NovelToon NovelToon
Ngumbara Cinta

Ngumbara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tidak pernah luput dari pengalaman masa lalu. Angin bertiup dan musim pun berganti, Andhra telah mencari jati diri yang entah dimana akan dia temui.

Kehidupan suram di masa lalu membuat hatinya dipenuhi oleh dendam.

Ozan yang selalu menemani, juga ada
keluarga yang selalu memberi, adik tiri yang berselimut mendung derita. Andhra mendapatkan semuanya bukan tanpa alasan.


Hingga masanya cinta masa lalu hadir dan membuat hidup Andhra berwarna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24 Kembali

Awal pekan yang bagus untuk memulai aktivitas kantor yang lumayan menguras tenaga dan pikiran.

Andhra sudah di sibukkan kembali  dengan berbagai kertas yang menyita waktu dan perhatiannya. Dia membuka dan membaca tumpukan map di meja yang sepertinya tidak juga berkurang. Andhra sejenak menyandarkan kepalanya pada kursi.

'Kak, cobalah untuk menjalin hubungan dengan temanku ini.  Dia baik kok walau memang sedikit tomboy seh.' Malam itu Dara memintanya untuk mencoba menjalin hubungan dengan seorang wanita.

'Iya, Nak! biar bagaimanapun kamu harus memikirkan masa depanmu juga. Setiap manusia membutuhkan pasangan hidup, untuk membagi suka dan duka mereka.' nasehat Halimah malam itu.

'Kalian juga bisa menjadi tempatku berbagi suka dan duka, bukan!' Jawab Andhra sekenanya.

'Tapi antara pasangan dan keluarga itu berbeda, Nak! Ada masanya suatu keadaan dimana seseorang hanya bisa bercerita kepada pasangan hidupnya saja.'

'Sudahlah, ibu! Kakak sudah dewasa biarkan dia menentukan jalan hidupnya sendiri.' Farid ikut bersuara, pas sekali di saat dirinya sudah tidak nyaman.

Andhra menghembuskan nafasnya berulang kali. Dia memijat pelipisnya lagi. Ingat kembali hari dimana keluarganya hancur. Keringat bercucuran dan kepalanya terasa lebih berat. Andhra berjalan pelan menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya di sana. Andhra semakin merasa pening, bayangan pembunuhan ibunya hadir kembali.

Begitulah dia, jika tubuhnya lelah dan beban pikiran mulai menguasainya kenangan itu muncul kembali, membawa rasa sakit di dadanya entah sampai kapan keadaan itu menyiksanya.

"Astaghfirullah Andhra...!" Dengan cekatan Ozan membantu Andhra memapahnya ke sofa. Ozan tadi hendak mengetuk pintu tapi saat mendengar ada benda yang jatuh, dia langsung menerobos masuk. "Bukannya kau baru saja dari kampung, mengapa harus seperti ini lagi?"

"Kau harus istirahat Ndhra!" Ozan sungguh kasihan dengan sahabatnya ini. "Kita pergi ke rumah sakit saja ya Ndhra." Ozan hendak mengirim pesan kepada seseorang melalui ponselnya.

Andhra hanya mengangkat tangannya pertanda tidak mau. Andhra terus memejamkan matanya. Dengan cekatan Ozan mengambil pil penenang dan segelas air untuk Andhra.

"Kenapa kau harus mengalami ini semua Ndhra." Ozan duduk di sofa yang lain. Dia memandang wajah sahabatnya yang mulai terlihat tenang. Suara dengkuran halus mulai terdengar, pertanda pil itu mulai bekerja.

Aku selalu berharap agar kau baik-baik saja. Nyatanya, masa lalu selalu menyiksamu begini.

Mella masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu seperti isi pesan yang di dapatnya dari Ozan beberapa menit lalu.

Mella membawa buah dan makanan serta minuman dingin.

Ozan tahu betul jika bangun nanti, Andhra pasti akan sangat kelaparan, Itulah yang sering terjadi.

"Apa dia sering seperti ini?" Tanya Mella, sudah dua kali dia melihat keadaan Andhra yang demikian.

"Kita bicarakan ini di luar." Ozan melangkahkan kakinya keluar. Di susul Mella setelah meletakkan nampan ke atas meja. Masih mencuri pandang pada tubuh yang tergolek lemah di sofa.

Mella menemui Ozan yang duduk di sofa berada di luar ruang kerja Andhra.

"Mella, apa kau benar benar menyanyi  Andhra?" Pertanyaan yang mungkin tidak bisa di jawab secara jujur oleh Mella.

Bagaimana bisa memaafkan seseorang yang telah merusak kebahagiaan keluarganya sendiri. Mungkin jika berkata 'iya' itu mudah tapi hati, sulit sekali mengiklaskan sesuatu yang di renggut paksa dari kita. Semudah itukah memaafkan orang yang telah menciptakan neraka bagi keluarga kita.

"Mella, aku tahu!  Andhra sudah membuat keluargamu hancur. Tapi pernahkah kau memposisikan dirimu dalam keadaannya. Seorang anak berusia delapan tahun harus melihat ibunya di bunuh secara keji di depan matanya sendiri? Dan semua itu adalah kelakuan ibumu. Apakah kau akan masih menuntut keadilan kepadanya?"

"Aku tahu semuanya Ozan. Aku mohon berhenti menuduhku seperti itu." Mella mulai merasa sesak di dadanya.

Ingat kemarin saat menemui ayahnya yaitu Rangga, ayah yang sudah membunuh ayah kandungnya. Tapi mengapa dia tidak bisa membenci orang yang mengasuhnya dari kecil. Malah membuat Mella ingin balas dendam kepada Andhra. Seorang kakak yang tega menghancurkan keluarganya.

"Mella, jika kamu tahu! kenapa kamu masih membenci Andhra?" Ozan menatap tajam ke netra Mella.

Mella yang duduk di sampingnya merasa gugup seketika. Dia tidak menyangka jika aksinya secepat ini di ketahui oleh Ozan.

"Apa maksud kamu, Zan?" Mella meremas ujung bajunya, Ozan tersenyum sinis melihat tingkahnya.

"Jangan pura pura tidak tahu, Mel." Ozan memainkan bolpoin di tangannya. Sesekali menyimak mimik muka lawan bicaranya.

"Maafkan aku!" Mella semakin menundukkan wajahnya. "Aku mengirimkan video itu bukan berarti apa apa, aku hanya ingin Andhra memastikan ayah tidak masuk ke dalam penjara." Sebenarnya ada rasa penyesalan di hatinya, tapi apa boleh buat semua telah terjadi.

"Hanya itu." Selidik Ozan. Mella semakin menunduk "Maaf" ucapnya lagi.

"Terakhir kali ibumu membuat Andhra tak sadarkan diri. Berapa banyak rasa sakit yang akan kalian buat untuknya. Mella, jika memang kau memaafkan Andhra, ikhlaskan dia menjalani kehidupan normalnya."

Mella semakin mulai terisak kini. Ozan tersenyum sinis.

"Aku tidak akan terpengaruh dengan air mata buayamu itu. Jika kau tidak segera menghentikannya aku tidak akan segan terhadapmu. Walaupun Andhra tidak mengizinkan, aku akan tetap membuat perhitungan." Ozan menuding Mella lalu pergi kembali ke ruangan Andhra.

"Pikirkanlah Mel, sebelum semuanya terbongkar, kita saling menyayangi sebagai teman. Tapi sekarang... Entahlah! Aku tidak tahu apa sebutan yang pantas untukmu sekarang? Musuh? Ataukah teman."

Mella semakin menundukkan wajahnya mengusap dengan kedua tangannya. Dengan langkah lebar dia hendak berjalan ke mejanya. Tapi handphone di genggamannya berbunyi. Mella mengangkatnya dengan rasa muak.

"Apalagi mau, kamu!" Mella setengah berteriak, sampai terdengar oleh ketiga orang lainnya di lantai itu.

*Sebaiknya, aku cari tempat aman, aku tidak mau membuat mereka bergosip yang tidak tidak.* Mella sadar, suaranya telah mengundang tiga sekretaris lainnya untuk keluar ruangan.

Mella masuk ke dalam lift, lalu turun ke lantai dasar. Setelah terbuka, dia berjalan cepat menyusuri lorong hingga sampai di belakang kantor.

"Apa maumu meneleponku hahh!" Mella kembali meneteskan air matanya. Dia menekan dadanya kuat. Rasa yang membuatnya tidak bisa hidup dengan damai.

"Bagus anak manis, kau telah membuat dia sekarat. Kau anak yang pintar, ingat! jika, kau berani berkhianat aku akan membunuh ayahmu." Panggilan terputus.

"Dasar perempuan gila!" Mella mengumpat melempar handphone ke tanah dan setelahnya menjatuhkan diri di atas rerumputan.

Mella tadi pagi memang menemui Andhra berkeluh kesah tentang Rangga, sesuai perintah perempuan yang menerornya. Mella memohon kepada Andhra agar mencabut tuntutan kematian sang ibu. Saat itu, Andhra hanya diam saja, berlalu pergi meninggalkan Mella.

Mella memukul dadanya berulang kali terasa semakin sesak. "Kenapa aku harus hidup diantara mereka, kenapa...! apa aku seperti tidak di izinkan hidup tenang. Apa aku tidak layak merasakan kebahagiaan?" Mella berteriak keras kedua tangannya mencengkram rumput.

Tanpa Mella sadari, seseorang berjalan menuju arahnya. Mengambil handphone yang terjatuh di atas rerumputan lalu mendekati Mella.

"Apakah kau serapuh ini, nona! Tuhan sedang mencubitmu dengan sedikit cubitan, dan kau...! Sudah menangis histeris seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Serapuh itukah dirimu."

Mella masih terisak namun mendengar seseorang mengatainya seperti anak kecil. Seketika tangisnya berhenti.

"Apa kau mengataiku cengeng?" Dia menjadi geram lalu mendongakkan wajahnya sambil menghapus air mata yang tersisa di pipi.

"Baguslah, kalau kau merasa!" Jawab orang itu dengan sinis.

To be Continued

1
Keyboard Harapan
keren
Keyboard Harapan
semangat kakak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wadduh...
ozan dilema donk,mw nolong yg mana dulu...
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
kapan Anggun palsu dapat karmanya
R.F
semangat synk
R.F
bru up lg
R.F
semangat kak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
anggun bukannya si hasna ya,yg udah operasi plastik?
aq agak amnesia😊😊😊
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduuhh...ceroboh nya Ryoki
Nafi' thook: huum. ...nggak ngerti apa kalau selama ini dia diawasi
total 1 replies
𝓓𝓮𝓪
next salam my husband is master devil
𝓓𝓮𝓪
salam ceo kejam pilihan papa
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
aq tahu apa yg Alan n cewek itu lakukan....
abis malam jumatan khan
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖: hahahhahahaaha
total 2 replies
Yukity
semangat 🆙😍
Yukity
Hai Thor mampir nih..
Salam dari
SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
Hum@yRa Nasution
aku mampir kak...

🙏🙏🙏

salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏 by. Sri Ghina Fithri
Nafi' thook: terima kasih, Kak
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
semoga pernikahan Andhra n Rossi lancar ya...
Nafi' thook: amiin, terima kasih 😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
lanjuuuuuttt
Lee
Semangat lanjut up lgi ka othor..
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
siapa????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!