NovelToon NovelToon
RUMI Cintaku

RUMI Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lasmi

Bagaimana rasanya saling mencintai tapi tidak bisa bersama?

Padahal sudah di jodohkan dan di sayangi kedua belah pihak keluarga, tapi tetap perjodohan yang sudah di rancang itu tidak bisa di teruskan.

Apa alasannya? Padahal pernikahan itu adalah impian dari keduanya.

Kenapa tiba-tiba Fatih melepaskan perempuan yang telah di carinya selama belasan tahun lalu?


Mungkinkah mereka bisa bersama lagi setelah melalui banyak hal?

Perjalanan mereka untuk bisa bersatu kembali tidak mudah, mengalami banyak konflik dan drama kehidupan sehari-hari yang menguras air mata dan menyakitkan dada karena terlalu banyak tertawa.

Ya benar, kalian bisa merasakan salah satunya atau kedua-duanya secara bersamaan.

Kalau belum tahu rasanya tertawa dengan meminum air mata, kalian bisa coba baca novel ini, semoga kalian suka😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lasmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasih sayang Orang tua

Fatih masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu, di jatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang sangat jarang ia tempati karena kesibukannya sebagai relawan yang berpindah-pindah kota.

Fatih melihat langit-langit kamarnya yang berwarna putih, entah kenapa ia begitu ingin melihat wajah Rumi di sana.

Fatih tersenyum manis saat wajah Rumi tertawa dengan lepas dan sesekali menutup wajahnya, kenangan manisnya bersama Rumi saat menjadi pasien terus terlihat di langit-langit atap kamarnya.

“Sampai kapan aku harus merindukan mu seperti ini?” Fatih menyimpan tangannya di bawah kepalanya, dan bayangan Rumi semakin kuat terlihat dalam kenangan.

Hingga tak terasa Fatih tertidur dalam kenangannya, sampai dia mendengar ada yang mengetuk pintu kamar.

“Fat?” suara lembut ibunya terdengar di belakang pintu.

“Iya bu.” Fatih membuka pintu kamarnya.

“Shalat Ashar dulu udah pukul 04.00,” kata ibu Fatma sambil menunjukkan jam yang tertempel di dinding.

Fatih mengangguk dan pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk miliknya yang masih tersimpan di tas. Ia membersihkan badannya dan kemudian bersiap shalat Ashar.

Setelah shalat Ashar Fatih menghampiri ayahnya pak Ramdan yang sudah ada di ruang keluarga. Fatih datang menyalaminya.

“Bapak sehat?” Fatih duduk di samping ayahnya.

“Alhamdulillah sehat,” kata pak Ramdan.

“Syukurlah kamu sudah pulang Fat, ayah ingin memperkenalkan kamu sama teman bapak yang sudah sukses menjual susu murni, bapak ingin kamu belajar dari nya,” sambung pak Ramdan.

Mendengar kata-kata ayahnya Fatih hanya menunduk diam tanpa jawaban.

“Kamu harus sudah memikirkan hidup mu, jangan hanya memikirkan menolong orang lain, suatu saat kamu harus menikah, mana cukup uang mu dari imbalan menjadi relawan itu,” kata pak Ramdan mengelus kaki anaknya yang tidak jauh dari tangannya.

Fatih masih terdiam mendengarkan dengan seksama kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya. Selama ini pak Ramdan tidak pernah mengeluh dengan profesi Fatih menjadi relawan, memang imbalannya tidak seberapa hanya cukup untuk membiayai hidupnya sendiri, karena tujuannya adalah untuk menolong orang lain.

Tapi hari ini pak Ramdan meminta Fatih untuk belajar usaha, dan memikirkan pernikahan nya yang entah kapan itu akan terjadi. Tapi demi menghormati keputusan ayahnya, Fatih tidak membantah sedikit pun, ia mengangguk dan mengucapkan, “Ingsa Allah pak, besok Fatih temui teman bapak itu,” kata Fatih tersenyum untuk melegakan hati ayahnya.

Pak Ramdan merasa puas dengan jawaban Fatih anaknya yang selalu menurut dan tidak pernah membantah pada orang tua. Jika dilihat dari sisi kebaikan, Fatih adalah anak yang sangat berbakti dan bermanfaat untuk orang banyak, tapi bagaimana pun ia harus belajar mencari uang juga untuk kehidupannya di masa depan.

“Soal penyakit mu…,” pak Ramdan terdiam sejenak lalu kembali mengelus kaki anaknya itu.

“Bapak mendengar ada tukang pijit khusus untuk itu, mungkin kamu bisa mencobanya,” pak Ramdan berkata pelan.

Fatih bergidik ngeri, “Masa dipijit? di pegang-pegang dong…hiiiiih akuttt,” gumam Fatih dalam hati.

“Di coba datangi dulu, jangan main tolak aja, barangkali ada kesembuhan mu di sana,” kata pak Ramdan lagi setelah melihat ekspresi Fatih yang kurang setuju.

“Hm nanti ya pak, Fatih mau nemuin teman bapak aja dulu yang usaha susu itu, baru mikirin ngobatin ini,” kata Fatih sambil nyengir.

“Tapi itu juga penting Fat, kamu harus menikah!” kata pak Ramdan dengan sedikit bernada keras.

“Iya pak, nanti Fatih coba datangi,” kata Fatih lagi tanpa ingin berdebat dengan ayahnya.

“Bapak ini, anak baru datang sudah disuruh pergi-pergi lagi,” kata bu Fatma yang muncul dari dapur membawa pisang goreng hangat.

“Ayo dimakan Fat mumpung masih hangat,” bu Fatma mengambil satu goreng pisang dan meniupinya, lalu diberikan kepada Fatih.

“Kalau lama-lama Fatih ada di rumah sudah pasti ibu lupa sama bapak,” kata pak Ramdan sambil mengambil goreng pisang.

“Bapak ini sama anak aja cemburu, Fatih kan baru datang, ibu rindu,” kata bu Fatma lagi sambil mengusap pundak Fatih.

“Iya ih bapak, Fatima juga masih rindu mas Fatih, udah di suruh pergi aja,” Fatima tak kalah membela Fatih dan duduk di dekatnya.

“Mas cuma pergi sebentar ko bu, mau ke temen bapak buat nanya-nanya usaha susu,” jawab Fatih.

Mereka melanjutkan memakan pisang goreng sambil melihat siaran tv sore hari.

**

“Bu, Rumi ingin mandi, rasanya ini rambut sudah gatal-gatal,” kata Rumi kepada ibunya yang baru saja menyimpan makanan di meja kamar Rumi.

“Mau ibu masakin air hangat Rum?” jawab bu Dewi sambil duduk di kursi.

“Iya bu, maaf ya merepotkan,” kata Rumi dengan ragu.

“Gak apa-apa, kamu lagi sakit,” jawab bu Dewi langsung berdiri dan melangkah menuju dapur.

Setelah sepuluh menit air matang bu Dewi memapah Rumi ke kamar mandi.

“Hati-hati ya Rum,” ibu Dewi yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi memperhatikan anaknya yang tidak ingin di bantu.

“Iya bu, Rumi hati-hati ko, ibu jangan khawatir,” kata Rumi sambil menutup pintu kamar mandi.

Setelah kurang lebih 15 menit Rumi di kamar mandi, pelan-pelan Rumi membuka pintu kamar mandinya dan menemukan ibu Dewi yang sudah berdiri di depan pintu.

“Ibu ko berdiri di situ?” kata Rumi yang setengah kaget melihat ibunya.

“Ibu takut kamu butuh bantuan, jadi ibu tungguin disini,” jawab bu Dewi yang mematung dari balik pintu kamar mandi menunggu Rumi.

“Ibu…..ibu ko sayang sama anak sampai segitunya,” Rumi mencium kepala ibunya yang sudah siap memapahnya untuk kembali ke tempat tidur.

Hari sudah sore, Rumi yang sudah segar melihat langit senja yang berwarna jingga, sekilas melihat bayangan Fatih memenuhi langit yang ia pandang, “Mas sedang apa?” bisik Rumi dalam hati.

“Rum ada kiriman nih?” kata bu Dewi dengan wajah riang membawa boks yang dilapisi kantong plastik bening berukuran besar.

“Dari bau-baunya Rumi sudah hafal ni bu, apa yang ada di dalam,” senyum Rumi sumringah, diiringi bunyi WhatsApp.

“Spesial telor! jangan lupa tawari bapak sama ibu,” Reno mengirim pesan di akhiri emoticon lezat.

“Mamaciiiihh……,” balas Rumi dengan emoticon ngiler.

Setelah menyisihkan untuk ibu dan bapak, Rumi melahap martabak telornya sampai daun bawang terakhir, kemudian dia memotretnya

“Boleh tukar kardus kosongnya ke martabak telor lagi?” Rumi mengirimkan foto hasil jepretan nya dengan kata-kata mengejutkan.

Reno hanya membalas dengan emoticon mata yang berhamburan keluar.

Rumi hanya cekikikan melihat balasan Reno, yang sudah pasti eneuk membayangkan Rumi menyantap martabak telor itu. Karena Reno sendiri sangat tidak suka dengan daun bawang yang bertebaran di martabak telor.

“Jangan lupa lusa kemari,” pesan dari Reno lagi.

“Iya mas dokter baweeel,” balas Rumi.

“Jangan mikirin dia terus?”

“Siapa?” balas Rumi.

“Si batu kali,” pesan Reno dengan emoticon ngakak abis.

“Hus,” Rumi membalas pesan Reno diakhiri emoticon jungkir balik.

Reno memang selalu bisa membuat Rumi tertawa lepas dan melupakan sebentar masalah-masalah berat yang dihadapinya.

1
Aryani💞hambaliAziz
udh lama di rak buku tp baru baca, sepertinya bagus, klu udh baca trs jatuh cinta sama novel ini jgn digantung ya kak... 😍
Sokili Madil
hai
Inggri
nyimak 😊
🍒⃞⃟🦅Aza_thv🐨
smngt kk othor 💪😄
🍒⃞⃟🦅Aza_thv🐨: done kk lion
total 2 replies
Ipah Cakep
konyol kamu Thor 😁😁😁😁
Ipah Cakep
😁😁😁😁😆😆😆😅😅🤣
Ipah Cakep
can't say anything just laugh 😄😄😄😄😄🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂
Ipah Cakep
Auto ngakak guling-guling cekikikan tengah malam ni Thor 😁😁😁😁😁😁😁😁😅
Ipah Cakep
Astaghfirulloh al azhiim.. Reno 🤒🤢🤕🤮🤧🥵🥶
Ipah Cakep
Astaghfirulloh al azhiim
Ipah Cakep
Lucu banget kamu Thor aku padamu Thor semangat kk
Ipah Cakep
Auto mewek lagi Thor 😔😢😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ipah Cakep
betul banget Thor! sekali berbohong org ga bakal percaya lagi
Ipah Cakep
Rumi dikit ceroboh ya Thor harusnya dia tw diri kan guru anak muridnya bukan kawan papa Rena.🤔😒🙄😔 Hadeuuuhh.. Ga tw mw dibawa hubungan kita eh cerita ini. up to you lah Thor..
Ipah Cakep
Love you too k Lasmi 🥰😍🤩😘😇
Ipah Cakep
Astaghfirulloh al azhiim
Ipah Cakep
Eh tu mah mama n papa Rena aj yg ga mw diskusi ngurus anak2nya.. harusnya saling melengkapi 1 sm lain namanya rumah tangga penghuninya harus melangkah bersama melalui banyak tangga. kalo rumah hantu yg penghuni hantu kayak rmh Rena menakutkan hihihihihi....apan sih curhat 😄😄😄😄😅😅😅
Ipah Cakep
konyol banget bg Ahmad 😁😁😁😁😁😄😄😄😄😄🤣🤣🤣
Ipah Cakep
Rumi lemah lembut n penyayang anak2 ya Thor.. aku suka aku suka.. 🥰 Apa ibunya Rena yg buat lebam gt Thor??
Ipah Cakep
😆😆😆😆😆😆😆😊😆🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!