"Kak Antariksa!"suara itu tepat di belakang Antariksa membuatnya menghentikan langkahnya lalu dia menoleh .
"Gue pengen lo minta maaf sama gue"ucap Alleta .
Antariksa berjalan kembali , Alleta berlari mengejar dan kini sudah tepat di hadapan Antariksa ."kalo lo minta maaf gue bakalan tenang tau ga kalo nantinya handphone gue ke riset semua filenya"ucap Alleta .
"Minggir,"satu kata terlontar dari mulut Antariksa .
"Gue udah minta maaf sama lo kak , apa susah nya lo minta maaf sama sama gue"ucap Alleta meninggikan suaranya .
Antariksa menatap Alleta sekilas , tatapan Alleta penuh harap .
Antariksa memutar balikan badannya , berjalan ke arah sebaliknya ."lo jahat !"teriak Alleta ."lo emang ga punya hati , hati lo beku"tambahnya , Antariksa tetap berjalan setelah mendengar makian itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salshabillaalf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - My Ice Antariksa
Setelah berganti pakaian dari seragam menjadi baju tidur berwarna biru muda itu dia kini duduk di tempat belajarnya dan memulai membuka laptopnya, tetapi tiba tiba Handphonenya berbunyi tanda ada pesan line .
Line
Maurin : alll
Maurin : Lo remed matematika besok kata Bu hanum
Maurin : sama Adel , gue engga haha
Alletaa : GAUSAH NYEBARIN BERITA HOAKS PLEASE !!!
Alleta membuang nafasnya lemas, dia memang sudah tau kalo dia bakalan di remed karena jawaban yang dia isi itu asal semua, tetapi dia berharap ada keajaiban sehingga jawabannya itu mendekati dan dalam nilai setengahnya.
"Ahhh matematika sialan"kate Alleta pasrah.
Alleta membuka chat di laptopnya, yang sejak tadi ia fikirkan adalah chat menthornya di aplikasi karena cuma dia yang mau bantu dan sabar mengajarkan dia.
Mrs.Starlet : Mr.Atlanta Bantuin aku dong
Dia masih menunggu Jawaban dari menthornya karena tidak aktif.
"Cuma dia yang bisa bantu gue"kata Alleta.
Dia keluar kamar untuk mengambil segelas air dari dapur karena dia sangat mudah sekali haus, saat kembali menthornya tersebut sedang online.
Baru saja
Mr.Atlanta : Bantuin apa?
Alleta dengan cepat membalas pesan yang sudah lama ia tunggu tunggu.
Mrs.Starlet : aku remed :(
Mr.Atlanta : pelajaran matematika ?
Mrs.Starlet : iya , tau sendiri kan aku lemah di matematika
Mr.Atlanta : iya aku tau , kita mulai belajar jam 8 ya setelah shalat isya , soalnya aku baru banget pulang jadi kamu tunggu aja
Alleta memegang dadanya karena merasa lemas kalo sudah mendengar cowok rajin shalat itu menjadi nilai plus baginya.
"Kenapa gue baper sih sama elo padahal ga pernah ketemu"kata Alleta ke dirinya sendiri.
Sekarang tepat pukul 8 malam, Alleta kembali duduk di depan layar laptop yang ia biarkan menyala karena jika Menthornya itu kembali online dia cepat cepat membalasnya.
Dia mengambil buku catatan berwarna merah muda dan banyak sekali stiker di covernya yang biasa ia gunakan jika dia belajar dengan menthornya tersebut.
Mr.Atlanta : yang ga ngerti apa?
Mrs.Starlet : semua
Mr.Atlanta : oke
Saat menjelaskan memang sangat mudah sekali di pahami oleh Alleta, bagi Alleta menthornya tersebut sangat berjasa sekali karena selama dia di ajar olehnya nilainya sedikit naik.
Mrs.Starlet : udah aja deh , aku ngantuk
Mr.Atlanta : ini belum selesai
Mrs.Starlet : udah cukup ko ini aku ngantuk
Mr.Atlanta : aku pengen liat kamu dapet nilai tinggi , jangan ngeluh kalo dapet soal matematika
Mrs.Starlet : aku ga ngeluh
Mr.Atlanta : bohong , kamu selalu ngeluh sama matematika
Mrs.Starlet : jangan sotau kamu , udah ah aku mau tidur
Mr.Atlanta : oke
Mrs.Starlet : seenggaknya kamu semangatin aku kek atau ucapan aku selamat tidur
Mr.Atlanta : selamat tidur dan semangat untuk besok . Jangan curang , aku tau kamu suka nyontek .
Mrs.Starlet : te odio
"Semoga aja dia ga ngerti dan males buat Translate"ucapnya ke diri sendiri sambil menutup laptopnya itu, setelah catatannya penuh dia mulai menaiki tempat tidurnya dan terlelap.
...-...
Pukul 06.45 Siswa siswi sudah banyak yang berdatangan ke sekolah, walaupun minggu ini pekan remed tetapi pihak sekolah mewajibkan siswa siswinya untuk hadir ke sekolah.
Alleta memberikan helm yang sebelumnya ia pakai kepada Alden yang mengantarnya sampai gerbang sekolah.
"Remed?"tanya Alden ke Alleta karena melihat Alleta sedari tadi memegang buku berwarna merah muda.
Alleta menggelengkan kepalanya, dia tidak memberitahu karena dia tau kalo Alden bakalan mengejeknya.
"Bohong, sejak kapan lu suka bawa bawa buku"
"Sejak sekarang karena remed PUAS Lu?!"katanya.
"Puas dong"Alden tersenyum licik.
"Udah ah sana lu pergi"kata Alleta mengusirnya.
"Lu aja sana masuk, gue masih mau tebar pesona sama cewek cewek di sekolah lu"
"Gue mau nunggu Maurin sama Adel"
Alden mengerutkan keningnya."Maurin?"
Alleta mengangguk."partner lu dulu"
"Dia masuk sini?"tanyanya yang sedikit terkejut.
"Iya,"singkatnya.
Tak lama dari itu datanglah Maurin dan juga Adel yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa ada Alden di sana.
"Alleta,"teriak Maurin dan Adel.
Adel menoleh ke Alden yang masih sibuk dengan Handphonenya."Alleta kenapa sih ga pernah cerita ke gue kalo lo punya cowok yang sama sama bule"ucap Adel.
Alden mengangkat wajahnya dan menyimpan Handphonenya di saku jaketnya.
"Ganteng gila"ucap Adel setelah melihat wajah full Alden yang sebelumnya menunduk.
"Alden!!!"teriak Maurin."sumpah gue kangen gila!"kata Maurin.
Alden tertawa melihat ekspresi Maurin yang kegirangan, ekspresi itu sudah sering ia lihat waktu SMP, yang membuatnya tertawa adalah ekspresi itu sudah lama tidak ia lihat.
"Masih ganteng ga gue?"tanya nya ke Maurin."oh masih ganteng ya gue soalnya temen lu ini bilang ganteng banget ke gue"katanya tersenyum ke Adel.
Adel keanehan melihat ke akraban Maurin dan Alden yang di kiranya adalah pacar Alleta."Alden?"tanya Adel sedikit berfikir.
"Ini nih cowok yang waktu itu lo bilang pengen dikenalin sama dia"
Adel membuka mulutnya membentuk huruf O lalu menutupnya dengan kedua tangannya."kembaran lo?"bisik Adel ke Alleta.
Alleta mengangguk-angguk kepalanya sambil tersenyum."engga mirip lo Al"ucap Adel.
"Emang ga mirip, ga ngerti juga gue sebenarnya dia itu kembaran gue atau kembaran yang tertukar sih?!"ucap Alleta sambil di arahkan kepada Alden.
"kalo tertular gue beruntung"ucap Alden.
Alleta memukul Alden."lu gasuka dong punya kembaran gue?!"
"Itu tau"ucapnya datar, tetapi sebenarnya dia hanya becanda, dia bersyukur sekali mempunyai kembaran seperti Alleta.
"Lo Adel ya?"tanya Alden.
Adel membulatkan matanya kaget."kenapa lo tau gue ?"tanya Adel kegirangan , lalu tatapannya beralih kepada Alleta."Alleta lo cerita apa aja tentang gue ke Alden?"katanya malu malu.
Alden menatap Alleta sekilas."sorry. dia ga pernah cerita tentang lo ke gue, gue tau elo itu karena tadi dia bilangnya mau nunggu Maurin dan Adel berarti lo Adel kan?"
Wajah Adel kini memerah. dia sangat malu sekali karena sudah geer setengah mati karena Alden mengetahui namanya.
"Lo tuh jadi cewek geeran banget deh, heran gue"
"Ihhh Maurin kan kirain"kata Adel yang nada bicaranya tiba-tiba berubah menjadi lembut, biasanya tidak pernah seperti itu jika berbicara dengan Maurin.
"Ihhh kenapa nada lo jadi kaya gitu ,jijik dah gue"ucap Maurin.
Alden tertawa kecil lalu melihat jam berwarna hitam yang melingkar di tangan kirinya."udah deh Al, Maurin, lo juga Del gue duluan ya soalnya takut telat nih"dia kembali memakai helm nya.
"See you Alden"ucap Maurin kepada Alden yang kini mulai menjauh dari mereka bersama motor kesayangannya.
udh gak up lagi?
makasih kk othor udh up semangat lanjut ka💪🥰🥰🥰🥰🥰
ya ampun aku itu sebel baca yg beratus ratus episode tapi gatel pen baca 🤣🤣🤣