Seorang gadis bernama Elina menikah dengan pria bernama Dimas. Elina tidah tahu bahwa pria yang menikahinya adalah pangeran dari Luwis.
Disaat mereka bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka, sebuah tragedi yang memisahkan mereka berdua.
Dua tahun kemudian, Dimas dipertemukan kembali dengan Elina tetapi dengan identitas Sabrina Hadinata seorang gadis dari keluarga Hadinata.
Saat pertemuan mereka, Sabrina tidak mengingat tentang kenangannya dengan Dimas.
Bagaimana kisah kedua insan yang terpisahkan ini? Ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Dua Tahun Kemudian
Disebuah bandara Kota London inggris.....tampak sesosok pria tampan nan gagah tengah berdiri dengan memegang kopernya sambil terus melihat jam ditangannya seperti sedang menunggu seseorang. pria tampan itu tak lain adalah Pangeran Milan.
Dari kejauhan seorang gadis cantik berambut panjang kecoklatan berlari kearah pria itu sambil menarik kopernya. Gadis itu adalah Sabrina Hadinata. Ya....dia adalah Elina yang berubah menjadi seorang gadis cantik nan elegan bernama Sabrina Hadinata.
"Kau ini lambat sekali sih" Kata Milan.
"Aku terlambat bangun" jawab sabrina.
"Hah.....aku kan sudah bilang kemarin untuk bangun pagi" Kata Milan.
"Kau ini cerewet sekali yah seperti wanita saja" jawab sabrina.
Milan kesal.....dia lalu mengacak ngacak rambut sabrina.
"Heiii....kau itu keterlaluan sekali, aku berusaha merapikannya tapi kau malah merusaknya" kata sabrina.
"Memangnya kau ingin memperlihatkannya pada siapa" tanya Milan.
"Ya....tentu saja kau" jawab sabrina.
Sabrina pun lari dengan menarik kopernya. saat jauh dari milan, dia lalu menjulurkan lidahnya pada milan untuk mengejeknya, milan kesal dan mengejarnya.
"Awas...kau ya" kata milan yang mengejar sabrina. Dan terjadilah aksi kejar - kejaran dibandara.
Setelah mereka puas bermain - main dibandara, tiba waktunya mereka berdua untuk chek in dan naik ke pesawat. Mereka berdua duduk di First Class bersama.
Selama 10 jam perjalanan yang cukup melelahkan, mereka berdua sampai dibandara Internasional kota Luwis. Milan dan Sabrina berada didepan menunggu mobil jemputan masing - masing. Mobil Sabrina datang duluan.
"Aku duluan ya Mil" kata sabrina sambil menaikkan tangannya pada Milan.
"Hei....kau meninggalkan ku begitu saja" teriak milan yang melihat sabrina sudah masuk kedalam mobil. saat itu sabrina membuka kaca mobilnya dan menengok kebelakang melihat milan.
"Sampai jumpa lagi" teriak sabrina.
"Bukan sampai jumpa Bina tapi sampai ketemu lagi" balas milan dengan suara pelan sambil tersenyum seperti hanya dia yang mendengar suaranya itu.
***
Disebuah Kastil mewah dan megah yang menjulang tinggi seperti menara, pekarangan yang luas dikelilingi air mancur bundar. Dihiasi taman bunga yang sangat indah dan terdapat bagasi luas disamping kastil, berjejer beberapa mobil mewah dan Dua motor Harly yang bernilai sampai milyaran. Pagar emas yang menjulang tinggi, dinding tembok pagar berwana putih mengelilingi kastil. Kastil itu terdapat didepan istana kerajaan Luwis. Kastil itu merupakan kediaman mewah milik Pangeran Dimas.
Didalam Kastil, dimas sudah berdiri disebuah ruang kerjanya memakai baju kemeja putih celana hitam mengkilat dan sepatu hitam mewah. Tangan kanannya memegang gelas anggur dan satunya memegang sebuah kotak cincin buludru berwana merah, dia terus menatap kotak cincin itu smbil meneguk segelas anggur mahalnya.
Dibelakangnya sudah berdiri sekertaris Halim dan disampingnya sudah ada Alex pengawal pribadinya.
"Yang mulia....ini sudah waktunya kita pergi" Kata sekertaris Halim.
Tanpa bicara, dimas langsung meneguk habis anggurnya, memasang jasnya dan menyimpan kotak cincinnya kedalam kantong celananya. Dimas memang selalu membawa kotak cincin itu kemana - mana.
Dia pun keluar diikuti pengawal pribadinya dan sekertarisnya. Dia pergi mengendarai salah satu mobil mewahnya. Didalam mobil dia mengeluarkan lagi kotak cincinnya itu dan terus menatapnya.
"Apa yang mulia yakin mau bertunangan dengan Nona Belinda?" tanya Halim.
"Dia hanya alat bagiku untuk membuat istriku kembali tidak ada yang lain" jawab Dimas.
" Tapi ini sudah dua tahun yang mulia, anda terus membuat skandal dengan beberapa wanita untuk memperlihatkan pada nona Elina dan sekarang anda ingin pura - pura tunangan hanya untuk membuat nona elina kembali bukankah kalau nona melihatnya, dia hanya akan semakin jauh dari anda" kata halim.
"Aku tidak tahu harus pakai cara apa untuk menemukannya....!!! semua wanita yang ada disampingku tidak ada yang pantas memakai cincin ini, hanya dia seorang" balas dimas.
"Tapi Nona Belinda adalah keponakan nyonya karina" kata halim.
"Aku punya rencana sendiri....kau hanya tinggal persiapkan cincin untuknya, selebihnya akan kuberitahukan setelah acara ini selesai" jawab Dimas.
"Baik yang mulia" halim.
Mereka pun sampai disebuah gedung yang mewah, diluar sudah ada banyak wartawan yang menyiarkan acara pertunangannya.
Bersambung
singkat padat jelas... kereeenn pokoknya 🥰🥰
Biasanya penulis akan nambahin extra part sehingga ceritanya jadi panjang kali lebar ....
Nah author ini dg berani langsung memutuskan untuk mengakhiri novelnya disini.....
Keren tor.....👍👍