Selama sepuluh tahun, Bumi diinvasi oleh monster dari "Gerbang Dimensi" (Gates). Han Do-Yoon adalah seorang Hunter Peringkat-F yang bertahan hidup sebagai kuli panggul di dalam Dungeon. Pada Hari Kiamat, saat "Dewa Luar" (Outer Gods) menghancurkan pertahanan terakhir umat manusia, Do-Yoon mengorbankan dirinya untuk melindungi artefak kuno.
Alih-alih mati, ia terbangun sepuluh tahun di masa lalu—tepat di hari di mana sistem kebangkitan pertama kali turun ke Bumi. Namun kali ini, ia tidak membangkitkan kelas biasa. Ia mendapatkan kelas tersembunyi berperingkat Myth: Pewaris Ketiadaan. Dengan pengetahuan masa depan dan sistem absolut di tangannya, Do-Yoon bersumpah untuk mengubah nasib dunia dan membantai para Dewa yang mempermainkan umat manusia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Kabut Kematian dan Wilayah Sang Penguasa
Laba-laba raksasa seukuran bus kota itu memanjat sisa-sisa gerbang baja yang berderit menahan bebannya. Kedelapan mata merahnya menatap tajam ke arah manusia-manusia di dalam lapangan penjara. Setiap kali kaki-kaki berbulu tajamnya menancap di atas aspal, cairan ungu menetes, langsung melelehkan batu dan tanah menjadi gelembung-gelembung beracun yang mendesis.
Di atas punggung makhluk mengerikan itu, sang Penunggang Laba-Laba tertawa sumbang. Makhluk bertubuh kurus kering bagaikan mayat hidup itu mengangkat tongkat tengkoraknya.
"Daging segar... wilayah baru untuk tuanku!" pekik sang Penunggang dengan suara yang mengiris gendang telinga.
Kabut ungu pekat mulai menyembur dari mulut laba-laba raksasa tersebut, menyapu ke arah lapangan layaknya ombak kematian. Bau manis yang memuakkan segera tercium di udara.
Kang Tae-Ho mundur beberapa langkah, menutupi hidungnya, sementara Yoo Ji-Ah terbatuk pelan meski ia sudah berusaha menahan napas. Para tahanan di belakang mereka mulai berteriak histeris, menyadari bahwa perisai baja sekuat apa pun tidak akan bisa menghentikan gas beracun.
[Peringatan! Udara di sekitar Anda telah terkontaminasi 'Racun Pelebur Tulang'.]
[Menghirup racun ini akan menurunkan Atribut Ketahanan Anda sebesar 10% setiap detiknya!]
[Rasi Bintang 'Penguasa Wabah' menjilat bibirnya, menantikan jeritan penderitaan kalian!]
Namun, di tengah kepanikan itu, Han Do-Yoon melangkah maju dengan santai, langsung menyongsong kabut ungu yang mematikan tersebut.
"Ketua! Jangan masuk ke sana!" teriak Tae-Ho panik.
"Diam dan saksikan," balas Do-Yoon tanpa menoleh.
Ia merentangkan kedua lengannya. Alih-alih menghindar, Do-Yoon membiarkan kabut ungu itu menyelimuti tubuhnya. Di mata Rasi Bintang dan musuhnya, manusia itu seolah menyerahkan diri pada kematian. Sang Penunggang Laba-Laba tertawa semakin nyaring.
Namun, tawa itu terhenti seketika.
"Buka segel tahap satu. Domain Kehampaan," bisik Do-Yoon di dalam lautan racun tersebut.
Seketika, sebuah pusaran hitam legam tercipta tepat di jantung kabut beracun itu. Kegelapan murni milik Do-Yoon bertindak layaknya lubang hitam tak berdasar. Semua kabut ungu yang seharusnya melelehkan tulang manusia justru tersedot masuk ke dalam pusaran bayangan tersebut dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Dalam hitungan tiga detik, seluruh lapangan penjara kembali bersih dari kabut beracun.
Do-Yoon berdiri tanpa luka gores sedikit pun. Jas hitamnya berkibar pelan. Energi sihir beracun milik monster Tingkat C+ itu telah ditelan habis oleh Ketiadaan.
[Sistem Pusat gagal membaca anomali energi Anda!]
[Kekebalan racun tidak terdeteksi. Namun racun gagal melukai Anda!]
[Rasi Bintang 'Penguasa Wabah' terbelalak tak percaya! Ia mengutuk kecurangan Anda!]
[Rasi Bintang 'Dewa Perang Tanpa Nama' tertawa menggelegar melihat wajah bodoh dewa lainnya!]
"Hanya segini racun kebanggaanmu?" cibir Do-Yoon, menatap lurus ke arah sang Penunggang Laba-Laba yang kini bergetar di atas tunggangannya. "Jika kau tidak memiliki trik lain, maka ini saatnya kau mati."
Tangan kanan Do-Yoon terulur, dan Bilah Penebas Malam memadat dari bayangan. Garis perak di ujung pedang itu berpendar, haus akan darah musuh yang tangguh.
Sang Penunggang yang marah menghentakkan tongkatnya. Laba-laba raksasa itu menerjang maju, membuka rahangnya lebar-lebar untuk memuntahkan tembakan jaring beracun yang tebal dan lengket.
Namun Do-Yoon lebih cepat.
"Keahlian: Langkah Petir Hitam."
JDAR!
Semburan jaring beracun itu hanya mengenai udara kosong saat tubuh Do-Yoon berubah menjadi kilatan petir gelap. Ia melesat zig-zag menghindari muntahan jaring, memangkas jarak dalam sepersekian detik, dan tiba tepat di bawah perut laba-laba raksasa tersebut.
"Pedang angin mungkin kesulitan memotong cangkang pelindung, tapi pedangku mengabaikan hal itu," gumam Do-Yoon.
Ia memutar tubuhnya dan menebas ke atas dengan kekuatan penuh. Atribut Penembus Zirah absolut sebesar 30% berpadu dengan ketajaman energi Ketiadaan.
SYRIING! CRAK!
Tiga kaki laba-laba raksasa di sebelah kanan terpotong bersih dalam satu sabetan yang sangat mulus.
Laba-laba raksasa itu menjerit dengan suara seperti logam berderit. Kehilangan keseimbangan secara mendadak, tubuh besarnya ambruk menghantam aspal. Sang Penunggang terlempar dari punggungnya, berguling-guling debu sebelum akhirnya terhenti di dekat kaki Do-Yoon.
Sang Penunggang mencoba merapal mantra putus asa, mengangkat tongkat tengkoraknya. "K-kutukaaann—"
Do-Yoon tidak memberinya kesempatan. Ujung sepatunya menghantam dada kerempeng makhluk itu, mematahkah tulang rusuknya dan memaksanya terkapar kembali. Tanpa ampun, Do-Yoon menusukkan Bilah Penebas Malam tepat menembus leher sang Penunggang, memakukan makhluk itu ke tanah.
CRAT!
Pemimpin Kawanan Tingkat C+ itu mati sebelum sempat menyelesaikan satu pun sihirnya.
Melihat penunggangnya mati, laba-laba raksasa yang cacat itu mencoba melarikan diri dengan merangkak mundur. Namun Do-Yoon menarik pedangnya, melompat ke udara, dan menghujamkan senjatanya lurus menembus cangkang kepala laba-laba tersebut, menembus hingga ke inti sihir otaknya.
Kematian instan kembali terjadi.
[Anda telah mengalahkan Pemimpin Kawanan: Penunggang Laba-Laba Beracun (Tingkat C+).]
[Anda mendapatkan 20.000 Poin Pengalaman.]
[Tingkat Anda telah naik!]
[Tingkat Anda saat ini adalah 25.]
[Anda mendapatkan Rampasan: 'Inti Racun Kematian' (Peringkat Langka).]
Do-Yoon mengambil sebuah kristal berwarna ungu pekat yang terjatuh dari mayat Penunggang Laba-Laba, lalu memasukkannya ke dalam Ruang Penyimpanan tanpa banyak ekspresi.
Ia membalikkan badan, menatap ke arah gerbang. Kematian monster Tingkat C+ itu memberikan efek yang sama dengan saat ia membunuh Raja Orc. Ratusan monster tingkat rendah yang tadinya beringas di luar gerbang kini melolong ketakutan dan berbalik arah, lari terbirit-birit menjauhi Zona Strategis D-34.
Sorak sorai perlahan meledak dari lima puluh tahanan di belakang. Mereka bersorak kegirangan karena berhasil selamat dari ombak kematian tanpa ada satu pun korban jiwa, semuanya berkat pertahanan Kang Tae-Ho dan kekuatan absolut Do-Yoon.
"Kau benar-benar tidak masuk akal, Ketua," gumam Tae-Ho, menyeka keringat di dahinya, lalu mengangkat Perisai Menara Baja Hitam-nya dengan senyum lebar.
Ji-Ah menyarungkan pedangnya, berjalan menghampiri Do-Yoon. "Apakah gelombang serangannya sudah berakhir?"
Do-Yoon mengangguk. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Waktu terus berjalan, dan tanpa adanya pemimpin kawanan yang memimpin serangan, sisa waktu pertahanan Zona Strategis hanyalah formalitas menunggu.
Enam jam kemudian.
Matahari perlahan bergeser ke arah barat. Seluruh lapangan penjara telah diamankan. Mayat-mayat monster disingkirkan dan dibakar di luar gerbang untuk mencegah datangnya hama.
Tepat saat waktu yang ditentukan habis, suara lonceng mekanis berdentang keras di seluruh area penjara, disusul oleh pilar cahaya biru yang tadinya membumbung tinggi dari gedung administrasi meredup dan menyebar, membentuk kubah pelindung transparan di sekeliling wilayah tersebut.
[Waktu bertahan telah selesai!]
[Klaim Kepemilikan berhasil!]
[Anda kini adalah Penguasa Mutlak dari Zona Strategis D-34 (Rumah Tahanan Seoul).]
[Fungsi Wilayah Terbuka: 'Perisai Anti-Monster Tingkat Rendah' kini aktif secara permanen di zona ini.]
[Anda mendapatkan 10.000 Koin Emas.]
[Peningkatan Tingkat +1 diberikan sebagai hadiah penaklukan!]
Cahaya hangat menyelimuti tubuh Do-Yoon, mengangkat tingkatnya menjadi 26. Di lapangan, Tae-Ho dan Ji-Ah yang juga telah tergabung sebagai sekutu sementaranya juga merasakan peningkatan tingkat dan memulihkan seluruh rasa lelah mereka seketika.
Do-Yoon berdiri di balkon lantai tiga gedung administrasi, menatap ke bawah ke arah wilayah pertamanya. Tae-Ho, Ji-Ah, dan ratusan manusia yang kini menjadi bawahannya berkumpul di lapangan, menatap ke arahnya dengan penuh rasa hormat dan ketakutan.
"Sistem mengizinkan kita untuk meresmikan Serikat setelah menduduki Zona Strategis pertama," ucap Do-Yoon, memanggil antarmuka sistemnya.
Di layar biru transparan tersebut, terdapat opsi yang telah lama ia tunggu-tunggu.
[Apakah Anda ingin mendirikan sebuah Serikat (Guild)?]
"Ya," batin Do-Yoon.
[Silakan masukkan nama Serikat Anda.]
Tanpa ragu, Do-Yoon memasukkan nama yang akan membuat seluruh dunia dan para Rasi Bintang gemetar di masa depan.
[Serikat 'Ketiadaan' (Void) telah resmi didirikan.]
[Pemimpin Serikat: Han Do-Yoon]
Do-Yoon mencondongkan tubuhnya ke pagar balkon. Suaranya menggema ke seluruh lapangan berkat peningkatan sihir Sistem.
"Mulai hari ini, wilayah ini adalah bagian dari Serikat Ketiadaan!" deklarasi Do-Yoon mutlak. "Di bawah panjiku, kalian akan mendapatkan tempat yang aman, makanan, dan kekuatan. Sebagai gantinya, aku menuntut kepatuhan tanpa syarat. Mereka yang berkhianat, akan mati."
Seruan persetujuan dan sorak-sorai kesetiaan bergema dari bawah. Bagi manusia yang putus asa, memiliki pemimpin yang kuat adalah sebuah anugerah, meskipun pemimpin itu adalah iblis berdarah dingin.
Do-Yoon tersenyum puas.
jangan lupa hadir juga 😉