NovelToon NovelToon
The Love Story Of Two Q

The Love Story Of Two Q

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Queen Kedatangan Tamu

Furubira Hokkaido

"Jadi kamu kembar?" tanya Kaito saat membantu nelayan di pantai. Qiarra sedang duduk di atas batu karang guna menunggu udang yang ditangkap.

Entah kenapa, Qiarra lagi pengen membuat udang mentega. Tapi sedang malas ke pasar. Menunggu nelayan datang lebih cepat apalagi dekat dengan rumahnya.

"Iya, aku kembar," jawab Qiarra dan melihat Abe melambai tangannya.

"Beda berapa menit?" tanya Kaito sambil menata jaringnya. Jika tidak ada pekerjaan di rumah sakit, Kaito memang ikut berlayar.

"Sepuluh menit." Qiarra tersenyum saat Abe mendatangi dirinya.

"Kamu yang lahir duluan," tebak Kaito.

"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Qiarra.

"Karena kamu terlihat sangat karakter anak sulung," senyum Kaito.

"Nabilan-san. Aku bawakan udang yang besar-besar," senyum Abe Shinigawa.

"Ah, domo arigato. Berapa aku harus bayar?" tanya Qiarra sambil mengeluarkan dompetnya.

Abe menyebutkan nominalnya dan Qiarra membayarnya.

"Apa itu tidak terlalu murah, Abe-san?" tanya Kaito.

"Menurutku tidak. Itu sesuai kok," jawab Abe. "Nabila-san sudah memesan dari semalam."

Kaito hanya mengangguk. "Baiklah kalau begitu."

"Kamu mau masak apa Nabila-san?" tanya Abe.

"Udang mentega. Nanti aku kirim kalau sudah matang," senyum Qiarra.

"Aku tidak?" tanya Kaito.

"Tidak. Karena kamu tidak bisa menangkap udang buat aku," kerling Qiarra usil. Dia pun berdiri sambil membawa kantong berisi udang segar.

"Kamu bercanda kan?" tanya Kaito yang duduk di atas pasir.

"Nggak!" balas Qiarra sambil berjalan menuju rumahnya.

"Heh cewek rambut pirang!! Kenapa kamu pelit sekali!" seru pria itu kesal.

Kaito Yamada

***

Glasgow University Hospital Skotlandia

Pagi ini Queen menjalani operasi pengangkatan tumor ganas yang berada di dada kanannya. Jadwalnya harus mundur dua hari karena tensinya tidak stabil. Kata dokter Harry, itu hal yang wajar karena Queen cemas.

Wanita itu merasa senang karena semua anggota keluarganya ada, meskipun saudara kembarnya berada jauh di Jepang. Qiarra sudah menghubungi dirinya pagi-pagi guna memberikan support.

"Kok kamu pagi-pagi sudah ada di rumah sakit?" tanya Queen saat melihat Qiarra memakai scrub.

"Kan aku mau operasi kamu," jawab Qiarra cuek.

Keduanya saling tertawa dengan joke garing Qiarra.

"Garing ih!" ejek Erhan yang menjaga adiknya.

"Biarin lah Mas. Kan biar nggak gugup," balas Qiarra.

"Kamu senang di Furubira?" tanya Erhan sambil nongol di layar ponsel Qiarra.

"Senang. Dapat makanan gratis, banyak pernak pernik Sanrio dan lemariku mulai penuh, punya tetangga yang baik-baik. Aku senang," jawab Qiarra. "Tiap hari makan seafood segar. Untung aku nggak ada alergi ya jadi bisa makan enak."

"Keluarga kita yang punya alergi seafood itu Tante Karina kan ya?" tanya Queen ke Erhan.

"Iya. Tapi masih bisa makan salmon. Untungnya. Apalagi tinggal di Swedia ... Makin gacor dapat salmonnya," kekeh Erhan.

Ketiga bersaudara beda ayah itu asyik mengobrol tanpa Qiarra tahu, Kaito sudah datang dan mendengar tawa Qiarra.

"Oke deh. Semangat Queeny. Segera pulih, speedy recovery. Oh, jangan tinggal di hotel ya. Kalau bisa tinggal di kastil Ferguson dulu selama pemulihan," pinta Qiarra.

"Tante Ashley juga bilang begitu tapi sayangnya kan kastil Ferguson, jauh dari rumah sakit. Mommy sudah mau menunggui aku dan Daddy sudah mendapatkan apartemen yang bagus dekat rumah sakit," jawab Queen.

"Alhamdulillah. Sehat-sehat ya Queeny." Qiarra mematikan teleponnya dan melihat Kaito bersandar di kusen pintu.

"Apa yang terjadi?" tanya Kaito.

"Oh, Nadila mau operasi pengangkatan tumor di payudaranya. Alhamdulillah baru stadium satu jadi kansnya untuk sembuh sangat besar," jawab Qiarra.

"Jadi itu alasannya kamu nangis kemarin?" tanya Kaito. "Tahu kabar saudara kamu kena CA?"

Qiarra mengangguk. "Bisa dikatakan begitu."

Kaito memilih diam karena tidak mau hubungan baik ini kacau lagi. Qiarra tipikal gadis yang sok tegar tapi ternyata menyimpan banyak hal. Kaito bisa merasakan hal itu karena dia pun sama.

"Kamu ada jadwal praktek hari ini?" tanya Qiarra yang datang tengah malam karena ada pasien rujukan dari klinik kecil. Kobe dan Abe mengantarkan dia dengan mobil karena kereta sudah tidak ada.

Hampir satu setengah jam mobil itu menuju rumah sakit dan Qiarra bersyukur pasiennya bisa bertahan berkat bantuan para petugas EMT selama perjalanan hampir dua jam. Qiarra berhasil menyelesaikan operasi delicate hingga nyawanya bisa selamat.

"Ada. Kamu mau pulang?" tanya Kaito.

"Iya. Aku capek banget. Abe-san dan Kobe-kun juga sudah pulang. Bye, Yamada-sensei," jawab Qiarra yang segera keluar dari ruang para dokter.

Kaito menatap punggung Qiarra yang tampak lelah. Pria itu tahu rasanya capek perjalanan jauh dari Furubira ke Sapporo. Tapi mau gimana, rumah sakit yang besar di Sapporo dan di Furubira klinik kesehatannya sudah ada dokter yang bekerja di sana.

***

Qiarra masuk ke dalam kamar hotelnya yang ada di dekat rumah sakit. Dia memang sengaja menyewa kamar untuk beristirahat. Qiarra tidak sanggup pulang ke rumahnya dengan kondisi badan letih. Dia naik ke atas kasur usai membersihkan diri.

"Oooohhhh ... nikmatnyooooo," desahnya. "Badanku remuk redam banget. Queen sudah selesai operasi belum ya?"

Qiarra menatap langit-langit kamar hotelnya. "Sepertinya aku harus menyewa apartemen di sini kalau hari kerja. Weekend baru pulang ke rumah. Gitu saja ya?"

Gadis itu mulai cari apartemen yang disewakan dekat rumah sakit. Dalam hatinya, Qiarra bersyukur tidak punya hewan peliharaan jadi tidak ada yang menunggu di rumah.

"Ini bagus. Coba aku hubungi agennya."

***

Glasgow University Hospital Skotlandia

Operasi Queen berjalan lancar dan Billy juga ikut ke dalam ruang operasi. Prognosis pasca operasi juga baik apalagi saat dioperasi, jaringannya belum sampai ke kelenjar getah bening. Kanker Queen disebut kanker terlokalisasi atau hanya di payudara saja yang tingkat kesembuhan hingga 99%.

Saat Queen berada di ruang pemulihan, dokter Harry Gregg memberikan tahapan pasca operasi kepada Billy, Eléonore dan Erhan. Mereka menyetujui mengikuti program penyembuhan berupa terapi pendukung atau adjuvan. Terapi ini bertujuan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tidak terlihat atau mencegah kambuhnya penyakit.

Kemoterapi, radioterapi, terapi target, dan terapi hormon adalah beberapa contoh terapi adjuvan yang disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Kombinasi perawatan ini dirancang untuk memaksimalkan tingkat keberhasilan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Saat Queen sadar, dia pun menyetujui semua program terapi apalagi dirinya juga dokter onkologi. Eléonore memutuskan untuk cuti panjang demi merawat Queen di Glasgow karena putrinya tidak mau pergi jauh-jauh.

Billy menyetujui keputusan istrinya karena mendukung kesembuhan Queen. Billy sudah membuat rencana setiap weekend ke Glasgow. Jordan Neville sudah meminjamkan salah satu apartemennya ke Billy dan Eléonore. Dan mereka suka karena dekat dengan rumah sakit.

Malam ini, Eléonore tidak menemani Queen karena ingin beristirahat dan putrinya meminta ibunya pulang ke apartemennya. Queen tidak masalah di kamar sendirian. Di saat dia hendak tidur, tiba-tiba seseorang datang. Mata Queen terbelalak saat tahu siapa yang datang.

"Bagaimana dengan operasi kamu?" tanya pria itu.

"Alhamdulillah lancar, Mas. Ngapain kamu kemari?" tanya Queen.

"Aku ingin minta maaf padamu, Queen. Aku sudah mengatakan hal-hal yang menyakitimu," jawab sosok itu sambil menggenggam tangan mantan istrinya.

"Aku rasa itu sudah terlambat Mas Sam. Aku sudah tidak ada perasaan lagi padamu," jawab Queen.

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
amilia amel
sokorrr..... kapokmu kapan....
gak dibanting Erhan karo Billy ae wes untung koen
heidiy
semoga author up lagi hari ini
heidiy
cepat pulih buat queen. queen fokus sama penyakitnya saja dulu.
Meeta Baggio
Alhamdulillah oprasi Queen berjalan lancar, proses penyembuhan juga lancar amin. Duhh....Samsudin akhirnya datang dengan kata Maaf yg udah basi, dan sisa otak udang. mau kamu jungkir balik, guling2 pun ga ada guna nyaa. selamat berbahagia dengam penyesalan seumur hidup mu
Estevian Turangan
Alamat ada Lelaki pengganti ataukah tetap yang sama tetapi perjuangan untuk kembali akan begitu sangat terjal?! well let's see😊
Elsa Fanie
penyesalan selalu d belakang y sam,kapok kan kamu tuman, Kaito udah mulai peduli Qiara nih 😊😊,lekas sembuh Queen
Yuli Budi
nyahok Lo sam ... kudu tak keplak wae ndas e
tan_wiedya
sam bukan samsudin, silahkan berkunjung, menjenguk queen, tapi jangan sampai merusak suasana hati queen yang baru kelar op. nyesel kan lu sam sekarang
Ani
sokor sok banget jadi laki.. kayak didunia ini gak ada lelaki lain boleh sombong.. hello Mr air dangkal sedangkal pemikiranmu gak usah ngimpi deh mau balikan lagi.
Rohmatul Kusumaningayu
telat sam telat. makan tuh ego mu 🤣
heidiy
semangat buat queen
Meeta Baggio
Bener Queen, saat ini kamu fokus sama pengobaatan dan kesembuhan kamu aja dan hempaskan Sam yg tak pantas mendapatkan cinta tulus dr mu
Elsa Fanie
🤲🤲🤲 Alhamdulillah semua keluarga udah tw,,💪💪💪 Queen pasti bisa sembuh, bener itu jauhi sakit hati g usah mikir samudera gendeng lagi sekarang fokus sama kamu dan kesembuhan mu j 💪💪
Ani
bener kata Nenek Okada kehilangan hewan peliharaan itu nyesek banget apalagi pas lagi seneng main kan 😢😢😢😢😢 lagi...
Ani
pengen lihat wajah terkejot nya mamas Yamada 😄😄😄😄
Yuli Budi
semangat queen
Rohmatul Kusumaningayu
semakin penasaran sama kisah queen 😍
Rohmatul Kusumaningayu
ayo kak lanjuttt 😍
amilia amel
kamu benar-benar sudah bodoh sebodoh-bodohnya
kamu pasti akan sangat menyesal Sam

Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
D_wiwied
yups kamu emang bodoh Sam, benar2 bodoh melepaskan berlian hanya demi memuaskan egomu..
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
D_wiwied: bener banget, ga ada tempat buat orang egois sombong di keluarga Pratomo
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!