NovelToon NovelToon
My Secret Life

My Secret Life

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:187k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asma Khan

Jatuh cinta adalah perasaan terindah, namun apa jadinya jika cinta memiliki syarat?


Asfa hanya jatuh cinta, cinta yang membutakan hatinya. Hingga syarat menghempaskannya pada hubungan asing tanpa rasa. Akankah pernikahannya menumbuhkan cinta yang baru? Atau kandas di tengah karam?

Kembalinya sang Papa dengan tamparan keras di pipi mulusnya, menghentikan cinta butanya. Hidupnya terlalu berharga untuk di permainkan! Kembalinya Seorang Asfa, mendadak membuat dunia menjadi panas dengan musuh-musuh yang berdatangan silih berganti, berdoa untuk kehancurannya. Ada pengkhianatan yang menusuknya dalam diam. Jatuh bangun kepercayaan orang-orang di sekelilingnya menjadi emosi tanpa batas menghantam jiwanya.

Akankah orang-orang dalam circle kehidupannya bertahan? Siapa yang akan menjadi pendukung setianya? Siapa musuh-musuh yang siap menikamnya?


Hanya takdir yang tahu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Drama seorang Queen

"Siapa kau sebenarnya? " tanya seorang pria dengan tubuhnya yang masih segar meski usianya sudah memasuki umur hampir 45 tahun.

Hening....

"Pa sabarlah, nak jelaskan apa yang terjadi? Dan kenapa penampilan mu berbeda dari biasanya? " tanya seorang wanita yang tengah mengelus pundak suaminya agar tenang.

*Queen mereka terkejut melihat wajah asli mu, sekarang bagaimana?* bisik Justin yang berdiri di sebelah Asfa.

Mendengar hal itu, Asfa paham kenapa ayah mertua dan ibu mertuanya menatap seperti orang asing dengan kerutan tanda tanya di wajah keduanya. Satu tarikan nafas mencoba menenangkan dan sedetik kemudian semua ide bermunculan di otak genius nya, dengan sedikit drama senatural mungkin Asfa tersenyum.

"Maaf Papa dan Bunda jangan salah paham, semua ini hanya karena perawatan yang di sarankan oleh Mas Abhi dan soal warna mata, sebenarnya saya menggunakan softlens hehehe." ucap Asfa menggaruk kepala nya seakan dirinya hanya lah mengikuti ucapan suaminya.

Hhaaah... (kedua orang tua Abhi menghela nafas seakan lega dan menerima jawaban Asfa menantu nya)

"Lalu siapa dia nak? " tanya bunda Aliya menatap Justin.

"Saya Justin tuan dan nyonya, saya perwakilan dari RA Company yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan keluarga Bagaskara tapi kecelakaan naas menimpa Tuan Abhi, sebagai sesama pengusaha saya berniat mengulurkan tangan." jawab Justin dengan tenang.

"Terimakasih Tuan Justin, semua bantuan anda sangatlah berharga untuk keluarga kami." ucap Tuan Mahardika dan menyodorkan tangannya.

Justin hanya menerima dengan berjabat tangan dan mengangguk, kalau isi hati nya sih berharap queen nya jujur saja pada keluarga baru nya ini tapi apa daya queen nya masih ingin menjadi kucing peliharaan. Sesekali Justin melirik queen nya yang lebih banyak menunjukkan wajah polosnya dibandingkan wajah dinginnya, pemandangan langka namun jujur membuat Justin ingin mencubit pipi queen nya.

*Lihat saja hukuman mu nanti! Beraninya mengejek ku seperti itu.* batin Asfa yang tahu tingkah aneh dan menyebalkan Justin.

"Bunda dan papa pulang saja, pasti kalian lelah setelah bepergian. Biarkan aku yang menjaga dan merawat mas Abhi, Tuan bolehkan antarkan keluarga saya dengan mobil jemputan kemarin?" ucap Asfa setelah mendengarkan berbagai macam obrolan dari cemas sampai mengenang masa lalu keluarga mertuanya.

"Tentu, mari Tuan dan Nyonya. Saya akan antarkan kalian, soal Tuan Abhi sudah ada dokter khusus jadi jangan terlalu khawatir." jawab Justin.

"Nak? Ayo ikutlah pulang bersama kami, kamu juga membutuhkan istirahat." ajak bunda Aliya.

"Papa dan bunda istirahat lah di rumah, kita bisa gantian saat kalian kembali ke rumah sakit." jawab Asfa memeluk ibu mertuanya dengan lembut.

"Baiklah nak, jangan lupa makan. Kabari kami jika terjadi sesuatu." ucap Papa Mahardika merangkul pundak istrinya mengikuti langkah Justin yang sudah menunggu di luar ruangan.

Setelah kedua mertua nya keluar terdengar suara helaan nafas, namun mata nya kini teralihkan pada sosok terbaring di atas brangkar yang di lilit berbagai alat kesehatan. Terlihat jelas masih belum ada perkembangan sejak pemeriksaan terakhir membuat Asfa berfikir sesuatu yang sudah lama tidak di lakukan nya, mungkin rencana nya akan membuat perubahan pada tubuh terbaring itu.

"Cepatlah bangun! Sampai kapan aku leluasa bepergian tanpa mengendap-endap dari sisi mu hmm, Come on boy. This world still need You." bisik Asfa di telinga Abhi.

Tidak ada pergerakan sama sekali membuat Asfa meninggalkan Abhi untuk membersihkan diri karena masih banyak hal yang harus di urusnya,tentunya setelah Justin kembali ke rumah sakit utama.

Setelah beberapa jam akhirnya Justin turun dari mobil nya dengan wajah dingin, terlihat pria itu memasuki rumah sakit dengan membawa sesuatu yang tersembunyi. Semua dokter dan suster yang melihat tidak berani menatap pria dingin itu, mereka semua tahu siapa Justin.

Tok... tok.. tok..

"Queen?" ucap Justin.

Klik..

"Berikan! " perintah Asfa tanpa menunda waktu.

Satu tangan nya merogoh saku jaket dan mengambil benda yang tersimpan di dalamnya, satu benda pipih yang terlihat cukup rusak di serahkan pada Asfa. Terlihat sudah ada sebuah laptop yang kini menghuni meja kecil, beberapa chip juga tergeletak di samping laptop.

"Jelaskan semua ini! " perintah Asfa mengalihkan layar laptopnya pada Justin yang masih berdiri tegak.

"Apa kamu marah pada ku?" tanya Justin yang langsung mendapatkan tatapan tajam queen nya.

"Baiklah,............ " ucap Justin menjelaskan semua hasil CCTV rahasia nya.

Sebenarnya Asfa tidak mempermasalahkan hal yang di lakukan Justin secara diam-diam karena itu memang tugas Justin untuk memiliki cara kerja nya sendiri demi menjaga keluarga nya, hanya saja di hati kecil Asfa merasa bersalah karena kebebasan yang di janjikan untuk Delia di langgar oleh Justin. Seluruh rumah mewah yang di tempati Delia memang di lengkapi CCTV kecuali kamar Delia karena itu memang bentuk ketulusan dan kebebasan yang Asfa berikan, tapi dengan tingkat kewaspadaan Justin pula kini dirinya bisa melihat sisi lain dari seorang gadis yang di anggap nya lemah.

"Terimakasih." ucap Asfa setelah Justin selesai menjelaskan semuanya.

"Sama-sama Queen, ini tanggung jawabku. Lalu bagaimana sekarang? " tanya Justin dengan santai.

"Akan ku periksa ini dulu, darimana kamu dapatkan ini? " jawab Asfa yang masih memegang benda pipih rusak di tangannya.

"Itu dari assisten nya, aku mencurinya. Hehehe." jawab Justin dengan kekehan jahilnya.

"Seperti nya aku tidak akan sempat memeriksa sendiri, kamu saja yang melakukannya. Sebentar lagi mertua ku datang, apa... " ucap Asfa terhenti ketika suara langkah kaki terdengar mulai mendekat.

Klik...

"Hay nak, Tuan Justin. Maaf kami kembali tanpa memberi kabar, kami tidak tenang di rumah sementara Abhi masih terbaring. " ucap Tuan Mahardika yang menenteng beberapa satu keranjang buah dan satu koper kecil di tangan bunda Aliya.

"Masuk Pa, Bund. Tuan Justin juga baru datang, apa yang bunda bawa? " tanya Asfa melihat koper kecil yang kini di letakkan di samping sofa.

"Itu pakaianmu dan Abhi nak, bunda sengaja membawa itu karena kebiasaan Abhi tidak menyukai pakaian rumah sakit. Apa kamu sudah makan nak? " tanya bunda Aliya duduk di samping Asfa.

"Sudah bund, bolehkan Asfa pulang dulu bund." tanya Asfa dengan mata memelas.

"Pulanglah nak, kamu juga butuh istirahat. Biar papa dan bunda yang jaga Abhi, bukan begitu bund? " jawab papa Mahardika menatap istrinya.

"Istirahat lah nak, kami akan menjaga suami mu." ucap bunda Aliya dan memeluk menantu nya yang teihat sangat kelelahan.

Setelah berpamitan kepada kedua mertuanya Asfa meninggalkan rumah sakit utama tentunya dengan jalur khusus yang hanya dirinya dan orang-orang nya yang tahu, Justin yang sudah mendapatkan perintah untuk menyusul pun ikut berpamitan dengan alasan pekerjaan.

Dilihatnya nona muda nya sedang menunggu di landasan heli di atas atap rumah sakit utama, terlihat puluhan staf rumah sakit dengan para bodyguard sedang berbaris dengan wajah pucat seakan nyawa mereka di ujung tanduk. Asfa masih bungkam sejak 30 menit memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya untuk berkumpul, bibirnya masih belum berniat untuk mengatakan apapun.

"Queen!" panggil seseorang dari belakang dengan langkah sepatu yang terdengar jelas penuh tekanan.

Tak.. Tak.. Tak..

Begitulah suaranya, beberapa mencoba melirik dari wajah tertunduk namun sisanya lebih memilih menjadi patung karena udara semakin menipis seakan seseorang sudah menguras udara di sekitar mereka. Dari aroma parfum tercium jelas siapa pemiliknya, membuat Asfa tetap diam hingga langkah itu terdengar berhenti di belakang nya dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Mulai detik ini tanggung jawab kalian semua ada di tangan Duke Dominic!" seru Asfa yang membuat semua orang bernafas kasar dan beberapa mengumpat dalam hati.

Siapapun yang telah mengabdi di keluarga Asfa pasti lah tahu siapa Dominic, karir pria satu itu terbilang melesat dengan cepat. Tapi akan lebih baik jika Justin yang menjadi pemimpin dibandingkan Dominic, karena keduanya memiliki luas hati yang berbeda.

Melihat tidak ada yang memberikan keluhan, membuat Asfa memberikan isyarat agar Dominic maju dan melanjutkan rencana selanjutnya. Bersamaan itu terlihat Justin sudah berdiri di dekat heli menunggu queen nya, terlihat wajah pria itu biasa saja seakan tidak terjadi sesuatu. Asfa tahu ini tidak adil untuk Justin, tapi tugas yang lebih berat sudah menunggu tangan kanannya itu dan akhirnya dirinya memilih membiarkan orang lain untuk sedikit mengambil tanggung jawab Justin.

"Jangan pernah ragu pada keputusan ku dan jika kamu tidak terima, katakan saja langsung." ucap Asfa setelah naik ke dalam heli pintu heli tertutup dan mulai terbang.

"You are Star in this World, You are Queen. I will always believe all your decision Queen Asfa Luxifer!(Kamu adalah Bintang di Dunia ini, Kamu adalah Ratu.Aku akan selalu mempercayai semua keputusan mu Queen Asfa Luxifer)." jawab Justin dengan penuh kepercayaan.

"You are the best Guardian Justin.(Kamu adalah pelindung terbaik Justin.)"ucap Asfa tersenyum tulus.

..........................

"Sambutlah pemimpin baru Mafia Snow! " seru seorang pria kekar dengan pakaian ber merk nya menggandeng tangan seorang gadis yang berpenampilan glamor.

1
Dahlia Anwar
terus bagai mana dengan kamu Safa,, kamu juga seorang istri ,, mana tanggung jawab kamu sebagai istri .. 😒😒
Dahlia Anwar
cerita nya bagus hanya saja karakter cewek terlalu kuat jadi karakter cowok tenggelam seolah olah dia engga berguna
Rita Tarigan
tetap semangat untuk berkarya
parah....
kalau memang ngak cinta seharusnya jujur dari awal.... jangan menjadikan oranglain tumbal atas kegoisan aqsa n keluarga.....
semangat ya asfa.....
Sulati Cus
pasti mempelai pria g tau wajah dr nona narendra
Sulati Cus
semoga suaminya tulus
dan ingat cinta bisa krn terbiasa
Sulati Cus
astaga butuh 3 x ulang agar nge
Nani Yunengsih
lucu 😂😂😂😅
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Assalamu'alaikum.

Selamat pagi, semuanya.
Buat semua reader's tercinta.
Terima kasih telah memberikan support dan membagikan semangat kalian agar othoor trus berkarya.

Sehat selalu, ya buat kalian. 🥰
Nani Yunengsih
Harus sabar dengan keluarga ini paman 😅
Nani Yunengsih
so sweet
Nani Yunengsih
visualnya macoo²kerennn
Nani Yunengsih
😆
Nani Yunengsih
bau² perbucinan nih 🙊😍
Nani Yunengsih
kak alvaro aja sepanik itu apalagi nanti daddynya
Nani Yunengsih
tuuh jodoh mu leo jgn ngejar² queen dia tuh udh berumah tangga
Nani Yunengsih
kerennn 👏
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Ka
total 1 replies
Nani Yunengsih
leo pusingnya bukan 7keliling lagi tapi udah 10keliling
Nani Yunengsih
so sweeeetttt
Nona_Sulung
pengen tak tabok keluarganya 😑
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: pake ini ka 🥄
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!