NovelToon NovelToon
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintamanis / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Demi menikahi cinta lamanya, Zein menceraikan istri sahnya.

Mungkinkah Zein akan menyesali keputusannya itu?

Sekuel dari Penjara Cinta Untuk Stella.

Semoga suka😍😍 Stay Tune😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertipu atau Ditipu

Teringat mereka yang saat ini masih sembunyi di kamar mandi, kedua sejoli yang terus ribut itu sudah tidak mendengar perdebatan lagi. Namun, mereka berdua masih belum berani memastikan apakah mereka benar-benar sudah pergi atau belum.

"Gimana ya, ngintip aja kali ya?" tanya Nadia pada Bima.

"Mana aku tahu, situ yang ngajak sembunyi." Bima melipat tangannya, cuek.

"Dih, dasar. Ini masalah kita bersama, harusnya kita pikirkan bersama," jawab Nadia, sembari melirik kesal.

"Masalah kita... masalah lu aja kali," balas Bima kesal.

Nadia enggan berdebat, lalu ia pun kembali menempelkan telinganya di pintu kamar mandi itu. Mendengarkan kembali, siapa tahu masih ada suara.

"Masih ada suara, Dok. Mereka masih di sini," ucap Nadia.

Bima diam. Ia pun memilih duduk di kloset dan memainkan ponselnya. Sedangkan Nadia masih terus waspada. Jangan sampai kedua mertua sang sahabat itu masuk ke dalam kamar mandi ini. Bisa habis riwayat mereka bedua.

Sayangnya, Bima tak sebodoh Nadia. Bima memilih berchating ria dengan Zi, dan menanyakan apakah kedua orang tuanya itu sudah keluar apa belum.

Bima telah mendapatkan jawaban. Orang yang telah mereka tunggu sudah keluar, berati pendengaran Nadia bermasalah.

Kebodohan Nadia membangkitkan sifat jahil Bima. Dengan santainya pria ini pun berkata, "Kamu tunggu di sini, nanti kalo aku bilang kamu keluar baru keluar, mengerti!" ucap Bima sembari memegang handel pintu kamar mandi itu.

"Ehhh.... tunggu! Kok aku di tinggal sendiri?" protes Nadia.

"Di luar sana, ajudan mertua Zi, masih berjaga. Kamu mau dicincang sama mereka. Kalo aku kan dokter. Bisa aja aku alasan kalo aku ini asistennya dokter Widy. Memang ditugasi untuk mengawasi kesehatan Zi, kan? La kamu apa? Kamu mata-mata mereka, nggak mungkin kamu bisa bohong!" jawab Bima, serius.

Nadia yang super lemot, tentu saja langsung percaya dengan tipu daya Bima. Menurutnya Zi adalah orang baik, mana mau dia berteman dengan seseorang yang tak baik dan Bima, Bima pasti orang baik. Karena berteman dengan Zi. Iya kan? Bima tak mungkin menipunya.

"O-oke, deh! Nanti kalo mereka sudah pergi, cepet kabari ya. Aku takut lama-lama di kamar mandi ini," jawab Nadia polos.

Terang saja, jawaban polos membuat jiwa jahil Bima semakin meronta. Ia pun mengancam dalam hati untuk memberikan gadis ini pelajaran. Siapa suruh dia menghianati Zi. Sedangkan Zi adalah sahabatnya.

"Oke! tentu saja. Kamu baik-baik di sini ya, ingat ... jangan keluar sebelum aku jemput. Oke," ucap Bima.

Nadia tersenyum dan menjawab, "Oke!"

Selepas itu Bima pun keluar dari kamar mandi tersebut. Di depan pintu kamar mandi itu, Bima tak habis-habisnya tertawa dan mengumpat lucu untuk gadis yang baru saja ia kibuli. Rasanya lucu sekali, maklum, selama ini Bima selalu jaga jarak dengan mahluk berjenis kelamin wanita. Sebab keluarganya sangat ketat soal itu. Mereka menginginkan Bima sukses dalam karirnya. Tanpa ada mahluk bernama wanita yang menganggunya.

"Mana Nadia, Bim?" tanya Zizi heran.

"Ada masih di dalam. Dia nggak mau keluar," jawab Bima santai.

Zizi mengerutkan kening heran, apa masalahnya hingga Bima iseng begitu. Bukankah Nadia malah menyelamatkan ya. Aneh!

"Masak? Kenapa?"

"Entah, mana ku tahu."

"Kok bisa. Bim... please, jangan aneh-aneh. Dia itu punya masalah sama aku. Bukan sama kamu. Kamu pukul dia di dalam? Kamu ancem? " tanya Zizi curiga.

"Ya nggak lah, ngapain pukul. Kamu pikir aku cowok apaan?" Bima menarik kursi dan duduk seperti sebelum Nadia dan kedua mertua Zi datang.

"Lalu, kenapa kamu nggak kasih dia nggak mau keluar?"

"Udah di bilang aku nggak tahu. Mungkin takut kali sama mertua kamu. Lagian biarin aja sih, gadis oon begitu memang pantas dikurung. Biar pinter!" Bima tersenyum.

Zizi mengerutkan kening, merasa ada yang aneh dengan sahabatnya ini. Menceritakan seorang gadis dengan senyum sebahagia itu. Ahhh, rasanya ada yang salah dengan Bima. Mungkinkah Bima? batin Zi.

Ah, nggak mungkin, Bima kan bukan pria sembarangan. Mana mungkin dia mau sama cewek sekelas kita, ucap batin Zi lagi. Terlebih mengingat bagaimana ketatnya peraturan di keluarga Bima. Rasanya mustahil jika Bima berani melawan mereka.

"Udah, mending kamu suruh aja dia keluar. Dari pada nyesel dikemudian hari," canda Sambil melirik manja pada sang sahabat.

"Biarin dulu, biar dia mikir. Biar dia nggak gampang percaya sama orang. La wong musuh kok dipercaya, ya gitu... akhirnya dia terperangkap sendiri kan." kembali Bima tersenyum menahan tawa. Membayangkan Nadia di dalam kamar mandi itu. Ketakutan dan menunggunya membukakan pintu untuknya.

"Tu kan? nggak mungkin dia nggak mau keluar. Secara dia takut lama-lama di kamar mandi. Bima, aku serius. Mending kamu bawa keluar tu cewek, dari pada dia jadi sakit," ucap Zizi memperingatkan.

"Sakit? Ah, nggak mungkin." Bima malah beranjak dari tempat duduknya dan hendak melangkah meninggalkan Zizi.

"Bima, demi Allah aku serius. Aku mengenal Nadia sebelum kamu. Jadi tolong, jangan main-main dengan gadis ini. Please!" Zizi kembali memperingatkan. Namun, Entah mengapa Bima hanya menganggap Zizi hanya bercanda. Hanya menggertaknya saja.

Tanpa memedulikan ucapan Zi, Bima pun keluar meninggalkan kamar sahabatnya tersebut.

***

Di sisi lain, Safira tersenyum senang karena proyeknya untuk membuat event di Lombok di setujui oleh pemilik mall sekaligus Laskar sebagai sponsor acara tersebutlah.

Di sana, Safira juga akan mengadakan acara meet up bareng para reseller yang selama ini setia memasarkan produk miliknya.

Dengan penuh semangat, Safira pun mengajak Zein ikut acara tersebut. Kali aja sambil berjalan, ia bisa punya kesempatan untuk mempertemukan Zi dan Zein, kalo perlu dengan Vita sekali.

"Abang masih malas ke mana-mana!" tolak Zein, sembari bersantai memainkan ponselnya.

"Ya selama ini Fira kan selalu suport Abang. Masak ini acara Fira, abang nggak mau dateng sih. Vita mau loh ikut. Tadi dia siap datang," ucap Safira. Mungkin dengan adanya Vita, Zein akan lebih bersemangat ikut. Tetapi apa yang dipikirkan Fira ternyata salah. Ternyata Zein tidak menyukai itu.

"Ya udah sama dia aja, ngapain ngajak abang?" tanya Zein malas.

"Lah gimana? Kan liburan bareng ayang beb. Masak malah malas sih." Fira melirik kesal.

Zein tidak menjawab. Sebab dia memang begitu. Kalau tidak suka, maka dia akan malas menjawab. Memilih diam dan cuek terhadap lawan bicaranya.

"Ayolah Bang Zein sayang, Fira janji, tiket pulang balik Fira yang beliin. Hotel Fira yang bayar deh. Ya. Kan Fira pengen tahu, gimana pendapat Abang soal bisnis baru Fira, kan Fira ama Lutfi lagi sama-sama belajar, Bang," rayu Safira manja.

Tak tega dengan rengekan Safira, akhirnya Zein pun mengiyakan.

"Ya, oke. Puas!" ucap Zein menyetujui.

"Oh, so sweetnya uncle-mu, Dek. Makasih uncle," ucap Safira sambil mencium gemas pipi abangnya. Lalu ia pun segera berlari pergi sebelum Zein memakinya. Sebab tidak suka dicium oleh sembarang orang. Apa lagi wanita. Meskipun itu adik atau ibunya sendiri.

Bersambung....

1
Les Tari
bagus
Leo girl
cannot brain cerita ini,kecewa tapi bagi restu,sepatutnya beritahu perkara sebenar,terserah mahu terima atau tidak,ingatkan cerita Stella je bodoh,cerita juga,aku unsubscribe,bai
Leo girl
bodoh ya cerita ini,sudah tahu abangnya sama zi(belum tahu cerai)tapi berlagak biasa saja,zein plk menyesal Dan mengakui cinta sama zi tapi biarkn vita sentuh sesuka hati,makanya disini bukan Salah vita kerana tidak tahu apa²
Dini Mulyati
bima sama Nadia aja .
cleo_aay
Aduuuuuhhhh sekarang vita yg pengen di tampoll
cleo_aay
Si zein beneran minta di tampolll
cleo_aay
sini zein sleding dikit palanya,,
Zulfa LInda
Luar biasa
R yuyun Saribanon
ni anak emang idiot
R yuyun Saribanon
laila lu juga pake otak..jangan semua keinginan anaknya di iyahin aja..nanti jadi laki2 egois, tolol dan ga bertanggung jawab
Haerul Anwar
KONY(T)OL GOBLOK
Noorjamilah Sulaiman
biarkn aja C zein tu,jgn biarkn mereka ketemu zi
Asiana Tyas
terlambat....😔😔
Asiana Tyas
Luar biasa
sintesa destania
kayaknya nadia salah satu utusan mertua
Ismalinda
Luar biasa
Nartadi Yana
hore kejutan , bima datang
Nartadi Yana
kapok Lo Mariska hamil ditinggal nggak ada yang tanggung jawab kasihan deh kamu
Nartadi Yana
Oalah begono critane Thor
Nartadi Yana
wah jangan ³ Nadia ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!