NovelToon NovelToon
Another Person Life

Another Person Life

Status: tamat
Genre:Kaya Raya / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Aozyrin

Vixura Auristella Xavier adalah seorang putri konglomerat yang pintar di segala bidang, ia ditembak mati sang adik tiri yang selama hidup begitu disayanginya, serta mempunyai kekasih yang sangat ia cintai, tapi nyatanya keduanya begitu tega berkhianat demi bisa merebut kekayaannya.

Sedangkan, Quirin Zeline Alister adalah seorang gadis cantik yang diusir keluar rumah oleh ayah kandungnya sendiri demi membela sang adik yang berbeda ibu, hingga ia menyerah dalam hidup dan meninggalkan semua beban dunia dengan cara melompat dari gedung.

Sungguh tidak disangka, setelah terbangun jiwa Xura sudah berada didalam tubuh Quirin yang sedang terbaring lemah dirumah sakit.

Hari demi hari, satu persatu rahasia mulai terungkap, bahkan di tubuh yang sedang di tempatnya terdapat sesuatu yang mengerikan.

Akankah Xura mampu bertahan menjalani kehidupan Quirin dan membalaskan dendam mereka berdua?, ataukah Xura justru menyerah dengan banyaknya masalah yang tengah menimpanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Drama

Setelah dokter Elard keluar, ruangan menjadi terasa canggung, dan salah satu perawat pamit keluar disusul dengan perawat lainnya

Merasa suasana begitu canggung, Alpha mencoba memikirkan topik pembicaraan sambil melihat-lihat apa yang ada di depannya

Saat itu, mata alpha tertuju pada meja yang diatasnya terdapat buah segar dan masih terbungkus rapi

"Ehmm, apa kau ingin memakan buah?" tanya Alpha mengalihkan pandangannya ke arah Xura

Xura yang tadinya menunduk dengan cepat mengangkat kepalanya, ia menunjukkan ekspresi mata yang berbinar karena ingin sesegera mungkin memakannya

"Hhemm...baiklah nona Xura, berhenti membuat wajah seakan kau tidak makan selama satu bulan" ucap Alpha sambil mendekat kearah meja di samping tempat tidur, ia membuka bungkusan buah.

"Apa dia melupakan sesuatu?, aku tidak dapat memakan buah bukan hanya selama satu bulan, tapi sudah dua tahun" batin Xura

Alpha menaruh buah di atas piring yang sudah disediakan olehnya saat kerumah, ia mencuci buah apel dan mengupas kulitnya, Alpha memotong buah apel sekecil mungkin agar bisa di makan oleh Xura mengingat Xura yang belum pulih sepenuhnya.

***

Waktu operasi sudah tiba, semua orang berkumpul di ruangan Quirin, ada dokter Al, Zee, Xeno, Vano, Staren, Arnius dan Gavin

Mereka semua mengelilingi tempat tidur Quirin, Quirin hanya bisa menghelas nafas, ia merasa lelah untuk berbicara, hal itu disebabkan karena ia berkali-kali berusaha menyuruh mereka menjauh, tapi sama sekali tidak dihuraukan oleh mereka, anehnya mereka semua bersikeras ingin tetap menemani sebelum operasi di jalan kan

"Hey, untuk apa kalian semua disini?, sangat mengganggu!" ucap dokter Al yang berdiri dengan membawa catatan kesehatan Quirin di tangannya sambil melirik keenam orang yang berdiri seperti mannequin itu, mulai dari Zee sampai Gavin.

"Ck, kau sebaiknya diam saja!, Aku hanya ingin melihatnya, dan mereka hanya menjalani tugas" ucap Zee yang tidak rela gadisnya di pegang oleh dokter Al

Al sangat tau maksud dari perkataan Zee "Hei, kau perlu mengingat satu hal, aku dokter disini, kalau kau tidak suka, seharusnya kau jangan memanggilku jauh-jauh kesini!" ucap dokter Al kesal

"Baiklah, jangan pernah kembali kesini, akan ku cabut semua lisensimu" ucap Zee santai sambil melihat Quirin

"Haaaa?" dokter Al sambil berteriak

Perdebatan kedua orang ini membuat suasan canggung menjadi mencair

Quirin yang melihat cara mereka berbicara satu sama lain, menjadi kagum karena mereka semua terlihat seperti sebuah keluarga, hatinya menjadi sangat hangat

Quirin baru menyadari, selama ini dia hanya bekerja, bekerja, dan bekerja, hal itulah yang menyebabkannya tidak mudah dekat dengan siapapun, caranya dulu berpacaran dengan Kai bahkan hanya melalui telfon saja dan mereka benar-benar jarang bertemu

"Mereka sebenarnya sangat akrab, biarpun mereka terlihat sering berdebat, tapi aku sendiri bisa merasakan kasih sayang antara mereka" batin Quirin dan membuatnya tersenyum tipis

Zee yang sedari tadi melihat Quirin terkejut melihat senyum tulus itu, selama satu bulan penuh, Quirin tidak pernah tersenyum bahkan dengan sahabatnya, ia berbicara dengan dingin namun terkadang bisa membuat gelak tawa tetapi dirinya sendiri tidak tertawa

"Sangat manis" batin Zee kemudian melihat kearah dokter Al

"Kenapa?, ingin protes?" ucap Zee dingin

"Tidak, kau yang berkuasa" ucap Al dengan kesal sambil menghela nafas, berusaha menurunkan tekanan darahnya

"Berkuasa?" tanya Quirin

"Kau tidak tau?, dia penguasa....." ucapan Al terpotong oleh Xeno

"Dokter Al, sepertinya kau mempunyai banyak waktu luang untuk bergosip" ucap Xeno yang mendekati dokter Al dengan tatapan tajam

"Ahh... ma..afkan aku rubah jantan, tolong jangan menatapku seperti kau ingin menerkamku" jawab Al yang otaknya mulai bekerja dengan benar

"Hahahahah" tawa di dalam ruangan terdengar nyaring, para bodyguard tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut

Vano hanya terkekeh kecil, ia masih bisa menjaga imagenya bahkan disaat seperti itu, Xeno tetap melotot dengan tajam ke arah dokter Al, namun Al hanya terkekeh dengan membuat ekspresi wajah orang yang tidak bersalah, sedangkan Quirin dan Zee hanya tersenyum tipis

"Kau ini.... benar-benar.." ucapan Xeno terpotong karena sangat geram dengan Al

"Hehe...Eemm rubah jantan, sebaiknya kau jangan sering marah-marah, oke?, kau bisa cepat keriput dan takutnya tetap menjomblo karena terlalu banyak keriput" ucap dokter Al santai

"Astagaaaaaa, beraninya kau mengolok-olokku, Ughh" ucap Xeno kesal

"Tuhan, mengapa aku mempunyai teman seperti dia?, haruskah dia orangnya?" sambung Xeno masih merasa kesal sambil menggepalkan tangannya bersiap untuk meninju Al

Al yang melihat Xeno ingin meninju langsung menghentikan "Eeiitttttssss, ingat?, jangan emosi, tahan sebentar, tarik nafas, buangggg" ucap Al sambil memperagakan apa yang dia ucapkan dengan wajah tersenyum

"Al, sekali lagi kau mengeluarkan kata-kata tidak bermutu mu itu, aku benar-benar akan menjahit mulutmu, kau tau kan ruangan ini memiliki alat untuk menjahit?" ucap Xeno sambil melotot tajam dengan senyuman mengerikan

Al yang mendengar perkataan Xeno terkejut tak bergeming, ia melihat ekspresi wajah mengerikan dari Xeno, kemudian Al perlahan menghentikan senyumannya

Mereka yang didalam ruangan hanya bisa menahan tawa, Gavin, Staren, dan Arnius sudah tidak berani mengeluarkan suara ketika melihat Xeno yang sudah seperti ingin mengeluarkan biji matanya, Xeno terlihat sangat galak seperti saat ia mengajari mereka, ketika mereka baru bergabung di perusahaan Zee.

Zee, Quirin dan Vano hanya menggeleng, dunia serasa milik mereka berdua, mereka seakan tidak menganggap keberadaan orang lain

"Ehem, kapan operasiku bisa dimulai?, kalian bertengkar seolah ruangan ini milik kalian berdua" celetukan Quirin datar

Xeno dan Al melihat kesumber suara, lalu mereka melihat sekeliling dan menyadari semua mata tertuju pada mereka berdua, merekapun mulai berhenti berdebat

"Emmm, maafkan aku, ini sudah waktunya, nona sudah siap?" tanya Al yang berubah serius

"Sebenarnya sudah daritadi, kau saja yang membuang waktu dengan memperdebatkan hal yang tidak penting dengannya" ucap Quirin dengan perkataan terakhirnya sambil melirik kearah Xeno

"Ah, maaf nona" ucap Xeno sambil membungkuk

Dokter Al kemudian menyuruh Gavin untuk membantu memanggilkan perawat yang menunggu di depan ruang operasi, karena mereka di larang masuk oleh Xeno

Gavin menuju pintu, saat baru membuka pintu, ia melihat perawat sudah mengantri ingin masuk kedalam, mereka sangat antusias

"Masuklah, tapi jangan membuat masalah" ucap Gavin santai

Semua perawat mengangguk setuju, Gavin mulai masuk kembali dan diikuti oleh perawat di belakangnya.

Salah satu perawat merasa iri dengan Quirin, karena melihat ia di kelilingi oleh pria-pria tampan dan kaya-raya

Vano, Staren, Arnius dan Xeno melihat kearah pintu, sedangkan Zee terlihat tidak perduli dengan perawat-perawat yang baru saja masuk

Quirin yang melihat satu persatu perawat masuk, terpaku sesaat, matanya tertuju pada satu perawat yang telah mengancamnya tadi

"Aku tidak ingin dia ikut bergabung dalam operasiku" ucap Quirin dengan menaikkan nada bicaranya sambil menunjuk kearah perawat yang dimaksud

Dokter Al yang tidak tau mengenai apa yang sudah terjadi, menatap binggung Quirin "Hem?, Ada apa nona?" tanya dokter Al sambil menatap Quirin, kemudian melirik kearah perawat sebentar dan kembali menatap Quirin

"Aku hanya tidak menyukainya, wajahnya terlalu jelek dan terlalu putih, seperti dipenuhi lumuran tepung" ucap Quirin sambil membuat gestur swag, mengayunkan telapak tangan di depan wajahnya, keatas dan kebawah berkali-kali

"Hahahahah" perawat lain yang mendengar itu, tertawa sangat keras, mereka memang tidak menyukai teman seprofesi mereka ini, karena dia selalu mencoba mencari perhatian keluarga pasien yang terlihat kaya.

"Nona, kau sangat hebat" batin Xeno, namun ia membuat gestur acungan jempol ke arah Quirin sambil tersenyum

"Lumayan" batin Zee

Muka perawat yang tadinya menatap sinis kearah Quirin, kini berubah menjadi tatapan marah, ia menggemeretakkan giginya dengan wajah yang merah padam

Zee yang melihat ke arah perawat itu hanya tersenyum smirk, perawat yang menyadari bahwa Zee sedang melihat kearahnya, merubah ekspresinya menjadi sedih

"Nona, memangnya apa salahku?, kenapa nona mencoba mempermalukanku?" ucap perawat itu sedih sambil mengeluarkan air matanya

Bersambung....

Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇

✓ Favorite

✓ Like

✓ Vote

✓ Gift

✓ Comment

✓ Rate

Author sangat berterimakasih 🙏

1
novy
.
Shuhairi Nafsir
Quirin cewek goblok lagi membosankan
Solekah
tuh kan bener quiran pelakunya
Solekah
quiran mboknya psikopat
Nurul Pky
Lumayan
NMH
Kecewa
Siti Ardiahty
Luar biasa
X'tine
🤣🤣🤣🤣🤣
Shinta Dewiana
tamat...tp org2 blm tau klu xura org terkaya se ASIA...hmmm
Shinta Dewiana
hmmmm....tuh kan...
Shinta Dewiana
huh dasar kalian emang menyebalkan
Shinta Dewiana
Al,max,alica cari penyakit...hmmmm..
Shinta Dewiana
max jangan macam2...dpt hukuman nanti..br rasa
Shinta Dewiana
sadisnyeee....zeeblg sekarat jd siapa yg akan membereskan sisa2nya
Shinta Dewiana
prrusahaan olswot mau main curang ni...
Shinta Dewiana
ayooo..zee..semangat...
Shinta Dewiana
akhirnya mati di tangan zee....baguslah...
Shinta Dewiana
leva udah ngamuk zee msh tebodoh...
Shinta Dewiana
dasar goblok lo xia...
Shinta Dewiana
feryun keluarga kalian egois..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!