NovelToon NovelToon
Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa-Percintaan bebas / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:205.4k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Assalamu'alaikum...
Selamat datang di karya pertamaku.

Kisah seorang muslimah yang berasal dari keluarga sederhana.
Fatimah,ia rela bekerja keras demi adik kembarnya dapat melanjutkan sekolah.

Mengalami kekerasan dan pelecehan di pabrik,tak menyurutkan tekadnya.
Meskipun memiliki ilmu beladiri ia tak ingin menunjukkannya di hadapan orang lain.

Hingga kehormatannya hampir di jual oleh sepupunya sendiri.

Berawal dari memesan ojek melalui sebuah aplikasi online.
Perkenalannya dengan seorang pemuda rupawan namun tengil dan selengean.

Dialah Rojali pemuda jenaka yang ternyata menyimpan kisah kelam dalam hidupnya.
Sebagai putra yang terbuang,mampukah ia menyadarkan sang ayah?





🐾mohon kritik dan sarannya... 🐾
jangan lupa tinggalkan jejaknya... 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah sakit

🌾Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA.

Ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.

Allah tidak membebani seseorang,melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

🌾

*****~~~~****

Aku baru saja akan menyuap siomay, ketika hapeku berdering.

Aku pun segera menggeser tombol hijau tersebut, kemudian terdengarlah suara parau salah satu adik kembar ku, Farhan.

Aku seketika tersentak mendengar kabar dari seberang sana.

"INNALILLAH"

(Ya Robb...)

"Ayaaahh...," lirihku dengan lesu, kemudian menunduk dan menjatuhkan kedua tangan, yang memegang hape di atas pangkuan.

"Ke... kenapa Kak? "

"Ayah Kakak kenapa? " Tanya Nur sembari menyentuh bahuku.

Aku mengangkat kepala perlahan, kemudian menatap sahabatku dengan mata yang sudah mengembun.

"Ayah sakit, udah tiga hari. "

"Kondisinya lemah banget karena gak bisa masuk apa-apa. "

"Di ajak ke klinik sama Ummi gak mau kata si kembar. " jawabku lirih dengan genangan air mata, yang akhirnya tumpah juga mengalir di pipiku.

Pertahanan ku akhirnya hancur juga, ketika mendengar orang yang ku sayang, sedang tidak berdaya jauh di sana.

"Kakak harus gimana, Nur...? " tanyaku dengan isakkan kecil.

"Kakak harus izin pulang, tapi sekarang kondisi Kakak di pabrik juga lagi kena masalah,Kakak khawatir sama keadaan Ayah, tapi Kakak juga gak mau kehilangan pekerjaan ini...! "

Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, demi menyembunyikan suara tangisanku.

"Kita coba dulu Kak izin sama ketua regu, terus Kakak ngadep ke kantor, demi kemanusiaan masa iya enggak di izinin Kak. " saran Nur dengan tatapannya yang sendu kearah ku.

Aku seketika menyusut air mata,yang membanjiri kedua pipiku,dengan kedua tanganku.

"Ya udah Kakak coba bicara. "Sahutku sambil beranjak berdiri,dan segera beranjak dari musholla menuju ruangan kerja tim ku.

" Aku temenin Kak tenang aja. "

"Kakak tarik nafas buang nafas dulu deh biar gak sesek gitu," saran Nur lagi mencoba membuatku sedikit tenang.

Aku pun menurut apa yang di sarankan olehnya.

Benar saja nafasku jadi sedikit lega.

" Bismillah"

ucapku pelan.

*Fatimah Pop end*

**~~**

"Gimana, Kakak bilang apaan bang? "Tanya Fadlan kepada saudara kembarnya itu.

" Kakak cuma nyebut,terus matiin telponnya gitu aja. "Ucap Farhan sambil menghela nafasnya.

Mereka berdua sedang berada di taman sekolah.

Waktu istirahat yang sebentar lagi usai.

Membuat mereka segera berbalik ke kelas mereka.

Apa gue udah salah ya, ngelaporin keadaan Ayah, ke Kakak yang lagi kerja? "tanya Farhan ke adik kembarnya, yang juga sedang bingung.

" Gue juga gak tau bang, tapi kalo kita gak bilang ke Kakak,takutnya ada apa-apa sama Ayah, nanti Kakak bakal nyalahin kita,"jawab Fadlan sambil menggaruk-garuk kepala nya yang sebenarnya tak gatal.

"Iya juga si, Kita nih anak laki-laki yang lemah tauk! " desah Farhan sembari menjenggut rambutnya kebelakang.

"Kita berdua kan masi SMP bang, mana bisa ambil keputusan."

"Kita juga kan gak punya duit, ya mau gak mau kudu ngasi tau Kak Fatimah. "

Ucapnya menyangkal kata-kata saudara kembarnya, yang cuma lahir lima menit lebih dulu darinya.

"Ya udahlah, kita berdoa aja semoga Kakak bisa pulang ke rumah buat bujuk Ayah, supaya mau berobat." Ujar Farhan sembari merangkul adiknya kembali menuju kelas.

**~~**

Di pojokan dapur sebuah desa nan asri.

Di kota S.

Si pengantin baru lagi berlagak main masak-masakkan di dapur yang berlantai tanah .

Ia melamun di depan kompor yang sedang menyala.

(Perasaan aku kok yo ndak enak e, dari kemaren aku mikirin Kak Fatimah terus)

(Koyo ne aku kudu cepet-cepet ke jakarta ki, mengurus pengunduran diriku sekaligus pamitan karo sahabat-sahabatku.)

(Pokok e pas Mas Aji wis mulih aku kudu ngomongin ini.)

Sumi terus saja bicara dalam hati, tanpa di sadari ikan nila yang sedang di gorengnya hampir saja hangus.

Ia mengembang dan mengempiskan hidungnya membaui sesuatu yang sangit.

"Astagfirullah, makan malem buat Mas bojo ku sing paling ganteng se jagad noveltoon, dadi hampir gosong! "

"Haduuhh... kepiye toh iki?"tanyanya entah kepada siapa, gak mungkin kan nanya sama penggorengan atau sodet.

" Pait ora ya? "

ucapnya sambil mencoba sedikit daging ikan yang hampir menghitam itu.

" Ehm..., masih bisa terselamatkan ini, tinggal di bumbui, karo cabe rawit jurig,bawang merah bersaudara, kunyit dan kemiri. "

Selesai bermonolog sendiri, Sumi pun kembali sibuk meracik masakan pertamanya untuk sang Mas bojo ter cinta.

"Kata ibuk, biar masakan ne sueddep bumbu ne kudu di ulek, bukan di blender. " mengoceh sendiri dengan tangan yang bergerak aktif menyiapkan cobek dan mulai mengulek bumbu-bumbu tersebut.

Pletak...

Dug... dug...

Takk...

"Ih, susah men yo, podo mencelat-mencelot kabeh," dengan gemas Sumi terus menumbuk dengan keras.

Dugg!

Takk!

"Oalaaahh... Sum, kamu lagi opo toh?! "

pekik ibuk yang tiba-tiba datang, dari arah belakang rumah.

"Iki lho Buk, aku lagi ngulek bumbu," jawab Sumi sambil memunguti aneka bawang dan cabe yang mental sana-mental sini.

"Ngulek kok, koyo perang, rame begitu,"

ucap ibuk, sambil menggeleng kepalanya pelan, melihat kelakuan anak perempuannya yang sudah bukan lagi gadis itu.

"Lha, itu Buk, bumbu ne ra podo iso diem, kabur sana kabur sini," adu Sumi, sambil mengelap peluh yang sudah membanjiri keningnya.

"Dasar anak zaman now, ngulek ae ra iso! " geram ibuk sambil menarik hidung pas-pasan nya Sumi.

Dibilang pas-pasan ya, karena maju enggak, mundur juga enggak.

"Iki tah, yen opo-opo biasa pake sing instan-instan kabeh," cetus ibuk lagi, sambil memunguti bumbu-bumbu yang berserakan, di atas meja dapur.

" Jadi kalian itu, sing katane anak millenial, ora ngerti proses nya itu bagaimana ! "omel ibuk yang entah mengarah kepada siapa sebenarnya.

Soale aku iki merasa anak'e bapak dan ibuk, bukan anak'e si millenial.

" Ish, ibuk , bukan ngajarin cara ne ki piye, malah ngomel ae si Buk,"

protesku pelan sambil memonyongkan bibir sedikit maju.

" Lha, ini Ibuk mau ngajari, sini perhatikan baik-baik! "ucap ibuk menyuruhku mendekatinya.

"Ngulek bumbu jangan bulet-bulet koyo ngene, tapi diiris-iris dulu, jadi ndak podo mencelot kabeh," saran ibuk mengajariku dengan gayanya yang agak judes.

(Untung aja aku anak mu buk, kalo anak orang lain wis podo kabur )

"Nggih buk, sini tak terusin," ucapku mengambil alih ulekan yang di pegang ibuk.

"Udah, ibuk di kamar ae, opo ndak nonton tipi aja sana," ucapku mencoba mengusir pelan ibuk dari area dapur.

Karena bisa-bisa nanti yang mateng bukan ikannya, tapi kupingku karena di ocehin terus.

"Yowis yen kamu ngerti, ibuk tinggal ke depan, "

"Awas jangan sampe coet ibuk terbelah, itu peninggalan mbah kung mu, "

tukas ibuk sambil memicingkan matanya ke arahku.

Dan aku menjawabnya hanya dengan cengiran kuda.

**~~**

"Disinilah akhirnya Fatimah dan sahabatnya berada,menghadap pengawas Bagian Packing, untuk meminta izin pulang.

(Sebenarnya kalau aku tidak sedang bermasalah, pasti izin akan dengan mudah ku dapatkan. Apalagi selama ini aku belum pernah izin.)

" Begitulah Bu cerita nya, saya harap Ibu memberikan saya izin pulang,"tutur Fatimah dengan menceritakan keadaan yang sebenarnya dengan penuh harap dan mengiba.

"Baiklah atas dasar kemanusiaan, saya memberi mu izin, dan juga karena memandang kedisiplinan mu dan kerajinan mu selama ini," ucap Ibu pengawas tegas, sambil menatapku.

"Alhamdulillah!"

Dua gadis berkerudung itu mengucap syukur bersamaan.

"Terima kasih banyak Bu," ucap Fatimah dengan takzim.

"Kalau begitu saya permisi ya Bu."

pamit Fatimah yang hanya dibalas anggukan oleh sang Ibu pengawas

Kemudian mereka pun berlalu dari ruangan itu.

(Ayah, Kakak pulang, pokoknya Ayah harus baik-baik aja)

Fatimah memegangi dadanya yang terus berdebar sedari tadi.

"Nur, makasih ya," Fatimah berucap sembari menggamit tangannya.

"Iya,Kak,iya...yang kuat ya Kakak kan cewek setrong!"

kelakarnya menyemangati ku.

"Ya udah, kamu balik gih ke ruangan sekarang, sebelom di cariin," ujar Fatimah sambil mendorong pelan badan belakang gadis tinggi dan tomboy itu.

" Iya Kak iya, udah gak butuh aja sekarang aku diusir,"

rajuk nya pura-pura memasang wajah tertindas.

" Emang sekarang Kakak udah gak butuhin kamu, kan udah dapet izin, jadi Kakak mau siap-siap pulang. "ledek Fatimah.

" Yang sekarang butuhin kamu itu, ya temen-temen mu yang di ruangan sana. "Ucapnya lagi dengan sedikit kekehan.

" Jangan ngambek gitu, nanti gak laku lho,"Fatimah menatap gemas sambil mencubit pipi chubby nya Nur.

" Iya iya..., ya udah Kakak ati-ati, semoga Ayah baik-baik aja."

"Daaa...," Nur sang sahabat bawel pun pamitan berlalu dengan berlari kecil.

Karena waktu istirahat hampir habis.

**~~**

Jangan lupa pencet like nya ya sayangnya mak chibi💋

1
Rahmaniar
puas banget bacanya.alur nya bagus gak berbelit,pokok nya karya yang luar biasa👍👍
Mak Aul: masyaallah, Alhamdulillah. maksih ya kak.
total 1 replies
Hr sasuwe
👍👍
Dyah Oktina
aamiin
Dyah Oktina
😢😢😢😢😢😢😢😢
Dyah Oktina
MasyaAllah....😭😭😭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂 kacau ya rojali.. d kerjain.. kirain dah sah.. ternyata masih latihan ijab.. 🤭
Dyah Oktina
sehat terus ya thor... 💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
Aamiin YaaRob
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
emang ada hubungan apa fatimah sama kakeknya rojak ...thor.. maaf kok rada bingung.. 🤭
Dyah Oktina
aamiin..... hehhehe.. semua tergantung padamu thor..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nadia atU diana sih namanya thor..
Dyah Oktina
jadi d gantung nih thor.... krn jarinya keram... 🤭💪🏻😅
Dyah Oktina
betapa sulitnya.. pemaaf selalu d kianati.. kembali memaafkan.. berbesar hati.. 😔
Mak Aul: benar sekali 😪 rasanya seperti di tikam berkali-kali
total 1 replies
Dyah Oktina
💪🏻💪🏻💪🏻
Dyah Oktina
MasyaAllah... keren...anak 3 masih bisa nyempetin berkarya... 👍🏻😍❤️
Mak Aul: makasih kak udah baca karya pertamaku yang acak kadut ini 🤭
total 1 replies
Dyah Oktina
iya bener banget thor... 😁... semangat 💪🏻💪🏻😍
Resti Amalia
keren euy....🤗🤭
Resti Amalia
uwuwuwu
Mak Aul: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!