NovelToon NovelToon
ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO

ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Tasya Kamila adalah seorang anak yatim piatu dan mempunyai paras yang sangat cantik. Hidupnya berubah menjadi sangat kacau setelah dia dijebak oleh teman-temannya dan harus kehilangan kesucian yang selama ini dia jaga.

Bahkan hidupnya semakin hancur saat Tasya mengetahui kalau dirinya hamil akibat kejadian itu. Tasya berusaha mencari sosok pria yang sudah menghamilinya, hingga akhirnya dia mengetahui kalau pria itu adalah seorang CEO perusahaan besar.

Alvian Bastian Bakrie, pria tampan namun sangat kejam seorang CEO perusahaan terbesar di negaranya merasa terkejut kala dia sudah merenggut kesucian seorang gadis dan dia tidak tahu siapa gadis itu.

Apa yang akan Alvian lakukan setelah mengetahui wanita itu mengandung anaknya?
Menikahi wanita itu atau membiarkannya? mengingat saat ini Alvian sudah memiliki tunangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Merebut Hatinya

.

.

.

.

.

Tasya dan Cherry pun saat ini sedang berbenah perabotan rumah barunya. Setelah tadi Alvian deal dengan rumah ini, Vano langsung menghubungi toko furniture dan membeli semua barang-barang yang dibutuhkan Tasya.

Mereka bekerjasama merapikan rumah dan berbenah, walaupun Vano sudah menyuruh beberapa orang untuk merapikannya tapi mereka juga tidak tinggal diam.

"Aku pesenin makan siang ya," seru Tasya.

Tasya pun segera mengotak-ngatik ponselnya dan memesan makanan via gofood. Saat ini mereka sedang duduk rebahan di atas karpet bulu di depan televisi, sedangkan Alta sudah tidur diatas sofa dengan lelapnya.

Keempat orang dewasa itu duduk berjajar dengan kaki selonjoran, dan entah bagaimana awalnya Vano dan Cherry pun sudah mulai akrab.

"Sya, kamu kenal dimana sama Cherry?" tanya Vano.

"Aku ketemu sama Cherry pas kabur dari rumah suster yang mau menggugurkan kandunganku. Waktu itu aku hampir tertabrak sama mobil Cherry dan akhirnya dia yang menolong aku," sahut Tasya.

"Maaf..." lirih Alvian dengan menundukkan kepalanya.

"Terus bagaimana ceritanya kamu bisa sampai ke Paris dan menjadi artis?" tanya Vano kembali.

"Itu berkat Cherry, dia adalah salah satu pemilik rumah produksi semua artis papan atas bernaung dibawah managemen dia."

"Hebat juga kamu."

"Ah biasa saja," sahut Cherry.

"Cherr, terima kasih ya sudah menolong dan merawat anak serta istriku," seru Alvian.

"Sama-sama, Mas."

Alvian menatap wajah tenang sang anak yang tampak tenang dan menggemaskan, hati Alvian merasa tercubit kenapa dia sampai tega mau membunuh anak yang sangat pintar ini.

"Maafkan Daddy, sayang," gumam Alvian dengan mengusap kepala Alta dan mencium seluruh wajah Alta.

Tasya hanya memperhatikan tingkah Alvian, hatinya sedikit menghangat melihatnya dan tidak terasa Tasya sedikit menyunggingkan senyumannya.

"Nona, ini makanan yang Nona pesan."

"Ah iya."

Tasya pun segera mengambil bungkusan makanan itu dan menyiapkannya bersama Cherry.

"Kak Vano, Mas, ayo kita makan dulu," ajak Tasya.

Vano dan Alvian pun bangkit dari duduknya, Tasya dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Alvian dan Vano.

"Sya, malam ini kamu datanglah ke rumah, Mama sama Papa ingin bertemu dengan kamu dan Alta mereka sangat senang mendengar kamu sudah kembali," seru Vano.

"Baiklah Kak, aku sama Alta akan datang ke rumah."

Mereka pun makan dengan tenang, setelah selesai makan Tasya dan Cherry membereskan semuanya. Tasya mendekat ke arah Alta hendak mengangkat tubuh Alta.

"Kamu mau ngapain?" tanya Alvian.

"Mau angkat Altalah, mau pindahin dia ke kamarnya."

"Awas biar aku saja yang angkat Alta, sok jagoan banget angkat-angkat Alta, memangnya kamu bisa apa," gerutu Alvian dengan mengangkat tubuh Alta naik ke atas kamarnya.

"Hei, memangnya selama ini siapa yang gendong Alta? sembarangan aja meremehkan kekuatanku," ketus Tasya dengan mengikuti Alvian menuju ke atas.

Cherry dan Vano hanya geleng-geleng kepala, tidak sadar mereka pun saling tatap satu sama lain hingga membuat keduanya menjadi canggung.

Sesampainya di kamar Alta, Alvian pun merebahkan tubuh Alta ke atas tempat tidur dan menutup tubuh mungil Alta dengan selimut.

Alvian dan Tasya memperhatikan Alta..

"Terima kasih sudah merawat dan membesarkan Alta dengan sangat baik, sehingga Alta tumbuh menjadi anak yang sangat pintar, kamu memang Ibu luar biasa."

Tasya hanya tersenyum tanpa melihat ke arah Alvian. Sedangkan Alvian tidak mau meleadkan tatapannya, Alvian benar-benar tidak menyadari kalau Tasya adalah wanita yang sangat cantik apalagi kalau tersenyum seperti itu.

"Jangan lihatin terus, aku memang cantik jadi takutnya kamu akan jatuh cinta sama aku, Mas."

"Dasar ya ternyata kamu bisa narsis juga."

"Memang kenyataannya seperti itu, di Paris sana banyak pengusaha yang ingin menikahiku bahkan banyak yang rela menceraikan istrinya demi bisa menikah denganku."

"Apa kamu bilang."

Alvian menarik tangan Tasya sampai Tasya menghadap ke arah Alvian.

"Awas saja kalau disini ada yang berani deketin kamu, aku bunuh mereka."

"Hei kok gitu?"

"Iyalah kamu itu istri aku dan hanya milik aku seorang, tidak boleh ada yang deketin kamu dan sentuh kamu selain aku."

"Idih, kok jadi posesif sih."

"Pokoknya ga boleh ada yang deketin kamu, enak saja."

Hati Alvian seketika panas mendengar banyak pria yang deketin Tasya.

"Sekarang aja posesif, dulu kamu buang aku," gumam Tasya tapi masih terdengar oleh Alvian.

Alvian mendorong tubuh Tasya sampai terbentur ke dinding, membuat Tasya terkejut karena Alvian mengkukung tubuh Tasya. Bahkan jarak wajah mereka sudah sangat dekat membuat nafas Alvian pun terasa menyapu wajah Tasya.

"Sial, kenapa jantung aku jadi deg-degan kaya gini," batin Tasya.

"Jangan mengungkit masalalu, jangankan kamu, aku saja merasa jijik dengan kelakuanku di masalalu, tolong aku ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bisa menjadi suami kamu dan Daddy bagi Alta."

Cup...

Alvian mengecup bibir Tasya sekilas membuat Tasya membelalakkan matanya..

"I love you, Mommy Alta."

Alvian segera berlari keluar kamar karena takut Tasya ngamuk. Sedangkan Tasya masih diam membeku, kemudian tangannya menyentuh bibirnya yang barusan Alvian kecup.

Cukup lama Tasya diam mematung di depan pintu, hingga ia pun tersadar dan kembali menetralkan hati dan jantungnya yang dari tadi sudah berdetak tak karuan.

Tasya mengatur nafasnya dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.

"Cherr, kok sepi Kak Vano sama Mas Al kemana?"

"Kamu ngapain aja sih di kamar Alta lama banget? mereka sudah pulanglah."

"Hah pulang, syukurlah."

"Kamu kenapa sih? aneh banget."

"Enggak, ga apa-apa. Ya sudah aku kembali ke kamar mau istirahat dulu capek."

***

Malam pun tiba..

Tasya dan Alta sudah rapi, malam ini seperti janji Tasya mereka akan pergi ke rumah Vano dan Al untuk menemui Mama dan Papa mertuanya.

Tasya sudah sangat cantik dengan polesan tipis hasil karya Cherry.

"Sempurna, kamu malam ini cantik banget pasti si Al bakalan ngences lihat kamu dandan secantik ini," seru Cherry.

"Apaan sih kamu."

"Mommy, sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Alta.

"Kita mau ke rumah Oma sama Opa kamu, sayang."

"Maksud Mommy ke rumahnya Paman Vano sama Daddy Al."

"Iya, kamu jangan nakal ya disana."

"Idih, Mommy ngomong kaya gitu seperti Alta anak kecil saja."

"Lah, bukannya kamu anak kecil boy. Usia kamu masih empat tahun, cuma pemikiran kamu saja yang kadang-kadang melebihi orang dewasa," sahut Cherry.

"Hehehe...benar juga ya Aunty."

"Cherr, beneran kamu ga mau ikut?"

"Enggak ah, itu kan acara keluarga kalian jadi aku ga mau mengganggu momen spesial kamu dan Alta."

"Ya sudah kalau begitu, aku sama Alta berangkat dulu."

Tiba-tiba pintu kamar Tasya ada yang ngetuk, Cherry pun dengan cepat membukakan pintu.

"Bi iyam, ada apa Bi?"

"Itu Nona, di depan ada yang mau jemput Nona Tasya sama Den Alta."

"Siapa?"

"Kalau tidak salah namanya Tuan Alvian."

"Apa? kok dia kesini sih? aku kan bisa berangkat sendiri," ketus Tasya.

"Sudah sana jangan sampai Alvian menunggumu lama."

Tasya pun turun ke bawah dengan menggandeng tangan Alta, sampai di depan pintu Tasya melihat Alvian membelakanginya dengan memakai kaos pollo warna hitam dan celana jeans warna coklat itu membuat Tasya seketika kagum.

Alvian memang pria tampan dan Tasya tidak memungkiri itu.

"Ehemm..."

Tasya berdehem dan Alvian pun langsung membalikkan tubuhnya, Alvian tampak bengong melihat penampilan Tasya yang sangat cantik malam ini.

"Mommy Alta memang cantik jadi Daddy tidak usah ngelihatin Mommy Alta terus nanti Daddy malah akan jatuh cinta," celetuk Alta.

"Memang Daddy sudah jatuh cinta sama Mommy Alta."

Alvian langsung menggendong anak tampannya itu.

"Turunin Alta, Daddy. Alta bukan anak bayi yang harus digendong, Alta bisa jalan sendiri," protes Alta.

"Ok Daddy turunin kamu tapi nanti didalam mobil."

Alvian pun menggendong Alta dan mendudukkan Alta di jok belakang, setelah itu Alvian membukakan pintu mobil untuk Tasya.

"Silakan masuk Mommy Altaku sayang."

Tasya hanya hanya mendelikan matanya ke arah Alvian sedangkan Alvian membalasnya dengan kedipan mata.

"Apaan sih, genit banget."

Alvian mulai melajukan mobilnya, sebenarnya jarak antara rumah Tasya dan Alvian tidak terlalu jauh dan Tasya pun tadi berniat mau mengendarai motor tapi Alvian keburu menjemputnya.

"Alta, bantuin Daddy dong supaya Mommy Alta mau baikkan sama Daddy," seru Alvian disela-sela perjalanannya.

"Ga mau, usaha sendirilah. Daddy itu pria, harus semangat jangan lembek kaya gitu," sahut Alta.

"Apa lembek? siapa bilang Daddy lembek?" seru Alvian tidak percaya kalau anaknya akan mengatakan dirinya lembek.

Mmmhhfffppp....

Tasya terlihat menahan tawanya...

"Itu buktinya Daddy minta bantuan Alta berarti Daddy lembek dong, Daddy harus berjuang kalau ingin mendapatkan Mommy Alta yang cantik itu, saingan Daddy banyak loh kalau Daddy lembek kaya gitu, bisa-bisa Mommy Alta diambil orang," sahut Alta.

"Astaga, anak kamu Sya mengapa ucapannya sangat menusuk hati."

"Enak saja, itu anakmu juga," ketus Tasya.

Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Alvian. Tasya turun dari mobil dengan menggandeng Alta, sedangkan Alvian berjalan terlebih dahulu.

Mama Elis, Papa Bakrie, dan Vano sedang menunggu kedatangan mereka.

"Al, mana Tasya dan cucuku?" tanya Mama Elis.

"Ada tuh masih dibelakang."

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Ya ampun Tasya."

Mama Elis dengan cepat menghampiri Tasya dan memeluknya.

"Kamu kemana saja sayang, semua orang mencarimu bahkan Papa kamu sampai sakit karena memikirkan keberadaan kamu."

"Maafkan Tasya, Ma."

Mama Elis melepaskan pelukkannya dan beralih menatap anak kecil yang kalau dilihat seperti Alvian versi kecil.

"Apa ini cucuku?" tanya Mama Elis dengan bersujud dihadapan Alta untuk menyamakan tingginya.

"Iya Ma, namanya Alta. Alta sayang, salim dulu sama Oma."

Alta pun mencium punggung tangan Mama Elis.

"Ya Alloh cucuku."

Mama Elis memeluk Alta sangat erat dengan deraian airmata. Tasya menghampriri Papa Bakrie yang saat ini duduk di kursi roda.

"Papa, apakabar?" seru Tasya dengan berlutut di hadapan Papa Bakrie.

"Papa baik-baik saja Nak, maafkan anak Papa yanh sudah membuat kalian menderita," sahut Papa Bakrie dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Alta sayang, sini salim juga sama Opa."

Alta pun menghampiri Opanya dan langsung mencium punggung tangan Papa Bakrie. Pundak Papa Bakrie sampai bergetar hebat merasa terharu karena akhirnya bisa melihat cucunya.

"Cucu Opa."

Tasya, Alvian, dan Vano tersenyum bahkan Tasya pun sudah meneteskan airmatanya tapi segera dia hapus.

.

.

.

Hayo...ceritanya mau dilanjut apa tidak?

Kalau mau dilanjut, minta dukungannya dong biar Author semakin semangat lagi nulisnya🙏🙏😘😘

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
C2nunik987
suka singkat padat happy ending cerita nya karakter keluarga yg tegas bijaksana tapi saling support....papa Bakrie berhasil mendidik Vano dan Alvian mjd laki laki yg bertanggung jawab pada rmh tangga nya .... sukses buat thorr iahh ditunggu karya berikutnya 🙏😍🍼
C2nunik987
kerennnn jadinya happy ending utk Tasya dan Alvian untung ortu Alvian ortu yg pemaaf dan tegas serta bijaksana sehingga Tasya merasa nyaman hdp di tgh tgh keluarga mrk 😍😍😍 Alta happy kan punya adik kembar 😍😍🍼🍼🍼
C2nunik987
semoga tidak ada ulat bulu utk rmh tangga Tasya lagi 😡😡😡
C2nunik987
ksh bodyguard bayangan utk anak istri km Al 😡😡😡takut Prilly muncul utk bunuh Tasya dan anakmu 🙈🙈🙈
C2nunik987
selamat utk Vano dan Daddy Al ....ingat jgn sampai km sakiti Tasya lagi 😡😡😡
C2nunik987
Tasya loe begitu suami loe ketiban durian Montong 😅😅😅😅Alvian happy itu 😍😍😍
C2nunik987
ayooo Tasya fokus cari cuannn biar tambah tajir melintir 😂😂😂
C2nunik987
part tersedih smoga Alta bisa menyatukan ortunya kembali dan Alvian bnr bnr tobatttt😡😡😡
C2nunik987
anak yg akan melunakkan mrk berdua apalagi Oma opa yg bnr bnr sayang ma Alta ....Alta km tajir melintir hayohhh perusahaan opa dikshin ke km 😂😂😂
C2nunik987
keputusan ada di Alta klo kek gini mah .....Alta temuin ma Ima opanya kasian opanya kangen bgt itu loh ....😍😍
C2nunik987
terlalu sakit Al klo aku jd Tasya juga ogah balik ma km .....km kdrt nyuruh nyuruh istri sah udh kek pembantu ....tdr ma Prilly dpn mata kek ga punya otak dan perasaan 😭😭😭
C2nunik987
nach loe ketemu lagi kan kalian 😅😅😅
C2nunik987
Aku tetep lbh suka Vano ma Tasya aja. ....jijik ahhh udh dipake Prilly 😂😂😂
C2nunik987
Alta temui opamu kasian pengin liat kamu nak 😍😍😍
C2nunik987
Alhamdulillah smoga Alta ketemu bapaknya dan bisa tonjok bapaknya 😅😅😅
C2nunik987
ahh aku mah lbh setuju Vano ma Tasya aja 😍😍
C2nunik987
makan tuch cintaaa😂😂😂
C2nunik987
ayo Tasya gunakan otak geniusmu km bljr bisnis kan krj dan kuliah lagi di Paris 😍😍😍
C2nunik987
Keren Abang Vano kelak pertemukan Vano dan Tasya dgn anak ajaibnya ...
biarkan Vano jadi jodohnya Tasya thorrr....utk Alvian terserah mau dibikin mati atau jomblo seumur hidup gpp 😅😅😅
C2nunik987
Tasya pergi km dr hdp Alvian biar kan pasangan setan itu hdp bersama 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!