Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.
Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.
Sejak itu Lorenzo mengurungnya.
"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."
Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luna Ngambek Kabur Dari Mansion
Jam 15.00, mansion De Luca gempar lagi.
Bukan karena ada musuh mafia datang.
Tapi karena Luna NGAMBEK LEVEL DEWA.
Gara-garanya sepele.
Di mobil pulang TK tadi, Leon makan habis semua stik keju pink milik Luna. Padahal stik keju itu bekal spesial dari Mama Elena, cuma ada 5 biji, bentuk hati warna pink.
"Leon jahat! Itu punya Luna! Mama bikin khusus buat Luna!" teriak Luna, mata sudah berkaca-kaca.
Leon yang kenyang cuma bilang, "Kan Leon bodyguard Luna. Bodyguard butuh tenaga. Stik keju itu tenaga."
Itu jawaban paling ngeselin sedunia buat Luna umur 5 tahun.
Sampai di mansion, Luna langsung lari ke kamar, banting pintu. Kenceng banget sampai lukisan mahal Lorenzo di lorong goyang.
Elena yang lagi masak di dapur kaget. "Kenapa sayang?"
"Luna benci Leon! Luna benci mansion ini! Luna mau kabur!" teriak Luna dari dalam kamar.
Lorenzo yang baru lepas celemek biru PAPA SIAGA TK langsung pasang mode Papa Mafia. "Siapa yang bikin putri Papa nangis? Leon!"
Leon yang masih pegang bungkus stik keju kosong langsung sembunyi di balik sofa.
Elena peluk Leon. "Leon, kamu habisin bekal Luna lagi ya?"
Leon mengangguk pelan.
10 menit kemudian, suasana mansion makin tegang.
Koper pink kecil Luna sudah keluar.
Luna pakai dress pink princess-nya, mahkota pink-nya masih miring, bawa koper pink isi: 1 boneka kelinci, 1 bungkus permen, dan bunga mawar yang tadi gagal dikasih ke Romeo.
"Aku mau kabur ke rumah Romeo! Romeo baik, gak pernah makan bekal Luna!" kata Luna sambil drag kopernya yang rodanya lepas satu.
Semua pelayan mansion panik. Anna, kepala pelayan, mau melarang tapi takut dimarahi Lorenzo.
Lorenzo? Dia malah jongkok depan Luna.
"Putri Papa mau kabur kemana?" tanya Lorenzo lembut, padahal di dalam hati dia sudah mau suruh Thomas tutup semua gerbang Tol Italia.
"Ke rumah Romeo! Di sana gak ada Leon yang nyebelin!" jawab Luna, masih nangis ingus.
Elena datang bawa tisu. "Sayang, rumah Romeo jauh lho, di komplek sebelah. Nanti Luna nyasar gimana?"
"Ada Google Maps!" jawab Luna. Dia tunjuk jam tangan pintarnya. Padahal jam itu cuma bisa telepon Papa dan Mama.
Leon yang dari tadi sembunyi akhirnya keluar. Wajahnya sedih. Bunga mawar dari Luna yang dia simpan di saku jasnya tadi dia keluarkan.
"Luna... jangan kabur," kata Leon pelan. "Leon minta maaf. Leon lapar tadi."
Luna noleh. "Tidak! Luna tetap kabur! Leon jahat!"
Dan Luna beneran jalan keluar kamar, drag koper pink-nya yang bunyi _krek krek_ karena rodanya rusak.
Lorenzo kasih kode ke Thomas lewat mata. Thomas langsung mengerti. Semua bodyguard di pos jaga luar dikasih info: "Nona kecil mau kabur, jangan ditahan, tapi ikuti dari jauh. Jangan sampai lecet sedikit pun."
Jadi Luna merasa dia berhasil kabur.
Padahal, dari CCTV, 10 bodyguard ngikutin Luna dari jarak 20 meter sambil pura-pura jadi tukang kebun, tukang sapu, dan patung.
Luna jalan sampai taman belakang mansion yang luas banget. Taman itu aja luasnya kayak 3 lapangan bola.
Baru jalan 50 meter, koper pink Luna nyangkut di akar pohon.
"Buk! Aduh!" Luna jatuh terduduk. Mahkotanya jatuh.
Leon yang ngintip dari jendela lantai 2 langsung mau lari keluar, tapi Elena tahan.
"Biarin dulu, biar Luna belajar," bisik Elena.
Luna duduk di rumput, nangis makin kenceng. Bukan karena jatuh, tapi karena kopernya berat, mahkotanya kotor, dan dia lapar karena bekalnya dihabisin Leon.
Tiba-tiba, ada bayangan datang.
Leon.
Leon bawa 2 hal: kotak P3K kecil dan... 1 bungkus stik keju pink baru yang dia ambil diam-diam dari dapur.
Leon duduk sebelah Luna, tanpa ngomong, dia bersihin lutut Luna yang lecet sedikit pakai tisu.
"Luna sakit?" tanya Leon.
Luna masih cemberut, tapi angguk.
Leon buka bungkus stik keju baru. "Ini, Leon ganti. Ada 10 biji. Semua buat Luna. Leon janji gak akan makan lagi tanpa izin."
Luna lihat stik keju itu. Matanya berbinar, tapi masih gengsi.
"Terus, Leon mau jadi apa kalau Luna kabur? Leon gak punya yang dijaga lagi," lanjut Leon, suaranya sedih beneran. Ini pertama kalinya Leon ngomong panjang.
Luna lirik Leon. Jas kecil hitam Leon kotor kena rumput.
"Leon... beneran mau ganti 10?" tanya Luna.
"Beneran. Sumpah bodyguard," kata Leon sambil angkat tangan.
Luna akhirnya ambil satu stik keju. Gigit. Enak.
"Tapi Luna tetap ngambek 5 menit lagi!" kata Luna.
"Oke, Leon tungguin 5 menit," jawab Leon, duduk manis di sebelah koper pink yang rodanya rusak.
Di balkon lantai 2, Lorenzo dan Elena lihat dari jauh pakai teropong. Lorenzo senyum.
"Lihat, Pa. Anak kita bisa selesaikan sendiri tanpa bodyguard," kata Elena.
Lorenzo angguk. "Like father like son. Dulu Papa juga kalau Mama ngambek, Papa kasih steak, bukan bunga."
Tepat saat itu, jam tangan Luna berdering. Telepon dari Romeo.
Luna angkat dengan speaker.
"Luna, kamu jadi main ke rumah aku gak? Aku sudah siapin mobil-mobilan baru!" kata Romeo.
Leon langsung deketin mulut ke jam Luna.
"Tidak jadi! Luna lagi ada misi rahasia sama bodyguard-nya! Romeo jangan telepon lagi!" kata Leon, lalu matikan teleponnya.
Luna melotot. "Leon! Itu Romeo!"
"Bodyguard bilang, misi rahasia tidak boleh diganggu," jawab Leon santai sambil makan satu stik keju curian Luna lagi.
Dan Luna ngambek lagi. Tapi ngambeknya kali ini sambil ketawa.
Koper pink-nya ditinggal di taman. Luna dan Leon jalan balik ke mansion sambil rebutan stik keju, mahkota Luna sudah dipakai Leon di atas jasnya.
Di belakang mereka, 10 bodyguard yang pura-pura jadi patung akhirnya bisa napas lega.
Thomas lapor ke Lorenzo: "Bos, misi kabur-kaburan selesai. Nona kecil balik. Kerugian: 1 koper rusak, 1 mahkota kotor, dan 1 bungkus stik keju hilang lagi."
Lorenzo balas: "Belikan 100 bungkus stik keju pink besok. Taruh di brankas."
Malam itu, Luna tidur sambil peluk boneka kelinci. Di samping tempat tidurnya, ada bunga mawar yang tadi mau dia kasih ke Romeo, sekarang sudah ada di vas bunga di kamar Leon.
Leon? Dia tidur sambil pakai mahkota pink Luna, dan di sakunya masih ada bunga dari Luna.
Kabur dari mansion? Gagal total.
Tapi dapat 10 stik keju baru? Berhasil!
*BERSAMBUNG*