Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Accident Kiss
Min Joon yang melihatnya dibuat terkejut. Mulutnya sempat menganga namun dengan cepat dia mampu mengendalikan dirinya dengan menyimpan bibir ke dalam mulut dan menggigitnya seolah menahan sesuatu agar tak mencuat keluar.
Joong Woo membulatkan matanya lebar nafas Aiu yang menyapu wajahnya terasa hangat dan memanas.
Joong Woo mematung ekspresi wajahnya terpaku diam tak bisa berkutik.
Dadanya berdebar kencang seperti ada aliran panas yang menyengat menjalar ke seluruh tubuh melewati pembuluh darahnya.
Joong Woo mengerjapkan mata beberapa kali masih berusaha keras mencerna apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
Bibirnya terasa hangat ketika bibir Aiu menyentuh bibirnya. Sementara Aiu yang masih dibawah kendali alkohol masih memejamkan mata dan tak sadar dengan apa yang sedang terjadi saat itu.
Cindy terlihat berjalan ke sana kemari untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, dia tak bisa melihat lebih karena tubuh Joong Woo saat itu menghalangi pandangannya.
Dan ketika mendapatkan posisi yang pas Cindy akhirnya bisa melihat semuanya, tubuhnya terpaku matanya terbelalak lebar sementara mulutnya menganga tak percaya.
"Astaga! astaga! tidak, sepertinya aku sedang bermimpi" gumamnya kemudian menampar pipinya sendiri untuk memastikan bahwa apa yang sedang dilihatnya itu adalah nyata.
"Au!" Cindy kesakitan mengusap pipinya yang terasa panas.
Aiu mulai membuka matanya perlahan dan dengan cepat Joong Woo menarik tubuhnya ke belakang menjauh dia melirik ke arah Min Joon yang berdiri disampingnya dan laki-laki itu langsung membuang pandangannya ke arah lain seolah tak melihat apa yang baru saja terjadi di depan matanya.
Bahkan Min Joon juga berpura-pura seperti tak melihat insiden itu. Joong Woo terlihat gugup dia bahkan merasa kesulitan ketika menelan ludahnya.
Aiu belum sepenuhnya bisa membuka mata tetapi dia bisa melihat bayangan Joong Woo samar samar berdiri di depan matanya.
"Hei presdir!" Aiu mulai ngelantur dia bahkan tak sadar apa yang sedang dia ucapkan.
Joong Woo dan Min Joon sempat saling melempar pandang.
"Aku kasih tahu ya kau itu tampan, tetapi kenapa orang setampan dirimu harus memiliki kepribadian aneh!" nada bicaranya terdengar tak beraturan karena Aiu berucap dalam keadaan mabuk.
Keningnya berkerut berusaha keras mencerna apa yang sedang diucapkan oleh Aiu.
"Laki-laki sepertimu, membuat stok pria tampan semakin menipis. Kenapa orang setampan dirimu harus memiliki pasangan gay!"
Min Joon yang mendengarnya hampir tertawa terbahak-bahak namun dia bisa mengendalikan dirinya dengan baik karena saat itu Joong Woo yang langsung melirik ke arahnya membuat Min Joon langsung terdiam.
Laki-laki itu berdehem menetralkan perasaan.
"Kau ingin mendengar uneg-uneg apa yang ada di otakku Presdir!" sesekali Aiu terlihat memejamkan mata karena kepalanya semakin terasa berat.
"Kau dan sekretaris Min... kalian tidak cocok! orang tampan seperti dirimu seharusnya, berpasangan dengan perempuan cantik!" pembicaraan Aiu semakin ngawur.
Cindy dari kejauhan yang samar-samar mendengar apa yang diucapkan Aiu membuat perempuan itu kalang kabut gelisah.
"Mampus! kalau sampai dia mengatakan siapa dirinya selesai sudah! bagaimana ini, haduuuuh"
"Kau tahu Presdir kalau semua laki-laki tampan sepertimu harus memiliki pasangan gay, lalu bagaimana dengan diriku! kalian jahat."
Min Joon menatap aneh ke arah Joong Woo karena sepertinya laki-laki itu terlihat santai dia bahkan sepertinya tidak marah. Dia justru terkejut saat melihat Joong Woo menatap ke arah wajah Aiu dengan lekat sementara bibirnya memperlihatkan senyum yang sangat tipis.
"Dan asal kau tahu juga Presdir, aku sebenarnya juga tidak ingin seperti ini!" bukannya segera membawa Aiu masuk ke dalam rumah tetapi dia justru sengaja membiarkan Aiu terus berucap.
"Aku... aku adalah, Aiu Hi" belum sempat menyelesaikan ucapannya Cindy dari arah belakang langsung menghentikannya.
"Aiu ya ampun apa yang terjadi denganmu!".ucapnya dengan nada tinggi sengaja mengalihkan perhatian Joong Woo dan Min Joon.
Joong Woo menoleh melihat ke arah Cindy, perempuan itu langsung mendekat dan membawa Aiu keluar dari mobil.
"Bodoh! aku belum selesai berbicara dengan Presdir! masih banyak yang seharusnya dia ketahui kalau aku itu. Aku itu sebenarnya...."
Saat mengucapkan kata terakhir entah kenapa Joong Woo merasa Aiu menatapnya dengan lekat seolah perempuan itu tidak dalam kendali alkohol bahkan juga bisa melihat kedua bola mata Aiu terbuka penuh.
Keheningan membentang di antara mereka saat menunggu Aiu meneruskan ucapannya.
Cindy menelan ludahnya dengan sudah payah merasa takut kalau kalau Aiu akan membuka jati dirinya di depan Joong Woo.
"Aku adalah" dengan cepat Cindy membungkam mulutnya rapat.
"Maaf Presdir kalau Aiu berkelakuan buruk malam ini, sebenarnya dia paling tidak bisa mencium bau alkohol jadi maaf kalau sikap Aiu kelebihan dan membuat acara kalian berantakan" Cindy menundukkan kepala memberi hormat sebelum dia akhirnya membawa Aiu masuk kedalam rumah.
Jung Woo masih berdiri di tempat semula dia seolah berpikir keras mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh Aiu.
"Presdir ini sudah larut" Min Joon berucap meminta Joong Woo untuk segera masuk kembali ke dalam mobil.
Sementara Min Joon kemudian kembali ke kursi depan.
Joong Woo sempat ingin masuk ke dalam mobil namun seketika tubuhnya terpaku seakan dia menyadari sesuatu. Laki-laki itu kemudian dengan cepat memutar tubuhnya ke belakang menatap ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.
Sekilas wajah Cindy melintas di benaknya dan saat itu Joong Woo berusaha keras mengingat sesuatu karena sepertinya dia merasa tak asing dengan wajah perempuan yang baru saja membawa Aiu masuk kedalam rumah.
"Presdir" Min Joon memanggilnya sekali lagi ketika melihat Joong Woo melamun dan belum masuk ke dalam mobil.
Joong Woo kemudian masuk dan menutup pintunya. Dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, Joong Woo terlihat melamun. Dia mengusap bibirnya dengan jari. Kejadian ketika Aiu tanpa sengaja mencium bibirnya terlintas kembali di benak Joong Woo.
Laki laki itu memejamkan matanya rapat hingga terlihat kerutan halus di sekitar area matanya. Manipiskan bibir ketika sedang berfikir keras.
"Apa apaan ini!"
Joong Woo menghela nafas panjang.
Dan seketika bayangan wajah Cindy kembali mengganggunya, Joong Woo merasa seperti mengenal perempuan itu tetapi di mana, Joong Woo masih berusaha keras mengingatnya.
Joong Woong membuang pandangannya keluar mencoba menenangkan diri karena pikirannya terlalu banyak memikirkan hal akhir akhir ini.
"Siapa gadis yang membawa Aiu tadi?" ucapnya memecah keheningan.
Min Joon mengalihkan pandangannya ke sepion depan melihat bayangan Joong Woo di sana.
"Oh, mmm siapa ya kemarin aku sempat bertanya namanya tapi aku lupa Presdir. Kenapa kau tiba tiba ingin tahu tentang perempuan itu?"
Joong Woo Berdehem mencairkan suasana.
"Lupakan, anggap saja aku tidak pernah menanyakan hal itu!"
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...