NovelToon NovelToon
Pacar Pertama Calon Kedua

Pacar Pertama Calon Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ViRuz04

Warning alert 21+
Di sini juga banyak kata-kata kasar,,,

Perjodohan berujung luka dapatkah Ega yang sudah berhasil bercerai dengan suaminya menemukan kisah cintanya.

Sebagai pemanis aku tambahkan cerita Chris dan Taka yang ingin mendapatkan cinta sesungguhnya.

Chris mencintai Ega yang ia kira menjalin hubungan dengan Galih.

Taka mencintai Kania yang ia kira bertunangan dengan Poldi.

Bagaimana kisah mereka.

Simak ya 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViRuz04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Pertama Calon Kedua 23

Jessy baru saja sampai. Datang membawa bingkisan manis, untuk tunangan yang masih berbaring ringkih di rumah sakit. Melewati banyak kamar paviliun dan beberapa ruang tunggu.

Denting lift berbunyi. Saat langkah pendek membawa ke satu ruang. Ia terkejut dengan tamu yang ada di dalam.

Beruntung atau musibah?.

Melangkah halus pada lantai keramik susu rumah sakit. Jessy menekuk alis.  Bersembunyi di balik dinding rumah sakit. Mencuri satu obrolan hangat dengan menajamkan pendengaran.

Seolah daun telinga nya memanjang, saat ia dengan jelas ada acara makan malam bersama di akhir pekan. Senyum merekah  bisa ia gambarkan sempurna. Itu tidak masalah. Yang terpenting si adik rupawan—miliknya.

Tubuh Jessy bergeser menjauh ke arah lorong sebelah. Di rasa ada langkah mendekat pada pintu ruang rawat. Rahang wanita itu mengeras saat di rasa cinta nya terancam kandas.

🌟🌟🌟

Tidak ada yang lebih menakutkan saat kata itu meluncur bebas. Situasi hangat berubah panas. Ibarat gunung berapi menyembur lahar. Mampu  menebar rasa panas menyengat dan membakar kulit dan siap membunuh siapa saja di dekatnya.

Tahan.

Sebentar.

Jujur rasa curiga dan marah untuk hal satu ini tidak di tepis. Gadis itu hanya ingin memulai lembaran baru tanpa rasa lain.

Bisakah Ega, hati—nya untuk tidak ragu?.

Seperti Chris  minta beberapa hari lalu, saat di cafe!.

Tarikan napas nya berat. Seakan tertimbun puing-puing bangunan roboh kembali mengikat. Kerjap dan menekan kelopak mata menjadi tugas yang tidak bisa di hindari.

Ega mulai mengontrol emosi untuk tidak bertindak anarkis. Ia harus bisa melawan  trauma dalam diri. Iya harus atau—semua terus berlanjut sampai tidak ada titik temu. Dan dirinya harus berkubang dalam rasa majemuk yang tidak nyaman.

Satu tampang angkuh masih terpasang di wajah Medusa. Pada Chris yang memasang wajah kaku serta marah.

Buah pikiran itu bekerja hebat. Menyapa isi kepala dengan bayang juga pertanyaan negatif lain. Muncul beriringan tanpa jeda. Dan Boom siap meledak sekarang juga. Tidak, ini buruk. Emosi hanya menambah masalah baru. Benar?.

Netra Ega bergulir pada sang kekasih. Sangat jelas tatapan Chris, seperti Samurai yang sering di asah. Mampu memenggal kepala medusa angkuh dengan sekali tebas.

Oke. Ia sudah bisa membaca—semua.

Walau pasokan udara dalam paru-paru tidak berfungsi dengan baik. Netra semua orang masih menatap tegang kedua orang di sana bergantian.

Tangan kania menyentuh punggung kaku Ega di sampingnya. Mika terlihat geram, ia berpikir putra keduanya belum berubah sepenuhnya.

"Jangan bicara omong kosong," suara Chris menggeram.

Senyum asimetris terukir congkak. "Kalau kau lupa—"

"Cukup." Suara Mika melengking. Memutus ucapan Jessy yang sama sekali tidak ingin ia dengar.

Netra Mika menajam. Seolah siap menguliti  sang putra. "Chris, konteks mana kau bilang berubah? Aku tidak mengajar—"

"Mika, tenang dulu." Steven mengusap lengan sang istri.

Ega menarik napas, mendekati Chris. Kali ini ia tidak boleh ragu, ia tahu kekasihnya tidak melakukan apapun. Meraih telapak itu dan menggenggam.

Kania bergeser saat tangan Taka menarik lebih dekat. Begitu juga Steven berusaha memberi rasa tenang pada  Mika yang sudah naik pitam.

Chris menatap Ega. Manik mereka saling terhubung. Pria itu menggeleng. Berbisik lirih melalui telepati berharap kekasihnya bisa mendengar 'Tolong percaya pada ku', yang bisa di tangkap baik oleh Ega.

Semua orang terdiam.

Ega menarik napas. "Kau bisa bergabung bersama kami, tidak perlu katakan apapun." Meremas sedikit kuat genggaman nya pada Chris. Dan pria itu mengusap punggung tangan kekasih.

Satu alis Jessy naik, maju dua langkah bersuara sombong. "Cih, lancang sekali, kau tuan rumah di sini?" menunjuk wajah Ega. "Jangan merasa di atas angin, hanya karena kau dekat dengan Chris."

Chris memberi senyum remeh. "Dia memang calon istri ku, kalau kau lupa." Kelewat santai.

"Apa kau dengar tuan rumah menyambut?" Taka bersuara, ia sudah muak melihat drama murahan Jessy.

Jessy terhenyak serasa dihempas ke udara. Dan jatuh, mendarat kuat pada tanah. Sekujur tubuh nya sangat kaku. Tidak mampu bergerak walau satu senti.

Kedua saudara itu saling melempar kata untuk membunuh. Sial. Wajah nya hilang dalam keluarga sendiri.

Kedua tangan terkepal pada sisi tubuh, "Kalian semua tertipu dengan sekretaris j*l*ng itu. Dia—"

Mika meradang mendengar panggilan tidak bermoral Jessy. Menggebrak meja makan kuat, mengambil alih atensi semua yang ada di sana.

"Jangan pernah menyebut kata terkutuk di depan ku. Putra ku benar. Tidak ada yang menyambut mu. Pergi, kau sudah merusak acara lamaran anak ku."

Hah. Mereka semua bengong.

"Kau tahu pintu keluar nya, bukan?" timpal Chris.

Jessy tidak bisa terima semua penghinaan ini. Wajah merah menahan marah. Membuang wajah, melenggang pergi dari sana.

Mika jatuh di kursi mengusap pelipis yang tiba-tiba sakit. Ega dan Kania mendekat. "Ma, biar kami antar ke kamar!" Kania dan Ega menuntun Mika di ikuti Chris, "Aku antar kalian."

Taka dan Steven saling lirik. Hanya mereka yang tertinggal di ruang makan. Menepuk pundak putra sulung. "Maaf, acara ini seharusnya berkesan. Ayah sama sekali tidak menyangka."

Kedua tangan masuk dalam sisi celana, Steven kembali bersuara, "Ayah sedih, ibu mu sangat bersemangat  hari ini, wajah nya penuh binar juga bahagia. Dan berakhir tidak sesuai harapan." Tambah Steven menarik napas kesal. Mengingat wajah binar sang istri berubah suram dan gelap.

Taka mendesah samar. "Dia sangat keterlaluan. Wildan tulus mencintainya. Jangan salahkan Chris, dia tidak pernah menanggapi Jessy." Jelas Taka pada sang ayah di balas dengan kata 'ok'.

"Aku bisa melihat ketulusan anak itu pada gadis tadi. Apa dia sekretaris itu?"

Mereka melangkah ke ruang tamu. "Dari mana ayah tahu?"

Sudut bibir Steven berkedut manis. "Siapa lagi, sudah tentu ibu mu!" terkekeh duduk di sana dengan tangan bertumpu di atas paha.

"Bantu adik mu mengatasi ini, jangan sampai Wildan salah paham pada Chris. Mencoba menggoda tunangan nya."

"Kami sudah bicara ini, di bantu beberapa teman. Ayah tenang saja, semua sudah terencana."

Steven mengangguk. Kepala nya menoleh mendapati tiga orang mendekat.

"Ayah—"

Steven lebih dulu berdiri dan menepuk pundak putra kedua nya. "Aku percaya, lebih cepat lebih baik. Jangan gegabah." Netra hitam bergulir pada dua perempuan di sana, memberi senyum ramah. "Istri ku menyukai kalian."

Menular pada dua senyum hangat di wajah Kania dan Ega. "Ayah, tadi kami sudah berpamitan pada ibu, aku langsung antar pulang." Steven mengangguk.

"Hati-hati, untuk malam ini—mungkin lain waktu kita bisa berkumpul lagi."

Chris dan Taka sahut bersamaan. Ayah nya berlalu naik tangga menyusul istrinya ke kamar. Tidak lama mereka keluar. Masuk ke mobil mengantar kekasih masing-masing pulang.

🌟🌟🌟

Hembusan asap nikotin keluar dari bibir mungil. Membentuk sebuah lingkaran abstrak di udara. Sebotol Vodka kesukaan siap menemani. Tawa bengis mengisi ruang kamar hotel.

"Aku mau semua nya sempurna, jangan sampai gagal." Suara lembut mengalun lalu meneguk Vodka dalam gelas kecil.

Seringai kecil mulai muncul dari sudut bibir  wanita cantik yang mengajaknya bertemu. Iblis itu tersenyum sinis. Ternyata tidak sulit merayu pria ini untuk bekerja sama.

"Jadi kapan?" ucap wanita itu dengan senyum manis menggoda. Sebatang rokok  di antara jari lentik.

"Besok juga bisa, kau tidak perlu khawatir." Balas dengan punggung rapat pada sofa, memutar gelas berisi anggur putih bening bercampur es batu di tangan.

Ia mengerling jahil, berdiri mendekati si pria tampan. Kedua lengan  melingkar manis  di leher pria tampan itu dari belakang. Menyembur napas hangat pada telinga belakang.

Tubuh pria yang dia peluk  menegang, ia merinding dengan sensasi gejolak dalam darahnya meningkat. Menoleh ragu kesamping jarak wajah mereka sangat dekat.

Sial.

Apes.

"Kau bisa dapat apapun," suara yang keluar sangat lembut.  Bibir dengan liptint merah bata menempel pada telinga pria menyulut rasa panas dalam darahnya.

Berdecak sebal pria itu mencoba menjauh. Bagaimana pun ia normal. Tapi bukan b*j*ng*n yang asal masuk lubang.

"Mudah saja, itu bisa kita bicarakan lagi nanti." Berdiri dan melangkah keluar.

Belum sampai pintu tangan itu di cekal. "Kau mau ke mana tampan, aku akan memberi bonus untuk mu."

Sekuat tenaga pria itu menghindar. Ini bukan simbiosis mutualisme yang berdampak baik ataupun menguntungkan. Tidak keduanya. Berusaha tidak mencari hal di luar batas.

Damn it.

Wanita itu sangat mabuk. Mendorong tubuh si tampan pada ranjang, menindih nya mencoba mencium lebih dekat... lebih dekat— jatuh tertidur.

Memijit kepala yang berdenyut, menggeser tubuh di atasnya. Dia bukan pria kejam, dia membantu posisi tidur si wanita lebih nyaman juga menyelimuti. Menarik napas si tampan segera keluar dari ruang neraka.

🌹🌷🌹🌷

.

.

.

Tbc

1
Anik Ulfa
ini kok masih sama ceritanya.ama yang part2 sebelumnya.hadeh...
Dewi Fuzi
ini apa apaan kenapa di ulang" sampe beberapa bab yg bener aja buang waktu dari ke empat sampai sembilan 😠😠😠😠😇
₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳
aku dah mampir ya kak, feedback dong kak ke novel aku.

CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.

MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.

SALAM DARI ANGGOTA VIE_GV

THANKS
Dhina ♑
ini awal
tapi sudah sangat lengkap dan menyakitkan
tapi sungguh rumit hati ini
dan kemudian.......keadaan yang berubah
cibiran, kata-kata syirik di sekitar, begitulah manusia
andai benar Criss suka kepada Ega, apa nya yang salah 🤔🤔
Indrhyanis Putri Caniago
😍😍😍😍
Lailatul Hawa
baru pertama tapi u're doing great babe!!!! keep it stunning 🤗🤗🤗
Maulina Kasih
baru paham dgn karakter bberpa tokoh..eh nongol lg karakter tokoh yg lain
Maulina Kasih
harus fokus baca crita ini krn byk tokoh...dan msh tanda tanya taka dan cindy sapa...klo jessi sdh tau bahwa dia tunangan wildan spupu chris...chriss bos nya ega..nando tata rani dan saka teman crhis dan ega...rendy mantan suami ega
Maulina Kasih
part ke 2 baru paham...trnyata ega dijodohkan sm rendy dan rendy selingkuh sm dea..makanya si ega minta cerai dan si rendy nikah tuh sm dea..tp si rendy kayanya cemburu liat mantan istri sm bos nya si chris..
Maulina Kasih
nyimak dlu...klo seru bakal duduk manis sampai slesai
ulland
hareudang hareudang panas panas 😂😂😂
aurel
cerita mu bagus aku suka dan juga udah kasi like kalau berkenang yuk mampir di cerita aku " pengorbanan cinta mentari " jangan lupa tingal kan jejak salam kenal dari liana
Daratullaila🍒
Hai author aku mampir lagi membawa like, semangat up nya💪
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Kim Na Na
ekhemm...
sebelum tidur😴 jangan lupa nganu dulu,
alias baca "NGANU" chat story.
nganu banget sih, asli🤰🏻
Daratullaila🍒
Hai author aku mampir lagi membawa like, semangat up nya💪
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Wulandari
like lagi.kak
Wulandari
suka
Wulandari
like
Daratullaila🍒
Hai author aku mampir lagi membawa like, semangat up nya💪
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
LINA
hadir kk dengan 2 like yg tertinggal 💖 sukses selalu buat karya nya 🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!