NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Alasan Rania

...Udara dingin dari pendingin ruangan di ruangan Arkan sama sekali tak terasa dingin....

...Di bawah tatapan elang Arkananta Narendra yang menyipit tajam, ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berdetak cukup keras....

...Jepit rambut kupu-kupu kristal itu berkilau mewah di antara jemari kokoh Arkan. ...

...Kilauan dari ratusan butir kristal Swarovski murni itu memantulkan cahaya lampu ruangan, seolah sengaja mengejek kepanikan Rania yang berada di ujung tanduk. ...

...Satu detik saja Rania salah mengambil langkah, penyamarannya runtuh, ibunya kehilangan jaminan pengobatan, dan ia akan didepak dari gedung ini dengan status kriminal pencurian atau penipuan....

..."Berpikir, Rania! Berpikir! Gunakan sisa otakmu yang kurang tidur ini!" jeritnya dalam hati....

...Rania menarik napas tersendat, lalu dengan sengaja membiarkan tubuhnya bergetar lebih hebat....

... Ia tidak perlu berpura-pura takut, karena pada kenyataannya, ia memang sedang ketakutan setengah mati. ...

...Namun, ia harus mengarahkan rasa takut itu ke jalur yang tepat, jalur yang biasa diperlihatkan oleh seorang anak magang miskin yang tertangkap basah membawa barang yang tak sesuai dengan kasta sosialnya....

..."A-anu... Pak Arkan!" Rania berseru dengan nada mencicit panik yang sangat natural. ...

...Ia buru-buru menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, membungkuk beberapa kali dari posisinya yang masih berlutut di lantai....

... "M-mohon kembalikan jepit rambut saya, Pak! Saya... saya minta maaf kalau barang itu mengotori mata Bapak!"...

...Arkan tidak bergeming. ...

...Alisnya yang tebal bertaut semakin rapat, menuntut penjelasan yang lebih logis daripada sekadar permohonan maaf yang histeris. ...

..."Saya bertanya dari mana Anda mendapatkan benda ini, Rania. Jangan mengalihkan pembicaraan."...

...Rania mendongak sedikit, membiarkan kacamata bulat besarnya meluncur turun hingga ke ujung hidung, menampilkan ekspresi wajah yang panik, dan dipenuhi rasa malu yang amat sangat....

..."I-itu barang KW, Pak! Barang tiruan murah!" kalimat itu meluncur dari bibir Rania seperti peluru senapan mesin....

...Arkan menaikkan sebelah alisnya. "Tiruan?"...

..."Iya, Pak! Sumpah demi apa pun, itu barang palsu!" Rania mengangguk-angguk dengan dramatis, air mata frustrasi yang sedari tadi ia tahan kini benar-benar menggenang di sudut matanya karena tekanan mental yang terlalu berat....

... "Saya membelinya di pasar malam dekat rumah kos saya hari Rabu kemarin, Pak....

... Harganya cuma lima puluh ribu rupiah! Penjualnya bilang itu model terbaru yang sedang tren di kalangan anak muda, jadi... jadi saya tertarik membelinya agar bisa terlihat sedikit trendi seperti staf wanita lainnya di kantor ini."...

...Rania menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap lantai dengan bahu yang bergetar....

... "Saya tahu saya bodoh, Pak. Penampilan saya memang seadanya, dan saya tidak punya uang untuk membeli perhiasan asli merek Prancis seperti yang Bapak sebutkan tadi. Tapi... tapi saya juga ingin sesekali merasa memakai barang bagus, meskipun itu cuma replika plastik murahan dari pasar malam..."...

...Suara Rania merendah, menyisakan isak tangis tertahan yang sangat meyakinkan. ...

...Di dalam kepalanya, Rania diam-diam sedang memuji kemampuan aktingnya yang setingkat aktris pemenang piala Oscar. ...

...Ia memanfaatkan penggambaran yang selama ini dilekatkan Arkan pada dirinya, gadis magang udik, miskin, culun, dan tidak punya selera....

...Arkan terdiam di kursi mahoninya....

... Sepasang mata elangnya beralih dari wajah Rania yang tertunduk lesu, kembali menatap jepit rambut kupu-kupu di tangannya....

... Ia membawa benda itu lebih dekat ke wajahnya, meneliti jalinan logam dan kilau kristalnya dengan saksama....

...Bagi mata awam, replika kelas satu memang sulit dibedakan dari yang asli. ...

...Dan di mata Arkan, sekretaris magang di hadapannya ini adalah perwujudan dari gadis miskin kantor. ...

...Pakaiannya yang kedodoran, sepatunya flat murahan, dan tas kain lusuhnya yang berbau debu arsip adalah bukti nyata dari kasta sosialnya. ...

...Seseorang seperti Rania Adisti tidak akan pernah memiliki akses, apalagi modal, untuk membeli perhiasan mewah dari butik eksklusif di Jakarta Pusat....

...Pemikiran bahwa Rania memiliki barang asli terasa jauh lebih tidak masuk akal bagi Arkan daripada fakta bahwa pasar malam Jakarta menjual replika tiruan yang sangat mirip dengan barang mewah miliknya....

...Sebuah dengusan dingin akhirnya lolos dari hidung mancung sang CEO....

..."Pasar malam," gumam Arkan dengan nada meremehkan yang sangat pekat....

... Ia melempar jepit rambut beserta kotak beledu hitam itu kembali ke lantai marmer dengan gerakan acuh tak acuh, seolah-olah benda itu mendadak berubah menjadi sampah beracun yang mengotori tangannya setelah tahu harganya hanya lima puluh ribu rupiah....

...Plak. ...

...Benda itu mendarat tepat di atas tumpukan tisu yang berserakan....

..."Selera Anda benar-benar menyedihkan, Rania," ucap Arkan, bersandar kembali ke sofa kerjanya dengan sikap arogan....

... "Membeli barang tiruan demi gengsi kosong tidak akan menaikkan nilai diri Anda di perusahaan ini. Yang ada, Anda justru mempermalukan diri sendiri dengan membawa sampah plastik mengkilap itu ke ruang kerja saya."...

...Di dalam hati Arkan, ada sebersit kekecewaan mendalam yang aneh yang tidak bisa ia jelaskan....

... Ketika pertama kali melihat jepit rambut kupu-kupu kristal itu bergulir dari tas Rania, jantungnya sempat berdegup kencang karena sebuah pemikiran gila yang mustahil....

... Apakah gadis culun ini adalah Milky? Namun, begitu mendengar pengakuan Rania tentang pasar malam dan harga lima puluh ribu rupiah, harapan rahasia itu hancur berantakan....

...Tentu saja bukan....

... Bagaimana mungkin "Milky" penghibur malamnya yang imut, anggun, wangi stroberi, dan memiliki sepasang mata abu-abu yang memikat, bisa disamakan dengan Rania Adisti, sekretaris magang culun yang menyedihkan dan berbau debu ini? ...

...Pemikiran itu adalah sebuah penghinaan besar bagi sosok Milky yang ia puja....

..."Pungut semua sampah Anda, dan keluar dari ruangan saya sekarang juga," perintah Arkan dengan suara baritonnya yang kembali dingin membeku....

... "Investor Singapura akan tiba sepuluh menit lagi. Pastikan wajah kusut Anda tidak terlihat di koridor depan."...

..."B-baik, Pak. Terima kasih banyak, dan mohon maaf atas kecerobohan saya," cicit Rania dengan suara yang sengaja dibuat bergetar sisa tangis....

...Dengan gerakan secepat kilat, Rania memunguti seluruh barang-barangnya yang berserakan di lantai marmer, termasuk jepit rambut kupu-kupu kristal yang harganya puluhan juta rupiah itu. ...

...Ia memasukkan semuanya kembali ke dalam tas kain lusuhnya, memeluk tas itu erat-erat di depan dada, lalu bangkit berdiri dengan kepala yang tertunduk dalam-dalam....

...Rania berjalan mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar dari ruang kerja CEO dengan terburu-buru....

...Klik....

...Begitu pintu kayu ek besar itu tertutup rapat di belakang punggungnya, Rania langsung melesat menuju toilet staf yang berada di sudut lorong yang sepi. ...

...Ia mendorong pintu toilet, masuk ke dalam bilik terdalam, mengunci pintunya, lalu menyandarkan punggungnya yang basah oleh keringat dingin ke dinding pintu....

..."Hah... hah... hah..."...

...Napas Rania meluncur keluar dalam helaan yang luar biasa lega. ...

...Jantungnya yang tadi serasa berhenti berdetak, kini mulai kembali memompa darah ke seluruh tubuhnya, menyisakan rasa lemas yang luar biasa di kedua lututnya....

... Ia jatuh terduduk di atas penutup toilet, memeluk tas kainnya dengan tubuh yang gemetar akibat sisa-sisa adrenalin senam jantung yang baru saja ia lalui....

..."Lolos... aku lolos," bisik Rania dengan tawa getir yang pelan, menyeka air mata yang sempat menetes di pipinya....

...Rania merengkuh kotak beledu hitam dari dalam tasnya, membuka tutupnya, dan menatap jepit rambut kupu-kupu kristal yang kini terasa begitu berat di tangannya. ...

...Rasa lega yang luar biasa besar karena berhasil menyelamatkan penyamarannya, kini berbaur sempurna dengan rasa menang yang ironis secara rahasia....

...Arkan boleh saja menjadi penguasa di siang hari. ...

...Pria itu boleh saja meremehkan seleranya, menghinanya sebagai anak magang miskin yang udik, dan membuang jepit rambut mahal ini ke lantai karena mengiranya sebagai barang KW seharga lima puluh ribu rupiah....

...Namun Rania tahu pasti, kesombongan dan keangkuhan Arkan di siang hari justru menjadi perisai terbaik untuk menyembunyikan rahasia malamnya. ...

...Pria itu terlalu tinggi di atas menara untuk bisa melihat bahwa gadis culun yang baru saja ia hinanya di lantai kantor, adalah sosok yang sama yang memegang seluruh kendali atas hatinya yang rapuh di bawah temaram lampu kafe....

...Rania membetulkan posisi kacamata bulat besarnya, mengulas senyum kemenangan yang dingin di wajah siangnya yang pucat. ...

..."Terima kasih atas sifat sombong Anda, Pak Arkan," bisiknya sembari memasukkan kembali kotak perhiasan itu ke dalam tasnya yang paling dalam....

... "Mari kita lihat, sampai kapan Anda bisa mempertahankan keangkuhan ini di hadapan kelinci kecil Anda malam nanti."...

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!