NOTE: SEDANG TAHAP REVISI! (Sudah tersedia versi buku cetak)
Bagaimana rasanya, saat harus menikahi seorang gadis yang tak pernah kita inginkan? Jangankan menginginkannya, memikirkannya saja tidak pernah terlintas.
Randy Sebastian, Siswa SMA berusia 18 tahun yang terkenal nakal di Sekolahnya. Memiliki wajah tampan, dan berlesung pipi, yang membuatnya terlihat semakin manis. Harus dihadapkan dengan kenyataan yang tak pernah dia harapkan, dimana dia harus menikahi Dania Hamish, seorang Siswi yang memiliki wajah jauh dari kata cantik. Berusia 17 tahun, berkulit putih, berkaca mata tebal, memiliki tompel di pipi kanannya, dan rambutnya selalu diikat dua, karena sebuah insiden.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahdania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dania mendorong tubuh Randy sampai terjatuh ke lantai.
Randy meringis kesakitan sambil memegang tangan kanannya.
Dania menatap Randy dengan kesal, bisa-bisanya Randy berpura-pura kesakitan seperti itu, pikir Dania.
Randy pun mencoba bangun.
"Ahh, tangan gue sakit banget, kayaknya keseleo, deh., ucap Randy sambil menunjukkan ekspresi kesakitan. Dania terkejut mendengar ucapan
Randy.
"Apa iya separah itu? Perasaan ga kenceng-kenceng amat deh dorongnya" batin Dania.
Dania pun membantu Randy untuk bangun.
"Sini, gue bantuin!" ucap Dania sambil membantu Randy duduk di sofa.
Randy masih meringis kesakitan sambil memegang tangan kanannya.
"Apa beneran sakit, Rand?" tanya Dania mulai cemas.
Randy hanya mengangguk. Dania pun penasaran dan menyentuh tangan kanan Randy.
"Aarrgghhh... Kenapa dipegang, sih? Udah dibilang sakit!" kesal Randy. Bisa-bisanya Dania berpikir dia bercanda.
"Ayo, kita ke Rumah Sakit!" ucap Dania sambil memapah Randy, tak ada penolakan dari Randy.
Sepanjang perjalanan dari unit apartemen menuju lobi, Dania terus memeluk Randy dari samping, padahal tangan Randy yang keseleo, bukan kakinya, tetapi Dania seperti tak ingin melepaskan pelukannya, Dania jadi merasa bersalah karena Randy celaka gara-gara dia mendorongnya.
Dania dan Randy masuk ke dalam mobil, Dania langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.
Sesampainya di Rumah Sakit, Randy langsung mendapatkan penangan dari Dokter, Dania hanya melihat dengan raut wajah cemas, ditambah saat Randy meringis kesakitan ketika Dokter memeriksa tangannya.
"Jadi Dok, suami Yaya ga apa-apa kan? tanya Dania cemas.
Dokter mengerutkan dahinya dan melihat Randy bergantian dengan Dania.
"Apa benar mereka suami istri? pasangan yang sangat muda sekali, mungkin terjadi kecelakaan, sudah tak heran anak muda jaman sekarang." batin Dokter.
Dokter pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Tidak apa-apa, hanya keseleo saja. Paling tidak, butuh beberapa hari baru akan benar-benar pulih," ucap Yokter sambil memakaikan arm sling pada tangan Randy.
Dania pun mengangguk.
Setelah itu, Dokter memberikan resep obat dan mereka pun pamit, lalu keluar dari ruangan Dokter menuju ruang farmasi untuk menebus obat. Setelah selesai, mereka kembali ke apartemen.
***
Sesampainya di apartemen, Dania langsung membawa Randy ke kamarnya.
"Istirahat dulu, ya, gue mau bikin bubur dulu buat lo, lo harus minum obat soalnya," ucap Dania.
"Iya, jangan lama-lama," ucap Randy dan di jawab anggukan oleh Dania.
Dania bergegas menuju dapur dan dia pun kebingungan bagaimana caranya membuat bubur?
"Dasar bodoh, lihat aja di yout*be," gumam Dania sambil menepuk jidatnya. Dania mengambil ponselnya dan langsung mencari bagaimana cara membuat bubur?.
Selesai membuat bubur, Dania segera membawa satu mangkuk bubur dan satu gelas air hangat ke kamar Randy.
"Rand, makan dulu nih, terus minum obat," cap Dania sambil meletakkan bubur di laci nakas di samping tempat tidur.
"Gue tinggal, ya, gue mau mandi dulu, gerah," ucap Dania sambil berjalan ke arah pintu.
"Terus, gue gimana makannya? Tangan gue 'kan lagi cedera," ucap Randy.
Dania pun berbalik dan mendekati Randy kemudian mengambil buburnya.
"Maaf ya, gara-gara gue, lo jadi kesusahan kayak gini. Gue janji akan bertanggung jawab, gue bakal ngurus lo sampai sembuh," ucap Dania sambil menyuapi Randy.
Randy pun tersenyum dan terlintas pikiran licik untuk memanfaatkan keadaannya.
"Emang udah seharusnya kali, biar pun bukan gara-gara lo juga, lo tetap harus ngurusin lo, secara gue suami lo," ucap Randy.
"Iya, iya. Ya udah, cepetan abisin buburnya terus minum obat," ucap Dania dan dijawab anggukan oleh Randy.
Setelah selesai makan, Dania membantu Randy minum obat.
"Aaarrghh... Sakit Rand," Dania meringis saat tak sengaja Randy menggigit jarinya.
"Maaf, ga sengaja," ucap Randy.
"Ya udah, nih minum." Dania membantu Randy meminum air.
Tak lama Randy pun mengantuk dan tertidur.
******
Randy terbangun dari tidurnya karena merasa kegerahan, dia sungguh tak nyaman karena tubuhnya terasa lengket. Randy memanggil Dania, Dania yang sedang berada di kamarnya langsung berlari menuju kamar Randy.
"Ada apa?" tanya Dania.
"Badan gue lengket nih, keringetan," ucap Randy.
"Terus kenapa?" tanya Dania bingung.
"Bantuin gue mandi, dong," ucap Randy sambil menyeringai.
Dania pun terkejut.
"Apa? Gue ga mau!" tolak Dania.
"Huh, katanya mau bertanggung jawab," ucap Randy sambil mengerucutkan bibirnya.
Dania pun mengembuskan napas kasar.
"Ya udah, gue bantu," ucap Dania.
Randy tersenyum senang.
"Siapin dulu airnya, gue mau berendam," ucap Randy.
Dania mengangguk dan pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Setelah selesai, Dania mengajak Randy ke kamar mandi. Randy kesulitan saat akan membuka pakaiannya.
"Bantu bukain baju gue, dong," ucap Randy.
Dania menurut dan mulai membuka baju Randy sehingga kini Randy sudah bertelanjang dada.
"Celananya juga, masa setengah-setengah," ucap randy sambil menyeringai.
"Celana juga?" ucap Dania syok seraya menatap Randy.
"Iyalah. Emang ada, orang mandi pake celana?" ucap Randy.
Dania menelan air liurnya dengan susah payah. Dia berlutut dan membantu Randy membuka celananya.
Dania membulatkan matanya, dia terkejut saat melihat ada sesuatu yang bergerak dari dalam kain segitiga yang Randy kenakan.
"Udah deh, lo mandi sendiri," ucap Dania.
Dania pun berlari meninggalkan Randy di kamar mandi.
Randy terkekeh melihat tingkah malu-malu Dania.
Dania berlari menuju kamarnya dan memegang dadanya yang sedang berdegup kencang tak karuan. Dania menggelengkan kepalanya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Dania pun keluar dari kamar dan pergi menuju kamar Randy.
"Randy udah selesai mandi belum, ya?" gumam Dania.
Dania membuka pintu kamar Randy dan tak menemukan Randy di sana. Dania pun membuka pintu kamar mandi.
"Aarrgghh... Kenapa ga pake handuk sih?" Dania berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. saat melihat Randy yang tak memakai sehelai benangpun.
Randy pun tersenyum dan meminta Dania memakaikannya handuk. Dania perlahan mengampiri Randy dengan matanya masih terpejam.
Dia berjalan hati-hati mendekati Randy dan mengambil handuk yang Randy berikan, dengan hati-hati dia memakaikan handuk pada Randy.
mereka pun keluar dari kamar mandi, kemudian dilanjutkan dengan Dania membantu memakaikan Randy baju layaknya seorang inu memakaikan anaknya baju.
Setelah selesai, Randy tersenyum dan memeluk pinggang Dania, di mengecup pelipis Dania.
"Makasih ya, istriku," ucap Randy.
Wajah Dania memerah mendengar ucapan Randy.
Dania pun tersenyum sekilas dan melepaskan pelukan Randy.
"Sama-sama," ucap Dania sambil tersenyum.
Cup!
Dania mengecup pipi Randy dan berlari keluar dari kamar Randy, meninggalkan Randy yang diam mematung sambil memegang pipinya yang terkena ciuman Dania.
"Ga akan gue hapus," Gumam Randy sambil tersenyum.