Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.
Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Dilema masa lalu
Zita menarik napas lega saat melihat berita di medsos tentang kematian, Rudy, suami sirinya. Tidak ada berita yang mengaitkan kematian dirinya dengan Rudy.
Kesaksian Dewi serta dirinya saat diperiksa tidak menimbulkan kecurigaan. Dewi menjelaskan kalau almàrhum yang datang menemui Zita. Tidak ada tindak kekerasan. Penjelasan dokter juga kalau Rudy murni kena serangan jantung.
Hanya saja seminggu setelah kematian Rudy, Zita menerima telepon gelap dari seseorang. Mengancam akan membongkar rahasia kehidupan Zita dimasa lalu bersama Rudy.
"Kamu boleh menarik napas lega saat ini. Tapi tunggu, suatu hari aibmu akan terbongkar. Aku akan buat kamu menyesal pernah dilahirkan ke dunia ini."
"Hallo, ini siapa?" seru Zita kaget luar biasa menerima telepon gelap itu. Namun, panggilan telah diputus. Ancaman itu seketika membuat wajah Zita pucat pasi. Apakah selama ini telah dimata-matai seseorang? Apakah orang yang mengirim foto dirinya pada Caleb adalah orang yang sama?
Zita kesal karena belum menemukan sama sekali siapa yang telah memberi informasi tentang dirinya dan Rudy pada Caleb. Entah siapa yang harus ia curigai. Semua orang-orang disekitarannya tidak seorang pun patut dia curigai. Lantas, kenapa ada seseorang yang menerornya kini, bahkan mengetahui masa lalunya.
Zita memeras otaknya, memutar-mutar memori ingatannya. Apakah ada seseorang yang telah ia sakiti sehingga tengah merencanakan aksi balas dendam padanya.
Zita ingat akan Ameera. Mantan istri suaminya itu patut punya motif dendam padanya. Karena telah selingkuh dengan Caleb. Namun, Zita ragu kalau Ameera mengetahui masalalunya terutama tentang, Rudy.
Ameera pasti tidak punya waktu untuk mengurusi hal seperti itu mengingat kesibukannya meniti karir. Tiba-tiba Zita ingat sebuah nama, Rumi! Rumi adalah temannya satu kost sewaktu masih bekerja di kota P. Berkat Rumi lah dia kenal Rudy masa itu.
'Tapi Rumi sudah meninggal? Dalam kebakaran kost malam itu? Meski mayat Rumi tidak ditemukan, karena sudah dipastikan jadi abu dalam kebakaran hebat malam itu. Apakah Rumi malah berhasil melarikan diri?' monolog hati Zita.
Cuma Zita yang tau alasan kenapa sampai terjadi kebakaran malam itu.
Zita cemburu dengan kehidupan mewah yang berikan oleh Rudy kepada Rumi sahabatnya. Teman kerjanya di pabrik garmen tujuh tahun lalu. Karena kehidupan ekonomi yang sulit. Gaji kecil membuatnya tidak mampu hanya untuk sekedar membeli bedak.
Sebagai tulang punggung keluarga gajinya habis dikirim ke orangtuanya di kampung. Sementara Rumi hidupnya tampak mewah karena menjadi istri simpanan Rudy.
Zita tidak pernah mau cerita pada siapapun soal itu. Dia menyimpan rahasia Rumi, karena Rumi memperlakukannya dengan baik. Sering membantunya dalam hal keuangan.
Hingga disuatu saat dia berniat jahat pada sahabatnya itu. Ingin menggantikan posisi Rumi. Perlahan tapi pasti dia mulai melancarkan rayuan pada Rudy. Sampai menyerahkan kesuciannya pada lelaki yang sudah beristri itu. Lelaki kaya yang memiliki banyak bisnis dan sekaligus pejabat.
Beruntung sekali memang, setelah diadakan penyelidikan kasus kebakaran itu murni karena korsleting. Zita lepas dari tuduhan, padahal kebakaran itu adalah akibat ulahnya. Untuk melenyapkan sahabatnya Rumi. Tujuannya berhasil, dia menggantikan posisi Rumi sebagai istri simpanan.
Sejak itu kehidupan Zita berubah. Dia bisa mengangkat derajat keluarganya.
Seiring waktu istri Rudy curiga kalau suaminya selingkuh. Zita terpaksa kembali ke kota asalnya. Untuk menghindari masalah. Berkat koneksi Rudy pula Zita bisa bekerja di perusahaan yang sama dengan Caleb.
Meski sudah terpisah kota, hubungan Rudy danZita tidak putus. Rudy secara berkala tetap datang mengunjungi istri sirinya.
Zita terhenyak ingat semua kisah masa lalunya itu. Betapa uang dan harta telah mengubah tabiatnya. Sekarang, Rudy sudah meninggal karena ulahnya juga karena ketahuan poliandri. Jika memang Rumi belum meninggal dan sedang mengamatinya di luar sana, tinggal menunggu waktu saja untuk kehancurannya.
Caleb yang dia harapkan akan pelabuhan terakhirnya malah telah mendepaknya. Tinggal menunggu proses perceraian mereka. Tiba-tiba rasa takut mencekam segenap sanubari, Zita. Namun, detik berikutnya hatinya berubah bebal juga.
"Untuk apa aku cemas. Belum tentu semua yang aku pikirkan itu terjadi. Selagi aku punya uang dan harta, aku pasti bisa mengatasi semua masalah yang datang." Senyum sinis Zita menghiasi wajahnya penuh percaya diri.
***
Ameera berlari kecil di trotoar di ujung gang dimana taxi yang sudah dia pesan sedang menunggunya. Hari ini Ameera, hendak menyerahkan beberapa sketsa rancangannya untuk diperiksa, Richi. Selain itu, Richi juga mengatakan mengundang seorang ceo untuk memperkenalkan karya rancangan Ameera.
Meski panik dan deg-degan Ameera menerima tawaran Richi. Sepuluh contoh sketsa terbaiknya sudah dia persiapkan dan tersimpan rapi di tasnya.
Richi sudah wanti-wanti agar Ameera datang secepatnya, jangan sampai terlambat. Karena ceo sahabatnya itu sangat ketat soal waktu. Karena itulah Ameera datang satu jam sebelum perjanjian karena takut macet di jalan
Tinggal tiga langkah lagi Lira menuju taxi, tiba- tiba seorang kakek terjatuh di jalan seraya menekan dadanya. Ameera bingung mau masuk taxi atau mengabaikan saja kakek itu. Tapi nuraninya bicara lain.
"Pak, bentar ya. Sepertinya kakek itu butuh pertolongan." Bergegas Ameera mendekati kakek itu.
"Kakek kenapa? Apa kakek terluka?" ucap Ameera memeriksa sang kakek.
"Tolong aku, nak," ucap kakek itu susah payah, karena napasnya terasa sesak.
"Iya, Kek. Bentar ya." Ameera berlari ke arah taxi.
"Pak, kakek itu butuh pertolongan. Kita harus bawa segera ke rumah sakit terdekat."
"Apa Ibu kenal beliau?" ucap supir taxi. Takut kalau kakek itu hanya bersandiwara. Zaman sekarang modus kejahatan makin marak. Jadi harus lebih waspada.
"Aku tidak mengenalnya, Pak. Tapi kakek itu sepertinya sakit. Ayolah, Pak!" desak Ameera.
"Baik, Bu." Pak sopir dan Ameera memapah tubuh kakek itu masuk kedalam taxi. Lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.
Tiba di rumah sakit para petugas medis menyambut mereka. Si kakek dibawa keruang gawat darurat. Setelah beberapa saat diperiksa seorang suster menghampiri Ameera untuk menandatangani surat izin operasi.
"Ibu keluarga pasien, kakek itu ya?"
"Oh, bukan suster. Saya hanya menolong kakek itu karena terjatuh di jalan."
"Tapi ibu harus menandatangani surat ini. Kakek itu butuh tindakan medis yang serius. Si kakek terkena serangan jantung. Jadi harus segera dioperasi."
Tanpa pikir panjang Ameera menandatangani surat izin operasi, yang penting kakek itu selamat. Jika sudah sadar nanti keluarganya bisa dihubungi.
Tiba-tiba ponsel Ameera berdering. Ameera baru ingat akan tujuannya semula.
Ameera panik karena yang menelepon adalah Richi.
"Mbak Ame dimana? Kenapa belum muncul juga. Ceo nya sudah hadir, Mbak. Bisa gawat kita kalau gak disiplin waktu."
"Aku di rumah sakit, Mas. Menolong kakek yang terjatuh di jalan tadi."
"Hah! Mbak di rumah sakit?" teriak Richi panik.
Bersamaan dengan itu, ceo yang diundang Richi juga menerima telepon.
"Apa! Kakek menghilang?! ***