya melipatkan kedua tangannya di atas meja.
"Saya ingin Bian Almeta menjadi menantu saya. Bagaimana?"
"Hahaha kau lucu Abraham, mana mungkin saya menikahkan putriku dengan pria yang tidak mencintai anakku dan juga Nathan sudah memiliki kekasih. Saya tidak ingin anakku tersakiti."
"Saya jamin Nathan akan mencintai Bian. Kau pasti tahu Nathan pria setia dan jika ia mencintai wanita, dia akan melindunginya serta melakukan apapun untuk wanita itu."
"Itulah yang aku takutkan karena Nathan mencintai kekasihnya dan pasti akan melakukan apapun demi bisa bersama kekasihnya. Lalu putriku, dia yang akan menjadi korban keegoisanmu. Saya menolak!"
"Saya mohon Daniel, berilah restu untukku menikahkan Nathan dan Bian. Sebagai jaminannya, saya akan membantu melunasi utang Rebecca." Ucap Abraham memberikan penawaran.
Daniel terdiam, dia memang ingin membebaskan Rebecca dari Austin dengan cara membeli Rebecca untuk dijadikan teman ranjangnya. Tapi, Daniel tidak tahu saja jika utang Rebecca kian hari kian menumpuk bukan berkurang.
"Asal kau tahu, uang yang kau berikan pada Rebecca tidak akan mengurangi utangnya karena Austin ingin Rebecca tetap menjadi wanita malam untuk mendapatkan uang. Kau ingin wanita yang kau cintai terus di jual? kau ingin kelak putrimu yang akan menjadi korban keserakahan Austin? semua ada di tanganmu, Daniel. 5 juta dolar bukanlah uang yang sedikit dan itu semua beserta bunganya yang kian hari kian bertambah."
FLASHBACK END.
Dari situlah Daniel menyetujui pernikahan Nathan dan Bian demi bisa membebaskan Rebecca. Bisa di bilang Daniel egois, tapi mau bagaimana lagi karena diapun tidak memiliki uang sebanyak itu. Usahanya baru saja berkembang pesat dan ia masih membutuhkan modal untuk memajukan usahanya untuk bisa membantu Rebecca.
***********
New York
Nathan berjongkok menumpukan kedua lututnya di hadapan Bian. Tangannya menggenggam tangan sang istri menatap dalam wajah cantik Bian. "Maaf, aku salah, seharusnya aku tidak melakukan hal itu secara kasar. Maafkan aku."
Bian membalas tatapan mata teduh milik Nathan, terlihat sorot penyesalan dari mata pria itu.
"Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah membuatmu marah. Aku berani bersumpah kalau aku dan Kak Sean tidak memiliki hubungan apapun. Kak Sean kakak kelas aku dari SMP sampai SMA. Aku merasa bahagia karena ada orang yang aku kenal di sini ketika kamu tidak memperdulikan aku dan melupakanku di kala kau sedang bersama kekasihmu." Ucapnya bergetar menahan tangis, bahkan tangannya juga bergetar dan Nathan bisa merasakan itu.
Nathan menunduk sedih, dia sadar tujuan menyutujui honeymoon ke New York hanya untuk menemui Eliza. Dia juga sadar sudah melupakan Bian bahkan baru sampai saja sudah pergi tanpa memikirkan Bian di kota sebesar ini.
"Aku salah, maafkan aku." lirihnya menunduk sedih.
Bian melepaskan genggaman tangan Nathan, "Aku memaafkanmu, Nathan." Nathan mendongak menatap keseriusan Bian namun, ia malah melihat wanitanya meneteskan air mata.
"Bian..." Nathan berdiri ingin memeluknya. Rasa bersalahnya semakin besar setelah melihat raut wajah sedih dan juga sorot mata terluka.
"Aku mau istirahat." Ucap Bian seraya mundur menaikan kakinya ke atas ranjang lalu berbaring menyamping memejamkan mata untuk tidur siang.
Bohong kalau ia tidak merasa sakit, marah, terluka, dan sedih. Bohong kalau dia sudah memaafkan Nathan. Namun, Bian sadar jika ini juga salahnya tidak bisa menjadi istri yang menjaga marwahnya. Meski Nathan memaksanya, Bian akan berusaha ikhlas. Walau bagaimanapun dia adalah istrinya. Istri yang harus melayani suami.
Nathan menghelakan nafas secara kasar. Pria itu naik ke atas ranjang ikut berbaring di samping Bian. Perlahan dia mendekap istrinya dari Belakang. "Maafkan aku."
Bersambung....
5 juta dolar setara dengan \= 74.520.250.000,00 rupiah.
74 miliar 520 juta 250 ribu rupiah.