18+🔥
Sekuel dari suamiku anak SMA 1.
disarankan membaca suamiku anak SMA 1 dulu ya, biar nggak bingung😊
Menikah diusia muda, bukanlah sebuah keinginan atau bahkan cita-citanya.
Namun, pertemuannya dengan seorang sahabat dari neneknya, membuat Kinar mau tidak mau harus menikah dengan cucunya yang masih berstatus pelajar SMA.
Bagai mana kedua insan muda itu menjalani kehidupan rumah tangganya.
Simak kisahnya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan ayah mertua
"El, tunggu!" Yoga dan Bian berlari dari arah parkiran, untuk menghampirinya.
"Waktu di pesta lo berdua pada ngilang kemana sih?" ujar El to the point, ketika keduanya sudah berdiri dihadapannya.
"Eh sorry sorry bro, waktu itu gue sama si Bian langsung naik kelantai dansa, kenapa emang?" sahut Yoga.
"Gue pikir lo berdua ngambek, karena gue macarin si Kinar."
"Ngapain lah ngambek-ngambekan kaya bocah aja, soal Kinar gue ikhlas kok, karena menurut gue cewek kaya dia itu, pantesnya emang sama elo, sama-sama baik, elo kan tahu gue itu tipe cowok yang kagak bisa cukup sama satu cewek."
timpal Bian, yang kemudian diangguki oleh Yoga.
"Elo berdua happy kan malam itu?"
"Ck, Kinar hampir ditampar!"
"Eh serius lo, sama siapa?" Bian langsung membelalakan matanya.
"Sama pemilik pesta."
"Maksud lo si Jihan?" Yoga ikut menimpali.
"Siapa lagi!
"Emang si Kinar bikin salah apa, sampe mau ditampar segala?"
"Si jihan kagak terima, Kinar kesana bareng gue!"
"Gila emang ya, tuh si Jihan." decak Bian.
"Udah cinta mati banget keknya tuh cewek sama elo, El!" timpal Yoga, sedangkan El hanya menggidikan bahu.
"Ssuiiit.. ssuiitt!"
"Eh bro bro, lihat tuh si Raisa lewat, sikat bro!" Yoga mengarahkan kepala Bian, pada seorang gadis yang baru saja melewatinya, keduanyapun berlari mengejar gadis tersebut.
"Ck, dasar playboy cap kadal!" dengus El.
..............
"El, Kinar dimana?" ujar Ando, ketika ia baru pulang bekerja sore ini.
"Ada yah, abis mandi kayanya, kenapa emang?"
"Panggilin sebentar, ayah mau bicara!"
"Yaudah El panggilin bentar." balasnya, lalu bergegas menaiki anak tangga.
El membuka pintu kamarnya, dan menemukan Kinar sedang menyisir rambutnya, duduk manis didepan meja rias.
El memperhatikan Kinar dari samping, ia tiba-tiba teringat saat pertama kali melihat gadis itu yang terlihat kurus dan kusam, sangat berbeda dengan sekarang, wajah gadis itu kini terlihat lebih bersinar, dan menawan.
Begitupun dengan badannya sekarang terlihat lebih padat dan berisi.
"Wangi banget sih istri gue!" ujar El, memeluk tubuhnya dari belakang, menenggelamkan kepalanya di leher gadis yang berstatus istrinya itu.
"E-el?"
"Lo dipanggil ayah!" ujar El, lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Kinar, khawatir tak bisa mengontrol diri, dan berakhir dengan ayahnya yang akan mengetuk pintu kamarnya, akibat tak kunjung turun.
"Ada apa?"
"Nggak tahu, ayok ayah udah nungguin!"
..
"Duduk Nak, sini!" Ando menunjuk sofa dihadapannya.
"Begini Kinar, nanti malam ayah ada acara makan malam dengan keluarga Adiguna, kakek kamu."
Deg!..
"Ayah bermaksud membawa kamu keacara itu, dan memperkenalkan kamu sebagai putri ayah."
"T-tapi untuk apa yah?"
"Sayang, dengar ayah nak, ini adalah kesempatan kamu untuk bisa melihat ayah kamu secara langsung, bukankah selama ini kamu belum pernah bertemu dengannya?"
"Tapi yah, kakek Adiguna udah mengenali wajah Kinar, karena Kinar udah beberapa kali ketemu sama dia!"
"Itu bukan masalah besar nak, nanti bunda akan bantu merias kamu, biar nggak dikenali oleh pak Adiguna, gimana mau kan?"
"Baik yah, Kinar mau."
"Ok sayang, jam 7 malam kita langsung berangkat, sekarang istirahatlah dulu, ayah juga mau mandi."
"Iya yah."
Setelah Kinar dan El kembali kekamarnya, Ando pun bergegas memasuki kamarnya.
"Sayang, Kinar udah setuju buat ikut ke acara nanti malam."
ucap Ando, mendudukan diri disamping Nada, yang sedang melihat-lihat, katalog baju couple keluarga ditangannya.
"Beneran? jadi nanti tugas aku ngerias dia kan, supaya pak Adiguna nggak mengenali menantu kita!"
"Betul sayang."
"Kasian Kinar ya bang, anak sebaik dan secantik dia harus terbuang dari keluarganya." Nada menyenderkan kepalanya di bahu kekar Ando.
"Iya yang, untuk itu kita harus berusaha buat si El lebih deket lagi sama Kinar, karena aku yakin, setelah El jatuh cinta, pasti dia akan memberi kebahagiaan besar buat dia."
"Kalau soal itu sih, abang nggak usah khawatir, tanpa kita yang turun tanganpun si El udah jatuh cinta dengan sendirinya, siapa yang bakal tahan coba, satu kamar sama perempuan cantik kaya Kinar."
"Iya juga sih, soalnya aku sendiri udah ngalamin." ujar Ando dengan senyum menggoda.
"Ihs, abang apaan sih!" balas Nada tersipu.
..
"Nah, kalau kaya gini, bunda yakin pak Aditama nggak akan ngenalin kamu nak!" ujar Nada, tersenyum puas memandangi hasil make up nya.
"Bunda jago banget ihs, kapan-kapan Kinar mau diajarin ya bun."
"Gampang itumah, tapi kalau menurut bunda sih, Kinar itu nggak perlu dandan aja udah cantik banget kok, buktinya si El aja udah jatuh cinta kan sama kamu."
"K-kata siapa bun, El kan terpaksa nikah sama saya."
"Mungkin awalnya iya, tapi nggak buat sekarang, lihat aja perubahan si El semenjak nikah sama kamu, menurut bunda perubahan nya udah banyak banget."
"Jujur ya, anak bunda itu cuma El yang paling jutek, apa lagi kalau sama cewek, duhh dia itu kaya ngelihat apa gitu, terus dulu itu, dia jarang pulang,"
"Jarang pulang bun?"
"Iya jarang pulang, dia itu biasanya kalau nggak nginep dibengkel ya, di apartemen nya."
"Gitu ya bun?"
"Iya sayang, emang kamu nggak ngerasa, kalau dia diem-diem suka ngelihatin kamu terus."
"N-nggak bun!"
"Emang si El belum ngungkapin perasaannya ya?"
"P-perasaan apa bun?"
"Kalau dia Cinta sama kamu."
"Ah bunda, itu mungkin perasaan bunda aja, mana mungkin El bisa jatuh cinta secepat itu, terlebih pada gadis seperti saya."
"Eh jangan salah, perasaan seorang ibu itu nggak pernah salah lho."
"Masa sih bun.?"
"Kayanya tuh anak emang gengsian banget, biarin aja entar juga kalau udah nggak kuat ngaku sendiri." ucap Nada, sedangkan Kinar, ia hanya tertunduk dengan wajah tersipu, mendengar penuturan mertuanya tersebut.
"Yaudah yuk kebawah, kayanya ayah kamu udah nungguin tuh!"
"I-iya bund."
..
"Kedip El kedip!" sindir Nada, saat melewati putranya yang terus menatap Kinar tanpa berkedip, yang repleks membuat El melengos memalingkan wajah karena malu.
"Gimana bang, menantu kita cantik kan?"
"Cantik banget, wah bisa-bisa entar ada yang langsung minta kenalan inimah." ujar Ando, sembari melirik El, yang memasang wajah datar.
"Kalau ada yang lebih ganteng dari si El, ambil aja ya sayang, kenapa nggak?" lanjut Nada, sembari melirik kearah putranya yang terlihat semakin membrengut.
"Yaudah, aku dan Kinar berangkat dulu ya!" Ando mengulurkan tangannya pada Nada, untuk disalami.
"Iya hati-hati, Kinar juga ya, sayang!"
"Iya bund, Kinar pamit ya?" Kinar meraih tangan Nada, dan menciumnya.
"iya sayang!" mengusap pelan rambut menantu kesayangannya itu.
"El saya pamit," Kinarpun meraih dan mencium tangannya.
"Nggak usah genit-genit kalau ada cowok," bisik El, sembari menatap tajam kearahnya.
"I-iya El!" Kinar menundukan wajahnya, takut-takut.
.
.
mampir Thor 🙋
Langgeng selamanya ya El dan Kinar
Gerem banget sama sikap EL
Lagian masih bocah ingusan udah kepengen jadi ayah di kira gampang banget kali jadi sosok ayah wkwkka
Kinar belum siap hamil dan kamu EL jangan memaksakan kehendak kamu yg dimana kamu menginginkan Kinar hamil
Kalo Kinar belum siap ya udah tunggu dia siap hamil
Nada cuma bisa marahin anak anak doang tapi masak kaga tau 🤣🤣🤣🤣🤣
Like Father like son wkwkwk
Ando masih SMA udah menikah lalu EL masih SMA pun malah menikah wkwkwk kocak
Kinar kaga siap jadi ibu muda nich
Jangan bilang kalo Andra suka sama Kinar
Kinar harus bisa jadi nyonya bos okeh
Bos muda wkqkwkkq
Gawat Agung bisa di pecat EL kalo suka Kinar wkwkkqkw
Kasian banget ya Kinar harus di tinggal ayah kandungnya dan kini Kinar di sayang sama Ando