NovelToon NovelToon
SEMUA DEMI ANAKKU

SEMUA DEMI ANAKKU

Status: tamat
Genre:Teen / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:217.8k
Nilai: 5
Nama Author: nadataskia

Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.

Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENEPATI JANJI (MASALAH 2).

Setelah proses peminjaman uang selesai ayah dan Supri pun bersiap untuk berangkat jualan lagi.

"Bang, Nih buat beli garam!" kata ayah menyodorkan uang seratus ribu ke arah Supri.

"Eh buat apaan sih Nih?" tanya Supri tak mengerti maksud ayah.

"Ya ini makasih banget saya udah di bantuin, di cariin jalan keluar! " Kata ayah menjelaskan maksudnya.

"Ga, ga usah gue Ikhlas kok bantu lue, Bro ga usah macem-macem deh lue kan lagi butuh duit ini!" kata Supri menolak pemberian ayah.

"Ga apa-apa lah, sedikit ini terima ya" ayah tetep memaksa.

"Akh gue males bantu lue lagi tar, kalo kaya gini caranya, gue ga minta imbalan kok, gue Ikhlas serius!" Supri tetep kekeh menolak.

Karena takut kehilangan teman baiknya ayah pun berhenti memaksa untuk memberikan uangnya, dan akhirnya ayah memasukan uangnya kembali ke saku bajunya.

"Ya udah deh, makasih ya Bang sekali lagi udah bantu saya," kata ayah.

"Iya santai aja ga perlu sungkan, jadi berangkat ga nih?" Supri bertanya.

"Ya ayo berangkat udah hampir telat nih!" uncap ayah.

Setelah pamit pada Istrinya Supri dan ayah berangkat jualan lagi kali ini tujuan pangkalan mereka adalah madrasah.

Jalan bebatuan yang sama saat tadi datang pun kembali di lalui kembali oleh ayah dan Supri, Hati ayah sudah sedikit lega karena ayah bisa menepati Janjinya kepada ibu untuk melunasi hutangnya kepada Kakak iparnya.

*****

Sampainya Supri dan ayah di sekolah mereka langsung mencari tempat parkiran mereka, untung saja masih sempat belum terlambat, anak-anak belum ada yang istirahat.

"Untung tepat waktu, kalo enggak ... udah telat kita!" seru Supri lega.

"Iya, ya Bang untung belum jam istirahat" ujar ayah juga lega.

Lima belas menit kemudian jam Istirahat berbunyi anak-anak semua keluar untuk beli jajan menghabiskan uang saku mereka, seperti biasanya ayah di kerumuni oleh para pembeli, begini kalo rejeki sedang bagus pasti dagangan rame.

"Bang saya beli ya di bungkus," kata pelanggan setia ayah.

"Ok siap, Bosss!" celotehan ayah yang membuat pembeli senang menjadi pelangan tetapnya.

Ayah terkenal ramah di kalangan para pedagang dan pembeli tidak pernah marah walau pembelinya suka bawel minta ini, minta itu ayah selalu melayaninya dengan senyum ramah.

Kadang ada juga ada anak kecil ingin beli bakso ayah, tapi di larang orang tuanya hasilnya anak tersebut pun menanggis, naluri ayah sebagai orang tua pun muncul dengan cuma-cuma ayah memberikan baksonya dan anak tersebut berhenti menanggis.

Itu sedikit pengalaman kisah baik ayah dalam lingkungan pembeli, dan ayah juga terkenal baik di antara teman-teman seperjuangan kawan yang mengerti membuat ayah banyak kawan, Supri salah satu Kawan karibnya yang paling dekat.

Waktu sudah menunjuk kan pukul empat sore bel masuk telah berbunyi, karena ayah tadi tidak pulang ke rumah untuk ambil bakso lagi, jadi ayah hanya menghabiskan bakso yang tadi pagi, dan sekarang jualan ayah sudah habis dan ayah pamit pulang sama temen-temennya.

"Hebat bener udah habis aja, dagangannya!" Kata temen ayah yang jualan Cilor.

"Akh cuma bawa sedikit kok, ngabisin yang tadi pagi!" ujar ayah. " Yuk ah pulang."

Setelah pamit pada temenya ayah menyalakan motornya dan pulang kerumah. sampainya ayah di rumah ternyata ibu belum pulang ayah pun bergegas menurunkan gerobaknya dan kembali menyalakan motor, berniat untuk menjemput ibu dan Anak-anak.

Untung saja ayah tepat waktu telat sedikit saja ayah tidak bertemu ibu, akan selisih jalan sekolah baru saja di bubarkan.

"Ayah ... ibu! itu Ayah jemput kita," seru Kasih menarik tangan ibu.

"Mana Ayah?" tanya Ibu melihat kearah yang Kasih tunjuk.

Ibu melihat ayah melambai ke arahnya ibu membalas dengan senyum lega setelah sedari tadi menghawatirkan ayah, betapa senangnya melihat ayah baik-baik saja.

"Ayah darimana saja sih? kenapa tadi ga pulang Ibu khawatir loh?" Tanya ibu menyelidik.

"Iya maaf Bu, tadi Ayah ga ngabarin Ibu dulu tapi tadi Ayah ada kepentingan makanya tidak pulang, tar di rumah Ayah ceritain ya sekarang ayo kita pulang." Ajak ayah.

Kasih duduk di depan, Nadia di belakang Ayah, sedang Ibu paling belakang menjaga Nadia agar tidak jatuh, saat semua sudah dengan posisi yang benar ayah pun manarik gas motornya, melaju menuju rumah.

Ibu tidak banyak bertanya hanya diam, yang penting ayah dalam keadaan baik itu sudah cukup buat ibu.

Ibu kaget saat ayah tidak menuju jalan kerumahnya tapi malah ke arah rumah orang tuanya, hati ibu berdegub kencang sibuk membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Ayah, kok kita kesini! ga pulang ke rumah Ayah mau kemana?" tanya ibu cemas.

"Ibu ga usah khawatir, duduk aja yang manis lihat nanti yach, Ayah punya kejutan buat Ibu, Ayah ingin menepati Janji Ayah ke Ibu!" jawab ayah masih menjalankan motor.

*****

Sampainya ayah di depan rumah Kakak Iparnya ayah meminggirkan motornya dan memarkirnya tepat di depan rumah Kakak Iparnya, semua turun dari motor termasuk Nadia.

Di depan rumah sedang rame saat itu, ada mertua dan juga kakak Ipar ibu sedang berkumpul, melihat keluarga ayah dateng mereka langsung berbisik membuat ibu jadi kecil hati.

"Ayo Bu, kita turun ga usah takut ada Ayah kok disini, kalo mereka berani macem-macem Ayah ga akan tinggal diem!" kata ayah meyakinkan Ibu.

Ibu hanya mengiyakan uncapan ayah, dan ibu percaya kalo ayah akan melindungi ibu. Ayah mengajak ibu ke dalam rumah Sari, sedang Anak-anak sudah berlari mengejar Neneknya.

"Assalamualaikum." Salam ayah.

"Waalaikumsalam." Jawab Sari dari rumah, karena Sari tidak sedang berkumpul di depan.

"Eh Herman, Ninggsih ada apa kok tumben banget maen!" tanya Sari agak jutek.

"Iya nih, Kak kedatengan saya kesini mau bayar hutang saya ke Kakak, maaf kalo terlalu lama tapi saya uncapin banyak terimakasih." Kata ayah menyerahkan uang ratusan ke sari.

Ibu kaget dengan uncapan ayah, dari mana ayah dapet uang sebanyak itu buat bayar hutang, tapi ibu ga boleh suujon ibu harus berpikir baik tentang ayah.

"Oh udah ada uangnya, nah gitu dong bayar, ya udah makasih" masih dengan nada ketus Sari menerima uangnya.

"Iya sama-sama Kak, kalo gitu saya udah ga punya utang lagi ya, dan Kakak ga boleh mempermaluin Istri saya lagi di depan orang banyak," kata ayah sedikit menyinggung.

Sari hanya tersenyum sinis tidak senang dengan uncapan ayah, tanpa menunggu jawaban Sari ayah mengajak ibu pulang.

"Nadia, Kasih ayo kita pulang!" ajak ayah.

"Bentar Yah, Nadia mau main dulu!" Nadia menolak ajakan ayah.

"Ayo, Nak kita pulang udah sore, Ayah sama Ibu mau istirahat Nadia sama Kasih juga pasti cape kan!" kata ayah lagi.

"Lah biarin napa Man, orang Anak-anak mau maen sama Neneknya juga ga boleh!" kata Neneknya tidak senang.

"Besok lagi Bu, saya cape baru pulang jualan Anak- anak juga baru pulang sekolah, pasti cape!" ayah memberi alasan.

Ayah hanya tidak ingin ibu merasa tidak nyaman kalo berlama-lama berada di tempat mertuanya, dengan segala alasan ayah katakan membujuk Anak-anaknya untuk pulang, akhirnya mereka pun menurut.

Ayah kembali menyalakan motornya, ibu, dan Anak-anak kembali naik ke atas motor setelah pamittan ayah pun pulang ke rumah, dan siap menerima sejuta pertanyaan dari ibu tentang asal uang ayah.

BERSAMBUNG ...

*****

Bab ini sudah selesai kita lanjut ke bab berikutnya jangan lupa like 👍 dan komennya yach, berikan Vote untuk author nya supaya lebih semanggat lagi nulisnya.

❤Terima kasih sudah baca❤

Jangan lupa tambahkan ke faforit ❤

1
Ai Hodijah
bab ini cerita saya banget,anak-anak kalau bapaknya pulang heboh tapi yang di tanyain duluan jajanan yang di bawa😁
Ai Hodijah
sampai sini saya suka ceritanya, realita kehidupan,gak muluk-muluk,kerjakan apa yang ada di depan mata,hidup bahagia meskipun dengan segala kekurangan,berusaha sekuat tenaga meskipun hasilnya belum tentu memuaskan,berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan yang sangat tidak ternilai,bahagia selalu untuk semuanya
Naruto Ganteng 🌱 Yoko 🔱🎻
baru baca
»𝆯⃟ ଓε»°CaCha_iC🄷a°«࿐𓆊
like, komen ☑️
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
favorit
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
baru nikah malu" ya Ningsih nanti pas udah lama malu" in 🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Kasihan ningsih ditinggal mamanya sejak kecil
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Prinsip ibu hebat pendidikan nomor satu meski hidup pas-pasan
🎧Reo Ruari Onsiwasi
1 gif kopi titipan dari opa
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
Titip hadiah buat jua ya rete.🎁🎁🎁
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
💟𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒HIAT
mampir ka
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
menyentuh
❤️⃟WᵃfJonathan
walau juara dua hrs tetap sabar
Rey ՇɧeeՐՏ🍻🍒⨀⃝⃟⃞☯
mangat
Nhae Zhiro
akhirnya nadia minta maaf
Nhae Zhiro
akhirnya motornya masuk rumah
Nhae Zhiro
wow kasih akan masuk tk
Nhae Zhiro
makin penasaran
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
wa'alaikumsalam, semoga lekas sehat kembali ya kak 😊
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
Cinta Sheila hadir bawa dukungan kak, tetep semangat selalu ya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!