Namanya Nur Hayati artinya cahaya kehidupanku. Tatapi hidupnya tidaklah seterang namanya. Hidupnya justru jatuh dalam kegelapan.
Semua bermula ketika Hayati menemukan buku mantra milik mantan suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Khaifa Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Nur Hayati kini sudah berdiri tepat didepan pintu. Ia berusaha agar tenang meski jangtungnya masih berdetak kencang tak beraturan. Ia mencoba menarik nafas lalu membuangnya beberapa kali sampai akhirnya ia bisa sedikit tenang.
Nur Hayati membukakan pintu namun tidak menemukan siapapun disana. Suaranya yang baru saja ia dengar juga sudah tidak ada lagi. Nur Hayati kembali lagi kedalam gudang bermaksud merapikan kembali barang-barang yang sudah berserakan karena ia bongkar untuk mencari buku mantra. Pintu gudang kembali ia biarkan terbuka sementara dirinya kembali sibuk memasukkan barang-barang kembali kedalam keranjang dan juga ada beberapa yang ia masukkan kedalam kardus.
"Braaakkk," suara keras pintu tertutup untuk kedua kalinya.
Dari balik pintu kembali terdengar suara, namun bukan lagi suara seret kaki seseorang melainkan suara anak kecil yang sedang menangis. Suaranya makin lama makin keras.
Nur Hayati kembali menatap kearah pintu dengan jantung berdebar kencang. Nur Hayati kembali mencoba berjalan kearah pintu berusaha memberanikan diri. Saat pintu dibuka ia kembali tidak menemukan siapapun disana.
Yang membuat Nur Hayati tambah bingung suara tersebut langsung lenyap bersamaan dengan ia membukakan pintu. Diperhatikan sekeliling, namun ia tidak menemukan siapapun. Akhirnya Nur Hayati memutuskan untuk kembali lagi kekamar. Ia juga takut jika masih berlama-lama disana.
Saat Nur Hayati akan menutup pintu gudang tiba-tiba ia dikejutkan oleh sosok wanita yang berdiri tepat dihadapannya. Nur Hayati ketakutan setengah mati saat melihat wajah wanita yang berdiri dihadapannya. Wanita tersebut tiba-tiba menyeringai dengan wajah hancur dan penuh dengan luka-luka yang terus mengeluarkan darah.
"Wanita iblis, kamu harus mati," ucap wanita tersebut dengan sorot mata tajam dan mengerikan sambil tertawa keras.
Nur Hayati yang ketakutan setengah mati mencoba mundur secara perlahan. Ia tidak berani langsung membalikkan badannya. Nur Hayati takut jika sosok menyerangnya dari belakang.
Setelah mundur beberapa langkah Nur Hayati kemudian berlari sangat kuat meninggalkan gudang tanpa menoleh lagi kebelakang. Suara tawa wanita tersebut masih terdengar ketelinga Nur Hayati sampai akhirnya ia masuk kedalam kamar dan mengunci pintu. Ia langsung naik keatas tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut
Suara hujan turun diluar terdengar semakin deras. Namun Nur Hayati sudah tidak lagi mendengar suara wanita tersebut. Sepertinya wanita tersebut tidak sampai mengikutinya kedalam kamar.
Setelah berapa akhirnya Nur Hayati keluar dari dalam selimut dan turun dari tempat tidur. Ia mengambil buku mantra yang ia bawa dari gudang lalu memasukkannya kedalam lemari lalu menguncinya kembali. Nur Hayati menjatuhkan badannya keatas tempat tidur kemudian menarik selimut berwarna pink lalu menutup badannya kembali seperti tadi. Nur Hayati memutuskan untuk tidur saja berharap tidak lagi melihat hal-hal menyeramkan seperti tadi dan juga beban pikirannya sedikit berkurang saat ia bangun besok pagi.
***
"Mbak ibu belum pulang ya," tanya Ali pada kakaknya yang tengah asyik menonton tivi.
"Belum," jawab Anti singkat sementara matanya sedang fokus menatap layar televisi.
"Sudah jam segini kok ibu belum pulang ya mbak, apa jangan-jangan ada apa dijalan," ucap Ali tampak khawatir.
"Paling juga belum pulang gara-gara masih hujan," jawab Anti santai.
"Kok mbak Anti tidak khawatir sih sama ibu, kalau ada apa-apa bagaimana, soalnya ini sudah jam 9, Mana mungkin pergi hajatan sampai malam begini belum juga pulang," ucap Ali.
"Biasanya ibu kalau pergi tempat hajatan itu ada kawan jadi kamu tidak perlu cemas, paling juga keasyikan ngobrol sama kawan-kawannya, makanya belum pulang. Tahu sendiri kalau ibu-ibu sudah kumpul bagaimana, pasti lupa waktu," ucap Anti menjelaskan agar Ali tidak terlalu cemas.
"Mudah-mudahan ya mbak," ucap Ali.
"Kamu sudah makan?" tanya Anti kemudian.
"Belum mbak," jawab Ali.
"Kamu makan saja dulu, lauknya sudah mbak taruh diatas meja."
"Iya mbak, Ali juga sudah sangat lapar ini."
Ali berjalan kedapur meninggalkan Anti yang tengah asyik menonton tivi.
***
Ditempat lain.
"Sudah ibu lakukan semuanya kan?" tanya Angel saat sudah duduk dikursi.
Kini Angel sedang duduk berhadapan dengan bu Aisyah diruang tamu rumahnya.
"Ini bayaran ibu," ucap Angel saat menyerahkan sebuah amplop berisi uang kepada bu Aisyah.
"Terima kasih nak Angel," ucap bu Aisyah sambil membuka sedikit amplop berwarna kuning ditangannya dan mengintip isi didalamnya.
"Tapi ibu benar-benar melakukan yang saya suruhkan?" tanya Angel sambil menatap tajam bu Aisyah.
"Kenapa kamu bertanya begitu, kamu tidak yakin ya sama saya?" tanya bu Aisyah dengan nada suara kesal yang ditahan.
"Bukan begitu, saya hanya ingin memastikan saja," jawab Angel.
"Iya saya sudah melakukan semua yang kamu suruh," jawab bu Aisyah.
"Tapi kenapa Hayati masih tinggal dirumah itu, apa jangan-jangan ilmu dukun itu kurang sakti ya?"
"Saya tidak tahu kenapa, tapi semua yang kamu suruh sudah saya lakukan, atau mungkin bisa jadi dukun itu yang menipu kamu Angel," ucap bu Aisyah.
"Awas saja kalau sampai ia berani berbohong padaku, aku tidak akan tinggal diam. Kalau sampai dia berani menipuku, maka aku akan membunuhnya."
Mendengar Angel mengucapkan kata-kata demikian bu Aisyah menatap Angel dengan perasaan takut saat melihat ekspresi wajah Angel yang dingin dan kejam.
"Jadi untuk selanjutnya apa yang harus saya lakukan?" tanya bu Aisyah kemudian pada Angel dengan wajah sedikit tersenyum mencoba menyembunyikan ketakutannya pada Angel.
"Mulai sekarang ibu jangan melakukan apapun dulu ya, ibu cukup pantau saja keadaan disana, minggu depan ibu kesini lagi," ucap Angel lagi memberi perintah.
"Baiklah kalau seperti itu mau kamu, saya akan melakukan seperti apa yang kamu perintahkan."
"Kalau begitu saya permisi pulang dulu, takut anak-anak saya dirumah nanti khawatir," ucap bu Aisyah kemudian bangun dari kursi.
"Tunggu sebentar ibu jangan pergi dulu."
Setelah berkata beitu Angel langsung pergi berjalan kedapur meninggalkan bu Aisyah diruang tamu. Melihat hal itu bu Aisyah yang tadinya sudah bangun dari tempat duduknya karena akan pergi kembali lagi duduk dikursi sambil menunggu Angel kembali.
"Jadi sekarang Aryo tinggal disini sama Angel, tapi kenapa jam segini Aryo masih belum pulang kerumah ya," pikir bu Aisyah saat melihat foto Aryo sama Angel yang terpajang didinding ruang tamu.
"Ini ada makanan buat ibu bawa pulang kerumah, lagi pula kalau ibu pulang tidak bawa apa-apa nanti anak-anak ibu bisa curiga," ucap Angel memberikan bungkusan plastik berisikan beberapa makanan didalamnya.
"Apa ini tidak terlalu banyak?" tanya bu Aisyah pada Angel saat ia menerima bungkusan plastik makanan dari tangan Angel.
"Tidak apa-apa, disini juga tidak ada yang makan nanti, mas Aryo juga jarang makan dirumah," ucap Angel.
"Terima kasih banyak ya Angel, kalau begitu saya langsung pamit pulang sekarang, takut kalau terlalu malam dijalan," ucap bu Aisyah sambil berlalu pergi meninggalkan rumah Angel.
***
Bersambung....