Dulu ia hanyalah seorang tentara elit yang dikhianati sahabatnya sendiri dan mati di tengah misi berbahaya. Namun takdir justru membawanya terlahir kembali sebagai seorang Putri Kekaisaran.
Sayangnya, status putri bukan berarti hidupnya aman. Intrik istana, bayangan pengkhianatan, hingga malapetaka yang mengintai, semua sudah menunggu.
Tapi Ariana Calista Castello bukan putri biasa. Di balik wajah manisnya, ia menyimpan jiwa seorang prajurit yang terbiasa menghadapi hujan peluru.
Akankah pengalaman hidupnya di masa lalu menjadi senjata terkuat untuk bertahan di dunia baru ini? Atau justru menjadi kelemahan yang menyeretnya ke jurang yang sama?
Mari temani perjalanan sang Putri Reinkarnasi dalam menghadapi dunia penuh sihir, intrik, dan rahasia kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rajeng Tia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Bulan
...♡《•°Happy Reading Readers°•》♡...
...Empat Bulan Kemudian~...
Saat ini aku sudah bisa mengendalikan 'Mana'ku secara sempurna dan telah menguasai sihir Elemen Angin, Walaupun masih seperti kapal pecah.
Pasalnya saat belajar Elemen Angin, Aku tidak sengaja merobohkan dinding di kamarku hingga terlihat dari luar.
Untungnya saja langsung diperbaiki oleh Rina, Sehingga dinding dikamar seperti semula lagi. Tapi Rina segera menghilang, Dikarenakan 'Mana' nya yang terkuras banyak.
Dan aku yang menyaksikan hal itu hanya bisa melihat dengan kagum dan tidak percaya. Sepertinya aku benar-benar berada di Dunia Fantasi.
Ah! Dan satu lagi, Aku sudah bisa tengkurap loh! Aku belajar tengkurap setiap siang hari, saat tidak ada orang dikamarku. Puas rasanya jika aku sudah bisa tengkurap.
Oh iya, Kadang aku merasa seperti ada orang yang sedang mengawasiku, Mungkin itu hanya firasatku saja.
...o0o...
Sekarang aku sedang mogok belajar sihir, Bukan mogok makan loh ya, Ada alasan tertentu mengapa aku mogok belajar sihir.
Yaahhh~ Itu semua dikarenakan aku yang masih syok. Gimana gak syok saat aku sendiri yang merobohkan dinding di kamarku, Apalagi itu semua karena Elemen Angin milikku.
Bukankah itu hal yang sangat mengerikan?
...•...
...•...
...•...
"Hei, Kalau kau tidak belajar dengan benar, Bagaimana kau akan menjadi 'Master Sihir' yang hebat?" Tanya Rina menahan rasa kesalnya.
Mohon maaf, Tapi aku tidak pernah bercita-cita menjadi 'Master Sihir' yang hebat tuh?
"Lalu? Memangnya kau tidak mau menyandang gelar yang sama dengan ibumu?"
Tidak, Tidak mau. Aku hanya mau hidup dengan kemauanku sendiri. Tidak boleh ada yang mengaturku, Kecuali orang tuaku.
"Kenapa? Beri tahu aku alasannya."
Karena jika aku durhaka kepada orang tuaku, Maka aku akan dikutuk menjadi batu. Aku tidak mau mempunyai nasib yang sama dengan 'Pemuda' itu.
Membayangkannya saja aku tidak berani.
"Apa katamu? Di kutuk menjadi batu? Memangnya ada ya? Terus habis itu 'Pemuda' yang kau maksud itu siapa?"
Tidak usah dipikirin, Kadang jika kita mengetahui banyak hal, Maka bisa saja hal itu membuat kita celaka.
Lebih baik diam dan dengarkan, Tidak perlu bertanya soal apa yang baru saja kau dengar.
"Hmm ... Baiklah."
Nah, Sekarang Rina bisa pergi. Hari ini aku sangat lelah.
"Lelah apanya? Kau kan belum belajar sihir hari ini, Dan hanya berbaring terus menerus di ranjang bayi."
Duhh~ Kamu tuh gak peka banget sih Rin, Udahlah ... Aku ingin tidur.
"Ishhh yaudah deh, Tapi besok malam harus belajar sampai bisa! Titik ga pakai koma!" - Ucap Rina lalu menghilang dalam kegelapan malam.
Ck, Dasar.
Dia (Rina) Muncul dan menghilang seperti layaknya seorang hantu.
Duhh ... Jadi keingetan sama mba kunti kan.
...Keesokan Harinya....
Pagi ini aku sedang bermain bersama para mainanku, Jika dulu aku menolaknya karena sebuah alasan. Tapi kini berbeda, Setelah aku mengetahui bahwa mainan yang Silvia dan Elena bawakan terbuat dari Emas dan Permata!
Reaksiku saat itu sangat-sangat terkejut! Bahkan saat ingin menyentuhnya saja tanganku bergetar!
Ekhem, Aku bukan NDESO loh~ Cuman itu tuh hanya reaksi berlebihanku saja, Hehe~~
Oke, Lupakan.
Sekarang aku teringat suatu hal yang masih kupikirkan dari dulu, Apakah mama sudah bangun dari komanya? Entah kenapa aku rindu pada sosok mama di dunia ini.
Aku belum pernah melihat sosok mamaku, Malah yang ada hanya seorang Pelayan Pribadi milikku (Pengasuh bayi?).
Hmm ...
Aku berpikir sejenak dan menyadari sesuatu.
Kenapa aku tidak menyuruh Rina untuk mendapatkan informasinya Mama?
Ah dasar Ria bodoh! Kenapa gak dari dulu sih?
...Malam Harinya....
...Swuuushhhh~~~...
Malam ini aku merasakan sesuatu yang tidak biasa, Perasaanku tidak tenang, Seolah memberitahu bahwa ada bahaya yang akan datang.
Aku merasa resah dan tidak tenang, Walaupun dikamarku ada Silvia dan Elena yang sedang menjagaku. Tapi tetap saja, Aku masih merasa resah!
Perasaan ini pernah kurasakan dulu saat aku masih menjadi polwan.
Batinku sambil mengenang masa lalu.
Posisiku saat ini sedang tengkurap di ranjang bayi, Sembari melihat sekeliling, Menelusuri jika ada pergerakan yang aneh.
...o0o...
Tak lama kemudian, Aku merasakan hawa membunuh yang sangat pekat. Seketika hawa membunuh itu menyadarkanku dari lamunanku.
Mataku menelusuri setiap sudut ruangan, Mencari keberadaan hawa membunuh itu. Tapu aku gagal menemukannya, Lalu kulihat Silvia dan Elena yang sedang memandangi sekitarnya.
Kurasa mereka berdua menyadari hawa membunuh yang pekat itu.
Dan dalam hitungan detik, Muncul tiga sosok yang keluar dari kegelapan. Ketiga sosok itu memakai pakaian serba hitam dari atas sampai bawah, Hingga membuatku berpikir ...
Apa mereka sedang cosplay? Menjadi seorang Ninja gitu? Atau ... Mereka mau melayat? Tapi siapa yang meninggal di sini??
Yang Pasti adalah pakaian itu membuat gerah.
...o0o...
Tiga orang itu mendekat, Salah satu dari ketiga orang tersebut mengeluarkan sebuah pisau. Aku terkejut, Begitu juga dengan Silvia dan Elena.
Orang yang memegang pisau berjalan mendekat kearah kami. Silvia dan Elena tampak sedikit gemetaran dan mulai mundur secara pelan-pelan.
Aku dapat melihat bagaimana tajamnya pisau itu jika melihat kilatan-kilatan yang muncul saat pisau itu terkena sinar bulan di malam hari.
Lalu disusul dengan dua orang yang mengeluarkan sebuah elemen sihir berwarna hitam, Kedua orang itu mulai mendekat.
Dan pada akhirnya ketiga orang itu mengelilingi kami, Aku yang sedang berada di ranjang bayi hanya bisa melihat dengan kedua tanganku yang sudah menggigil.
Mereka bukan ingin cosplay disini, Tapi mereka adalah seorang pembunuh! Kenapa aku bisa lupa jika di sekitarku banyak yang ingin mengincar nyawaku.
Aaaaa tidaakkkk-!! Aku dalam bahaya sekarang!
Ingin rasanya aku menghilang dari suasana yang mencekam ini, Siapa saja tolong kami!
Ria lupa jika kedua pelayan pribadinya itu tidak biasa, Itu semua karna akhir-akhir ini tidak muncul pergerakan yang aneh di sekitar Ariana.
...~♡°•BERSAMBUNG•°♡~...
Jadi bagus, Good Job 👍🏻/Coffee/
Halo, Readers yang luar biasa! 🙌🏻
Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan, waktu, serta apresiasi yang telah kalian berikan untuk karya Becoming A Princess in Ancient Times.
Dengan ini, saya ingin menyampaikan bahwa seluruh chapter (episode) dalam novel ini sedang mengalami proses revisi dan perombakan cerita secara menyeluruh. Langkah ini saya ambil agar alur kisah, karakter, serta latar dunia dalam novel ini dapat tersusun dengan lebih matang, konsisten, dan memikat.
Selama proses revisi berlangsung, beberapa bagian mungkin akan diubah, diperbaiki, atau disesuaikan agar lebih selaras dengan arah cerita yang baru. Mohon pengertiannya apabila terdapat perbedaan antara versi sebelumnya dan versi yang akan datang.
Saya sangat menghargai setiap pembaca yang setia mengikuti perjalanan Ariana. Dukungan dan masukan dari kalian adalah motivasi terbesar bagi saya untuk terus berkarya dengan sepenuh hati.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini.
Mari nantikan versi terbaru Becoming A Princess in Ancient Times dengan semangat baru dan petualangan yang lebih menakjubkan! ✨
Salam hangat,
Rajeng Tia
Penulis
Ah, sebentar lagi air mataku akan menitik deras TwT