Jatuh Cinta lalu menikah dengan seorang OB, Vanya tidak peduli atas omongan orang lain yang merendahkan pilihan hatinya termasuk papinya sendiri. Banyak hal yang di rahasiakan Leon, namun pada akhirnya Leon terbuka juga pada Vanya.
Sama-sama di besarkan dari keluarga yang tidak lengkap bahkan di masa lalu keluarga Vanya dan Leon di hancurkan orang yang sama, membuat Leon bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Hentikan
"Wah, akhirnya karma berpihak pada Naomi juga...!" ucap Bagas membuat Vanya dan Liana bingung.
"Karma apa?" tanya Vanya.
"Nih kak, video tak senonoh Naomi tersebar di jagat maya. Katanya Naomi ketahuan selingkuh dengan suami orang dan yang lebih parahnya lagi si tunangan Naomi itu sudah membatalkan pernikahan mereka," ujar Bagas memberitahu.
"Pasti papi kalian terkena serangan jantung. Secara Naomi kan anak tiri kesayangan sekaligus kebanggaannya!" ucap Liana yang sangat geram.
"Biar tahu rasa mi, selama ini keluarga mereka sudah sangat menyudutkan kita." Vanya merasa puas.
"Apa kalian tidak mau menjenguk papi kalian?" tanya Liana langsung di tolak Bagas dan Vanya, "ya setidaknya kalian bisa memberikan mereka ucapan selamat!"
Bagas tersenyum lebar. "Bagaimana kak?" tanya Bagas lagi.
"Boleh, besok kita akan pergi," ujar Vanya yang tertarik.
"Jangan lupa bawa hadiah!" seru Liana.
Hasil dari tersebarnya rekaman tersebut, pria yang ketahuan tidur bersama Naomi langsung di gugat cerai dan di tendang dari keluarga istrinya. Citra sebagai keluarga pelakor kembali tersemat pada Mira membuat wanita itu malu setengah mati.
"Kamu sudah membuat malu mamah Naomi. Apa yang harus kita lakukan sekarang hah?" Mira marah besar.
"Pasti ada yang menjebak Naomi mah. Ini semua fitnah!" Naomi masih tidak mau mengakui perbuatannya.
"Fitnah bagaimana? sudah jelas itu wajah kakak!" sambung Naura adik Naomi yang entah tidak di ketahui siapa ayah kandungnya.
"Diam kau anak haram!" bentak Naomi kesal.
"Aku memang anak haram. Tapi, apa pun yang aku lakukan tidak pernah seharam kelakuan mu!" balas Naura membuat Naomi geram.
"Naura, masuk ke kamar mu. Dan kau Naomi, bujuk Darius sekarang juga. Mamah akan pergi ke rumah sakit!"
"Darius sudah membuang ku mah, bagaimana aku harus berlutut di bawah kakinya untuk meminta maaf?"
"Darius itu anak tunggal kaya raya, kau harus bisa mendapatkan dia kembali...!"
"Dia kan pandai merayu laki-laki, kenapa tidak mencari pria kaya yang lainnya saja?" Naura mencibir Naomi.
"Bedebah sialan kau Naura!" sentak Naomi hendak melayangkan tangannya ke wajah Naura namun dengan cepat Naura menepisnya.
"Sepertinya kau harus mengubah hidup mu yang penuh dengan iri dengki ini. Tidak semua orang takut pada mu!" ujar Naura lalu mendorong Naomi.
"Hentikan!" sentak Mira yang sudah pusing dengan kedua anaknya, "lebih baik kau pergi sana...!" ujar Mira pada Naura.
"Aku memang ingin pergi, lama-lama di rumah ini bisa mati aku...!" cibir Naura kemudian beranjak dari duduknya.
"Pergi sana, mati sana....!" teriak Naomi emosi.
"Jaga mulut mu Naomi, dia adik mu!" Mira membentak Naomi.
"Naura bukan adik ku, mamah saja tidak tahu siapa ayahnya!"
"Diam kau Naomi...!" suara Mira menggema di ruang tamu rumahnya.
Naura yang baru sampai pintu hanya bisa tertawa masam.Sebenarnya sakit juga setiap kali Naomi mengatainya anak haram. Namun mau bagaimana lagi, ini sudah takdir dalam hidupnya.
Mira mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali memukul wajah Naomi namun masih bisa di tahan. Mita memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, membiarkan Naomi seorang diri di rumah.
Sementara itu, Leon merasa sedikit puas karena sudah membuat sedikit kekacauan. Tidak ada yang tahu jika ini adalah perbuatan Leon, termasuk Vanya.
"Ini hanya permulaan, aku akan membuat hidup kalian jauh lebih mengerikan nanti," ucap Leon.