Di pundaknya tercatat sejarah selama ribuan tahun.
Cerita masa lalu yang turun - temurun terus diwariskan tidak akan putus oleh yang namanya zaman.
Perjalanan penuh dendam dan lika - liku berakhir dengan sebuah tujuan yang nyata dan jelas.
Kisah seorang pemuda yang akan menantang seluruh dunia setelah mengetahui kebenaran masa lalu.
Sejarah tidak akan hilang dari dunia walaupun banyak orang yang berusaha menutupinya.
Takdir yang saling terhubung dari kisah yang terlupa, perlahan namun pasti serpihan ingatan akan menuntun jalannya untuk menyingkap tabir kebenaran yang disembunyikan.
Pemberitahuan Jadwal Rilis :
Kagutsuchi Nagato : Senin - Minggu.
Love in Jiu War : Senin - Minggu.
Special Forces of Demon Hunter : Minggu, Selasa dan Jumat.
Catatan : Untuk jam tidak menentu up nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 - Gerbang Selatan
Mata Hana melebar ketika dirinya melihat sesuatu yang terjadi didepan matanya itu dia tidak menyangka melihat sesuatu yang menurutnya itu benar - benar keji dan kejam karena Sekte Pemuja Iblis melakukan eksperimen seperti ini.
"Sekarang aku benar - benar mempercayai perkataan, Senior Hyogoro!" ucap Hana sambil tersenyum tipis memandang ratusan manusia buas yang sedang meraung didepan gerbang Kota Yasai.
"Ya, sekarang aku juga mempercayainya bahkan melihat hal ini membuat bulu diseluruh tubuhku menjadi berdiri!" sahut Reto menatap ratusan manusia yang berubah menjadi besar dan tinggi itu.
"Tetua Hana, apakah mereka meminum air suci?" tanya Tsubomi kepada Hana.
"Air Suci adalah sesuatu yang langka di dunia ini dan jarang ditemukan bahkan jika kita tidak cocok dengan kekuatan yang ada didalam air suci itu maka kekuatan yang ada didalamnya akan menolak kita, jika kita memaksa untuk meminumnya maka orang yang meminum air suci itu akan mati Karena ketidakcocokan!" jawab Hana sambil terus menatap tajam manusia buas yang terus berteriak didepannya.
"Kekuatan Air Suci masih misteri! Menurutku, mereka bukan meminum air suci, bukankah kau juga mendengar langsung penjelasan dari Senior Hyogoro! Hana menambahkan.
"I-Iya, Aku mendengarnya, maaf karena sudah bertanya kepada, Tetua Hana!" Tsubomi menundukkan kepalanya pada Hana.
Sementara Hana menyuruh seluruh pendekar dan para penjaga kota untuk bersiap menyerang ratusan manusia buas didepan mereka, karena sepertinya mereka sudah kehilangan akal sehatnya sehingga ada beberapa manusia buas yang menyerang satu sama lain.
Para pendekar bersiap untuk menyerang manusia buas bersama para penjaga, Reto mengerutkan dahinya melihat pemandangan yang asing baginya dan semua itu terlihat mengerikan.
Disisi lain X 2 sedang kembali menuju tembok bagian timur, karena dia telah dideteksi oleh Hana, sehingga dia berlari menjauh dari jangkauan aura milik Hana, namun menurutnya para pendekar yang berjaga di tembok bagian timur telah pergi, sehingga dia memberanikan diri untuk menerobos masuk Kota Yasai lewat tembok bagian timur.
"Hem ... Aku sudah meminum air ini ketika beliau berniat melakukan uji coba padaku, namun aku berhasil mengontrol emosi dan pikiran dalam diriku sehingga aku bisa berubah bentuk kembali menjadi manusia biasa! Dan ini adalah kedua kalinya aku meminum air ini!" batin X 2 sambil tersenyum lebar, pria sambil berjalan kembali menuju tembok bagian timur.
"Hem ... Sepertinya para pendekar sialan itu telah pergi! Aku akan membunuh banyak orang di dalam kota! Para sampah itu sudah kutipu, para pendekar pasti akan sibuk menghadapi monster menjijikan itu! Dan saatnya giliranku beraksi!" gumam X 2 sambil berlari kemudian dirinya tertawa ketika mengingat janjinya pada ratusan pria budak untuk membeli makanan dan minuman.
X 2 mempercepat langkah kakinya, kemudian terlihat tembok bagian timur, dia mendeteksi hawa keberadaan didalam tembok bagiam timur.
"Hem ... Sepertinya sudah tidak ada orang yang berjaga disini!" X 2 memandang tembok tinggi didepannya. Tak butuh waktu lama bagi X 2 sampai diatas tembok karena dia melompat dengan memusatkan tenaga dalammya pada kedua kakinya.
Ketika sampai diatas tembok X 2 terkejut karena dia tidak merasakan hawa keberadaan manusia sedikitpun di rumah dan bangunan yang dekat dengan tembok bagian timur.
"Hem ... Jangan bilang penduduk kota ini telah mengungsi!" gumam X 2 sedikit kesal karena rencananya seolah telah diketahui penduduk kota kemudian dia turun ke jalanan dalam kota sambil menelusuri Kota Yasai.
"Jadi mereka bersembunyi dimana?" batin X 2 sambil tangannya memegang dagunya sendiri dan berpikir.
Terpikir olehnya untuk pergi ke tengah kota, karena menurutnya para pendekar sudah memperhitungkan penyerangan yang dilakukan oleh kelompoknya, namun semua itu tidak sesuai rencana para pendekar sehingga semua pendekar berkumpul di gerbang depan bagian selatan.
"Aku akan bergegas ke tengah kota!" gumam X 2 pelan dan tak lama terjadi ledakan dari arah selatan suaranya terdengar begitu keras, bahkan teriakan maupun raungan manusia buas begitu menggema di seluruh pelosok Kota Yasai.
"Tidak kusangka! Para kelinci percobaan itu telah berubah sepenuhnya menjadi monster tak berakal, sudah kuduga mereka tidak akan mampu mengendalikan kekuatan ini!" batin X 2 sambil tersenyum lebar kemudian dia beranjak pergi menuju tengah kota.
Gemuruh suara yang terdengar seperti ledakan di gerbang kota depan bagian selatan terdengar begitu keras, para pendekar yang berjaga di gerbang belakang bagian utara dan tembok bagian barat juga mendengarnya.
Gemuruh suara yang terdengar seperti ledakan itu terdengar ke seluruh pelosok Kota Yasai. Raungan yang begitu keras membuat para pendekar yang berjaga ditembok Utara dan Barat langsung pergi menuju ke gerbang depan kota bagian Selatan.
Di alun - alun tengah Kota Yasai para penduduk ketakutan karena mendengar suara yang seperti sebuah ledakan dan raungan yang terdengar begitu mengerikan bagi mereka.
Di jalanana Kota Yasai, kelompok Nagato sedang beranjak pergi menuju alun - alun tengah Kota Yasai, mereka juga mendengar suara dan raungan itu.
Nagato memperlambat langkahnya sehingga dia berjalan paling belakang untuk mengawasi keadaan di sekitarnya.
"Nagato, jangan memperlambat langkahmu!" tegur Kuina sambil menoleh kebelakang.
"Kuina, sepertinya suara ini sama dengan waktu itu!" Nagato dengan tenang menatap langit malam yang membuatnya merasa tidak enak.
"Ya, kita harus bergegas menuju tengah kota dimana para penduduk berada dan kita akan melindungi para penduduk disana!" Kuina merasa bahwa jumlah manusia buas yang menyerang kota berjumlah ratusan karena terdengar dari raungannya yang begitu menggema.
"Serlin apa kau menyadarinya?" Kuina berdiri disamping Serlin yang sedang memejamkan matanya.
Serlin mengangguk pelan sambil mencoba untuk merasakan hawa keberadaan manusia buas.
"Kuina, sepertinya jumlah mereka ada seratus orang lebih kemungkinan dari mereka itu manusia biasa yang menjadi kelinci percobaan, aku bisa merasakan suara kesedihan dari teriakan dan raungan itu!" suara Serlin terdengar sangat serius tidak seperti biasanya.
Iris yang sedang berlari disamping mereka berdua hanya mendengarkannya sambil menatap tajam arah selatan tempat manusia buas berada.
Iris menoleh melihat Tika dan Hika, karena kedua gadis kembar itu adalah teman baiknya, jadi dia sedikit cemas pada mereka berdua karena ini pertama kalinya bagi Iris, Tika dan Hika melakukan tugas bersama ibu mereka sebagai seorang pendekar walaupun mereka bertiga masih menjadi seorang siswa.
Ketika mereka hampir sampai di alun - alun tengah Kota Yasai, terlihat para penjaga kota berlari menuju ke arah selatan dengan langkah yang cepat para penjaga kota bergegas menuju gemuruh suara yang terdengar seperti ledakan di gerbang selatan itu.
"Ichiba, Oichi kita harus bergegas, cepat kalian berdua ikuti aku!" Teriak Shirayuki yang sedang berlari menuju gerbang selatan, perempuan yang mendapatkan julukan Putri Salju itu terlihat seperti melayang dihadapan Nagato dan yang lainnya ketika Shirayuki melewati mereka butiran salju turun disekitarnya dan hawa dingin menerpa kulit mereka.
Nagato berhenti dan tak lama terlihat Kakek Hyogoro bersama Azai yang berlari melewati atap - atap bangunan Kota Yasai, mereka berdua juga bergegas menuju gerbang selatan.
"Kuina, Serlin, apa kalian berdua tidak berniat pergi bersama Kakek Hyo dan Azai?!" tanya Nagato dengan tenang sambil memandang Kakek Hyogoro dan Azai yang kian menjauh dari pandangannya.
"Tidak perlu, sebaiknya kita berjaga di alun - alun tengah kota, entah mengapa firasatku mengatakan hal itu!" jawab Kuina sambil memandang Nagato.
..
yang nener aja lu thor,, 5th dah kek remaja perlakuan lawan jenis.. buset dah..
yg lo tulis dichapter trakhir LTI lo dikarantina thor, gw ikutin ig sma fb lu, ternyata lu masih 20 thn. Gw berharap lu comeback. Gw kadang mikir setiap MC dri karya yg lo buat ini gk ada satupun menceritakan kebahagiaan MC sama ortu/org disekitarna..
MC mencoba bundir punya sisi gelap
apapun itu pokokna gw pngin lo lekas smbuh tor, banyak yg menanti karyamu
abaikan cacian yg ngatain lo bundir ape terkena corona
lo ngga sendiri tor
yg udah ditulis duluan itu aja yang di selesaikan dulu cerita x😔
gimana ceritanya hizen saudaraan ma pandu.yamata hizen dan kagutsuci pandu.apakah mereka beda ibu atau gimana???🙏