Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana
Salah sambung hingga berakhir pacaran. Sepasang kekasih yang sudah siap menikah harus kandas karena sebuah kecelakaan.
Restu terlepas, seorang anak harus berbakti pada orangtuanya dengan menikahi wanita pilihan mereka.
Bertemu kembali dengan status berbeda, dengan harapan ingin kembali dengan cinta lama.
"Aku tidak ingin menikahi bekas orang!" kalimat penegasan keluar dari bibir seorang mantan.
Strategi meraih mantan tercinta hingga berujung pada sebuah pernikahan.
Perjuangan mendapatkan cinta kembali dari sang mantan hingga air mata menjadi saksi bisu.
Inilah kisah Terpaksa Menikahi Mantan yang penuh dengan tawa dan air mata.
Lanjutan novel ini 👉🏻 Sang Penakluk Playboy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Melisa
Seperti yang sudah direncanakan, malam ini mereka mengadakan barbeque di halaman belakang rumah Melisa.
Maya dan Melisa hanya menjadi penonton, karena para lelaki yang mengambil alih.
Terlihat seperti sebuah keluarga utuh, bahkan Raka bukan lagi menjadi orang asing yang berada dalam lingkaran keluarga Melisa. Ini semua karena kepandaian Raka dalam mengambil hati keluarga Melisa, sehingga mudah bagi Raka untuk berada di dalam keluarga Melisa.
Setelah sate yang di bakar Raka matang, Raka langsung membawanya kepada Melisa.
"Sayang! Ayo dicicipi!" Raka menyuapi sate untuk Melisa, Melisa dengan senyuman bahagia langsung menggigit satenya.
"Gimana?" tanya Raka penasaran dengan rasanya.
"Uhmm.. Enak" sahut Melisa dengan spontan.
Raka penasaran dengan rasanya ia juga langsung makan sate bekas gigitan Melisa tanpa merasa jijik.
"Eh jangan dimakan itu! Itu bekas gigitan aku" sahut Melisa melarang Raka, tapi Raka tidak mempedulikannya dan malah menikmati satenya.
"Terus kenapa kalau aku makan bekas gigitan kamu?" tanya Raka menatap Melisa dengan santai.
"Di situ pasti ada air liur aku dan itu jorok" sahut Melisa dengan nada suara manjanya.
"Biarin, lagian aku suka" sahut Raka dengan enteng, ia sama sekali tidak merasa jijik dengan bekas gigitan Melisa, bahkan jika ada minuman bekas Melisa ia juga mau meminumnya. Jika cinta sudah ada di dalam hati, tidak ada rasa jorok sedikitpun, yang ada hanyalah keromantisan dan kasih sayang.
"Aish.. Mas ini" desis Melisa.
"Mau makan lagi?" tanya Raka hendak menyuapi Melisa.
"Biar aku makan sendiri" Melisa mengambil sate dari tangan Raka dan mengigitnya.
"Kenapa gak mau aku suapin lagi?" tanya Raka bingung dengan sikap Melisa.
"Nanti malah di makan lagi bekas gigitan aku" sahut Melisa disela menikmati satenya.
"Kenapa memangnya? Aku gak merasa jijik, malah aku suka, karena tanpa sengaja sengaja kita sudah berciuman" goda Raka untuk menghilangkan kecanggungan pada Melisa.
"Mulai deh Mas ini" sahut Melisa menyunggingkan bibirnya.
Candaan demi candaan terlontarkan dari mulut mereka, dan senyum tawa memecahkan kesunyian malam.
Malam semakin larut dan makananpun habis, mereka semua kembali masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Mereka semua harus berpisah dan masuk ke kamar masing-masing. Karena postur tubuh Raka dan Reno hampir sama, jadi Reno tidak sungkan-sungkan meminjamkan bajunya kepada Raka.
Seperti seorang adik ipar, itulah perlakuan Reno kepada Raka, membuat Raka sangat senang dengan sikap keluarga Melisa yang begitu hangat kepada dirinya.
Malam berlalu begitu cepat, pagi harinya Raka sudah diajak Reno jalan-jalan mengelilingi kota Bandung. Raka tanpa sungkan ia menikmati setiap keindahan kota Bandung bersama dengan Reno, meskipun suasananya tidak seperti Jakarta, tapi Bandung sangat nyaman untuk di tempati.
"Gimana kamu suka dengan kota Bandung?" tanya Reno sembari menyetir.
"Tentu kak. Tapi aku masih penasaran dengan kebun teh yang ada di Bandung, kak" sahut Raka dengan serius, semenjak kecil ia belum pernah ke kebun teh yg ada di Bandung, maklum saja semenjak kecil sampai sekarang ini ia hanya pergi ke luar negeri, bahkan untuk menikmati keindahan tanah air saja belum memiliki waktu.
"Kamu belum pernah ke kebun teh?" tanya Reno melirik Raka.
"Belum kak. Dari kecil aku sering ke luar negeri, di tambah lagi dengan akunya kuliah di sana, hampir tidak pernah traveling di negara sendiri" sahut Raka dengan serius.
"Kalau gitu nanti aku ajak ke kebun teh milik papa" ucap Reno.
"Kakak punya kebun teh?" tanya Raka seolah-olah ia tidak tau dengan identitas Reno.
"Bukan punya aku, tapi punya papa. Aku cuma mengurusnya saja" jelas Reno tidak ingin bersikap sombong.
"Gimana kalau aku investasi di perusahaan kakak?" tanya Raka dengan serius, ia ingin memperluas bisnisnya dan dapat menjalin kerjasama dengan Reno.
"Hahaha.. Kamu ini ada-ada saja" Reno malah terkesan lucu dengan ocehan Raka.
"Lho kok malah ketawa? Aku serius ni" sahut Raka dengan serius.
"Ini perusahaan yang aku pegang sekarang itu milik papa, jika kamu ingin investasi kamu tanyakan saja sama papa" jelas Reno.
"Ok. Nanti aku tanyakan" sahut Raka menyungging bibirnya.
Drrrttt...drrttt... Suara ponsel Reno berbunyi.
Reno buru-buru mengambil earphone bluetooth dan memasangkan di telinganya.
"Assalamualaikum Ma" ucap Reno dengan lembut.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah" jawab Maya.
"Nak! Kalian kemana? Kenapa belum pulang juga?" tanya Maya khawatir.
"Iya ini lagi di jalan pulang kok" sahut Reno.
"Cepat pulang ya! Mama sudah masak banyak pagi ini. Ingat! Jangan biarkan Irsyad makan di luar!" cerocos Maya protektif.
"Iya Mama. Belum jadi anak menantu saja sudah begini, bagaimana kalau sudah menjadi anak menantu? Akunya gak dihiraukan lagi" celetuk Reno menggoda Maya, sembari melirik Raka yang tersenyum akan tingkahnya.
"Aish.. Kamu ini, kamu itu tetap anak mama. Tapi Irsyad itu tamu kita" jelas Maya menyungging bibirnya.
"Iyalah tu"
"Cepat pulang ya! Mama tunggu kamu!" titah Maya.
"Baik Mama ku tercinta" celetuk Reno.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam warahmatullah"
"Mama nyuruh kita pulang" sahut Reno menatap Raka sembari melepaskan earphone bluetooth di telinganya.
Raka melirik jam di tangannya "Ini masih terlalu pagi, kenapa cepat sekali kita pulang?" tanya Raka.
"Mama takut kalau kamu aku ajak makan di luar" sahut Reno dengan santai sembari mempercepat laju mobilnya.
"Perhatian juga tante Maya sama aku" celetuk Raka menyungging bibirnya.
"Mau dijadikan menantu kali" sahut Reno tersenyum sumringah.
"Mungkin. Tapi kakak setuju gak aku sama Melisa?" tanya Raka menatap Reno dengan serius.
"Tergantung. Kalau kamu patuh sama aku ya aku kasih lampu hijau, tapi kalau bangkang aku kasih lampu merah" celoteh Reno menggoda Raka.
"Wah kakak ni. Ini namanya ancaman" sahut Raka.
"Yah gak lah, aku cuma bercanda. Yang penting kalian sama-sama mencintai, kamu bisa gantiin posisi aku untuk menjaga Lisa itu sudah dapat lampu hijau dari aku" sahut Reno dengan serius. Ia sangat berharap Raka bisa menjaga Melisa dan bisa membuatnya tetap tersenyum.
"Itu pasti kak. Kakak doain saja yabg terbaik. Hmm.. Tapi tunggu! Kenapa kakak sampai sekarang belum nikah juga?" tanya Raka penasaran.
"Aku akan nikah setelah Lisa nikah. Jadi aku bisa fokus dengan keluarga aku nantinya setelah aku yakin ada orang tepat di samping Lisa yanh terus menjaganya dan juga mencintainya" jelas Reno dengan serius.
"Kakak sayang banget ya sama Lisa?" tanya Raka melihat Reno itu sangat perhatian sama Melisa.
"Iya. Lisa anak bungsu, dan dari sejak kecil Lisa selalu manja sama aku, jadi aku berat rasa kalau nikah sebelum dia. Bahkan kemarin saja aku sempat sedih melihat Lisa murung karena kondisinya yang sekarang ini. Tapi aku merasa bersyukur dan berterima kasih banget sama kamu. Semenjak kedatangan kamu, Melisa jadi punya semangat untuk sembuh" sahut Reno menahan pilunya saat mengingat Melisa yang tidak mau makan beberapa hari sebelum kedatangan Raka ke rumahnya.
"Aku janji kak, aku akan menjaga Melisa dan gak akan pernah buat dia bersedih" ucap Raka dari hati terdalamnya.
"Terima kasih Irsyad. Aku harap kamu bisa pegang janjimu" sahut Reno berharap ia tidak salah memilih Raka sebagai orang yang tepat berada di sisi Melisa.
"Pasti kak" ucap Raka penuh percaya diri dengan senyuman kejujuran terukir di bibirnya.
eeeehh..... keturunannya jg sangat menjijik kan. pura2 polos padahal memang berhianat dngn menikah dngn wanita lain