Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal .
Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu. Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.
Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin .
Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.
Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGACAUKAN PERNIKAHAN
Hari pernikahan Eryk Lin dan Olivia Gu semakin dekat. Keluarga Gu benar-benar menggunakan status Keluarga Lin untuk mendapatkan kemewahan di mana-mana. Dengan menjanjikan jika nanti Grup Lin akan berinvestasi kepada perusahaan mereka.
Di Mansion Mo, Flavia nampak menikmati hari-harinya sebagai ibu hamil. Kakek Mo banyak sekali membelikan Flavia buah dengam kulitas terbaik. Tubuh Flavia tetap terlihat ramping meski banyak makan.
Flavia mengambil ponselnya dan bertanya, "Apa semua sudah siap?" Isi pesannya kepada Felix.
"Tentu saja," jawab Felix.
"Orangku akan ke sana untuk mengambilnya," isi pesan Flavia lagi.
Akhirnya hari pernikahan Eryk dan Olivia pun tiba. Dalam balutan gaun putih, nampak Olivia terlihat cantik elegam. Dan Eryk terlihat luar biasa tampan meski wajahnya terlihat murung.
Di Mansion Mo, Flavia sudah berdandan sangat cantik, "Ayo! Saatnya kita pergi membuat kekacauan," ujarnya.
Asisten He sudah menyiapkan sebuah mobil dengan kaca jendela yang sangat gelap. Flavia memasukinya dengan begitu anggun. Mobil itu pun melaju ke tempat pernikahan Eryk dan Olivia.
Flavia berjalan dengan angkuhnya, dengan sedikit menyunggingkan senyumannya. Pengawal yang dibawa olehnya berhasil melumpuhkan petugas controling sound, pencahyaan dan lainnya.
Terdengar suara dari HT, yang mengatakan jika pengantin wanita akan memasuki Aula. Flavia pun segera menyalakan lagu pengiring pengantin untuk berjalan di karpet yang telah di taburi mawar putih.
Eryk menunggu di depan altar, memperhatikan sedikit demi sedikit Olivia yang berjalan mendekatinya. Meski sudah akan menikah, Eryk enggan memberikan tangannya kepada Olivia. Belum juga sumpah di bacakan. Tiba-tiba saja lampu sorot mengarah ke arah pria yang berteriak.
"Aku keberatan dengan pernikahan ini," ujar pria asing yang berdiri di depan pintu aula.
Semua mata memandang ke arah suara itu, dengan tenangnya pria itu berjalan di karpet bertabur mawar itu.
Pria itu melanjutkan perkataannya lagi, "Nona apa kau lupa dengan malam-malam indah yang kita habiskan bersama?"
Olivia yang melihat Knox ada di hadapannya mulai merasa panik. Pria ini adalah seoarang instruktur senamnya. Waktu itu dia sudah meminta orang untuk membereskannya.
'Kenapa dia bisa ada di sini' pikir Olivia.
"siapa kau?" hardik Nyonya Gu.
"Aku ... ha ha ha," jawab knox sambil tertawa kencang.
"Aku adalah ayah dari bayi yang di kandung oleh mempepelai wanita," jawab Knox dengan lantang.
"Apa! Tidak mungkin," jawab salah satu tetua Lin.
Petugas keamanan langsung saja berlari untuk mengamankan Knox yang bertubuh tinggi tegap itu.
Tiba-tiba saja, lampu di Grand Ball Room itu meredup. Layar besar yang sejatinya untuk menyiarkan gambar Eryk dan olivia yang akan mengucap janji suci pernikahan berubah menjadi video-video nakal Olivia semasa sekolah sampai dia dewasa.
'Tidak mungkin' ujar Olivia dalam hati.
'Dari mana video-video lama ini di dapat, siapa yang melakukannya' pikir Olivia lagi.
"Lihatlah berapa kali dia keluar masuk hotel, ketika dia berusia remaja," ujar Knox mempermalukan Olivia.
"Meski begitu, aku bisa pastikan anak yang di kandung Olivia adalah bayiku," ujar Knok lagi.
Eryk mundur beberapa langkah sembari berpikir, "Lalu noda merah di malam itu milik siapa?"
Terakhir terlihat video di tanggal yang sama, dan di hotel yang sama, hanya berbeda kamar. Dalam video itu Knox dan Olivia nampak sangat liar di atas ranjang.
Flavia tersenyum puas, lalu dengan santainya menghapus semua jejak rekam CCTV hari ini. Sebelum pergi meninggalkan pernikahan yang kacau ini.
Di Grand Ball Room, Eryk yang melihat adegan Video itu pun merasa jijik, dia mengambil cincin pernikahannya lalu membuangnya.
"Kedepannya, satupun tidak ada yang bisa mencampuri masalahku lagi," ujar Eryk kepada semua tetua Lin seraya pergi meninggalkan Grand Ball Room itu.
Nyonya Gu sibuk pergi ke ruang kontrol. Namun tidak melihat siapa-siapa di sana. Sementara itu Olivia masih meyakinkan jika anak dalam kandungannya adalah bayi keturunan keluarga Lin.
"Apa kau berani untuk melakukan Tes DNA?" tanya salah satu tetua Lin.
Tanpa pikir panjang Olivia mengangguk, tetua Lin meminta orangnya untuk membawa Olivia ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.
Olivia berjalan di belakang, dan ketika menuruni tangga, dia malah menjatuhkan dirinya dengan sengaja.
Semua yang melihatnya pun berteriak histeris, gaun putih Olivia pun berjejak merah, dari darah yang keluar diantara kedua pahanya.
"Putriku ... putriku ... kalian membunuh cucuku!" teriak histeri Nyonya Gu kepada Tetua Lin.
Dengan acuh tak acuh semua Tetua Lin pergi meninggalkan tempat itu. Keluarga Gu benar-benar memberi aib kepada keluarga Lin.
Olivia lebih rela mencelakai dirinya ketimbang melakukan tes DNA. Eryk dan Flavia berjalan dari koridor yang berlainan, dan keluar dari satu pintu keluar yang sama, mereka langsung menaiki mobil masing-masing menuju ke arah yang berbeda.
Pernikahan yang sejatinya megah, telah berubah menjadi ajang olok-olok :
[Ya Tuhan, wanita iblis]
[Lalu sebenarnya siapa wanita yang telah di pilih malam itu]
[Aku rasa kehancuran keluarga Gu sebentar lagi akan tiba]
Di rumah sakit, dokter mengatakan jika bayi dalam kandungan Olivia tidak bisa diselamatkan. Nyonya Gu menjadi histeris di tambah beberapa perusahaan terus menghubunginya meminta ganti rugi kompensasi.
"Temukan wanita di malam itu!" perintah Eryk Lin kepada asisten He.
Jika yang lain merasa berada dalam tensi tinggi, maka Flavia dengan tenangnya sedang memakan buah anggur manis di kamarnya sembari membaca berita viral pernikahan yang baru saja dia kacaukan.
Sedikit ada simpatik terhadap eryk. Namun, Flavia menepisnya, 'Antara kau dan aku pada awalnya tidak kenal satu sama lain, dan aku ingin tetap begitu' ujarnya dalam hati.
Keluarga Lin jelas tidak menerima penghinaan dari keluarga Gu ini, maka para Tetua Lin mengeluarkan pernyataan mereka, siapa-siapa di Beining City ini yang berani mengambil putri dari keluarga Gu sebagai menantu mereka, maka itu artinya mereka mimilih memusuhi keluarga Lin.
"Ini baru kartu truf pertama dari aku," ujar Flavia.
"Tunggulah masih ada yang berikutnya," ujarnya lagi.
Di ruang kerja Eryk, asisten He melaporkan jika, dalam keluarga Gu ada seorang putri lagi, "Ini adalah Flavia Gu," ujar assisten He.
"Malam itu yang datang adalah Flavia Gu, bukan Olivia Gu," jelas asisten He seraya menunjukan buku tamu dan tanda tangan Flavia.
"Flavia," gumam pelan Eryk.
"Apa sudah menemukan orangnya?" tanya Eryk dengan wajah serius.
"Belum Tuan," jawab asisten He.
"Temukan dia!" Perintah Eryk dengan rasa marah, karena telah merasa di bodohi oleh dua gadis dari keluarga Gu.
Memiliki akses dari Henry Lin, dan identitas sebagai Nona Muda dari klan naga hitam sudah tentu betapa pun kerasnya mereka mencari Flavia, maka itu akan seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.
beda dari yang lain disini juga banyk ilmu yang dijelaskan...
Love bangett Karya Nita
Yaa, emang sih klo gda adegan itu, kasusnya g muncul ya? 🤭