NovelToon NovelToon
Istri Remaja

Istri Remaja

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:672.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: LeeGo

Naura seorang gadis remaja yang baru saja duduk di kelas tiga SMA harus menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya dan dengan salah satu anak dari sahabat mereka. Namanya Ravi, seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi untuk menyelesaikan pendidikan S1 nya di bidang pendidikan bahasa inggris. Keberadaan Ravi dan Naura yang terpisah jarak Banda dan Jakarta membuat kedua pasangan muda itu menghadapi beberapa persoalan disamping karena ego mereka sebagai darah muda. Mampukah keduanya menjalani pernikahan di usia semuda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LeeGo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama rasa beda nama

"Siapa cowok yang dibilang teman kamu tadi? Kok laporannya tidak sampai sama abang?"

Aku menggigit bibir panik saat mendengar nada dingin dari abang. Sepulang dari taman tadi abang hanya diam. Lalu baru sekarang setelah sholat isya memulai interogasinya. Dan diamnya bang ravi itu sangat menakutkan. Selama dari taman dan sampai pulang dari mesjid tadi aku tidak berani menegurnya.

"Gimana mau sampai sama abang, kejadiannya saja sepulang sekolah tadi. Naura juga lupa. Gak penting." Kataku tak acuh. Lagipula ini kejadian juga diluar kuasa aku, gak ada ceritanya aku dekat-dekat cowok.

"Lupa? Mana hp kamu?" Bang ravi mengulurkan tangannya. Ya ampun, mau disidak? Kalau nemu foto aku yang lagi buka-bukaan bisa ngamuk ni orang.

Kukeluarkan hp dari tas kecilku dan menyerahkannya dengan ragu sama bang ravi.

Aku menunggu dengan cemas saat memeriksa hpku, tiap kali ada fotoku yang katanya dengan pakaian yang banyak itu bang ravi melirikku dengan wajah datar bin kesalnya. yang penting kan gak di luar rumah batinku saat satu dengan pose rambut acak-acakan dengan baju satu tali membuat bang ravi berlama-lama memandanginya lalu menghela nafas gusar.

"Cuma di kamar doang, bang." Cicitku pelan.

"Abang mau buka WA kamu, boleh?"

Heh? Izin dia? Dari tadi udah ngapain aja di hpku dan baru sekarang izin?

Aku mengangguk, percuma juga sih ngelarang, bakalan panjang kultumnya. Bagus kalau kultum doang gak bawa-bawa azab. Hih, mengerikan.

"Dia siapa?" Bang ravi mengangkat hpku dan menunjukan satu foto yang udah ketebak bakalan menjadi motif utama bang ravi yang menghargai privasi ini mengotak atik hp orang.

Aku mengedikkan bahu, "Lupa namanya siapa. Kata teman-teman pacarnya Tania. Temanku yang ketemu di taman tadi."

Bang ravi menatapku dengan kernyitan di dahinya, "Kamu pacaran sama pacar teman kamu?"

"HIH, ASTAGFIRULLAH ABAAAANG, JANGAN SUUDZOOON. DOSAAAA. DOSAAAA!!!" Kupegang dada prihatin. Yang benar aja pacaran sama pacar teman, peparo? Ogah bangat.

"Lagian kerenan bang ravi kemana-mana, Naura gak butuh orang lain lagi."

Bang ravi menatapku sanksi.

"Betulan, Bang. Naura gak ada pacar-pacaran. Ngapain pacaran lagian, ada suami ini kok." jelasku, tak terima dong saya di tuduh gitu. Mau cari pacar gimana, sebulan ini aja hati udah kayak bukan milik sendiri, bang ravi aja isinya.

Bang Ravi mengangguk samar, "Oke. Ini hp kamu."

Aku nyengir lebar, didikan mama papa aku bagus loh bang, menjadi istri yang baik dan benar, ikhlas dalam hati, jujur dalam berkata, dan berkelas saat bertindak. Kuambil hp yang ada di tangan bang ravi tapi---

"Bang, lepas dong kalau mau beneran ngasi." Kataku sebel. Katanya mau ngasi balik, hpnya malah di tahan gini.

"Usaha." katanya datar, tak lepas menatapku lekat. Kalau udah natap-natap kayak gini aku lemah nih. Ck.

Kutarik hp di tangan bang ravi dan---

hap!

"Jangan nakal kalau abang gak ada. Bilang sama orang yang namanya kamu lupakan itu kalau kamu udah ada yang punya, ngerti?"

Aku hanya mengangguk kaku saat nafas bang ravi terasa dekat denganku. Wangi permen. Bibirnya juga sehat. Astaga Naura!! Aku gelagapan berusaha melepaskan diri saat kejadian tadi siang terlintas. Tapi sepertinya bang ravi berpikir lain.

Cup.

Satu ci*man. Aku mengerjap sekali. Senyum bang ravi udah kayak lampu neon, terang dan cerah bangat, Manis.

"Abang nyi*m Naura." Kataku lirih. Blank, pening, dan deg-degan. Ciuman keduaku.

"Itu bukan ci*man, tapi kec*pan." Terangnya tenang seolah sedang menjelaskan perbedaan siang dan malam. Tanganku sudah berpegang sepenuhnya di bahunya.

"Beda?" Tanyaku seperti orang b*go tapi emang aku taunya sama aja, sama-sama perbuatan bibir n*kal.

Bang ravi mengangguk, "Beda. Nanti abang tunjukin bedanya kalau Naura udah lulus SMA." Katanya.

"Gak bisa sekarang?" Lama amat nunggunya. kurang lebih sembilan bulan lagi berarti.

"Gak bisa. Sekarang Naura cukup tau saja yang namanya ke*upan tapi ingat, jangan sembarangan mau digituin orang. Apalagi kalau nanya-nanya sama orang soal ci*man.Hanya boleh sama abang. Ngerti?"

Aku menggeleng, "Panjang bangat omongan abang. Naura pusing. Pendek aja bang."

Bang ravi melepaskan tanganku dari bahunya lalu berdiri menuju ke kamar mandi. Astaga. Naura penasaran dong. Kutarik ujung baju singlet yang memamerkan otot dewasanya.

"Intinya?"

Bang ravi menangkup pipiku, "Intinya hanya Abang yang boleh kasih kec*pan atau ci*man sama Naura."

"Mama papa?"

"Kecuali Mama, papa, dan Ibu."

Aku mengangguk, "Oke."

"Pintar." Bang ravi menarik kedua pipiku, tak sakit sama sekali.

"Sana tidur!" Katanya membalik badanku kearah ranjang. Bang ravi masuk ke kamar mandi meninggalkan diriku yang lagi-lagi termangu. Itu ke*upan, bukan ci*man. Yah, gak bisa pamer syifa.

***

Hari ini bakal ke sekolah bareng sama bang ravi, ayeeeiiii. Senangnyaaaaa. Setelah enam belas tahun gak kenal cowok, akhirnya hari ini ada yang antar ke sekolah, cowok keren, manis, halal, dan aku sangat senang. Gak perlu pedekate udah boleh Deket-deketan. Gak perlu tembak-tembakkan langsung bisa peluk-pelukkan. Gak perlu gombal-gombalan, langsung dihalalin. Astagaaaaa kesempurnaan nikmat.

Tuk!!!

"Aw!"

"Kamu ngapain melamun pagi-pagi? Buru! Abang ada urusan." Bang ravi dan ketidakromantisannya yang haqiqi. Dikecup kek, di peluk kek, ini jidat aku di sentil.

"Abang ih, merah nih jidat Naura." Kupukul bahunya keras. Tapi karena otot dewasanya, berjengit aja kagak.

"Cepat naik!"

Tanpa menunggu lama aku melesat duduk dibelakang bang ravi, memeluknya erat, seperti biasa. Senang bangat kalau setiap hari bisa begini terus sama bang ravi tapi cepat atau lambat bang ravi akan pergi lagi dan aku ditinggal lagi. Iiiihhh kok sediiiih. Jangaaaan Naura, nikmati hari sekarang, esok masih misteri jadi gak usah jadi beban.

Tanpa terasa kami sudah sampai di depan sekolah. Banyak pasang mata yang memperhatikan, tapi tak masalah bang ravi nggak malu-maluin, dia tetap yang terbaik untuk Naura, manis dan lokal.

"Naura di jemput kan, bang?"

Bang ravi mengangguk, sibuk mengaitkan helm yang kupakai di setir motor.

"Insya Allah. Kalau abang gak datang, nanti abang suruh pak dodit." Katanya menatapku lembut.

"Maunya abang." Rajukku. Kan aku pengen di jemput pacar halal, masa gak boleh sih.

"Abang usahain." Kata bang ravi kemudian, tak pelak memunculkan senyum diwajahku.

"Asiiiik. Semoga urusan abang lancar." Kataku tulus, meminta tangannya untuk kusalami.

Bang ravi menyambut tanganku lalu setelah itu ia mengelus rambutku. "Belajar yang benar. Jangan banyak main. Micinnya di kurangi."

Astagaaa abangnya Nauraaa ini deh.

"Siap, Abang."

Bang ravi tersenyum lalu meninggalkanku setelah sekali lagi mengelus kepalaku, ya ampuuun udah kayak bucin aja, eeeh kucing maksudnya.

"Naura!!!"

Hah! Akhir-akhir ini namaku sering bangat disebut. Aku menoleh kearah gerbang, cowok kasar itu berdiri disana dengan wajah penasaran. Like i care aja sih.

Aku berjalan, bukan untuk menghampirinya tapi memang mau masuk sekolah.

"Tunggu!!!" Ia akan memegang tanganku namun langsung kutepis, enak aja mau pegang-pegang istri orang.

"Ada apa?"

"Tadi siapa?"

"Bukan urusanmu."

"Itu urusanmu karena aku menyukaimu."

Aku menghela nafas pendek, "Ya teruuuus, gak ada yang maksa buat suka sama aku kan?" Kulihat rahangnya mengeras.

"Udah ah, saya mau ke kelas. permisi." Kataku meninggalkannya dengan langkah ringan.

Suka?

Oke, aku juga punya rasa yang sama, suka. Tapi sama bang ravi.

---

Bang ravi gak bakalan malu-maluin. Manis gini.

Belajar yang bener ya Kak Naura, semalam udah dapat pelajaran tambahan dari bang ravi soal perbedaan kiss dan kecup. Jan salah lagi.

1
Lalu Awan
udah ku baca dooonggg, emang bagus banget ceritanya 🥀🥀
Lalu Awan
😄😄aaahhg syukaa,🥀🥀
Lalu Awan
😍
Karina Nasution
Ceritanya bawa emosi banget, suka.....
Sri Wahyuni Abuzar
apa kabarnya keluarga om gi dan nad nad yang sayang nya banyak banyak kak leego
aku masih nunggiin kelanjutan nya 🥰🥰
Puspita Rini
next
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
apanya yg utuh dan aman🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
cover nya ganti keren knpa ga dr dulu Thor waktu Naura SMA 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
lanjut part melahirkan aja Thor buat apa si Namita hadir bikin lambar aja
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
kok gini berputar putar thor langsung aja Naura melahirkan berbahagia sama Abang Ravi beres haiiisss pake ada cerita minta poligami segala mending tinggalkan dek Naura hidup pas²an mau ada yg minta poligami segala🙄🙄🙄
Puspita Rini
next💪
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
ga usah gelisah Naura Abang Ravi udah memilih mu biarkan masalalu nya ga usah gelisah sama masa lalu pasangan mu
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
luar biasa update lagi
Puspita Rini
next
Puspita Rini
next💪
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
Semoga secepatnya up lagi ya thor
Puspita Rini
next
Kuswar Dani
little persit udah baca berkali2 ..emang the best..😍
nurhani
kesayangan jendral dilanjut thor🥹
☠ᵏᵋᶜᶟ⸙ᵍᵏzc❖༄༅⃟𝐐
Aamiin slalu di nanti setiap novelnya thor semoga semua novel author pada di tamatkan biar ga kaya jemuran trs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!