The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Menuju Tempat Fox
Waktu terus berlalu dengan cepat, keadaan semua orang kini terasa lebih baik dari sebelumnya. Mereka juga sudah mengerjakan tugas masing-masing.
Natasha sendiri kini menjadi seorang Asisten pribadi dari Smith menggantikan posisi Ajax. Max yang memang tidak ingin terlalu di sibukkan oleh urusan perusahaan, membuat Smith mengambil alih untuk sementara selagi Max tidak menampakkan diri.
Cleon, Ajax, dan Rembrandt saat ini tengah melakukan tugas untuk mencari keberadaan Fox, Cochise, Cowboy, dan Snow.
Sedangkan Max dan Vermin, saat ini sedang sibuk melakukan percobaan pada alat canggih yang sudah sejak lama di rencanakan oleh Max.
Alat canggih, yang memiliki program-program yang rumit, dan keahlian khusus pastinya. Hal ini di butuhkan dalam pembuatan alat canggih yang menyerupai sebuah jam tangan.
Pemilihan itu sendiri agar dapat lebih mudah dan efisien saat di gunakan, dan dapat di bawa kemanapun.
Guna menghasilkan alat canggih yang sesuai dengan rencana awal, Max dan Vermin benar-benar memfokuskan keahlian yang mereka miliki untuk penelitian yang sedang mereka kerjakan saat ini.
"Beberapa program sudah aku masukan di dalamnya. Di mulai dari alat pelacak/ GPS yang dapat mengirimkan pesan singkat kepada orang-orang yang sudah terhubung secara personal." Vermin kemudian menjelaskan tentang kemampuan alat pelacak tersebut dengan detail.
Selain itu, aplikasi atau program ini bisa mengirimkan notifikasi kepada orang lain tentang keberadaannya saat sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Dengan begitu, orang-orang yang sudah terhubung bisa mengetahui lokasimu secara real time.
Hal tersebut sangat bermanfaat terutama saat anggota The Strongest Warriors sedang mengalami kesulitan atau keadaan darurat. Misalnya, bertemu dengan musuh, dan lainnya sebagainya.
Max yang mendengar hal itu tersenyum dengan puas, lalu mulai mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan melengkapi alat canggih tersebut.
Dengan beberapa jarum berukuran sangat kecil, mampu melesat dalam jarak 25 meter. Jarum itu sendiri akan di lengkapi dengan racun yang berguna melumpuhkan lawan.
Bukan hanya itu saja, Max juga berencana membuat alat itu dapat di gunakan untuk menandai seseorang.
Hal semacam itu akan sangat berguna untuk Max mendapatkan lokasi Markas musuh mereka tanpa repot-repot mengikutinya.
Max dan Vermin terus di sibukkan dengan penelitian alat canggih tersebut. Hingga tidak lama kemudian, saat Max sedang fokus, terdengar suara ponselnya yang berdering.
"Maaf." Ucap Max kepada Vermin yang terganggu, lalu segera berjalan keluar dari dalam ruangan itu.
Setelah berada di luar, Max segera mengangkat panggilan masuk.
"Halo Smith,"
"Aku mendapatkan kabar penting, orang-orang TSM Group tidak sengaja menemukan keberadaan Fox." Ucap Smith, lalu menjelaskan tentang lokasi keberadaan Fox kepada Max.
"Baik, aku akan menunggumu." Max kemudian mematikan sambungan telepon tersebut.
Setelah itu, Max kembali masuk ke dalam ruangan.
"Aku akan ada urusan penting, kau dapat melanjutkan sendiri. Aku sudah mencatat beberapa hal yang nantinya kau perlukan." Ucap Max dengan melemparkan secarik kertas ke arah Vermin.
Vermin menangkap kertas yang di lemparkan oleh Max, kemudian mulai memeriksa tulisan tersebut.
Setelah membacanya beberapa saat, Vermin tersenyum tipis menatap ke arah Max.
"Pemikiran dan pemahaman yang cerdas, tuan Max tidak perlu khawatir, aku akan melakukan semuanya dengan cepat." Ucap Vermin dengan percaya diri.
"Jika kau mampu mengerjakannya, kau dapat memiliki mobil yang kau inginkan." Ucap Max yang kemudian segera pergi keluar dari dalam ruangan.
"Tentu saja, aku akan memegang ucapanmu tuan Max!" Teriak Vermin dengan bahagia.
"Baiklah, saatnya masuk ke dalam permainan sesungguhnya." Ucap Vermin dengan pelan, lalu mulai fokus kembali.
*
*
Max yang sedang menunggu di parkiran Mansion, segera mengalihkan pandangannya ke arah gerbang.
Terlihat mobil Lamborghini Veneno yang memiliki warna hijau. Mobil ini sendiri hanya di miliki oleh orang-orang kelas atas di Ibu Kota. Pasalnya, Lamborghini Veneno Roadster merupakan mobil eksklusif yang diproduksi secara terbatas. Hanya Sembilan unit di seluruh dunia.
Mobil tersebut berhenti di depan Max, Max dengan cepat masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Smith.
Di dalam perjalanan.
"Bagaimana dengan penemuan yang sedang kau kerjakan?" Tanya Smith dengan fokus menyetir.
"Semuanya berjalan lancar, mungkin 2 sampai 3 hari lagi akan selesai." Jawab Max dengan tenang.
"Bagaimana kau bisa mengetahui keberadaannya?" Tanya Max dengan menatap ke arah Smith.
"Dari Big Club. Sebuah Club malam yang memiliki ring tinju bawah tanah berada di barat kota."
Max menganggukkan kepala, lalu meminta penjelasan lebih.
"Fox memiliki rekan seorang petarung bebas yang sering melakukan aksinya di ring tinju. Sekitar dua tahun yang lalu, rekannya tewas dalam kecelakaan mobil. Hingga akhirnya Fox memutuskan untuk merawat putri kecilnya meski dalam keadaan ekonomi yang sulit. Bahkan untuk bersekolah saja Fox harus berkerja dengan keras. Aku yakin, hal ini sudah di rencanakan, bahkan seorang Fox yang di takuti di beberapa tempat sangat sulit untuk meminta bantuan."
"Apa kau memiliki rencana?"
"Sangat mudah, aku sudah memikirkan rencana agar Fox mau bergabung dengan The Strongest Warriors." Ucap Smith dengan tersenyum.
"Jelaskan kepadaku!"
"Fox sangat menyayangi putri dari sahabatnya itu. Dengan kita membantunya, serta menawarkan sesuatu yang dapat membuat putri kecil sahabatnya itu memiliki kehidupan yang lebih baik, aku yakin dia akan bergabung bersama kita."
Max tersenyum dengan menggelangkan kepalanya. "Kau benar-benar licik, memanfaatkan kesempatan menggunakan anak kecil yang tidak mengetahui apapun."
"Tenang saja, aku akan memberikan pendidikan dan menjamin masa depannya. Kau dapat fokus untuk mengerjakan rencanamu itu, mengenai hal-hal di luar itu, biar menjadi urusan ku."
"Terima kasih." Ucap Max dengan tulus.
Smith tersenyum, dia sangat bahagia memiliki saudara seperguruan seperti Max. Meski dia orang yang sangat sulit untuk di tebak, tapi Smith dapat melihat sosok Max yang benar-benar perduli terhadap orang-orangnya.
*
*
Di tempat lain.
Fox saat ini tengah berada di sebuah Swalayan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Terlihat seorang gadis kecil berumur sekitar 9 tahun berada di sampingnya dengan menangis.
"Putrimu itu sering mengambil barang-barang di tempat ini! Jika kau tidak dapat membayarnya, aku akan meminta polisi untuk menangkapnya!" Ucap seorang pria menggunakan jas berbadan gempal.
Fox menatap gadis yang terus menangis itu, dengan penuh kasih sayang Fox membelai rambut panjang yang menutupi wajahnya.
"Jangan menangis, Ayah ada di sini." Ucap Fox dengan lembut.
Ya, Fox dan gadis itu sudah menjadi layaknya seorang Ayah dan anak sesungguhnya. Bagaimana keduanya saling menyayangi satu sama lain.
Gadis itu sendiri bernama Felicia. Gadis kecil yang memiliki nasib cukup malang, kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil dan di rawat oleh Fox dengan penuh kasih sayang.
Felicia dia yang seharusnya menikmati masa kecilnya dengan indah, harus mendapatkan caci dan makian dari rekan-rekan di sekolahnya.
Hal ini sendiri yang membuat Felicia terkadang menjadi liar.
"Maafkan Felicia Ayah." Ucap Felicia dengan menangis.