Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.
Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.
Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.
Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???
Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...
Chek it out yuk...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....
Selamat membaca...happy Reading...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>
Rangga mengirimi Felisya banyak pesan namun tak satu pun yang di balas oleh Felisya. Felisya mendiamkan Rangga, dia belum sanggup untuk berbicara lagi dengan Rangga setelah apa yang telah di lakukan oleh Rangga padanya
Felisya mematikan Androidnya, lalu Felisya mengambil hp bututnya, lalu menghubungi no. Ponsel Gery.
Gery yang hendak beranjak tidur, mendengar ponselnya berdering, dia pun langsung meraih ponselnya yang di letakkannya di atas nakas.
Gery mengernyitkan dahinya, saat melihat nama kontak Felisya memanggilnya. Akhirnya dia pun mengangkat panggilan dari Felisya.
“ Hallo...assalamu’alaikum...” ucap Gery saat panggilan telah tersambung.
“ wa’alaikumsalam...pak Gery....” ujar Felisya mengawali pembicaraan.
“ iya Feli...ada apa? Tumben kamu menghubungiku...” tanya Gery.
“ pak...bolehkah aku minta izin sekitar satu minggu ini...?” tanya Felisya langsung pada Gery.
“ Ada apa Feli?” tanya Gery heran
“ mhm begini pak...aku saat ini tengah berada di kota...aku ingin saty sejenak di kota sekitar seminggu ini...” ujar Felisya memohon izin pada bosnya.
“ ada apa Feli?? Kamu ada masalah...?” tanya Gery khawatir.
“ nggak pak...aku...” Felisya belum menyelesaikan ucapannya namun Gery langsung memotongnya.
“ Kalau kamu ada masalah kasih tahu aku...aku akan berusaha membantumu...” ujar Gery penuh perhatian pada Felisya.
“ bukan begitu pak...aku Cuma ingin menenangkan diriku sejenak berkumpul dengan keluargaku di sini...” ujar Felisya beralasan.
“ baiklah kalau begitu...tapi aku mohon senin depan kamu sudah masuk lagi bekerja...” pinta Gery.
Gery sadar dia tak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah yang kini tengah di hadapi oleh Felisya. Dan bahkan masalah Feli akan semakin runyam jika dia ikut campur dalam masalah rumah tangga Felisya.
“ terima kasih ya pak...” ucap Felisya pada Gery atas izin yang telah di berikan oleh Gery padanya.
Felisya pun memutus sambungan telponnya, lalu dia pun meletakkan ponselnya dan ikut tidur bersama kedua putrinya.
Selama Felisya di kota bersama keluarganya Felisya dapat melupakan semua masalah yang tengah di hadapinya, Felisya akanb terkenang masalahnya saat Rangga yang terus berusaha mencoba menghubunginya.
Setelah tiga hari Felisya berada di rumah saudaranya, Rangga tak tahan lagi di cuekin oleh Felisya, akhirnya Rangga pun mencari kontak kakak Felisya yaitu Raisya.
Saat anak-anak sudah tidur, Raisya dan Felisya bersantai di teras rumah bercerita segala hal yang ingin mereka ceritakan selama tiga tahun ini tak berjumpa.
Mereka asik bercerita, dan saat itu pula ponsel Raisya berdering. Raisya mengambil ponselnya dan melihat nomor kontak Rangga yang menghubunginya.
“ Dek....” panggil Raisya sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Felisya. Felisya melihat nama suaminya yang tertera di layar ponsel, dia pun mengangkat bahunya menyatakan terserah pada Riaya ingin mengangkatnya atau tidak.
Raisya pun mengangkat panggilan dari adik iparnya itu.
“ Hallo...Assalamu’alaikum...” ucap Rangga saat panggilan tersambung.
“ Wa’alaikumsalam...” jawab Raisya datar.
“ kak..Feli ada?” tanya Rangga langsung.
“ Feli??” ucap Raisya sambil melirik pada Felisya, Felisya pun menggelengkan kepalanya.
“iya kak...aku bisa bicara dengan Felisya....??” tanya Rangga pada Raisya penuh harap.
“ Feli udah tidur...kamu ada pesan?” jawab Raisya pada Rangga.
“ mhm...kak...apa Feli ada cerita sesuatu sama kakak atau sama ibu bapak?” tanya Rangga pada kakak iparnya.
“ mhm...cerita apa? “ Raisya balik tanya pada Rangga.
“ sebenarnya kami tengah dalam masalah kak...” ujar Rangga jujur pada Raisya.
“ masalah apa? Feli nggak cerita apa-apa sama kakak...” ujar Raisya berpura-pura tidak tahu.
“ begini kak...terjadi kesalah pahaman di antara kami berdua...sehingga kami bertengkar hebat dan Felisya pun memilih pergi dari rumah...aku sudah mengancamnya agar tidak pergi dari rumah...namun Felisya yang keras kepala tetap memilih pergi dari rumah...” cerita Rangga pada Raisya seolah-olah Rangga menyalahkan Felisya yang pergi meninggalkan rumah mertuanya.
‘ oh... terus kamu mau kakak bantu apa?” tawar Raisya.
“ mhm...aku minta tolong bujukin Felisya untuk kembali pulang kesini kak...dan suruh dia untuk menyelesaikan masalah yang kami hadapi ini dengan baik-baik...” ujar Rangga sok bijaksana.
“ ya udah... besok kakak bilangin Felisya ya...” ujar Raisya
“ makasih ya kak...” ucap Rangga lalu dia pu memutuskan panggilannya.
Felisya semakin kesal mendengar ocehan Rangga yang seakan dia masih saja menyalahkan Felisya dalam masalah yang mereka hadapi. Raisya sengaja menyetel loudspeaker saat Rangga bercerita dengan Raisya tadi.
"Sabar ya dek...semoga aja dia sadar dengan apa yang sudah di lakuinnya..." nasehat Raisya pada Felisya.
"Iya kak..aku mau kasih pelajaran sama dia...biar nggak semena-mena sama aku..." ujar Felisya kuat padahal hatinya sangatlah rapuh.
"Ya udah...udah malam...kita tidur yuk..." ajak Raisya, lalu melangkah ke dalam rumah.
Di jam segini, ayah dan Ibu Felisya sudah tidur. Sehingga kedua orang tua Felisya tidak mengetahui permasalahan yang tengah di hadapi putri mereka.
Felisya pun masuk ke dalam kamar, dimana Aiza dan Aida telah tertidur lelap.
Sebelum Felisya tidur, Felisya teringat akan mencari kontrakan yang tidak jauh dari perusahaan XX.
Akhirnya Felisya pun mengambil ponselnya lalu mencari nomor kontak Santi, lalu men-dial nomornya.
"Hallo...assalamu'alaikum..." ujar Santi saat mengangkat panggilan dari Felisya.
"Wa'alaikumsalam..." ucap Felisya.
"kak Feli...apa kabar??" tanya Santi yang telah tiga hari ini tidak berjumpa dengan Felisya.
"Baik San...kamu apa kabar??" tanya Felisya balik.
"Baik kak...kakak kemana aja?? udah tiga hari nggak masuk kantor..." tanya Santi yang selama 3 hari ini bertanya-tanya keberadaan Felisya yang tak kunjung datang ke kantor.
" aku lagi di kota San...kangen sama keluarga..." jawab Feliya.
"Eh iya San...aku mau minta tolong kamu San..." ujar Felisya lagi.
"tolong apa kak??" tanya Santi penasaran.
"bantuin aku cari kontrakan dunkz San...!" pinta Felisya pada Santi.
"Cari kontrakan kak?? kenapa? kakak ada masalah ya??? " tanya Santi penasaran
"Iya San...aku butuh kontrakkan...ntar kalau udah ketemu aku ceritain sama kamu ya San..." jawab Felisya.
"Iya kak...mhm...di samping rumahku ada rumah kosong...tapi aku kurang tahu di kontrakkin atau nggak..." ujar Santi.
"Nggak apa-apa deh San...yang penting aku bisa dapatin kontrakkan sebelum balik ke sana..." pinta Felisya penuh harap.
"Iya kak...aku usahain deh...kakak sabar ya...setiap masalah pasti ada jalan keluarnya..." ujar Santi paham kondisi Felisya saat ini walaupun Felisya belum cerita padanya.
Santi adalah teman dekat Felisya selama di kantor, Santi banyak tahu masalah yang di hadapi Felisya, sedikit banyak Felisya pun sering curhat pada Santi.
******
Bersambung...
Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...
**Rate...
Favorite...
Like...
Koment...
Hadiah...
serta Vote...
di tunggu ya...biar semakin semangat...
Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**
Ranggaaaaaaaa...........
loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
itu ☝️☝️ resepsionis