Karena kesalahanya yang sangat fatal hingga membuat sepasang kekasih batal untuk melangsungkan pernikahannya, Gabriella harus terpaksa menggantikan dan menerima pernikahaan bersama dengan Morgan seorang CEO yang memiliki sifat kasar dan arogan guna mengembalikan nama besar keluarga pria itu.
Karena keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang, membuat pernikahaan yang mereka jalani bagaikan sebuah neraka.
Mampukah mereka meyakinkan satu sama lain untuk saling mencintai?
Mari ikuti kisah Briell dan Morgan 🥰🥰🙏🏻
Ini adalah karya season kedua dari Hot Mother 🙏🏻🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
🌹 Happy Reading 🌹
Waktu telah menunjukan pukul 19.00 pm, Briell yang sudah seharian ini letih karna habis berlatih, kini memasuki kediaman keluarga Terrence dengan lesuh.
Dan di saat dia baru melangkahkan kakinya masuk, dia telah di suguhkan dengan pemandangan keluarga besar itu tengah makan malam bersama. Briell yang malas memilih untuk terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tanpa menyapa siapa pun.
Namun langkah kakinya terhalang oleh Morgan yang tiba-tiba berdiri di hadapanya. “Kamu dari mana aja seharian ini pergi?” tanya Morgan yang sebisa mungkin berbicara lembut pada Briell.
Briell yang merasa jalanya di halangi oleh Morgan dia menepis dan sedikit mendorong suaminya agar menyingkir dari jalanya. “Pinggir,” perintahnya dengan sinis.
Morgan yang tau jika percuma melawan ucapan istrinya memilih untuk menggendong paksa tubuh Briell ala anak Koala, “aarrgghh Morgan turunkan aku.” Bentaknya pada suaminya yang sekarang mulai bersikap se enaknya.
“Tidak akan, lebih baik kamu diam jika tidak mau seluruh keluarga memandang aneh kepadamu.” Balasnya tak kalah ketus membuat Briell terdiam karna malas berdebat denganya.
Morgan melangkahkan kakinya menuju meja makan yang terlihat sangat ramai karna berkumpulnya keluarga menyambut dua pengantin baru di rumah itu.
Clarisaa yang sedari tadi melihat ke arah Morgan dan Briell, kini terlihat mulai mengepalkan tanganya menahan amarah. “Shitt! Berani-beraninya mereka bermesraan di hadapan kami, Cikkhh sangat memalukan.” Umpatnya kesal melihat Morgan yang datang dengan menggendong tubuh istrinya.
Begitu juga dengan Ketty tante Morgan yang selalu sinis dalam berbicara, “apakah istrimu itu tidak mempunyai kaki agar bisa berjalan sendiri ha? Mengapa harus kamu yang menggendongnya, dasar menyusahkan.” Tandasnya dengan nada menyindir dan sontak membuat Clarissa tersenyum puas karna masih ada anggota keluarga yang berpihak kepadnya dengan tidak menyukai Briell yang sepertinya sudah berubah di segani oleh keluarga ini.
Rose yang melihat Anak dan menantunya itu baru saja datang sontak langsung tersenyum, seperti yang kalian ketahui Semenjak keluarga itu mengetahui jika Briell bukanlah seorang jalang seperti yang di tuduhkan, Rose dan Trevor sedikit mulai belajar menerima keadaan. “Briell kamu sudah pulang Nak.” Sapa Rose yang baru melihat kehadiran menantunya itu sedari masalah pagi tadi.
Morgan menurunkan Briell dan mendudukanya di salah satu kursi sebelahnya untuk memulai makan malam bersama untuk pertama kali bagi setelah pernikahaan dua putra rumah itu.
Trevor sedikit melirik ke arah Briell yang terlihat menampilkan wajah datarnya sedang menatap tajam ke arah Victor dan Clarissa. Trevor mengira jika Briell cemburu melihat Clarisaa yang begitu ahli melayani Victor sebagai suaminya, membuatnya tersenyum tipis melihat kelakuan menantu dinginya itu. “Di keluarga kami, jika sudah menikah istri wajib melayani segala kebutuhan suaminya, seperti menyiapkan makan seperti ini.” Seru Rose sambil memasukan nasi dan lauk pauk ke dalam piring suaminya.
Begitu juga dengan yang lain, namun berbeda dengan Morgan yang terdiam menunggu Briell mengikuti langkah yang lain untuk melayani dirinya, “Briell,” tegurnya pada istrinya yang terlihat memasukan nasi ke dalam piringnya sendiri.
Mendapat teguran itu, Dengan malas Briell langsung menyendokan nasi dan lauk pauk lainya ke dalam piring Morgan yang katanya adalah suaminya. “Nah.” Ketusnya menyerahkan piring dengan kasar pada suaminya.
Morgan menerima piring itu dengan lembut lalu tersenyum meskipun itu sama sekali tidak akan di balas oleh Briell, “terima kasih.” Lirihnya pelan dengan tersenyum canggung.
Dan semua pergerakan antara Briell dan Morgan itu tak lepas dari perhatian keluarga besar itu, hingga Trevor mulai bersuara kembali. “Kami tau mungkin kami semua di sini telah salah menuduh dan menghina kamu, kami minta maaf.” Ucapnya dengan lembut dan tersirat penyesalaan karna Briell bisa merasakan itu.
Rose yang mendengar suaminya mulai meminta maaf pada Menantunya itu, akhirnya mulai mengeluarkan suaranya juga. “Kami meminta maaf atas sikap kami yang lalu, tapi sungguh bukan maksud kami seeprti itu, mungkin kami terlanjur marah karna penyebab itulah yang membuat keluarga kamu nyaris malu dan syukurnya putra pertama kali Victor mau menggantikan posisi Morgan yang telah berselingkuh dari Clarissa,” komentarnya pada kejadian yang beberapa hari ini menimpa mereka.
“Sungguh kami tidak benar-benar mengetahui siapa sebenarnya kamu, yang kami semua ketahui jika kamu adalah seorang pelayan rendahan yang sengaja masuk dan memberikan obat peransang itu pada Morgan, pasti kamu tau kan jika Rekaman CCTV itu entah siapa yang menghapusnya dan bagaimana cara memulihkanya,” timpal Trevor yang akhirnya baru memikirkan jika Briell itu hanyalah seorang jalang murahan.
Rose melihat Briell yang hanya diam tanpa ekspresi mendengar seluruh kata maaf yang di ucapkanya dan suaminya, bahkan dengan asiknya dia masih mengunyah makanan tanpa menghiraukan orang sekelilingnya yang sedang berusaha membangun cerritanya. “Kamu maukah maafin kamu Nak?” tanya Rose pelan, dia takut menyingung lagu hati memantunya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra