Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Queen Kedatangan Tamu
Furubira Hokkaido
"Jadi kamu kembar?" tanya Kaito saat membantu nelayan di pantai. Qiarra sedang duduk di atas batu karang guna menunggu udang yang ditangkap.
Entah kenapa, Qiarra lagi pengen membuat udang mentega. Tapi sedang malas ke pasar. Menunggu nelayan datang lebih cepat apalagi dekat dengan rumahnya.
"Iya, aku kembar," jawab Qiarra dan melihat Abe melambai tangannya.
"Beda berapa menit?" tanya Kaito sambil menata jaringnya. Jika tidak ada pekerjaan di rumah sakit, Kaito memang ikut berlayar.
"Sepuluh menit." Qiarra tersenyum saat Abe mendatangi dirinya.
"Kamu yang lahir duluan," tebak Kaito.
"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Qiarra.
"Karena kamu terlihat sangat karakter anak sulung," senyum Kaito.
"Nabilan-san. Aku bawakan udang yang besar-besar," senyum Abe Shinigawa.
"Ah, domo arigato. Berapa aku harus bayar?" tanya Qiarra sambil mengeluarkan dompetnya.
Abe menyebutkan nominalnya dan Qiarra membayarnya.
"Apa itu tidak terlalu murah, Abe-san?" tanya Kaito.
"Menurutku tidak. Itu sesuai kok," jawab Abe. "Nabila-san sudah memesan dari semalam."
Kaito hanya mengangguk. "Baiklah kalau begitu."
"Kamu mau masak apa Nabila-san?" tanya Abe.
"Udang mentega. Nanti aku kirim kalau sudah matang," senyum Qiarra.
"Aku tidak?" tanya Kaito.
"Tidak. Karena kamu tidak bisa menangkap udang buat aku," kerling Qiarra usil. Dia pun berdiri sambil membawa kantong berisi udang segar.
"Kamu bercanda kan?" tanya Kaito yang duduk di atas pasir.
"Nggak!" balas Qiarra sambil berjalan menuju rumahnya.
"Heh cewek rambut pirang!! Kenapa kamu pelit sekali!" seru pria itu kesal.
Kaito Yamada
***
Glasgow University Hospital Skotlandia
Pagi ini Queen menjalani operasi pengangkatan tumor ganas yang berada di dada kanannya. Jadwalnya harus mundur dua hari karena tensinya tidak stabil. Kata dokter Harry, itu hal yang wajar karena Queen cemas.
Wanita itu merasa senang karena semua anggota keluarganya ada, meskipun saudara kembarnya berada jauh di Jepang. Qiarra sudah menghubungi dirinya pagi-pagi guna memberikan support.
"Kok kamu pagi-pagi sudah ada di rumah sakit?" tanya Queen saat melihat Qiarra memakai scrub.
"Kan aku mau operasi kamu," jawab Qiarra cuek.
Keduanya saling tertawa dengan joke garing Qiarra.
"Garing ih!" ejek Erhan yang menjaga adiknya.
"Biarin lah Mas. Kan biar nggak gugup," balas Qiarra.
"Kamu senang di Furubira?" tanya Erhan sambil nongol di layar ponsel Qiarra.
"Senang. Dapat makanan gratis, banyak pernak pernik Sanrio dan lemariku mulai penuh, punya tetangga yang baik-baik. Aku senang," jawab Qiarra. "Tiap hari makan seafood segar. Untung aku nggak ada alergi ya jadi bisa makan enak."
"Keluarga kita yang punya alergi seafood itu Tante Karina kan ya?" tanya Queen ke Erhan.
"Iya. Tapi masih bisa makan salmon. Untungnya. Apalagi tinggal di Swedia ... Makin gacor dapat salmonnya," kekeh Erhan.
Ketiga bersaudara beda ayah itu asyik mengobrol tanpa Qiarra tahu, Kaito sudah datang dan mendengar tawa Qiarra.
"Oke deh. Semangat Queeny. Segera pulih, speedy recovery. Oh, jangan tinggal di hotel ya. Kalau bisa tinggal di kastil Ferguson dulu selama pemulihan," pinta Qiarra.
"Tante Ashley juga bilang begitu tapi sayangnya kan kastil Ferguson, jauh dari rumah sakit. Mommy sudah mau menunggui aku dan Daddy sudah mendapatkan apartemen yang bagus dekat rumah sakit," jawab Queen.
"Alhamdulillah. Sehat-sehat ya Queeny." Qiarra mematikan teleponnya dan melihat Kaito bersandar di kusen pintu.
"Apa yang terjadi?" tanya Kaito.
"Oh, Nadila mau operasi pengangkatan tumor di payudaranya. Alhamdulillah baru stadium satu jadi kansnya untuk sembuh sangat besar," jawab Qiarra.
"Jadi itu alasannya kamu nangis kemarin?" tanya Kaito. "Tahu kabar saudara kamu kena CA?"
Qiarra mengangguk. "Bisa dikatakan begitu."
Kaito memilih diam karena tidak mau hubungan baik ini kacau lagi. Qiarra tipikal gadis yang sok tegar tapi ternyata menyimpan banyak hal. Kaito bisa merasakan hal itu karena dia pun sama.
"Kamu ada jadwal praktek hari ini?" tanya Qiarra yang datang tengah malam karena ada pasien rujukan dari klinik kecil. Kobe dan Abe mengantarkan dia dengan mobil karena kereta sudah tidak ada.
Hampir satu setengah jam mobil itu menuju rumah sakit dan Qiarra bersyukur pasiennya bisa bertahan berkat bantuan para petugas EMT selama perjalanan hampir dua jam. Qiarra berhasil menyelesaikan operasi delicate hingga nyawanya bisa selamat.
"Ada. Kamu mau pulang?" tanya Kaito.
"Iya. Aku capek banget. Abe-san dan Kobe-kun juga sudah pulang. Bye, Yamada-sensei," jawab Qiarra yang segera keluar dari ruang para dokter.
Kaito menatap punggung Qiarra yang tampak lelah. Pria itu tahu rasanya capek perjalanan jauh dari Furubira ke Sapporo. Tapi mau gimana, rumah sakit yang besar di Sapporo dan di Furubira klinik kesehatannya sudah ada dokter yang bekerja di sana.
***
Qiarra masuk ke dalam kamar hotelnya yang ada di dekat rumah sakit. Dia memang sengaja menyewa kamar untuk beristirahat. Qiarra tidak sanggup pulang ke rumahnya dengan kondisi badan letih. Dia naik ke atas kasur usai membersihkan diri.
"Oooohhhh ... nikmatnyooooo," desahnya. "Badanku remuk redam banget. Queen sudah selesai operasi belum ya?"
Qiarra menatap langit-langit kamar hotelnya. "Sepertinya aku harus menyewa apartemen di sini kalau hari kerja. Weekend baru pulang ke rumah. Gitu saja ya?"
Gadis itu mulai cari apartemen yang disewakan dekat rumah sakit. Dalam hatinya, Qiarra bersyukur tidak punya hewan peliharaan jadi tidak ada yang menunggu di rumah.
"Ini bagus. Coba aku hubungi agennya."
***
Glasgow University Hospital Skotlandia
Operasi Queen berjalan lancar dan Billy juga ikut ke dalam ruang operasi. Prognosis pasca operasi juga baik apalagi saat dioperasi, jaringannya belum sampai ke kelenjar getah bening. Kanker Queen disebut kanker terlokalisasi atau hanya di payudara saja yang tingkat kesembuhan hingga 99%.
Saat Queen berada di ruang pemulihan, dokter Harry Gregg memberikan tahapan pasca operasi kepada Billy, Eléonore dan Erhan. Mereka menyetujui mengikuti program penyembuhan berupa terapi pendukung atau adjuvan. Terapi ini bertujuan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tidak terlihat atau mencegah kambuhnya penyakit.
Kemoterapi, radioterapi, terapi target, dan terapi hormon adalah beberapa contoh terapi adjuvan yang disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Kombinasi perawatan ini dirancang untuk memaksimalkan tingkat keberhasilan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Saat Queen sadar, dia pun menyetujui semua program terapi apalagi dirinya juga dokter onkologi. Eléonore memutuskan untuk cuti panjang demi merawat Queen di Glasgow karena putrinya tidak mau pergi jauh-jauh.
Billy menyetujui keputusan istrinya karena mendukung kesembuhan Queen. Billy sudah membuat rencana setiap weekend ke Glasgow. Jordan Neville sudah meminjamkan salah satu apartemennya ke Billy dan Eléonore. Dan mereka suka karena dekat dengan rumah sakit.
Malam ini, Eléonore tidak menemani Queen karena ingin beristirahat dan putrinya meminta ibunya pulang ke apartemennya. Queen tidak masalah di kamar sendirian. Di saat dia hendak tidur, tiba-tiba seseorang datang. Mata Queen terbelalak saat tahu siapa yang datang.
"Bagaimana dengan operasi kamu?" tanya pria itu.
"Alhamdulillah lancar, Mas. Ngapain kamu kemari?" tanya Queen.
"Aku ingin minta maaf padamu, Queen. Aku sudah mengatakan hal-hal yang menyakitimu," jawab sosok itu sambil menggenggam tangan mantan istrinya.
"Aku rasa itu sudah terlambat Mas Sam. Aku sudah tidak ada perasaan lagi padamu," jawab Queen.
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
gak dibanting Erhan karo Billy ae wes untung koen
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆