NovelToon NovelToon
Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.

Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Kemarahan Klan Murong & Blokade Seluruh Provinsi

Ibu Kota Provinsi Jiangnan, Kota Jinling.

Di bagian timur Kota Jinling yang makmur, berdiri sebuah kompleks kediaman kuno bergaya paviliun kekaisaran yang luasnya mencapai sepuluh hektar—markas besar dari Klan Murong, salah satu dari Empat Klan Besar yang telah menguasai urat nadi ekonomi dan dunia persilatan Provinsi Jiangnan selama lebih dari satu abad.

Siang itu, di dalam Aula Utama Peony Emas, suasana terasa begitu mencekam hingga para pelayan tidak berani mengangkat kepala.

Di tengah aula, Murong Yun terbaring di atas tandu medis dengan wajah yang masih bengkak parah dan dibalut perban, sementara keempat pengawal tingkat Master Tenaga Dalam yang kedua lengannya patah duduk bersimpuh dengan wajah pucat pasi.

Di kursi utama berukir kayu mahoni hitam, duduk seorang pria paruh baya berusia lima puluh lima tahun dengan jubah brokat emas dan sepasang mata setajam elang. Dialah Kepala Klan Murong saat ini, Murong Ba (慕容霸)!

"Kalian bilang... hanya seorang bocah berusia dua puluhan di kota kecil seperti Jiangcheng yang menampar wajah putraku, mematahkan lengan empat pengawal elit klanku dalam satu kibasan tangan, bahkan berani menuntut Klan Murong membayar seratus juta yuan dan menyerahkan Rumput Darah Naga dalam tujuh hari?!"

Suara Murong Ba menggelegar bagaikan guntur, membuat meja batu giok di samping tangannya langsung retak akibat hentakan telapak tangannya!

"A-Ayah! Bocah bernama Ye Chen itu benar-benar iblis!" rintih Murong Yun dengan mata memerah penuh kebencian. "Dia tidak hanya menolak menyerahkan resep Salep Giok Salju dari Grup Qingchen milik istrinya, tapi juga mempermalukan nama Klan Murong di depan seluruh bawahannya! Ayah harus memanggil Paman Guru Serigala Hitam untuk memenggal kepala bocah itu dan membawa Su Qingxue ke hadapanku!"

Salah seorang pengawal yang lengannya patah buru-buru melapor dengan suara gemetar, "Tuan Besar, gerakan bocah bernama Ye Chen itu terlalu cepat dan gelombang tenaga dalamnya sudah mampu menyerang dari jarak jauh. Kami menduga... dia mungkin seorang praktisi bela diri yang baru saja menyentuh ambang batas Grandmaster Awal (Huajing)!"

Mendengar kata "Grandmaster Awal", mata Murong Ba menyipit dingin, namun sedetik kemudian ia mendengus penuh penghinaan.

"Meskipun bocah yatim piatu itu beruntung bisa mencapai tingkat Grandmaster Awal di usia muda, memangnya kenapa?" ujar Murong Ba dengan nada angkuh. "Klan Murong kita telah berdiri di puncak Provinsi Jiangnan selama seratus tahun! Di belakang klan kita tidak hanya ada kekayaan puluhan miliar yuan, tetapi juga pelindung tingkat Grandmaster Menengah, serta aliansi dengan Klan Bai dan Klan Situ! Seorang bocah tanpa latar belakang keluarga dari kota kelas tiga berani mengancam Klan Murong? Dia benar-benar tidak tahu arti kata mati!"

Murong Ba langsung berdiri dan mengeluarkan tiga perintah beruntun kepada sekretaris utamanya:

"Pertama, keluarkan Perintah Blokade Peony Emas ke seluruh pemasok bahan baku obat, pabrik kemasan, dan distributor kosmetik di seluruh Provinsi Jiangnan hari ini juga! Perusahaan mana pun yang berani menjual satu gram bahan herbal kepada Grup Qingchen milik Su Qingxue di Jiangcheng akan dianggap sebagai musuh bebuyutan Klan Murong!"

"Kedua, karena lusa adalah pembukaan Pameran Judi Batu Giok & Pelelangan Agung Tahunan Jinling, sebarkan kabar ke seluruh kalangan atas provinsi bahwa Ye Chen dan Grup Qingchen telah masuk daftar kematian Klan Murong!"

"Ketiga, undang Tetua Serigala Hitam (Hei Lang) keluar dari pertapaannya! Jika bocah bernama Ye Chen itu berani menginjakkan kaki ke Kota Jinling atau tetap membangkang dalam tujuh hari, suruh Tetua Serigala Hitam membawa kepalanya ke aula ini sebagai alas kaki putraku!"

Sore harinya di Kota Jiangcheng, dampak dari perintah blokade Klan Murong langsung menghantam Grup Qingchen bagaikan tsunami!

Di ruang kantor presiden lantai dua puluh gedung Grup Qingchen, Su Qingxue tampak duduk dengan wajah cemas sambil menerima belasan telepon pembatalan kontrak secara beruntun dari para pemasok bahan baku.

"Maaf, Nona Su! Perusahaan herbal kami di selatan provinsi tidak bisa lagi mengirim Akar Teratai Salju dan Ginseng Putih ke pabrik Anda! Kami kembalikan uang mukanya sekarang!" "Nona Su, pabrik botol kristal kami baru saja mendapat peringatan keras dari Klan Murong di Jinling. Kalau kami tetap menyuplai kemasan untuk Salep Giok Salju, pabrik kami akan langsung ditutup besok pagi!"

Tut... tut... tut...

Su Qingxue meletakkan gagang teleponnya dengan wajah pucat. Di depannya, manajer produksi melapor dengan keringat dingin:

"Presiden Su, seluruh dua puluh delapan pemasok bahan baku herbal di Provinsi Jiangnan baru saja memutus kontrak secara serentak! Saat ini stok bahan baku di gudang kita hanya cukup untuk memproduksi tiga ribu stoples Salep Giok Salju lagi. Padahal kita sudah menerima pesanan lunas sebanyak seratus ribu stoples dari para pelanggan! Jika dalam lima hari kita tidak mendapatkan pasokan bahan herbal baru, kita harus membayar denda keterlambatan sebesar tiga ratus juta yuan dan reputasi Grup Qingchen akan hancur sebelum sempat berkembang!"

Mendengar itu, Su Qingxue menggigit bibirnya. Inilah kengerian dari salah satu Empat Klan Besar Provinsi Jiangnan! Hanya dengan satu kalimat dari Ibu Kota Provinsi Jinling, seluruh jalur pasokan bahan baku di belasan kota langsung tertutup rapat bagi perusahaannya!

Tepat pada saat itu, pintu ruangan terbuka. Ye Chen melangkah masuk bersama Tabib Ilahi Gu Changsheng.

"Qingxue, jangan cemas," ucap Ye Chen tenang sambil meletakkan secangkir teh hangat di depan istrinya. "Klan Murong hanya memblokir pemasok kelas menengah di sekitar Jiangcheng karena mereka pikir kita tidak berani keluar dari kandang."

Tabib Ilahi Gu Changsheng mengangguk hormat dan menambahkan, "Benar sekali, Nona Su. Besok pagi di Ibu Kota Provinsi Jinling, akan digelar Bursa Bahan Obat Kuno, Pasar Judi Batu Giok, dan Pelelangan Agung Tahunan Jiangnan. Seluruh pedagang besar bahan herbal dari luar provinsi dan Myanmar akan berkumpul di sana—dan mereka tidak berada di bawah kendali Klan Murong! Selain itu..."

Gu Changsheng menoleh ke arah Ye Chen dengan mata berbinar penuh hormat. "Guru Ye, murid baru saja mendapat bocoran daftar barang lelang utama di Jinling lusa malam. Tanaman legendaris Rumput Darah Naga berusia lima ratus tahun yang Anda cari untuk meracik pil kultivasi, ternyata akan dilelang di sana oleh Balai Lelang Internasional Jinling!"

Mata Ye Chen langsung berkilat tajam mendengar kabar itu.

Meskipun kesembilan segel jarum emas di tubuhnya sudah terbuka dan kekuatannya telah kembali ke tingkat Alam Transenden (Shenjing), untuk menembus ke tingkat yang lebih tinggi lagi sebelum kembali menghadapi para monster tua di Delapan Klan Kuno Ibu Kota Yanjing dan Dewan Dewa Gelap, ia sangat membutuhkan Rumput Darah Naga sebagai bahan utama pemurnian darah naganya!

"Bagus sekali," senyum tipis terukir di bibir Ye Chen. "Tadinya aku berencana memberi waktu tujuh hari bagi Klan Murong untuk mengantarkan kepalanya ke Jiangcheng. Tapi karena Rumput Darah Naga dan pemasok bahan baku untuk perusahaan Qingxue ada di Jinling... besok pagi kita berangkat langsung ke Ibu Kota Provinsi Jinling!"

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat hancur keluarga murong
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga zhao
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!