Lige adalah seorang gadis yang hidup dizaman modern. Lige adalah pemimpin dari satu organisasi besar yang setiap minggu atau bahkan setiap harinya selalu menghabisi nyawa orang.
Ya, Lige adalah seorang Queen mafia, ia terkenal sangat dingin, kejam dan bengis.
Namun siapa sangka, dalam misinya ia harus dihianati oleh orang kepercayaanya sendiri hingga merenggut nyawanya.
Tanpa ia sangka, rohnya terbang menuju zaman kuno pada zaman kerajaan. Roh nya menempati tubuh seorang gadis yang baru saja dinyatakan meninggal.
Zaman dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah tertindas.
"Tubuh siapa ini? dunia apa ini? kenapa sangat berbeda? apa aku berpindah dimensi?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Pelayan tersebut langsung mengambil kembali kemoceng nya, dengan gemetar ketakutan, ia memberanikan diri menatap wajah Lige yang sudah dalam mode dingin dan datar dengan tatapan tajamnya, bak putri harimau yang akan menyerang mangsanya.
"Ma...maaf Nona, saya pelayan yang ditugaskan untuk melayani Nona Lige." Jawabnya takut, karena ia sendiri juga belum tahu siapa Lige sebenarnya.
"Pelayan? muda sekali, bahkan lebih muda dari FangYin." Batin Lige menatap pelayan tersebut.
"Siapa yang menyuruhmu masuk kedalam kamarku?" Tanya Lige.
"Dia Nona Lige." Batin pelayan tersebut yang langsung mengetahui bahwa gadis yang ada dihadapannya sekarang ada Lige, sang pemilik kamar ini.
"Maaf Nona, saya lancang, saya tidak bermaksud memasuki kamar Nona tanpa izin."
"Ku ulangi pertanyaan ku, siapa yang menyuruhmu untuk masuk kedalam kamar ku?"
"Nona FangYin, Nona." Jawabannya menunduk, ia sudah tidak sanggup lagi menatap wajah Lige yang seperti singa betina, pikirnya.
"Keluar, dan jangan pernah kembali lagi ke kamarku, aku tidak membutuhkan pelayan." Titah Lige. Pelayan tersebut langsung mendekat dan memohon kepada Lige.
"Maafkan aku Nona, aku tidak akan lancang memasuki kamarmu lagi, tapi mohon jangan usir aku, aku tidak ada tempat lagi untuk berteduh." Tangisnya memohon pada Lige.
"Aku sudah tidak memiliki siapapun, orang tua ku, sudah meninggalkanku sejak kecil, aku sendirian Nona, susah payah aku masuk kedalam istana untuk menjadi pelayan." Sambungnya masih memohon.
"Sama sepertiku, aku dulu juga ditinggalkan oleh kedua orang tua ku, disaat aku masih kecil." Batin Lige yang mengingat kembali memorinya di dunia modern dulu, sebelum ia menjadi seorang mafia kejam dan melintasi waktu, masuk kedalam dunia kuno.
"Berdiri." Suruh Lige membantu pelayan tersebut berdiri agar tidak terus memohon kepadanya.
"Saya mohon, Nona." Tangisnya sambil berdiri.
"Baiklah, kau boleh disini, tapi kau harus menuruti apa yang aku ucapkan." Ucap Lige memegang pundak pelayan tersebut.
"Siapa namamu, dan berapa usiamu?" Sambung Lige bertanya.
"Namaku Rou Rou, usiaku masih 16 tahun." Ucap Rou Rou menghapus air matanya senang. Karena ia sudah mendapatkan izin untuk bersama dan melayani Lige.
"Kau masih muda, tinggal disini, tidak perlu tidur dikamar pelayan, bawa saja tempat tidurmu kemari, dan taruh saja disamping tempat tidurku." Suruh Lige.
"Tapi Nona...."
"...Aku sudah bilang, kau harus menuruti perintahku." Potong Lige dan sekarang ia tidak ingin dibantah sama sekali.
"Baik, Nona."
Rou Rou, langsung pergi mengambil barang barangnya, ia menuruti apa yang Lige inginkan, sebenarnya ia sedikit tidak enak pada Lige juga pelayan pelayan yang lain, yang lebih tua darinya.
"Kau mau kemana? kenapa barangmu kau kemasi?" Tanya salah satu pelayan.
"Maaf, aku akan tinggal bersama nona lige, nona lige sendiri yang sudah memerintahkanku untuk tinggal bersamanya." Rou Rou menjelaskannya dengan jujur sejujur jujurnya.
"Permisi." Pamit Rou Rou langsung meninggalkan kamar pelayan.
"Enak sekali dia, mendapatkan tempat spesial, diizinkan bersama nona lige."
"Andai saja aku bersama nona lige."
"Tapi kenapa nona lige hanya mendapatkan satu pelayan? bahkan adiknya nona FangYin mendapatkan dua pelayan sekaligus."
"Mungkin nona lige tidak suka banyak orang melayaninya."
Begitulah kerumpian yang terjadi didalam kamar pelayan, mereka sebenernya iri karena Rou Rou bersama dengan Lige.
"Nona, apa anda ingin makan sesuatu?" Tanya Rou Rou.
"Berhenti memanggilku Nona."
"Lalu? aku harus memanggilmu apa?"
"Terserah."
"Jiejie?" Tanya Rou Rou yang terlihat ragu.
Sejenak Lige berpikir, apa itu tidak akan masalah. Namun ia langsung mengangguk anggukan kepalanya pertanda ia setuju.
"Bagus, kau panggil aku jiejie." Ucap Lige merangkul Rou Rou. Rou Rou yang merasa tidak enak mencoba melepaskan rangkulan Lige.
"Maaf Nona, tapi ini terlalu berlebihan."
"Tidak, sekarang aku adalah jiejiemu." Ucap Lige, entah mengapa ia sangat nyaman dan tidak merasakan perasaan aneh atau apapun dari diri Rou Rou, yang ia tahu adalah Rou Rou adalah gadis yang polos dan penurut.