"Bukan kah diaa.....si gadis Hello Kitty?" Batin Rey, memperhatikan Alice dengan gerak mata saja.
“Waah! Mulai ribut nih!!” Seru Alice dalam hati.
“Harus cari tempat yang PEWE untuk nonton.” Batinnya sambil melemparkan pandangannya ke segala arah di dalam ruangan itu,mencari kursi yang dapat ia gunakan untuk nonton. Karena tidak mungkin dia nonton di area sofa secara semua para pemain sedang berada disana.
“Nah itu dia!” Seru Alice saat melihat kursi nganggur di depan meja kerja Rey. Alice berpikir untuk menarik kursi itu di pojokan untuk nontonin perang besar para wanita pemuja Reyfaldi Arthur. Mana tahu ini bisa menjadi inspirasi untuk novel nya di NovelToon.
“Seru nih!!!” gumam nya sambil pelan-pelan berjalan menuju kursi yang dia tuju di tengah kegaduhan itu, persis seperti seorang maling.
Alice masih tidak tahu kalau Rey tengah memperhatikan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26
“Nis, udahan yuk! Kita pulang aja sekarang! Udah hampir jam sebelas malam ini!” Tukas Alice saat melihat jam tangannya dan ternyata sudah jam 23.38 malam.
“Bentar lagi Lice! Gue masih mau minum!” Jawab Anis, yang sudah mabuk berat.
“Lo itu udah minum dua botol Nis!” Berang Alice. “Lihat jalan lo aja udah sempoyongan gitu!” Seru nya, yang langsung melemparkan botol-botol yang masih berisi minuman beralkohol itu kelaut.
“Alice!! Apa yang lo lakukan! Kenapa lo buang botol-botol itu ke laut!!” ratap Anis, menatap nanar pada botol-botol yang sudah tidak kelihatan lagi itu.
“Udah ah! Kita pulang aja!!” Seru Alice yang sudah tidak mau meladeni orang patah hati ini lagi.
“Alice!!! Lo sama aja jahat nya sama Bram! Kalau Bram suka buang-buang wanita yang sudah tidak dia sukai, kalau Lo.. heeem.. LO.......... heem.. LO apa ya?” oceh Anis ngawur. “ hah iya! Gue ingat! Kalau lo suka buang-buang benda yang tidak berharga ke laut! Contohnya dua botol lagi! Karena sudah tidak berharga maka nya lo buang!” oceh nya sambil menunjuk-nunjuk ke arah Alice dan berjalan sempoyongan.
“Ish! Nih anak, kalau mabuk gini nyusahin banget sih!!!” Gerutu Alice, menarik tangan Anis agar tidak jauh-jauh dari nya.
“ Anis jangan jauh-jauh!! Bahaya tau!!” Tukas Alice yang sempat panik saat Anis berjalan makin jauh dari bibir pantai.
Dalam pikiran Alice, gimana kalau tu cewek labil tiba-tiba lari ke tengah laut. Mana para babang gagah perkasa penjaga pantai udah pada pulang!! Kan bisa masuk berita besok pagi.
Anis tersenyum dan menyembunyikan tangannya di belakang tubuh nya tepat di saat Alice ingin menangkap tangan Alice.
“Astaga! Akhirnya gue tahu kenapa orang malas berurusan sama orang mabuk!” Tukas Alice yang menyesal menuruti ide nya Anis untuk berjalan—jalan sambil minum-minum di tepi pantai.
Sama sekali tidak terpikir oleh Alice kalau minum-minum yang dimaksud oleh Anis adalah minum-minum minuman beralkohol.
Dengan susah payah, Alice berusaha menangkap tangan Anis. Tapi bukan Anis nama nya jika ia membuat hal ini menjadi mudah untuk di lakukan oleh Alice. Dengan sekuat tenaga Anis berlari di sepanjang pantai itu. Dia bahkan melempar sendal mahal nya ke tengah laut lalu tertawa keras.
“Anis!! Lo mau kemana!!!!” teriak Alice yang terpaksa ikut berlari mengejar Anis di tengah malam buta seperti ini.
“Ayoo Alice! Kejar gue!”Balas Anis sambil berteriak.
“Ya tuhan!! Kenapaa makin mabuk lari nya makin kencang!” Seru Alice yang sudah ngos-ngosan mengejar Anis.
Tapi Alice gak boleh menyerah. Dia harus bisa segera menangkap Anis. Karena bisa bahaya kalau tiba-tiba tu orang gila mendadak sign kanan. Kan bisa langsung jumpa kanjeng ratu kidul.
Mengingat hal itu, Alice pun mempercepat langkah kaki nya untuk mengejar Anis.
Setelah berlari hampir lima belas menit akhirnya Alice berhasil menangkap Anis.
“Ish! Lepasain gue Alice! Gue bisa jalan sendiri. Walaupun itu adalah jalan yang berliku yang penuh dengan duri yang akan menusuk-nusuk kaki dan hati gue, gue yakin gue bisa jalani.” Ocehnya semakin ngawur, dengan tatapan nanar ke laut lepas.
“Emang hati lo di bawah telapak kaki, Nis!!!!" repet Alice.
"Duh, Ni orang makin ngacok!!” seru Alice dengan nafas yang naik turun karena kelelahan olah raga malam.
“BRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM!! Gue benci ama lo!!! AWAS LO NANTI!! GUE PASTI AKAN BALAS LO!! TUNGGU AJA!! AWAS KALAU LO GAK TUNGGUIN PEMBALASAN GUE!!!!!” teriak Anis kencang ke arah laut lepas sambil menunjuk-menunjuk penuh kekesalan.
“Bagus! Emang goblok nih orang mabuk! Mau balas dendam nyuruh target nya nunggu! Pinter banget lo ANIS MANSOER!!!” ucap Alice geleng-geleng, kemudian menyeret Anis untuk menjauh dari tepi pantai itu.
“Alice!! Gue gak mau pulang!! kita bobok disini aja ya!!! Ya!!ya!!!!” rengek Anis berkali-kali pada Alice tapi Alice tidak mengindahkan nya sama sekali.
“Alice!! Gue gak mau pulang!! gue mau bobo di sini!” rengek Anis lagi saat mereka sudah sampai di dekat mobil mereka.
Awal nya Alice sempat merasa kasihan dan ingin mengabulkan permintaan temannya yang sedang putus cinta itu.
Namun saat Alice melihat ke kiri ke kanan tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri. Disana sudah benar-benar gelap.
"Iih!!!" Seru nya bergidik seram dan langsung mendorong Anis untuk masuk ke dalam mobil.
“Lain kali aja kita camping tepi pantai nya!!” sebut nya yang dengan cepat memasang sabuk pengaman Anis dan cau ke dalam mobil.
karena dia melihat kesedihan yg dalem dari anaknnya, penghianatan dan kematian cucu nya yg tragis
dia ga mau cucu nya ngalamin lagi... karenanya sakitnya sakit bgt.
mungkin caranya salah
tapi salah satu dia ngelindungi cucu nya
tapi dia lupa,,kepala walaupun semua warnanya hitam tapi ttp kan isi pasti beda beda
yg pasti kak upe lah yg menang
apa si yg gak buat kamu 🤣🤣
tidur doank
hei..kata nenek ku
tidur bareng itu ga bahaya,yg bahaya kl ga tidur di tempat tidur🤣🤣
konsep..itu
cuman sebuah konsep sandiwara cinta 🤣
wkwkwkwk
kan ga salah sentuh disitu🤣🤣
repot cari jaminan sosial nya
kecuali babang itu yg mau jaminin,sekalian masa depan kita
eaaaaa, 🤣😘