Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapan dong mama punya cucu?
Waktu berjalan sangat cepat,tak terasa waktu makan siang pun Tiba.Setelah menyelesaikan semua pekerjaan kantornya, Rafa pun bergegas untuk pulang.
Di perjalanan pulang Rafa terus memikirkan alasan yang tepat. Pria itu yakin jika Sandra akan bertanya kenapa tidak Divo yang pergi.
Sesampainya di rumah Rafa langsung masuk ke dalam rumah. Akan tetapi rumahnya terlihat sangat sepi.
"Ehh bik, Mama Dan yang lainnya kemana? " tanya Rafa saat melihat bik asih salah satu ARt melintasi di depannya.
"Ohh Ibu dan Non Diana pergi ke rumah sakit Den. Hari ini kan Ibu cek'up. Kalau Nona Kanaya sedang mengurus sesuatu katanya, jadi keluar. " jawab Bik asih.
"Ohh, yaudah bik. Kalau mereka datang suruh Diana naik ke atas ya bik. "
Bik Asih mengangguk lalu mereka pun pergi ke tujuan mereka masing-masing. Tak lama setelah itu Diana dan Sandra sampai di rumah. Sandra yang melihat Mobil putranya terparkir di halaman rumah bertanya-tanya kenapa Rafa bisa ada di rumah jam segini.
"Diana, kamu naik gih. Kayaknya Rafa ada di kamarnya. Mama mau istirahat di kamar. " ucap Sandra.
"Baik Ma. " Diana naik ke atas sesuai permintaan Ibu mertuanya.
Sampai diatas Diana langsung masuk ke dalam kamar. Tapi Diana tidak melihat ada suaminya disana. yang Diana lihat malah koper besar yang sudah terisi pakaian suaminya.
"Mas Rafa mau pergi kemana ya? kok nyiapin baju. " Batin Diana
Diana melihat kesana kemari tapi suaminya tetapi tidak ada, saat gadis itu berbalik bersama dengan Rafa yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Kamu sudah kembali? bagaimana kondisi mama? " tanya Rafa Cepat.
"Ohh, itu. Kondisi Mama mulai membaik, tapi saran dokter kalau Mama harus kembali melanjutkan pengobatan nya di Singapura."
"Lalu, apa pendapat Mama? " tanya Rafa sambil meletakan berkas di dalam kopernya.
"Mama masih memikirkan nya." Jawab Diana. "Mas mau pergi kemana? kok bawa koper. " tanya Diana yang penasaran sejak tadi.
"Mas Hari ini harus pergi ke anak perusahaan Yang ada di kota xxx. Kamu tidak apa-apa kan Mas tinggal dulu? "
Diana menggeleng. "Tidak apa-apa kok. ohh ya Mas sudah makan? mau Diana siapkan makan siang tidak? " tanya Diana.
"Hmm, boleh. Kita makan siang sama-sama. " ucap Rafa.
"Baiklah."
Diana lalu beranjak dari tempatnya lalu turun ke bawah. Sebenarnya Diana merasa jika Rafa sedang menghindari nya. akan tetapi Diana tidak ingin bertanya apapun yang membuat suaminya tersinggung.
Setengah jam kemudian Makan siang sudah siap diatas meja. Diana memanggil suaminya juga Ibu mertua nya untuk makan bersama.
"Tumben sekali kamu makan siang di rumah sayang? ada apa? " tanya Sandra.
"Iya Ma, sebenarnya ada yang mau Rafa bicarakan".jawab Rafa
"Mau bicara apa Sayang?"
"Nanti sore Rafa akan pergi ke anak perusahaan Kita yang ada di kota xxx. Anda masalah yang harus Rafa tangani disana."Ucap Rafa sambil mengunyah makanan nya.
"kamu itu baru menikah.masak kamu sudah pergi-pergi aja. Setidaknya ajak Diana bulan madu dulu lah Rafa. " ucap Sandra.
"Ehhh.Tidak apa apa kok Ma. lagi pula Mas Rafa kesana kan karna harus menangani masalah perusahaan kan. " ucap Diana
"Tapi kan Diana, Rafa tidak boleh seperti itu.kapan dong mama punya cucu kalo kamu di tinggal terus. " ucap Sandra yang seketika membuat Rafa tersedak.
Uhukkk uhukkk
"Mas kamu Gak apa apa ?" tanya Diana sambil menyodorkan air minum.
Rafa menggeleng cepat sebagai jawaban.
"Syukur lah. " ucap Diana
Setelah merasa baik, Rafa kembali bersuara."Ma ada satu lagi yang mau Rafa sampai kan."ucap Rafa
"Apa lagi sayang?"Tanya Sandra
"Mungkin Rafa akan pergi selama satu minggu, mungkin juga lebih dari itu. Tadi Rafa dengar dari Diana kalau Mama harus kembali menjalani pengobatan di Singapura. Jika saat Mama pergi Rafa belum kembali, katakan pada Kanaya untuk menemani Mama kesana. "
"Mama tidak akan kemanapun sampai kamu kembali. " ucap Sandra.
"gak bisa gitu dong Ma, kesehatan Mama itu lebih penting. " balas Rafa.
"Mama gak akan ninggalin menantu Mama sendiri di rumah. "
Rafa menoleh kearah Diana, dia yang di tatap seperti itu merasa tidak enak. ia pun langsung bicara.
"Ma, Diana tidak apa-apa kok di rumah sendiri. Lagian ada bibik-bibik Art juga, jadi Diana gak akan kesepian. " ucap Diana.
"Tapi kan_"
"Diana gak apa-apa Ma. " sela Diana sambil menggenggam tangan Ibu mertuanya
Sandra menghela nafas panjang, ia tidak bisa menolak permintaan putra nya kali ini. Meski berat untuk meninggalkan menantunya sendiri.
Setelah selesai makan siang Rafa kembali ke perusahaan nya. Sementara Sandra kembali ke kamar untuk beristirahat. Diana yang bosan lalu menghubungi Kirana untuk ketemuan di cafe tempat biasa mereka ngopi.Setelah dapat persetujuan dari Kirana, Diana bergegas untuk bersiap.
Sebelum pergi Diana memberitahu Bik asih jika dirinya keluar untuk bertemu sahabatnya. Takut jika Sandra mencarinya saat dia bangun.
Cafetaria
Diana duduk dengan lesu di depan Kirana yang sedang menatapnya dengan aneh. Pasalnya dari awal tiba Diana sudah seperti ulat bulu yang sedang merayap jalanan aspal.
"Lo kenapa sih? habis kawin bukannya seneng ini malah kek tokek kesetrum. "ucap Kirana sambil menyedot minumannya.
" Ck, gak usah ngeledek. Gue belum di kawinin. ""
"What, serius lo. Wahhh masih gadis dong. Gue kira udah jadi wanita tulen lo Di. " ucap Diana sambil terkekeh pelan.
Diana memukul tangan Kirana karena kesal. bukannya di hibur dia malah di ledekin.
"Kayaknya Mas Rafa gak cinta sama gue deh Ki. Dia kayak menghindar gitu. " ucap Diana.
"Hmm, gue juga ngerasa gitu sih. Tapi kenapa dia nikahin elo kalau gitu. Rela-relain nyusul lo ke desa, gelagat kayak udah cinta mati. Tapi ujung-ujungnya malah kek gini. " balas Kirana
"Sore ini juga Mas Rafa bakalan berangkat ke kota xxx." ucap Diana lesu, kepalanya tertunduk di meja saking lesunya.
"Wahh gila, masak dia tega ninggalin istrinya seharian setelah nikah sih. Kakak Kanaya itu bener-bener gila." ucap Kirana dengan wajah kesal. "Ehh Omong-omong Kanaya tahu gak kakaknya itu memperlakukan lo kek gini? " tanya Kirana.
Diana menggeleng lemah. "mending dia gak tau ki, kasian. Dia lagi sibuk ngurus kuliah, plus Mama yang lagi sakit. sekarang aja Dia lagi ngurus beberapa berkas yang harus di bawa ke Singapura untuk kelanjutan pengobatan Mama. " jawab Diana
"Duh, kasian juga tuh anak. Kaya sih, tapi hidupnya juga gak mulus-mulus amat. yaudah deh lo yang sabar aja ya. Kalau benar Kak Rafa gak cinta sama lo, lo juga gak boleh punya perasaan sama dia. Jadi nanti kalau ada apa-apa, lo gak terlalu sakit Di. " ucap Kirana.
Diana menghela nafas panjang. Sebenarnya hatinya mulai terbuka, apalagi sekarang Rafa sudah menjadi suaminya. Diana tidak bisa menyangkal apa yang ada di dalam hatinya.
.
.
Lanjut thor