NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami dadakan

Alya memandangi berapa barang yang baru saja tiba di kontrakannya. Dan semuanya adalah kebutuhan bayi yang sebenarnya belum diperlukan dalam waktu dekat.

Tanpa bertanya dia sudah tahu siapa pengirimnya, dan dia tidak menolak sama sekali karena sudah ada perjanjian sejak awal.

Ia memindahkan kartu-kardus itu, memilih yang paling ringan meski perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi. Mungkin karena hitungan hari lagi jadwal persalinannya tiba.

Kakinya sudah membengkak, dia mulai kesusahan berjalan tetapi masih sibuk mengurus rumah dan olahraga di pagi hari.

"Berat banget, ini isinya apa," gumam Alya berusaha memindahkan kardus besar di depan pintu.

Dia sampai berkeringat padahal hanya mendorongnya.

Napasnya mulai tidak stabil dan dia memutuskan untuk duduk sembari meneguk segelas air.

"Tunggu Sena pulang kerja saja," gumamnya melirik jarum jam, beberapa menit lagi Sena pulang.

Namun, bukan lagi paket yang menjadi permasalahan, tetapi rasa sakit di pinggangnya mulai hilang timbul hanya diselingi waktu beberapa menit saja.

Dia beranjak, segera mempersiapkan segala kebutuhannya sendiri, jaga-jaga jika dia kontraksi sebelum waktunya.

"Sakit banget," rintihnya memegangi pinggang. Mengambil beberapa dokumen yang diperlukan dan tas dipojok lemari.

Tas itu sudah berisi perlengkapan bayi yang disediakan oleh Sena jauh-jauh hari.

Refleks Alya mengenggam botol minum di atas meja ketika tidak kuasa menahan sakit. Botol itu sampai menciut dan tutupnya terlepas. Isinya tumpah ke lantai bercampur sesuatu yang baru saja mengalir melalui paha Alya.

"Tolong ... siapapun yang mendengarnya tolong saya!" teriaknya sekuat tenaga sambil mengerang. Napasnya pendek, dia hampir tidak bisa mengendalikan dirinya.

***

"Saya antar pulang," ujar Pradipta pada Sena yang hendak memesan taksi.

"Aduh nggak enak pak sering numpang. Takutnya ada gosip yang nggak-nggak lagi tentang kita. Apalagi tuh sekretaris rawan banget."

"Saya nggak peduli sama gosip. Saya hanya peduli pada mbakmu," jawab Dipta membuka pintu mobil jok belakang untuk Sena.

Dia mulai melajukan mobilnya dan di perjalanan sengaja membeli kue bolu untuk Alya.

"Kangen banget ya pak?"

"Hm, hampir dua minggu nggak ketemu. Saya juga nggak ada topik buat hubungin mbakmu," jujur Dipta.

Dua minggu Pradipta terlalu sibuk sampai harus keluar kota beberapa kali sehingga benar-benar tidak ada waktu menemui Alya secara langsung. Dan selama itu pula hidupnya ada yang kurang, terasa hampa sampai Arkana disusahkan olehnya.

"Kecintaan banget ya Pak?"

"Harus ditanya lagi?" Dipta melirik Sena dari spion dasbor. "Tapi kok mbakmu nggak ngeh ya?"

"Mbak Alya memang gitu Pak. Kalau sudah fokus sama satu hal yang lain blur dimatanya. Sekarang mbak Alya fokus sama kehamilannya, apalagi beberapa hari kedepan jadwal persalinan."

"Kamu benar."

"Tapi Pak, Mbak Alya sering ngeluh loh. Katanya takut terjadi apa-apa sama dirinya pas persalinan. Dia selalu nitipin anaknya sama saya."

"Jangan nakut-nakutin saya deh."

Tanpa sadar Dipta menambah laju mobilnya dan sampai jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.

"Loh tumben mbak nggak tutup pintu," gumam Sena turun dari mobil atasannya. "Makasih ya Pak." Berjalan terburu-buru dan Dipta tentu mengikuti dari belakang.

"Mbak!" Suara Sena tercekat melihat mbaknya duduk di lantai berpegangan pada kaki meja.

Dipta yang melihatnya sigap mengendong dan membawa menuju mobil tanpa mempertanyakan bagaimana dan apa yang terjadi.

"Sena cepat!" teriak Dipta yang tidak tahu harus bagaimana mengatasi orang hamil seorang diri. Terlebih Alya tidak lagi bicara, wanita itu sibuk mengatur napasnya dan sesekali mencakar lehernya.

Setelah Sena tiba dan duduk di samping Alya, barulah Dipta berpindah posisi dan melajukan mobil dengan jantung berdegup cepat.

Ini terlalu tiba-tiba dan pertama kali untuknya. Bukan istrinya dan bukan calon anaknya, tetapi dia begitu khawatir melihat Alya yang terus merintih kesakitan.

***

Sena dan Arkana mengulum senyum melihat atasan mereka baru saja keluar dari ruang persalinan.

Penampilan Dipta jauh dari kata baik-baik saja. Dasinya miring, jasnya entah dimana dan kemejanya sudah kusut. Belum lagi kulit lehernya memerah dicakar oleh wanita yang dia cintai secara ugal-ugalan.

Rambutnya jangan ditanya lagi, dia seperti baru saja disetrum. Tepat setelah melewati Sena dan Arkana, Dipta menjatuhkan tubuhnya dengan lutut bertumpu pada lantai.

"Minum dulu Pak." Arkana menyodorkan air minum meski masih menahan tawa melihat penderitaan Dipta akibat ibu hamil yang dia incar selama beberapa bulan ini.

"Sebenarnya hal normal kalau saja diperut mbak Alya adalah darah daging pak Dipta, tapi yang ini diluar nalar." Akhirnya tawa Sena pecah meski tidak terlalu besar, dia juga tahu situasi bahwa sedang di rumah sakit.

Setelah dibuat tegang beberapa jam lalu karena Alya hampir hilang kesadaran, kini tertawa lepas melihat penderitaan atasannya akibat ulah orang lain.

"Suami bu Alya? Tolong putranya siadzankan," panggil suster.

"Suami bu Alya ayo semangat," ledek Arkana.

Dipta tidak membalas satu pun ledekan asisten dan sekretarisnya. Dia kembali memasuki ruang persalinan untuk mengidahkan panggilan suster.

Dirinya menjadi suami dan ayah dadakan padahal baru pulang kantor.

Kondisi Alya baik-baik saja, apa yang dikhawatirkan olehnya tidak terjadi. Dia langsung dipindahkan ke ruang perawatan setelah keluar dari ruang persalinan.

Saat Sena dan Arkana sibuk pada bayi mungil di box bayi, Dipta malah sibuk mempertanyakan kondisi Alya.

"Saya baik-baik saja Mas, terimakasih sudah membantu saya sampai sejauh ini," ucap Alya lirih.

Dia sangat lelah, seluruh tubuhnya terasa remuk. Namun, itu semua tidak sebanding dengan rasa bahagianya melihat putranya lahir dengan sehat dan tanpa cacat sedikitpun. Berat badannya pun normal, dia tidak sia-sia menjaga pola hidupnya selama ini meski tanpa dampingan seorang suami.

Tangan Alya bergerak menyentuh rambut Pradipta. "Dan maaf karena membuat mas sekacau ini." Merapikan rambut yang dia jambak saat di ruang persalinan tadi.

Alya terus meneliti dan kini dia menemukan bekas cakaran di leher Dipta. Sungguh, melihat membuatnya sangat bersalah sampai ucapan maaf saja sepertinya tidak cukup.

Tatapannya meredup melihat Dipta yang sedang menunduk sambil mengenggam tangannya. Dia tidak percaya ada pria setulus dan sebaik Pradipta.

"Mau makan apa, biar aku beli. Kamu pasti lapar karena perutmu yang besar sudah hilang." Pradipta mendongak.

"Saya pengen minum jus jeruk."

"Tunggu, biar saya beli." Dipta langsung beranjak tanpa disuruh dua kali.

"Sena titip mbakmu," ujar Dipta sebelum menghilang dibalik pintu.

"Apaan sih atasan kamu mas, titip mbakmu-titip mbakmu, kayak suami aja," celetuk Sena.

"Atasanmu juga itu," balas Arkana. "Eh bayinya lucu tau, kayaknya bakal jadi mainan baru saya deh." Arkana terus memandangi bayi dalam box tanpa berani menyentuhnya.

"Kalau mau mainan lucu gini buat juga lah, ini punya mbak Alya."

"Boleh saya nitip dirahim kamu?"

"Mulutnya!" Sena memelototkan matanya.

.

.

.

Ngasih yang manis-manis dulu buat kalian🥰. Jangan lupa like, komen dan subscribe ya. Follow juga instagram author @Tantye005

Dukungan kalian semangat author.

1
Yuni Ngsih
Authooor ceritra baru nongol ko ku ngenes banget sm kelakuan si Adrian ,dah punya istri sholehah masih nyeleweng ,kasian Aliya⁰..tp buat Aliya badai pasti berlalu & akan muncul Pelangi & buat si Adrian akan muncul karma kehidupan bersama si Safira ,lanjut Thor
ken darsihk
Seperti nya buku ini hiatus yak 🙏
ken darsihk: Ok author , kangen 🩵
total 2 replies
sutiasih kasih
itu pilihanmu mnukar berlian dgn krikil jalalanan....😅😅
sutiasih kasih
ngaca fir.... km jga punya suami hsil merebut milik org lain...🙄🙄
sutiasih kasih
emang di mana" yg nmanya pelakor ya tak tau diri🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gila aja pelakor di ksih semangat😅😅
sutiasih kasih
omong kosong....
klo cinta... tak akn km mnduakn alya
Betik Kurnia
aku bosen dengan cerita itu itu aja. lihat cerita ini kok aku suka banget. ikut baper hiks ... hiks... lop yu autor 😍😍
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Areta Cantik
ini uda selesai ta ceritanya koq gantung?🤔
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: setelah pesta aku lanjut heheh
total 1 replies
arniya
jawaban yang harus di ingat
Supri Yanti
suka alya bagus, 👍👍
ken darsihk
koq belum up date yak 🤭🤭
ken darsihk: Semangat author 👍👍
total 2 replies
ken darsihk
Safira derita lo di usir dari rumah itu , dan papa mertua mu yng menyuruh lo pergi kasihan bngt siiih 😂😂😂
Rahma Inayah
tu lah bodoh nya km pelakor beda dgn Alya. .yh punya tabungan walau punya uang dr Adrian tnp batas. tp gajinya dia tabung .
Maria Magdalena: namanya jg pelakor bisa2nya cm ngerongrong dan hambur2 uang saja,itulah cewek jalang.
total 1 replies
merry
maruk jdi laki dikira ank kyk bkin donat x ya tgl jdi
ken darsihk
Ooh Sena dan Arkana beda keyakinan kasihan
Maria Kibtiyah
cinta beda agama si sena ma arkana
Maria Magdalena: udah bubar aja jgn minggalkan keyakinan nggak bsik
total 2 replies
ken darsihk
Karma Safira karma mangka nya jadi perempuan tuh jangan jahat , akhir nya karma kan yng menghampiri lo 😂😂😂
ken darsihk
Yesss lah Adrian 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!