NovelToon NovelToon
TERNYATA AKU MENAFKAHI MADUKU

TERNYATA AKU MENAFKAHI MADUKU

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Ayu mengira rumah tangganya baik-baik saja—Bayu tampak suami penyayang dan bertanggung jawab. Namun perlahan ia sadar, penghasilannya selama ini diam-diam menghidupi wanita lain: istri kedua Bayu yang tak pernah ia ketahui keberadaannya. Ketika kebenaran terbongkar, Ayu bukan hanya menghadapi pengkhianatan, tapi juga fitnah dan kekerasan dari orang-orang yang seharusnya ia percaya. Dari titik paling rapuh itu, ia bangkit dan diam-diam menyusun rencana untuk membalikkan keadaan yang selama ini merugikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB DUA PULUH TIGA

Seminggu setelah kejadian di Kalitirto, suasana rumah tangga kami perlahan mulai berubah. Bayu, yang tampaknya benar-benar terguncang melihat sisi baru dariku yang tidak lagi bisa diam saja, akhirnya duduk berhadapan denganku suatu malam, wajahnya serius dan penuh kesungguhan yang belum pernah kulihat sebelumnya.

"Yu, aku udah mikir masak-masak," katanya, menggenggam kedua tanganku dengan erat. "Aku akan putusin hubungan sama Wulan. Aku akan cerai dia secara resmi, meski itu cuma nikah siri. Aku janji, mulai sekarang aku fokus sama kamu aja."

Aku menatapnya lama, mencoba mencari kejujuran di balik kalimat itu, mengingat betapa banyak janji serupa yang mungkin pernah ia ucapkan pada Wulan selama ini. "Kamu yakin, Mas? Ini bukan cuma kata-kata doang kan?"

"Aku yakin, Yu. Aku udah capek juga hidup dalam kebohongan kayak gini. Kamu istri sahku, kamu yang seharusnya jadi prioritas utama aku," jawab Bayu, matanya berkaca-kaca, tampak benar-benar menyesali semua yang telah terjadi.

Aku menghela napas panjang, masih menyimpan keraguan besar dalam hati, namun juga menyadari bahwa lima tahun pernikahan kami, seluruh sejarah yang telah kami bangun bersama, tidak bisa begitu saja kubuang tanpa memberi satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya.

"Oke, Mas. Aku kasih kamu kesempatan terakhir. Tapi kalau kamu masih aja ketemu Wulan diam-diam, masih aja ngasih uang ke dia, aku nggak akan segan-segan buat benar-benar mengakhiri semuanya," ucapku, tegas, memastikan Bayu memahami konsekuensi jika ia kembali mengkhianati kepercayaan yang baru saja kuberikan.

"Aku janji, Yu. Aku bakal buktiin," jawab Bayu, memelukku erat, sebuah pelukan yang, meski masih menyisakan keraguan dalam hatiku, terasa sedikit lebih tulus dari yang pernah kurasakan selama beberapa bulan terakhir.

---

Hari-hari berikutnya, Bayu benar-benar menunjukkan perubahan yang signifikan. Ia pulang tepat waktu setiap hari, tidak lagi ada alasan "survei proyek" mendadak yang biasa ia gunakan untuk mengunjungi Wulan. Ponselnya pun kini terbuka bebas, tanpa perlu kunci layar yang buru-buru seperti sebelumnya, seolah ingin membuktikan bahwa tidak ada lagi yang perlu ia sembunyikan dariku.

"Yu, ini aku transfer sisa uang yang biasa aku kasih ke Wulan buat kebutuhan Raka. Aku pikir, meski aku udah putus sama dia, aku tetep harus tanggung jawab buat anak itu, minimal biaya hidupnya sampai dia agak besar," kata Bayu suatu hari, menunjukkan bukti transfer terakhir yang ia kirimkan pada Wulan sebagai bentuk pemutusan hubungan secara resmi.

Aku menatap bukti transfer itu dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, aku menghargai tanggung jawab Bayu terhadap anak yang, meski lahir dari kesalahan besar, tetap merupakan darah dagingnya sendiri. Namun di sisi lain, ada rasa tidak nyaman yang tetap tersisa, mengetahui bahwa hubungan itu, meski secara emosional sudah diputus, masih menyisakan ikatan finansial yang, entah kenapa, membuatku merasa belum sepenuhnya bebas dari bayang-bayang Wulan dan Raka.

"Ini transfer terakhir ya, Mas. Setelah ini, biar aku yang atur soal kebutuhan anak itu, tapi lewat jalur yang jelas, bukan diam-diam kayak dulu lagi," tegasku, ingin memastikan bahwa ke depannya, tidak akan ada lagi ruang bagi kebohongan tersembunyi dalam bentuk apa pun.

---

Sementara itu, di Kalitirto, kehidupan Wulan berubah drastis. Tanpa kunjungan rutin Bayu, tanpa uang bulanan yang biasa menopang kebutuhan sehari-harinya, Wulan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar untuk dirinya dan Raka. Uang terakhir yang ditransfer Bayu memang cukup besar, namun ia tahu, jumlah itu tidak akan bertahan lama jika tidak ada pemasukan tambahan.

"Bang, aku udah nggak ada duit lagi buat bulan depan," pesan Wulan suatu malam, mencoba menghubungi Bayu seperti biasa, namun kali ini balasan yang ia terima jauh berbeda dari sebelumnya.

*Lan, aku udah bilang, itu transfer terakhir. Mulai sekarang, biaya Raka bakal diatur lewat jalur resmi sama Ayu. Aku juga udah nggak bisa lagi kayak dulu, maaf,* balas Bayu, kalimat yang membuat dada Wulan sesak oleh kepanikan yang mulai menjalar.

Wulan menatap layar ponselnya lama, mencoba mencerna kenyataan bahwa sumber penghasilan utamanya selama dua tahun terakhir kini benar-benar terputus. Ia mencoba mencari pekerjaan sampingan, namun dengan Raka yang masih kecil dan membutuhkan perhatian penuh, pilihan pekerjaan yang bisa ia ambil sangat terbatas.

Di tengah kepanikan finansial itu, benih pikiran lain mulai tumbuh dalam diri Wulan—sebuah pikiran yang, awalnya hanya muncul sebagai bisikan kecil, namun perlahan semakin menguat seiring hari-hari yang semakin sulit ia lalui sendirian.

*Kalau aku diem aja, aku bakal kehilangan segalanya. Bayu, uang, masa depan Raka. Aku harus cari cara buat dapetin Bayu balik,* pikirnya, sebuah tekad yang mulai terbentuk dari campuran keputusasaan finansial dan rasa kehilangan yang, meski ia tahu hubungan itu salah dari awal, tetap terasa nyata baginya.

---

Wulan mulai memikirkan berbagai cara untuk mendekati Bayu kembali—bukan dengan cara terang-terangan seperti sebelumnya yang justru berujung pada kehancuran statusnya di mata tetangga, melainkan dengan pendekatan yang lebih halus dan terselubung. Ia mulai mengirim pesan-pesan emosional tentang perkembangan Raka, sengaja menyertakan foto-foto anak itu yang semakin mirip dengan Bayu, mencoba membangkitkan kembali ikatan emosional yang, ia yakin, tidak mungkin sepenuhnya hilang begitu saja hanya karena satu insiden yang memalukan.

*Bang, Raka kemarin manggil "Ayah" pas lihat foto kamu di HP aku. Kasian dia, Bang, masih kecil udah harus kehilangan sosok ayah,* tulis Wulan dalam salah satu pesannya, sebuah kalimat yang sengaja dirangkai untuk menyentuh sisi emosional Bayu sebagai seorang ayah.

Bayu membaca pesan itu dengan perasaan berat, meski ia sudah berjanji pada Ayu untuk memutus segala komunikasi personal dengan Wulan. Ia menatap foto Raka yang dikirimkan, merasakan gejolak batin yang sudah lama ia kira sudah berhasil ia redam sepenuhnya.

Namun kali ini, dengan susah payah, Bayu memilih untuk tidak membalas pesan itu, mengingat janji besar yang telah ia ucapkan pada Ayu, serta menyadari bahwa membalas pesan semacam itu hanya akan membuka kembali pintu yang sudah susah payah ia coba tutup rapat-rapat demi memperbaiki rumah tangganya yang nyaris hancur.

Namun Wulan, yang tidak menyerah begitu saja, mulai merancang strategi lain yang lebih terencana—sebuah rencana yang, dalam beberapa waktu ke depan, akan kembali menguji kekuatan rumah tangga Ayu dan Bayu yang baru saja mulai membaik, membawa mereka pada babak konflik baru yang, kali ini, datang dengan cara yang jauh lebih licik dari sebelumnya.

---

1
Heny
Sampai disini baca nya blm ketahuan
Thewie
bosan
Thewie
terlalu bertele2 Thor ceritamu, jadi membosankan pembaca🙏
Thewie
oala Bayu Bayu.. masih naek motor aja binik dua. KLO naek mobil gimana lagi lah kau laki2 keparat
Thewie
lanjut thor
Thewie
no coment yu. nunggu kebohongan suamimu terbongkar aja🤭
Nuna_Pena: 🤭🤭🤭 sabar yaaa
total 1 replies
Thewie
bangkai lama2 y kecium baunya. percayalah wanita yg tersakiti akan jadi wanita paling kejam sejagat raya
Nuna_Pena: bener banget. kalau sudah capek sabar,sekali meledak lelaki menyesal
total 1 replies
Thewie
dr Pulau Natuna mampir ya thor
Nuna_Pena: MasyaAllah. makasi sudah mampir.
total 1 replies
Ma Em
Selidiki Ayu jgn cuma nanya doang sama Bayu jgn bodoh kamu jadi istri percaya banget sama laki apapa tanya Bayu mana ngaku si Bayu sama kamu .
Ma Em
Ayu ini bodoh atau gimana sih masa tdk ada kecurigaan sama sekali sama Bayu terlalu percaya sama laki , nanti setelah Ayu tau kebenaran nya tentang Bayu yg sdh punya istri lagi bahkan sdh punya anak baru mati si Ayu bodoh itu .
Thewie: bodoh mmg Bun si ayu ini
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!