Follow IG @rr_maesa
Dilamar pria tampan super tajir, dengan rumah mewah dan perhiasan satu koper, mau? Mau dong! Tapi bagaimana kalau prianya ternyata memiliki gangguan kejiwaan? Masih mau?
Jack Delmar adalah pria tampan kaya raya keturunan bangsawan Perancis, yang mengalami hal buruk di masa kecil yang membuatnya depresi dan terpaksa dirawat di RSJ.
Arasi Mayang, seorang gadis yang menerima lamarannya Jack karena dikejar target menikah tanpa tahu kalau Jack dalam masa pengobatan. Apa yang terjadi ketika Ara baru mengetahui kondisi Jack setelah menikah?
Yuk ikutin kisah cintanya Jack dan Ara!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-23 Perdebatan di ruang kerja Ny.Inez ( Part 1 )
Jack dan Ara pergi keruang kerjanya Ny.Inez, disana sudah berkumpul, empat orang yang tidak dikenal oleh Ara. Pak Beni juga ada disana.
Pria berambut putih itu langsung mengangguk pada Jack, yang segera masuk keruangan itu.
Ny.Inez dan Bastian juga Tuan Ferdi ada diruangan itu dengan wajah yang masam.
Jack duduk dikursi yang kosong, Ara mengikutinya duduk disamping Jack.
Pak Beni menoleh pada salah satu pria berjas itu. Ara melihat ada dua orang pria berkulit putih kemerah-merahan, kulit mereka hampir sama dengan Jack hanya Jack memiliki kulit sedikit gelap karena dia memiki darah pribumi dari Ny. Inez.
Ara terkejut saat Pak Beni bicara dalam bahasa Perancis, dia tidak mengerti apa maksud dari yang Pak Beni bicarakan itu. Mungkin Pak Beni sedang menyapa pria-pria itu.
Seorang pria pribumi mulai bicara.
“Selamat sore semuanya, karena Tuan Jack Delmar sudah hadir juga istri jadi kita akan mulai membahas hak pemegang kekayaannya Tuan Jack Delmar,” kata pria itu.
“Perkenalkan nama saya Widodo, Tuan Delmar! Ini dua rekan saya, dan ini Mr. Rudolph dan Mr. Curtis, pengacara dari Firma hukum yang mengurus kekayaannya Tuan Cosntantine Delmar di Perancis,” kata pria yang bernama Widodo itu, menoleh pada rekan-rekannya.
Para pengacara itu memberi salam pada Jack.
“Mr.Rudolph dan Mr.Curtis, segera mengurus masalah ini saat mengetahui kalau Tuan Delmar sudah keluar dari RSJ dan menikah kemarin,” kata Pak Widodo.
Jack menoleh pada dua pria dari Perancis itu lalu dia berbicara dalam bahasa Perancis.
Ara yang melihat Jack berbicara dalam bahasa Perancis yang fasih menatapnya takjup. Pria itu terlihat begitu tenang sekarang, benar kata Pak Beni, setelah minum obat biarkan Jack tidur supaya saat bangun dia lebih tenang, terlihat sekarang hasilnya, Jack terlihat sangat normal, apalagi kata Dokter Mia dosis obatnya Jack ditambah.
“Kau tahu Jack, selain tampan dan kaya kau juga sangat berkharisma, kau terlihat sangat smart, sama sekali tidak ada tanda-tanda kau sakit. Ah seandainya kau tidak sakit, seandainya…” batin Ara.
Saat memperhatikan Jack, tiba-tiba Jack menoleh padanya, membuat Ara terciduk sedang menatapnya. Arapun langsung tersenyum terpaksa dengan bingung.
“Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan,” ujarnya menghindari rasa malu.
Jack tidak menjawab, dia kembali menoleh pada dua pria Perancis itu.
Ara menoleh pada Pak Beni dia tidak mengerti apa yang dikatakan Jack pada dua orang itu. Dilihatnya Nyonya Inez diam saja, sepertinya kalau Nyonya Inez mengerti karena di dulu tinggal di Perancis.
“Tuan Delmar hanya meminta untuk dipercepat saja, dia tidak mau Nyonya Delmar kelelahan harus menunggu lama-lama, karena sedang sakit,” kata Pak Beni pada Ara.
Mendengarnya membuat hati Ara berbunga-bunga dan wajahnya memerah, suami depresinya itu begitu sangat peduli padanya. Diapun menoleh pada Jack, tapi pria itu hanya menatap pada pengacara-pengacara itu. Ah Jack, kau memang susah ditebak.
“Baiklah, Tuan Delmar. Kita mulai saja,” ucap Pak Widodo. Rekannya mengeluarkan berkas-berkas lalu disimpan diatas meja.
Pak Widodopun mulai bicara.
“Seperti yang kita ketahui sejak meninggalnya Tuan Cosntantine Delmar, sebagian besar harta warisannya jatuh pada Tuan Jack Delmar dan beberapa pada istrinya, Ny. Inez,” kata Pak Wododo.
“Dan karena pada waktu itu Tuan Jack Delmar masih kecil juga mengalami depresi dan harus dirawat dirumah sakit Jiwa, jadi semua hak pengelolaan kekayaannya Tuan Delmar jatuh ketangan Ny.Inez. dengan berbagai klausul keuntungan, jasa dan segala macam sudah tertera dalam surat-surat yang ada diberkas ini,” lanjut Pak Widodo memperlihatkan berkas-berkas bertumpuk itu.
Ara diam saja mendengarkan dengan baik.
“Karena kami juga tidak mendapat laporan atas kesembuhan Tuan Delmar, jadi semua kekayaan masih berada ditangannya Ny.Inez sampai sekarang,” kata Pak Widodo lagi, menoleh pada Ny.Inez.
“Kemudian dikarenakan sekarang ada laporan kalau Tuan Delmar sudah keluar dari RSJ dan sudah menikah maka seluruh kekayaan Tuan Delmar akan kembali diserahkan pada Tuan Delmar,” lanjut Pengacara itu.
“Tapi Jack masih sakit, aku tidak tahu kalian dapat laporan darimana kalau Jack sembuh?” kata Ny.Inez, menyela.
“Kami dapat surat keterangan sehat dari RSJ di Perancis,” jawab Pak Widodo.
“Surat sehat? Kenyataannya Jack masih sakit, itu pasti surat palsu,” ucap Ny.Inez, langsung menoleh pada Pak Beni. Pasti Pak Beni yang mengirimnya, fikirnya.
Pria berambut putih itu hanya diam saja.
“Kami tidak mempermasalahkan apa Tuan Delmar sakit atau tidak. Secara administrasi ini surat keterangan sehat yang sah. Kita pegang bukti itu,” kata Pak Widodo sambil memperlihatkan surat sehatnya Jack.
“Jack masih minum obat, Pak. Dia masih suka mengamuk, dia belum bisa diberi tanggung jawab mengelola kekayaannya yang begitu banyak,” kata Ny.Inez, mencoba meyakinkan pengacara-pengacara itu.
Mendengar perdebatan itu, Ara menoleh pada Jack, dia menebak-nebak apakah Jack masih sakit atau sudah sembuh. Pria itu kadang terlihat sakit tapi dia juga kadang terlihat sehat, dia juga suka terlihat aneh.
Semua orang juga menoleh pada Jack yang hanya diam saja mendengarkan, tidak berperngaruh dengan opini yang ada dikepala orang-orang yang sedang menatapnya, sama sekali tidak ada grogi ataupun gugup sikapnya.
“Selain aneh, ternyata kau juga muka badak, semua orang memandangmu dan menilaimu kau hanya acuh saja,” batin Ara.
Kadang pria itu seperti terbiasa dilihat orang banyak karena sikapnya yang cuek begitu, mungkin karena dia tidak normal jadi bebel, fikir Ara lagi. Diapun kembali menoleh pada Pak Beni yang muai berbicara.
“Sehatnya pasien RSJ tidak bisa 100 persen, tidak bisa disamakan dengan orang normal umumnya, walaubagaimanapun akan ada sisa-sisa tidak normalnya hanya persentasinya kecil. Makanya Tuan Delmar masih menggunakan obat-obatan dan masih control pada Dokter Jiwa,” kata Pak Beni, mencoba menjelaskan.
Ny.Inez menatap Pak Beni dengan tatapan tajam, begitu juga dengan Tuan Ferdi dan Bastian.
“Biang keroknya Pak Beni, awas kau Pak Beni,” batin Tuan Ferdi.
“Tapi kami tidak mempermasalahkan soal itu, yang penting kami sudah mendapat surat sehat. Selain alasan kesehatan, sekarang sudah ada anggota keluarga Tuan Delmar yaitu istrinya, jadi pemegang kuasa kekayaan Tuan Delmar akan berlalih pada istrinya,” lanjut Pak Widodo.
Tentu saja hal ini membuat Ny. Inez meradang begitu juga Tuan Ferdi dan Bastian.
“Nyonya sudah tidak punya hak lagi memegang kekayaan peninggalan Tn. Constantine Delmar, karena selain Tn.Jack Delmar dinyatakan sehat dan sudah menikah, Nyonya juga sudah menikah lagi dengan Tuan Ferdi, Nyonya sudah bukan keluarga Delmar lagi,” kata Pak Widodo, membuat hati Ny.Inez dan keluarga semakin terbakar.
“Aku tidak bisa terima semua ini! Selama ini aku sibuk mengurus perusahaannya Jack, masa sekarang begitu mudahnya semua dikembalikan begitu saja?” kata Tn. Ferdi dengan nada tinggi.
“Tn.Ferdi, memang benar anda yang mengelola perusahaannya Tuan Delmar,tapi anda juga sudah mendapatkan bagian anda juga Ny.Inez setiap bulannya,” kata Pak Widodo.
“Kalian fikir aku ini hanya kaki tangannya Jack? Kalau tidak aku kelola semua kekayaan Jack itu sudah habis sedari Jack masih kecil,” kata Tn.Ferdi, masih emosi.
“Tadi sudah saya jelaskan Tuan Ferdi, anda sudah mendapatkan gaji yang lebih dari cukup dari yang seharusnya,” kata Pak Widodo, membuat Tuan Ferdi semakin marah saja.
Terdengar Mr.Curtis berbicara dalam bahasa Perancis lalu dijelaskan oleh Pak Widodo, kemudian Mr. Curtis dan Mr. Rudolph mengeluarkan berkas-berkas yang mereka bawa.
“Ini adalah rincian keuangan yang telah Tuan dan Nyonya dapatkan selama mengelola perusahaannya Tuan Delmar, jadi Tuan dan Nyonya sudah mendapatkan hak kalian,” jelas Pak Widodo, membuat Pak Ferdi diam.
Ny. Inez menatap Pak Widodo.
“Pak Widodo, sebenarnya aku tidak masalah kalau harta Jack dikembalikan pada Jack, yang jadi masalah adalah, Jack baru menikah satu hari dengan wanita ini, dia tidak bisa dipercaya untuk memegang semua kekayaannya Jack,” kata Ny.Inez, tangannya menunjuk pada Ara.
“Tapi hukumnya seperti itu Nyonya. Yang berhak mengurus kekayaan Tuan Delmar adalah Tuan Delmar sendiri dan istri. Apalagi Nyonya sudah menikah lagi,” jawab Pak Widodo.
Ny. Inez memberengut kesal.
“Nyonya diberi kekuasan mengurus kekayaannya Tuan Delmar karena Tuan Delmar masih kecil. karena kami sudah ada laporan kalau Tuan Delmar sembuh dan sudah menikah, jadi kekayaannya harus di kembalikan dan jika memang Tuan Delmar masih sakit, maka istrinya yang berhak mengelolanya,” kata Pak Widodo.
“Jadi kalau dikembalikan pada Jack, itu artinya aku tidak berhak lagi mengelola perusahaannya Jack?” tanya Tuan Ferdi.
“Itu bisa dibicarakan dengan Tuan Delmar apakah masih akan memakai jasa Tuan atau tidak, karena dalam kasus ini perusahaan itu bukan milik Tuan Ferdi, Tuan Ferdi hanya bekerja disana,” kata Pak Widodo, semakin membuat Tuan Ferdi naik pitam.
Ara menghela nafas panjang melihat perdebatan alot ini. Keluarganya Jack sudah lama mengelola kekayaannya Jack jadi mereka merasa memiliki semua itu.
Diliriknya Jack hanya diam saja memperhatikan, hati Ara merasa sedih dia bisa merasakana bagaimana kecewanya Jack disaat melihat keluarganya memperebutkan hak atas kekayaannya, bukan memikirkan kesembuhannya, kasihan sekali Jack hidupnya kurang kasih sayang, tapi Ara tidak tahu apa Jack mengerti akan hal itu.
Tangan Ara spontan mengulur memegang tangannya Jack, memberi semangat pada Jack. Dia merasa simpati pada suaminya ini. Tapi kemudian dia tersentak kaget saat Jack ternyata balas menggenggam tangannya.
***********
mana ada cowo gila romantis.. ada d tempat yang sama, sempet sempetnya kirim bunga
ibarat kalau pilih kiri (dikejar pria beristri)
pilih kanan dikejar pria autis (gangguan jiwa)
tp setidaknya jack itu ganteng, kaya raa.. pilih dia aja.. minus ny cuma atu, dia gila raa.. gapapa lah.. ketutup ama ketajiran ny.. anak semata golek kolongmerat..
dr pada pilih laki beristri..
mending setia.. bisa bisa nambah pasukan.. belum lagi anaknya banyak.. di unyeng2 istri tua.. haih...ibarat udah jatoh nyusruk ke selokan comberan itu mah.. dibahagiain kaga.. sengsara udah pasti
seneng bgt 🥰