NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Jas Putih

Cinta Di Balik Jas Putih

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Sandra berjalan cepat ke arah IGD yang sudah tampak ramai, pemandangan wajah cemas dan juga tangis haru sudah menjadi gambaran di IGD kota kecil itu.

Di balik sikap profesionalnya, nyatanya Sandra menyimpan lukanya sendiri yang bahkan bertahun-tahun tak bisa dia sembuhkan.

Hingga akhirnya seseorang yang tak sengaja dia temui malah merubah seluruh dunia yang sudah membuatnya nyaman, memaksanya untuk kembali percaya akan cinta, tapi sayangnya jurang perbedaan mereka besar dan masa lalu yang mulai kembali menghantui Sandra.

Bisakah Sandra mengeluarkan diri dari traumannya dan menerima pria yang bahkan tak pernah dia bayangkan akan hadir dalam hidupnya? ataukah dia tetap tak bisa melupakan masa lalunya dan kembali menerimanya?

Pernyataan: Novel ini ditulis tidak untuk menyudutkan atau menjelekkan seseorang, kalangan tertentu, atau pun profesi tertentu, semua yang ditulis hanya untuk pengetahuan dan hiburan semata, cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22.

"Justru gua cowok, gua tahu apa yang udah dilakukan oleh Devan itu udah tulus banget, kalau ada cowok yang terus mendekat walaupun ditolak mentah-mentah artinya dia benar-benar menginginkan hal itu. Kami bersungguh-sungguh." Kata Joshua lagi mencoba meyakinkan, sayang sekali jika sahabatnya ini melewatkan kesempatan ini, dia takut setelah ini tak akan mungkin lagi terulang.

Sandra diam sejenak, matanya tampak kosong menatap lurus ke depan, tangannya diketukkannya ke mejanya, berirama dan pelan. Joshua yang melihat itu tahu Sandra sedang berpikir, sedikit senang akhirnya temannya memutar otak dengan apa yang dikatakannya karena biasanya temannya ini akan menolak mentah-mentah tanpa memikirkan apapun.

"Gua takut." Kata Sandra tanpa sadarnya, matanya dan sikapnya masih seperti tadi.

"Takut Napa?" Pelan Joshua menanyakan seolah dia tak ingin Sandra keluar dari sikap ini, jika begini isi hati Sandra akan keluar yang sebenarnya.

"Kalau dia tahu masa lalu gua, apa dia bisa Nerima?" Kata Sandra mengalihkan pandang matanya yang sayu ke arah Joshua yang sedikit membesarkan matanya.

Joshua tak langsung menjawab, dia tahu ini hal sensitif untuk Sandra. Dari awal inilah selalu yang mengganjal Sandra untuk mendekati pria lain. Dia pernah mencobanya dulu, dulu sekali setelah putus dengan mantannya yang itu, tapi hasilnya adalah olokan yang cukup pedas hingga hampir menyeret keluarganya. Membuat Sandra merasa itulah hukumannya atas dosanya.

"San, semua orang beda kok, lagi pula sudah berapa tahun lu menghakimi diri lu sendiri, lu juga udah berubah, masalah ini sebenarnya masalah lu Ama Tuhan, tentang dosa Lu. Orang-orang yang menghakimi lu belum tentu lebih baik dari pada lu. Jadi gua rasa ga fair kalo lu juga menghakimi Devan seperti ini, lu juga ga mau kan disamain Ama cewek-cewek gampangan yang tetep aja ngelakuin dosa gitu?" Kata Joshua lagi, prihatin, trauma hati itu susah memang untuk disembuhkan.

"Tapi memang wanita berharga hanya karena itu!" Kata Sandra lagi, tampak sekilas kesedihan dan penyesalan di matanya.

"Gimana bisa lu terus menghukum diri lu, sedangkan orang yang udah buat lu gini hidupnya senang dan bahagia San? Bukan lu yang salah! Dia yang seharusnya ada diposisi lu sekarang."

"Ya, tapi kenyataannya?"

"Lu yang buat kenyataannya begini San. Kalau semua laki-laki hanya butuh keperawanan, gimana nasib mereka yang terenggut karena paksaan, gua yakin banyak kok laki-laki yang masih bisa Nerima wanita yang kayak lu. Kalo aja gua juga jatuh cinta Ama cewek kayak lu, gua juga ga peduli San, bedanya berdarah atau gaknya doang, asal dia udah tobat ya kayak lu. Sayang gua ga bisa jatuh cinta Ama cewek kayak lu, urakan gini." Kata Joshua dengan tawa kecil diakhirnya, memancing sedikit senyuman dari Sandra.

"Dasar Lu!" Kata Sandra lagi.

"Kasih kesempatan San, nanti kalau sudah mulai dekat, kasih tahu aja dulu semuanya, urusan mau tidaknya bisa dilihat nanti. Jika bisa menerima, gas kan! Kalo gak, tenang ada gua ama Larra yang bakalan menghibur lu 24 jam!" Kata Joshua dengan gayanya.

"Haha, janji lu yah!" Tegas Sandra.

"Ya! Jadi mau kasih kesempatan kan?" Kata Joshua semangat.

"Gua pikir-pikir lagi," kata Sandra.

"Ya Tuhan, Gua kira lu bakal jawab iya, pikiran lu itu suka berubah-ubah! Ah! Nyerah dah gua," kaya Joshua tampak kecewa dengan gayanya membuat Sandra terkekeh karenanya.

Sandra menggigit bibirnya, jauh di dalam hatinya masih ada ragu yang tercipta. Tidak, rasanya dia tak bisa menerima jika harus sakit kembali, jatuh cinta hanya butuh waktu seperkian detik, tapi menyembuhkan hati yang patah, bahkan butuh bertahun-tahun lamanya.

---***---

Hari ini Sandra terlihat sangat tak tenang, dia terus saja mondar mandir tanpa tahu tujuannya. Sesekali tampak bingung bahkan saat diajak bicara oleh beberapa perawat.

Sandra bukan pusing memikirkan apakah dia harus menerima Devan atau tidak. Tapi lebih parah dari itu menurut Sandra, dari awal dia membuka mata, entah kenapa otaknya selalu memberitahunya kalau Devan sudah pulang dan sebagian besar dari dirinya percaya pria itu akan menemuinya.

Jam bergulir, tinggal setengah jam lagi jam kerja paginya akan selesai, Sandra menarik napas dalam dan membuangnya perlahan, lega rasanya pria itu belum menunjukkan batang hidungnya tapi terselip sedikit rasa yang tak nyaman karena hal itu pula, apa dia sedang kecewa? Akhir-akhir ini diperasaan Sandra banyak perasaan yang campur aduk hingga Sandra kesulitan tahu perasaan apa itu.

Sandra baru saja keluar dari kadoknya karena dokter yang meneruskan jam kerjanya sudah datang. Dia baru membuka pintu kadok saat dia melihat sosok tinggi dengan dandanan rapi yang menawan itu mendekatinya. Wajah pria itu langsung sumringah melihat wajah Sandra yang terdiam, mempercepat langkahnya, untung dia tak terlambat.

Sandra melihat Devan di sana langsung bingung, tubuhnya seketika kaku, kalau dia tiba-tiba masuk lagi pasti terlihat konyol dan sangat memalukan, tapi dia tak yakin kalau dia bisa bertingkah biasa sekarang. Bahkan melihat wajah Devan saja sudah membuat dirinya gugup dan jantungnya lagi-lagi takikardi.

"Dek Sandra," suara pria yang langsung mengalihkan perhatian Sandra, tanpa sadarnya dokter Roy sudah duluan menghampirinya.

Devan yang melihat Roy berhenti di dekat Sandra memperlambat tempo berjalannya, bahkan dia berhenti tak jauh dari Sandra dan Roy. Wajahnya tampak bertanya.

"Oh, ya Dok?" Tanya Sandra. Pas sekali ada pengalihan seperti ini.

"Nanti malam ada acara? Pada ngajakin kumpul bareng lagi, kemarin acaranya kurang lengkap, ikut ya dek, dek Sandra kan ga pernah ikut kalau beginian," kata dokter Roy.

Sandra mendengar itu diam sejenak, inikah kesempatannya?

"Oh iya! Iya! Aku ikut nanti kak," kata Sandra yang memang satu almamater dengan Dokter Roy.

"Siap, pergi sama siapa dek?" Kata Dokter Roy lagi.

"Heh? Aku? Pergi sendiri aja kak," kata Sandra yang mulai merasa agak aneh pertanyaan dokter Roy.

"Kakak Jemput ya, sekalian lewat," tawar dokter Roy dengan sedikit senyuman manis. Devan yang berada tak jauh dari sana tentu bisa mendengar dan melihat ekspresi dokter Roy, dia mengertakkan rahangnya sedikit keras.

Sandra membesarkan matanya, seumur-umur dia tak pernah ingin pergi dengan siapapun kecuali Joshua, tapi melirik ke arah pria yang terdiam di dekat mereka, dan seolah tak tahu dengan tatapannya yang cukup tajam itu, Sandra langsung memasang wajah senyumnya.

"Ya, boleh kak, kalau gak ngerepotin," kata Sandra yang tampak ramah.

Dokter Roy tersenyum senang, beberapa kali dirinya harus mengajak wanita manis mantan pacar sahabatnya ini dulu tapi Sandra terus menolaknya, kali ini dia mau dan pastinya membuat Dokter Roy senang.

"Ok, kakak jemput ya, lanjut dek kalau mau pulang," ujar Dokter Roy sumringah.

"Ya kak," kata Sandra.

1
Wangintowe Tundugi
asik omanya devan
Wangintowe Tundugi
alur cerita quen mmg demikian pasti ada yg maksa karena cinta inilah ke unikan mu quin gak ada yg bisa plagiat thebest
Wangintowe Tundugi
the best persahabatan bang josh dan sandra
Wangintowe Tundugi
🤣🤣
Wangintowe Tundugi
ah beneran si bang jos tuh dokter sandra lebih memilih batu bata dari permata 🤣🤣
Ersa
Luar biasa
bunga cinta
jeruk kok makan jeruk
bunga cinta
suka ide cerita nya, cerdas othornya
bunga cinta
Luar biasa
bunga cinta
banyak ilmu
Nurlaela
terbaik..
Mimilngemil
Keren... keren....
ah... akhirnya happy ending
😍😍😍
Mimilngemil
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mimilngemil
Biang keroknya Gladys /Hammer//Hammer//Hammer/
Mimilngemil
Nirmal sie...
aku juga gitu
wkwkwkwk
Mimilngemil
kaya punya sahabat kaya Jo... gak akan sedih 😂😂😂😅😆
Mimilngemil
😂😂😂😅
Jo... ica ae...
Mimilngemil
😂😂😅😆
Mimilngemil
uhuy....
Sandra...
Abang datang Neng...
Mimilngemil
Graciella dijepit pintu mobil
Devan kejepit pintu mobil
😂😅😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!