NovelToon NovelToon
Merawat Majikan Lumpuh

Merawat Majikan Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Indira termangu mendengar permintaan nyonya Hamidah,mengenai permintaan putra dari majikannya tersebut.
"Indira,,mungkin kekurangan mu ini bisa menjadi suatu manfaat bagi putraku,, mulai sekarang kamu harus menyerahkan asimu buat diminum putraku,kami tahu sendiri kan? putraku punya kelainan penyakit ." ujar nyonya Hamidah panjang lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Clarissa tahu..

Kehadiran Clarissa di rumah Arjuna sore itu menambah keruh pikiran pria tersebut. Clarissa, model cantik yang selama ini menjadi kekasih resmi Arjuna di mata publik, masuk ke ruangan dengan wajah menuntut penjelasan. Ia sudah mendengar desas-desus tentang kepulangan Arjuna yang mendadak dari Semarang dan bagaimana pria itu kini lebih sering berada di rumah.

​"Sampai kapan aku harus menunggu kejelasan darimu Juna?" Clarissa melipat tangan di dada, berdiri tepat di depan Arjuna,tanpa menyapa calon ibu mertuanya.

"Clarissa,,kalau bertamu itu yang sopan,,datang datang langsung nyerocos saja tanpa memberi salam terlebih dahulu pada tuan rumah,,kamu tidak punya sopan santun sama sekali!" tegur Hamidah tidak suka.

"Eehhh maaf tante,,saya tidak melihat." Clarissa menjawab dengan santainya.

"Arjuna,,sepertinya kamu harus memikirkan ulang hubungan mu ini,,ibu tidak suka dengan orang yang tidak punya sopan santun!" Hamidah berdiri lalu beranjak dari sana meninggalkan Arjuna dan Clarissa yang wajahnya sudah semerah tomat karena malu.

Gadis itu mengepalkan tangannya menahan kesal pada ibu dari calon tunangannya tersebut.

Disinggung soal adab dan sopan santun,membuatnya tersinggung,tapi dia tidak berani protes,apalagi melabrak wanita setengah abad itu.

Setelah Hamidah pergi,Clarissa langsung duduk disebelah Arjuna.

​Arjuna hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada ponselnya. "Aku sibuk, Cla. Kalau tidak ada yang penting, silakan keluar."

​"Ini penting! Hubungan kita penting!" Clarissa menggebrak meja. "Kamu menghilang berminggu-minggu. Kamu tidak bisa dihubungi,seperti ditelan hantu saja,,."

​Arjuna meletakkan ponselnya di meja. Tatapannya menajam. "Jaga bicaramu. aku sibuk! aku tidak punya waktu untuk hal hal lainnya!."

"Untuk mengurus bocah ingusan itu kamu punya waktu! kamu pikir aku tidak tahu soal anak pelayan itu? sebenarnya aku sudah curiga kepada anak ingusan itu,kamu punya hubungan kan dengan nya?"

Arjuna diam,lebih tepatnya malas menjawab.

​"Oh, jadi benar? kamu punya hubungan dengan anak miskin itu? selera mu sudah turun sekarang ya? lebih memilih anak ingusan ketimbang aku?Kamu lebih memilih mengurusi dia daripada menemuiku?" Clarissa tertawa sinis. "Juna, kita sudah menjalin hubungan hampir dua tahun. Orang tua kita sudah bicara soal pertunangan. Mau dibawa ke mana hubungan kita kalau kamu malah sibuk bermain rumah-rumahan dengan anak SMA?"

​Arjuna bangkit dari kursinya, berjalan mendekati Clarissa hingga jarak mereka hanya beberapa senti. Atmosfer ruangan seketika mendingin.

​"Dengar, Clarissa. Aku tidak pernah menjanjikan pernikahan padamu," ucap Arjuna dengan suara rendah yang mengancam. "Hubungan kita... anggap saja sudah sampai di sini."

​Clarissa terbelalak. "Apa? Kamu memutuskanku demi dia? jadi benar kamu menyukai anak sialan itu?"

"iya,memangnya kenapa? aku menyukai nya,menikmati nya,kenapa? ada yang salah?"

Glekkk..!

Clarissa menelan ludahnya kasar.

Ungkapan Arjuna barusan di telinganya seperti ungkapan dari lubuk hatinya.

"Juna! apa yang kamu katakan? jangan membuat ku terkejut begini,kalau niatmu ingin membuat ku terkejut,fine! kamu sudah berhasil melakukannya! aku tidak percaya kalau kamu ada hubungan dengan wanita ingusan itu!"

​"Tebakan mu benar Clarissa,,dan dia adalah istriku,ibu dari calon anakku," potong Arjuna cepat.

​Kalimat itu bagai petir di siang bolong bagi Clarissa. "Istri? calon ibu dari anakmu? Kamu... kamu menikahinya? Kamu gila, Arjuna! Reputasimu akan hancur kalau orang tahu kamu menikahi anak pelayan!" tidak berapa lama Clarissa tertawa frustasi.

"Kapan kamu menikahinya hah? apa maksud semua ini? kamu sedang mem Frank aku kan?"

Arjuna diam saja melihat Clarissa tertawa pahit.

"Juna,tolong serius bicara,,jangan membuat ku naik pitam." Clarissa menekan suaranya dengan tatapan tajam.

"Hmm,," pria itu malah hanya berdehem menanggapi kemarahan gadis itu.

"Arjuna! jelaskan padaku semua nya! termasuk gadis sialan itu!" desak Clarissa tidak sabaran.

​"Itu urusanku, bukan urusanmu. Sekarang, keluar sebelum aku memanggil keamanan," Arjuna berbalik badan, membelakangi Clarissa.

"Jadi kamu serius mengatakan ini Juna?" teriak Clarissa.

"Apa aku ada waktu bercanda? atau apa aku suka bercanda?"

Clarissa hampir jatuh lunglai ke lantai,tenaganya mendadak hilang mendengar pengakuan calon tunangannya itu.

​"Kamu akan menyesal, Juna!" teriak Clarissa dengan mata berkaca-kaca karena marah dan malu. "Gadis itu tidak akan pernah bisa mengimbangimu. Dia hanya beban bagimu!"

​Setelah Clarissa pergi, Arjuna menghela napas panjang. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.

Bukannya pergi pulang,Clarissa malah berbelok ke paviliun mencari keberadaan Indira.

"Mana Indira?" tanya Clarissa dengan mata memerah.

Siti yang kebetulan pelayan yang ditanya,menggelengkan kepalanya takut.

Clarissa mencari ke kamar yang ada di paviliun.

Satupun tidak ada sosok Indira.

kemana Arjuna menyembunyikan gadis itu?

Clarissa yang menahan amarah hanya bisa menghentakkan kakinya dilantai,karena gagal menemukan Indira.

Clarissa mendatangi setiap ruangan yang ada disana.

"Hei,,pelayan tidak tahu diri! mana putrimu hah? kamu sengaja ya mendorong putri mu untuk melebarkan pahanya pada Arjuna? kamu pikir dengan menjual putrimu pada Arjuna derajat mu jadi naik? pelayan seperti mu tetap lah akan menjadi pelayan,jangan lupa status mu!" Clarissa yang mendapati Darsih sedang membersihkan lantai paviliun langsung menyerang mental dan status nya.

"Non Clarissa,," bisik Darsih termangu.

"Kenapa? terkejut karena aku sudah tahu mengenai kelicikan kalian hah? pelayan miskin seperti kalian memang sangat licik,sangat pintar memanfaatkan situasi,lengah sedikit kalian pasti beraksi." lagi lagi Clarissa menyerang mental pelayan itu.

Bertepatan saat Clarissa hendak pergi,muncullah Indira mau kedapur mengambil minum.

​"Jadi kamu orangnya?" Clarissa menatap Indira dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan menghina. "Murahan sekali. Kamu pikir dengan hamil, kamu bisa memiliki Arjuna seutuhnya?"

​Indira gemetar, namun mulutnya terkunci rapat,tidak dapat berkata kata.

"Kamu tahu kan aku ini calon tunangannya Arjuna? kenapa kamu masih menggodanya hah? kamu tidak sadar ya dengan status mu? kamu melebarkan pahamu pada Arjuna sehingga kamu hamil anaknya Arjuna hah?" teriak Clarissa seperti orang kesurupan.

​"Aku lah wanita yang seharusnya menjadi istri Arjuna, kalau bukan karena sampah seperti kamu yang datang merusak semuanya!" Clarissa mendekat, tangannya terangkat hendak mendaratkan tamparan di wajah Indira.

​"HENTIKAN!"

​Suara bariton yang sangat dikenal keduanya menggelegar dari arah pintu masuk. Arjuna datang di saat yang tepat.

​Ternyata Arjuna curiga karena suara mobil tidak terdengar pergi,membuatnya menduga kalau Clarissa belum pulang dari rumahnya.

ternyata tebakannya benar.

Clarissa sedang merundung wanita yang sebentar lagi memberikan keturunan padanya.

"Juna..," gumamnya lalu menurunkan tangannya,mengurungkan niatnya mau menggampar gadis itu.

"Indira,kembali ke kamarmu!"

titah Arjuna dingin.

Indira mengangguk lalu kembali ke kamarnya.

"Juna! kenapa kamu lebih membela wanita gatal itu hah? aku ini calon tunanganmu kalau kamu lupa!"

Clarissa tidak tahan lagi dengan sikap Arjuna menatap tajam seperti hendak menelan.

"Kita putus!"

"Juna!" bentak gadis itu membelalak terkejut.

"Aku tidak mencintai mu sama sekali Clarissa! kamu tahu itu!"

"Apa? jadi malam malam yang kita lewati bersama apa namanya kalau bukan cinta?"

"Itu hanya kebutuhan biologis,,kamu yang menggodaku,kamu yang memaksa ku melakukannya,,bahkan kamu yang selalu menjebakku,," desis Arjuna tanpa bersalah.

"Jadi itu sebabnya kamu menolak berhubungan kalau tidak pakai pengaman? semua itu karena kamu tidak mencintai ku?kamu tidak ingin punya ikatan dengan ku?kamu tidak ingin aku melahirkan anakmu?" cecar Clarissa menangis.

"Intinya aku tidak mencintai mu,,"

"Ohh,,jadi kamu menghamili gadis itu karena kamu mencintai nya begitu?" todong Clarissa.

"Aku ingin punya keturunan dari wanita baik baik,wanita bersih,bukan wanita yang suka dimasuki banyak pria seperti mu."

Deg!

jantung Clarissa mencelos mendengar ucapan Arjuna.

"Kita sudah sepakat untuk tidak membahas itu Arjuna,,aku sudah berubah,aku sudah bilang tidak pernah melakukan itu lagi saat sudah menjalin hubungan denganmu." isak Clarissa memelas.

"Benarkah? jadi siapa wanita yang digerayangi dua pria minggu lalu? apa aku salah orang?"

Tubuh Clarissa seketika tremor,,wajahnya pucat pasi.

"Ju..Juna..- aku,,aku,,"

"Kamu pikir aku tidak memantaumu hmm? jika saja kamu wanita bersih,,aku tidak mempermasalahkan soal cinta,,mungkin cinta bisa hadir seiring waktu,tapi mengenai ibu dari anakku,aku tidak bisa tolerir,,aku tidak mau anakku lahir dari wanita yang kotor!"

kata kata Arjuna menamparnya.

Sakit,,meskipun tidak berdarah.

"pergi lah sebelum aku semakin muak melihat mu!"

"Juna! kita sudah sepakat akan menikah!" tegas Clarissa.

"Orang tua kita yang sepakat,bukan kita,apalagi aku,," ralat Arjuna.

"Juna,semua orang sudah tahu kita sepasang kekasih,,apa kata orang kalau tahu kita putus?"

"Jangan memikirkan apa kata orang,,seiring waktu mereka akan melupakan nya.

Sekarang juga pergi dari rumah ku! dan ingat! jangan pernah kemari lagi,karena kedepannya aku akan semakin sibuk!"

Usir Arjuna.

"Kamu keterlaluan Juna! kamu akan menyesal melakukan ini padaku!"

bersambung...

1
Fitri Ani Silitonga
cerita novel ini sangat menarik, alur cerita nya bagus, tidak pernah bosan untuk baca novelnya karna alurn ceritanya menarik dapat di mengerti alur cerinta
Sila Lahi
lanjut thor ♥️♥️♥️
refinorman norman
up lagi Thor suka dgn cerita kamu ini
Sila Lahi
bakal seru ini ceritanya soalnya bakal kabur indiranya sama bi darsih mengawali hari baru tanpa tekanan♥️♥️♥️
Sila Lahi
semangat thor ♥️☺️
Las Manalu Rumaijuk Lily: terimakasih kk
total 1 replies
Fitri Ani Silitonga
thor kapan Arjuna menyatakan perasaannya pada Indira
semoga aja pernikahan Indira dan Arjuna di warnai cinta
mili
sampai kapan Indira d siksa thor
mili
aku berharap mereka akan saling jatuh cinta dan Arjuna gak egois lagi ke Indira
🇦 🇵 🇷 🇾👎
laki babi... jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mudh"n.... hd lh wnt yg keras kau
refinorman norman
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lama jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kok mkin yak babi kau... lki monyet... gk tau dr...

klo gt gn kn cr pnculik kn hamidh.... tutup semua jalur indi dr ank kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
mili
seru
ria rosiana dewi tyastuti
bawa minggat aja sdh yah.....👍 biar kapok
🇦 🇵 🇷 🇾👎
Aq dkg ayh z lh...
refinorman norman
q mendukung mu ayah,,, 💪
Manis
good ayah.
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... bikin risa gk jd nkh dong... yg blh nikh indi... ksian dy... hny di aggp pemuas obt bg juna... dmn rs ht mu kk yg nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!