Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Hari pun mulai sore saat jam kerja karyawan pulang, karena jarak dari tempat kerja nya ke koss'an hanya 10 menit Liana pun memilih untuk berjalan kaki.
Setiba nya di koss'an Liana melihat masih ada mobil Alex, ia pun masuk ke kamar nya dan pintu kamar pun terbuka tidak di kunci.
"Mas ko masih di sini??? Mas enggak kerja??" tanya Liana sambil menyimpan tas nya.
" Enggak aku dari sini aja" ucap Alex singkat
"Kenapa??" tanya Liana
"Enggak papa tadi tiba-tiba aja sakit kepala, terus karena taku ada apa-apa aku milih istirahat dulu di sini" ucap Alex berbohong
"Mas tadi siang udah makan??" tanya Liana yang sedikit khawatir
"Belum aku nunggu kamu aja" ucap Alex yang berbohong padahal tadi siang sudah makan.
"Makanan udah aku pesenin ko tuh ada di atas meja, kita makan sekarang yuu" lanjut Alex sambil bangun.
"Iya mas" jawab Liana sambil mengambil makanan tersebut.
Mereka pun makan bersama di dalam kamar yang lumayan cukup kecil bagi Alex, karena di banding dengan kamar nya itu sangat lah jauh.
Liana yang sedang makan sesekali memperhatikan Alex ia merasa aneh, karena di mana-mana orang sakit meski pun cuma sakit kepala pasti tidak terlalu nafsu makan.
Tapi berbeda dengan Alex yang kata nya sakit, tapi makan nya sangat cepat dan habis tak tersisa.
"Mas beneran lagi sakit??" tanya Liana penasaran
"Iya kepala ku masih pusing" ucap Alex
"Tapi ko makan nya abis ya, biasa nya orang sakit kan gak nafsu makan" ucap Liana sambil meminum air putih.
"Aku kan belum makan dari siang" jawab Alex berbohong
"Ooo gitu, ya udah mas istirahat aja dulu aku mau mandi" ucap Liana sambil membawa baju ganti dari lemari.
"Heemm" jawab Alex singkat lalu ia pun pura-pura tidur.
Liana pun mandi tanpa perasaan curiga sedikit pun pada Alex, setelah mandi dan memakai baju ia pun keluar dari kamar mandi.
Ia pun keluar sambil menyisir rambut panjang nya, ia melihat Alex yang sedang tidur karena merasa khawatir Liana pun memeriksa kening Alex.
"Tidak panas ko, mungkin mas Alex kelelahan bekerja dan merapih kan baju" ucap Liana sambil menyisir rambut nya.
Ia pun di tarik oleh Alex sehingga jatuh di atas badan Alex, Alex pun langsung memeluk badan Liana sambil tersenyum.
"Mas lepasin ihhkk" ucap Liana yang merasa susah berkutik karena di peluk Alex.
"Sebentar aja siapa suruh ngebangunin macan lagi tidur" ucap Alex memberi alasan.
"Kamu kalo abis mandi suka mancing-mancing gini ya!! ucap Alex sambil mencium Liana
"Mas lepasin umm..." ucap Liana terpotong karena bibir nya telah di sumpal oleh Alex.
Kejadian senonoh pun terulang lagi Liana yang awal nya melawan, kalah kuat dengan Alex yang tenaga nya besar.
Ia pun akhir nya mengikuti kemauan Alex,entah berapa kali Alex melakukan nya pada Liana akhirnya Liana pun tertidur karena kelelahan.
Alex pun lalu menyelimuti Liana dengan selimut yang baru ia beli tadi siang, karena semua nya sudah ia siap kan sematang mungkin.
Sampai-sampai ia memesan jamu tradisional+telor ayam kampung, dan sate kambing yang setengah matang pada Agus saat makan siang tadi.
Setelah ia merasa lelah dan ngantuk Alex pun tidur di samping Liana sambil memeluk nya, Liana yang sedang tidur pun membalas pelukan Alex yang ia pikir bantal guling itu.
##Keesokan harinya
Alex sudah bangun dari subuh mula ia terbangun karena suara chat di hp Liana, ia pun membuka hp liana karena penasaran siap yang menghubungi nya subuh-subuh begini.
Ternyata yang nge chat Liana adalah Adit, ia ingin memberi kabar karena sibuk dengan tugas mendadak di Thailand selama 40 hari.
Alex pun langsung menghapus chat tersebut lalu tersenyum, ia pun langsung ke kamar mandi dan membiarkan Liana yang sedang tidur karena kelelahan.
Liana pun akhirnya bangun ia melihat kanan kiri tidak ada siapa-siapa, karena seingat nya Alex kemarin ada sini.
"Apa kejadian kemarin cuma mimpi?? Tapi seperti nyata, karena kemarin sehabis mandi aku dan mas Alex ahhhkk" ucap Liana lalu ia menutup mulut nya karena takut mengganggu penghuni lain nya.
Liana pun mengintip dari gorden ternyata mobil Alex masih ada di parkiran, pintu kamar pun terkunci dari luar.
"Kemana dia pagi-pagi begini" ucap Liana sambil menutup kembali gorden nya.
Ia pun segera pergi mandi karena takut ada Alex yang tiba-tiba datang lalu menyerang nya lagi.
Sementara Alex sudah pergi bersama Bapak tukang kebun di koss'an tersebut.
Alex meminta di antar ke tukang jualan jamu, Alex pun membeli jamu untuk menyuburkan kandungan setelah itu mencari sarapan untuk Liana.
Setelah barang yang di cari di dapat kan mereka berdua pun kembali ke koss'an, Alex pun memberi Bapak tukang kebun tersebur sarapan dan ongkos ojek nya.
"Makasih ya Pak, ini buat Bapak" ucap Alex sambil memberi sarapan dan ongkos ojek nya.
"Makasih den, ini kebanyakan" jawab tukang kebun sambil menerima pemberian Alex.
"Enggak papa Pak, itu rejeki Bapak" ucap Alex sambil mengambil kunci kamar dari tas pinggang nya.
Ceklek
Pintu pun terbuka ia melihat Liana sedang menonton tv, melihat Alex datang Liana pun memasang wajah masam.
"Aih sayang ku sudah bangun kirain masih tidur" ucap Alex sambil masuk, dan menyimpan belanjaan nya di meja.
"Sarapan yu" lanjut nya
Liana hanya diam saja tak menjawab apa pun, melihat Liana yang diam Alex pun mendekati nya.
"Kenapa??" tanya Alex sambil menyibak kan rambut Liana ke samping
"Kenapa??? Mas enggak ngerasa salah kepada ku??" ucap Liana sambil menatap Alex.
"Maaf aku khilaf" ucap Alex sambil memegang tangan Liana
"Apa sakit juga hanya alasan mu saja mas??" tanya Liana sambil marah
"Aku beneran sakit ko baru aja abis minum jamu, aku juga beliin buat kamu" ucap Alex berbohong
"Nanti setelah sarapan jamu nya di minum ya biar tetep sehat" lanjut Alex sambil mengambil sarapan untuk Liana
"Aku enggak tau harus gimana mas" ucap Liana lesu
"Maksudnya apa Sayang??" tanya Alex
"Kenapa kamu selalu tega melakukan itu pada ku mas" ucap Liana sambil meneteskan air mata.
"Aku sudah pernah bilang kan, kalo aku hanya ingin menikah dengan mu" ucap Alex sambil mengusap air mata Liana.
"Aku janji akan tanggung jawab dan menikahi mu, bahkan aku sudah memberi tahu Ibu tentang hubungan kita" ucap Alex menjelaskan sambil mengecup kening Liana.