NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9 Pertunangan formal

Di halaman belakang rumah Nenek Lusi tiba-tiba saja sudah di sulap menjadi sebuah tempat yang sangat indah di mana terdapat banyak kain-kain putih yang menjuntai mengelilingi tempat itu dan juga banyak bunga-bunga segar beraneka warna yang di taruh di sekeliling tempat itu menambah suasana semakin hangat.

Di bagian ujung tempat itu terdapat sebuah podium kecil yang di siapkan untuk acara tukar cincin kedua pasangan, Daren dan Nadia.

Kursi-kursi tamu undangan yang sudah di bungkus dengan kain berwarna putih itu juga sudah di persiapkan di tempat itu.

Hari pertunangan resmi Daren dan Nadia digelar secara privat namun mewah di kediaman Wijaya. Di tengah persiapan, Elsa tiba-tiba datang mengenakan gaun yang anggun, sopan, dan tidak mencolok sengaja agar terlihat rendah hati.

​Di depan Nenek Lusi, Elsa memasang wajah tegar dan berkata dengan suara bergetar bahwa dia datang dengan tulus untuk merayakan kebahagiaan Daren, serta mendukung keputusan Nenek. Nenek Lusi menyambutnya dengan senyum dingin, sementara Daren menatap Elsa dengan rasa bersalah dan makin kagum pada kebesaran hati kekasih nya itu.

"Nek, aku sekarang sudah ikhlas menerima semua keputusan Nenek meskipun kemaren hatiku sangat sakit mendengar keputusan Nenek tapi sekarang aku mencoba untuk mengikhlaskan semua demi kebaikan Daren dan keluarga Wijaya, tapi...aku berharap Nenek tidak memutuskan hubungan baik dan kerjasama bisnis antara keluarga Wijaya dengan keluarga Sanjaya," ucap Elsa dengan akting wajah tegar.

Nenek Lusi tersenyum dingin mendengar ucapan Elsa karena sebelumnya Nenek sudah tahu kalau Elsa sudah memaksa Daren untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan keluarga Sanjaya milik keluarga Elsa sebagai alasan kalau dia akan menyetujui rencana Pertunangan Daren dan Nadia.

Daren menatap Elsa dengan tatapan nanar, Dia tidak tega melihat Elsa menanggung semua kesedihan ini.

Semua keluarga sudah duduk di kursi tamu begitu juga dengan Elsa dia pun duduk di samping Bu Siska mamanya Daren.

Nenek Lusi juga sudah menempati tempat duduknya tak jauh dari tempat duduk Bu Siska dan Elsa.

Sementara itu Nadia dan Daren sudah berdiri berdampingan di atas podium, Nadia terlihat sangat anggun dan cantik, Dia mengenakan gaun putih panjang menyapu lantai dan berlengan pendek di padu dengan sepatu haighels yang berwarna senada dengan gaunnya, Sedangkan Daren mengenakan setelan jas berwarna putih juga, Dia kelihatan gagah sekali.

"Baiklah acara tukar cincin akan segera di mulai, silahkan kepada kedua pasangan di harapkan untuk saling berhadapan," kata master of ceremony dalam acara itu.

Elsa menatap lurus ke arah Nadia dan Daren, sambil berkata di dalam hatinya "Nikmatilah kebahagiaan yang semu ini Nadia, karena aku akan pastikan kalau Daren sebentar lagi akan mencampakkan kamu ,"Elsa tersenyum menyeringai.

"Sabar Elsa, ini tidak akan berlangsung lama," ucap Bu Siska berbisik di telinga Elsa."

"Tenang Tante, aku juga sudah tahu itu dan aku pastikan kalau Nadia tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan malah mungkin kepedihan yang akan dia dapatkan," Elsa dan Bu Siska saling berpandangan dan kemudian mereka berdua tersenyum licik.

"Kepada kedua pasangan silahkan untuk bertukar cincin nya, di mulai dari tuan Daren," ucap master of ceremony tersebut.

Nadia mengulurkan tangannya ke arah Daren kemudian Daren pun memasangkan cincin pertunangan itu ke jari manis Nadia yang lentik "Jangan berbangga dulu karena ini hanyalah formalitas demi menjaga aset ku agar tidak jatuh ke tangan orang lain," bisik Daren pada Nadia dengan penuh penekanan.

Alih-alih kaget, Nadia dengan tegas menjawab pernyataan dari Daren "Saya tahu hal itu, Tuan Daren. Tuan tidak usah khawatir karena saya tidak akan merebut aset Tuan sedikitpun dan saya juga tidak tertarik dengan aset Tuan," ucap Nadia tegas tidak sedikitpun ada rasa takut di hatinya.

Nadia membalas memasangkan cincin ke jari Daren dengan tangan yang stabil, siap menghadapi badai rumah tangga yang akan segera dimulai.

Daren mencengkeram tangan Nadia yang sengaja di keraskan,matanya menatap Nadia dengan kilat permusuhan seolah berkata "kamu akan membayar ini semua."

Di sudut ruangan, Elsa menonton dengan senyum palsu yang dipaksakan, meremas tasnya hingga jemarinya memutih.

Nenek Lusi tersenyum bahagia karena akhirnya Daren mau juga menuruti perintahnya untuk bertunangan dengan Nadia gadis pilihan Nenek Lusi.

Nenek Lusi bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Nadia " Selamat ya Nadia," ucapnya sambil tersenyum senang memegang tangan Nadia.

Nadia tersenyum menganggukkan kepalanya dengan sopan pada Nenek Lusi. Daren yang masih berdiri di samping Nadia menipiskan bibirnya mendengar Nenek Lusi memberikan ucapan selamat pada Nadia.

'Demi gadis kampungan ini Nenek tega mengorbankan kebahagiaan aku yang nyata-nyata adalah cucunya sendiri," umpat Daren dalam hatinya dengan kesal sambil turun dari podium dan melangkah pergi meninggalkan Nadia dan Nenek Lusi.

"Eh Daren, kamu mau kemana? Acara foto bersama belum di mulai," panggil Nenek Lusi yang melihat Daren pergi begitu saja meninggalkan Nadia.

"Aku ada urusan Nek!" ucap Daren sambil terus melangkah pergi tak menghiraukan panggilan Nenek Lusi.

"Nek aku mau ke toilet dulu ya," pamit Nadia pada Nenek Lusi.

Kemudian Nadia turun dari podium kecil itu dan berjalan menuju ke arah toilet, Nadia berjalan bergegas dan ketika dia berpapasan dengan Bu Siska mamanya Daren tampak Bu Siska memandang dirinya dengan tatapan sinis dan terkesan merendahkan.

Elsa yang melihat Nadia berjalan ke arah toilet dengan segera melangkah pergi menyusul Nadia.

Saat tiba di toilet wajah anggun Elsa langsung berubah menjadi seringai penuh kebencian. Dia berjalan mendekati Nadia, menatap cincin pertunangan yang ada di jari manisnya, lalu berbisik dengan nada mengancam "Nikmati hari ini, Nadia. Pakai cincin itu sepuasmu. Tapi ingat, statusmu di rumah ini tidak lebih dari sekadar pajangan pembawa keberuntungan untuk Nenek. Begitu aku mendapatkan apa yang kuinginkan, aku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari pintu gerbang keluarga Wijaya."

Dengan suara tenang namun menghunjam, Nadia menjawab: "Jika posisi ini begitu mudah kamu dapatkan, kamu tidak perlu datang ke ruangan ini hanya untuk mengancamku, Nona Elsa. Seseorang yang benar-benar kuat tidak perlu menggertak untuk menunjukkan kuasanya." Kalimat Nadia ini sukses membuat Elsa bungkam dan meradang karena skakmat.

Elsa menatap tajam mata Nadia, amarahnya kian membuncah setelah mendengar perkataan Nadia barusan "dasar perempuan kampung tidak tahu diri kamu! jangan karena Nenek Lusi menyayangimu lantas kamu bisa seenaknya saja berkata pada aku, ingat Nadia Nyonya masa depan di rumah ini, itu adalah aku! bukan kamu!" tunjuk Elsa tepat di tengah-tengah kedua mata Nadia.

Nadia tersenyum tenang menghadapi Elsa yang sudah meledak emosinya, kemudian Nadia pun pergi tanpa menghiraukan Elsa lagi.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!