NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

"Semua beres kan?" kelakar Pak Wisnu sambil tersenyum tipis.

"Tentu saja, Pak." Fela menjawab dengan yakin.

"Baiklah kalau begitu. Lanjutkan pekerjaanmu. Saya mau main golf di dalam."

"Ya, Pak. Silakan," sahut Fela sembari kembali membungkuk hormat.

Sepeninggal atasannya, Fela melihat ke sekelilingnya. Ia sedang mencari Kenzo. Matanya menyapu setiap celah di area parkir dengan dahi berkerut dalam.

"Kemana itu anak? Tiba-tiba saja menghilang," gerutu Fela kesal. Tangannya sudah bersedekap, siap mengomeli anak magangnya yang dianggap tidak tahu sopan santun karena kabur saat ada bos besar.

Tidak lama, bocah itu muncul dari arah pintu masuk kafe dengan langkah yang sengaja dibuat santai. Seolah baru saja tidak sedang melakukan aksi persembunyian diri yang menegangkan.

"Hei, Kenzo! Kemana tadi kamu?" semprot Fela langsung begitu Kenzo berada di dekatnya.

"Aku habis dari toilet," bohong Kenzo dengan wajah lempeng tanpa dosa. Ia bahkan sempat memijat tengkuknya perlahan.

"Masih pusing?"

"Bukan." Kenzo menggelengkan kepala.

Fela hanya bisa mengembuskan napas panjang, melipat tangannya di dada sambil menggeleng-gelengkan kepala. Rasa kesalnya sedikit mereda melihat wajah "pucat" Kenzo. "Ya sudah. Ayo kembali ke kantor."

"Ya." Kenzo melihat ke belakang sejenak sebelum ia masuk ke dalam mobil.

***

"Kalian sudah pulang?" tanya Bimo saat melihat Fela dan Kenzo muncul dari pintu depan kantor di pagi hari. Wajah mereka tampak lelah, sisa-sisa kantuk dan penat perjalanan masih tergambar jelas. Fela hanya menjawab singkat dengan anggukan, lalu bergegas masuk ke ruangannya tanpa menoleh ke kanan-kiri.

"Ya," jawab Kenzo pendek.

"Kamu dari mana?" Siska yang baru saja datang dari pantry sambil membawa cangkir matcha hangat, menatap Kenzo dengan heran.

"Dari luar," jawab Kenzo.

"Main? Bolos magang?" tebak Siska asal. Siska memang tipe orang yang suka menggoda Kenzo, apalagi anak magang itu sering bersikap tenang dan tidak mudah terpancing. "Enak benar ya, jadi anak magang keluyuran dari tadi pagi."

"Tentu saja bukan, Kak Siska. Lagi kerja barusan," sahut Kenzo santai.

Siska menarik kursi, duduk di dekat meja Kenzo sambil menyesap matcha-nya dengan elegan. "Kerja apa?"

"Dia ikut manajer untuk riset," jawab Bimo yang baru saja lewat sambil membawa tumpukan map, membantu menjawab rasa penasaran Siska.

Siska mengangguk-angguk kecil, matanya masih terfokus pada Kenzo. "Darimana saja?"

"Lapangan golf. Glantangan," jawab Kenzo datar.

Mata Siska langsung membulat. "Oh, banyak orang kaya di sana! Seru banget!" serunya dengan nada iri yang dibuat-buat. "Tahu gitu aku ikut, siapa tahu bisa kenalan sama bos-bos besar."

"Heh, cari yang selevel aja." Bimo menyambar omongan Siska dengan nada mengejek yang sengaja dibuat-buat. Ia menyunggingkan senyum usil, jelas sekali ingin memancing kekesalan Siska.

"Awas ya kalau aku benar-benar jadi nyonya kaya! Aku hempaskan kamu, Bimo. Kamu aku suruh cuci piring di rumahku nanti!" balas Siska sambil menunjuk Bimo dengan cangkir matcha-nya.

Di tengah perdebatan itu, tiba-tiba Kenzo menyeletuk dengan suara tenang, "Jadi kaya itu sebenarnya enggak enak, Kak."

Bimo langsung tertawa keras. "Mana ada jadi orang kaya itu enggak enak? Logikanya saja, hidup itu jauh lebih gampang kalau punya banyak uang."

"Benar ini anak. Jadi kaya itu ya enak dong," timpal Siska, setuju dengan Bimo. "Bahagia, bisa beli apa saja, mau liburan ke mana pun tinggal berangkat. Hidup jadi tanpa beban."

Kenzo menatap mereka berdua sebentar, lalu menjawab, "Kan enggak bisa jalanin semaunya. Harus ikutin maunya keluarga kayanya."

Siska menghentikan gerakan cangkirnya tepat di depan bibir. Ia menatap Kenzo dengan mata menyipit penuh selidik. "Kamu kaya, ya? Kok sampai tahu detil gitu?"

Kenzo tidak langsung menjawab. Ia hanya mengedikkan bahu dengan wajah yang tetap datar. "Bukan gitu. Cuma logika saja. Kalau orang kaya, apalagi kalau hartanya warisan keluarga, biasanya harus ikut arahan orang tua. Kebebasan itu mahal harganya."

"Benar juga sih. Apalagi jika cara berpikirnya enggak sama." Bimo mengangguk mantap akhirnya setuju dengan argumen Kenzo. "Apalagi kalau sudah keluarganya mulai ikut campur, suka jodoh-jodohin sama anak kolega bisnis. Ribet banget itu. Enak jadi orang kayak kita-kita, bebas cari sendiri. Mau sama siapa saja, enggak ada yang bakal protes."

"Kayak kamu ya?" timpal Mirin yang baru saja bergabung di meja itu, menyindir dengan nada bercanda.

"Yap."

"Bener sih. Untung aku enggak di jodoh-jodohin gitu," sahut Siska sambil bergidik ngeri. "Kalau sampai dipaksa nikah sama orang yang enggak jelas cuma demi menyambung bisnis keluarga, mending aku pindah pulau saja. Ngeri aku membayangkannya."

"Jadi lebih baik dapat yang baik meski enggak kaya, tapi mau usahain kita dapat segalanya," pungkas Mirin mendapat anggukan dan jempol dari temannya.

...----------------...

Jam 5 sore.

Akhirnya waktunya pulang. Siska menghela napas panjang, merapikan dokumen-dokumen di mejanya dengan gerakan malas. Di sebelahnya, Bimo menguap lebar sampai air matanya keluar, tanda otaknya sudah benar-benar lelah.

Mirin menoleh ke arah ruangan Fela. Pintu kaca itu tertutup rapat, tapi lampu di dalamnya masih menyala terang. Mirin meraih tasnya, lalu melangkah ke sana. Ia mengetuk pintu dan membukanya.

"Hei."

"Hei, Mirin. Ada apa?" tanya Fela. Ia menoleh sebentar, memberikan senyum tipis yang tampak lelah sebelum kembali menatap layar komputer dengan mata yang mulai sayu.

"Belum pulang?"

"Bentar lagi."

"Tapi pulang, kan?" Mirin bertanya lagi, ingin memastikan. Dia sedikit khawatir karena tahu Fela punya kebiasaan buruk menyiksa diri sendiri saat ada tugas menumpuk.

"Ya pastilah," jawab Fela dengan tawa kecil.

"Oke, aku mau pulang dulu. Ada acara di rumah."

"Oke, hati-hati di jalan."

"Ya." Mirin menutup pintu itu kembali.

Di luar ruangan, suasana kantor makin terasa sepi. Kenzo yang baru saja selesai membereskan mejanya berseru, "Aku pulang!"

"Ya!" sahut rekan-rekan tim lainnya serempak.

"Rin, kami langsung pulang?" tanya Siska pada Mirin sambil sibuk membetulkan bedak di cermin kecilnya.

"Ya. Kenapa?"

"Aku mau ajak dinner. Ada kencan buta," kata Siska dengan nada antusias, seperti biasa.

"Enggak dulu. Aku ada acara," tolak Mirin.

"Yah, padahal lumayan buat cuci mata. Ya sudah, aku ajak anak ruang lain saja deh."

"Kencan buta terus, tapi enggak ada yang nyantol," celetuk Bimo tanpa menoleh, masih sibuk dengan barang-barangnya.

"Rese. Kan lagi pilih-pilih, Siska enggak mau diceramahi," balas Siska ketus.

Bimo hanya menanggapi dengan diam. Dia memang orangnya lempeng. Celetukannya seringkali keluar tanpa disaring, tapi teman-temannya sudah hafal dengan sifat usilnya itu.

Satu per satu dari mereka keluar ruangan, meninggalkan sisa-sisa kegaduhan sore yang perlahan digantikan kesunyian malam.

1
Rahma Inayah
Kenzo walau Mash muda tp sifat dewasa dia tau klu Dela lagi byk pikirn dan pusing kerja SMA dgn sang mantan tnp dinmnt Kenzo siap siaga membantu
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
LisA: Terima kasih sudah singgah dan baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!