Aury Sasikirana 20 tahun, dijual sang ayah lalu dibeli seorang pria dewasa yang sedang mencari calon istrinya.
Luke pencariannya membawa dia ke Jakarta dan bertemu dengan Kiran, seorang gadis yang juga mengalami sebuah kepedihan hidup yang sama dengan Dayana kekasihnya yang yaitu human trafficking (Perdagangan manusia/ Perbudakan modern) Kiran akan di jual oleh ayahnya sendiri.
Luke menawarkan bantuan pada Kiran dengan persyaratan Kiran mau membantu dia mencari Dayana di kota itu.
"Tolong belilah aku kepada ayahku, jika tidak malam ini ibu dan adikku akan dibuang!" Pinta seorang gadis muda pada Luke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengganjal.
“BUNN—“
Suara protes Kiran terpotong oleh bungkaman bibir, ia sedikit terlonjak kaget saat Luke mendorongnya tiba-tiba, dan kini merapatkan tubuh mereka dengan bibir yang menyatu.
Aroma segar helaan nafas Luke bisa Kiran rasakan dengan sentuhan daging lembut pada bibirnya itu, Luke menggerakkan lembut bibkrnya pada bibir Kiran dan tangannya menahan sebelah tangan Kiran, ia memejam menikmati rasa yang ia aliri lalu kemudian membuka matanya.
Kiran langsung mendorong Luke mengingat ini salah, “Bunny kau—“
Luke sadar ia merasakan malu sekali, bagaimana bisa dia kehilangan control, satu usapan tangan lelaki itu layangkan pada wajahnya lalu ia menarik nafasnya, “Maaf kau mengingatkanku pada Dayana.” Luke salah tingkah, ia menjauh dari Kiran.
Sementara Kiran seperti mendapatkan siraman air yang sangat panas dan hantaman kuat pada dadanya, bisa-bisanya lelaki ini menganggapnya adalah Dayana.
Benar ia fikir ini salah dan sebuah kesalahan. Hal yang pertama kali baginya seharusnya menjadi sebuah hal manis tapi malah menjadi sebuah hal yang menyakitkan seseorang menciumnya namun membayangkan orang lain.
Sungguh rasanya Kiran ingin menangis namun tidak bisa. Anggaplah memang dia adalah wanita yang sudah di beli Luke dan dia tidak boleh protes, apa lagi sampau tidak tahu diri.
“Aku akan keluar menemui paman! Tetaplah disini, nanti sore aku akan menghantarkanmu ke kantor Arga.” Luke menjadi salah tingkah sendiri, ia yang sudah mengambil kunci mobil pun segera keluar dari sana.
Suara pintu yang kembali tertutup seakan kembali menyadarkan Kiran, ia yang mematung dan terpatri ditempatpun segera pergi dari sana.
Kiran menyentuh bibirnya sendiri, jantungnya masih berpacu sangat kencang, lelaki yang beberapa waktu ini merasuki dirinya baru saja menautkan bibir, berdiri tanpa jarak dan sungguh mengalihkan dunianya.
Segera Kiran masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan air mengusap bibinya sendiri, ‘Maaf kau mengingakanku pada Dayana…’ Tidakkah seperti orang yang terbang lalu di tarik dan dihempaskan kejurang?
Berengsekkkk!
...***...
Hari beranjak sore, Kiran sudah berada di Kantor milik Arga sedari tadi, semuanya tidak seperti yang direncanakan.
Siang tadi Arga menjemput Kiran sebab pihak dari perusahaan yang akan memakai jasa Arga meminta semuanya dipercepat. Kiran sudah melakukan testing dan baru saja ia menandatangani sebuah kontrak, dia akan menjadi model dari product skincare dimana para gadis remaja yang menajdi target pasarnya.
Kiran bahkan sudah mulai bekerja, ia kini sedang berada disebuah studio, beberapa orang tampak membantunya memakai pakaian dan beberapa orang lain menata rambut dan memoles make up pada wajahnya.
Arga beberapa kali menghampiri Kiran, sedari saat testing ia sudah melihat bakat Kiran yang tidak kalah dengan model yang sudah professional walau masih harus diarahkan dan banyak diarahkan.
“So gorgeous!” Puji Arga mengintip Kiran disana.
“Siapa dia?” Tegur Emira seorang wanita yang memiliki jabatan penting disana.
“Temanku.”
“Hanyaa teman langsung mendapatkan sebuah posisi yang bagus?”
Arga pun tersenyum, “Kau tidak ada pekerjaan lain selain mengurusiku Emira?” Ia pun segera pergi dari sana.
...***...
Luke baru saja sampai dihotel ia terburu-buru naik, lelaki itu baru saja membantu sang paman di showroom miliknya itu setelah pagi tadi salah tingkah bersikap kelewat batas dan kini mentalnya sudah kembali normal ia akan bersikap seoralh tidak pernah terjadi apapun.
Di showroom ia bertemu dengan sang bibi istri dari pamann ya itu yang merupakan seorang pengusaha berlian.
Luke yang hanya iseng melihat-lihat tidak disangka tertarik pada suatu benda indah sepasang anting yang bibinya jelaskan merupakan sebuah batu berlian yang sangat langka berasal dari sebuah desa di Afrika, modelnya sangat unik merupakan buatan tangan yang hanya dibuat satu buah saja perkoleksi.
Tidak tahu kenapa ia fikir itu sangat cantik jika Kiran kenakan, gadis itu tidak ia lihat memakai perhiasan apapun di tubuhnya.
“Little cat?” Luke mengedarkan pandangannya disana, keadaan tampak sepi. “Litlle cat? Kau sedang apa?”
Keadaan begitu sepi, seperti tidak ada tanda-tanda ada penghuni didalam sana, Luke pun membuka pintu kamar mandi dan benar saja tidka terkunci, ia berjalan kesisi lain lalu melihat di atas meja ada sebuah piring yang tertutup lengkap dengan sebuah catatan kecil.
Luke segera mengambil kertas itu, ‘Pinco de Tortilla aku baru saja belajar membuat ini untukmu, dadar kentang dan telur yang di tumbuk menumpuk, sangat mudah aku sudah bisa mempelajarinya, mungkin tidak selezat buatan ibumu, jam berapapun kau pulang kau bisa memakannya dengan menghangatkannya lebih dulu, doakan aku hari ini berhasil Bunny, Arga akan menjemputku sebentar lagi.
Lill cat.
Luke menarik nafasnya sedikit kecewa tidak mendapatkan Kiran disana dia bahkan sudah pergi dari siang tadi, kembali ia masukkan kotak perhiasan itu kedalam sakunya, entah harus berkata apa dia dengan keadaan ini, lihatlah gadis kecil itu dia mau belajar membuat makanan yang ia sukai itu.
Luke membuka penutup makanan itu, dadar kentang dengan bentuk yang sama dengan yang ibunya buat setiap pagi, sedikit ia potong ujungnya lalu ia cicipi, nyaris sama dan bahkan sama tidak ada bedanya dengan yang ibunya buat, memiliki tekstur yang sangat lembut seperti apa yang dia suka.
Segera Luke meraih ponselnya disaku untuk menghubungi gadis itu, Luke berjalan ke walkin closet ia akan berganti pakaian untuk menemui Kiran, namun yang Luke dapati adalah ponsel Kiran tidak bisa dihubungi, Ia berdecak sedikit kesal.