Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17.
Goblin melesat ke arah troll, tapi troll juga maju bergerak.
DUAKH!!!
Tanah bergetar saat kaki besar troll menghantam tanah, goblin mengayunkan pedangnya 'SLASH!' tebasan mengenai tubuh troll, namun luka itu kembali menutup dalam beberapa detik saja.
Goblin tahu itu dan tidak berhenti begitu saja, ia terus maju.
Troll mengayunkan tinju besarnya ke arah tubuh goblin yang kecil "BUAKH!!!" goblin tak sempat menghindar dan mencoba menangkisnya dengan kedua tangannya "...Ugh!" tanah di bawah kaki goblin retak dan membuatnya terdorong beberapa meter , namun sekarang ia tidak terpental seperti waktu itu.
"...Kuat!" goblin terkejut karena tubuh kecilnya ini mampu menahan tinju besar troll yang sangat kuat itu.
Kemudian ia tersenyum "...aku juga kuat!" ia menyerang balik.
Pertarungan berlangsung tanpa jeda, troll menyerang dengan kekuatan yang luar biasa, setiap serangan tinju maupun tendangannya mampu menghancurkan bebatuan besar yang ada di hadapannya.
BOOOM!!!
DUAKH!!!
Goblin menghindarinya, ia juga menahannya ketika tidak sempat menghindar tapi tubuhnya tidak terlempar dan hanya terlihat menggeser sedikit saja.
Setiap kali mereka bertukar serangan, goblin semakin terbiasa dengan kekuatan troll.
Adaptasinya semakin cepat dari sebelumnya, sekarang tubuhnya bisa beradaptasi hanya dalam waktu beberapa jam saja, tidak seperti dulu yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk beradaptasi.
Goblin mulai menyadarinya "...Tubuhku!" ia menghindari pukulan troll dengan cepat dari sebelumnya, kemudian membalas serangannya lebih cepat juga.
DUAKH!!!
Goblin berhasil mendaratkan kakinya ke perut troll dan membuat troll terdorong beberapa meter, lalu goblin mengejarnya.
FWOOSH!!!
Beberapa jam berlalu, goblin terus beradaptasi dan sedikit demi sedikit dirinya semakin cepat dan kuat.
Goblin tiba-tiba terkena uap hitam troll yang masuk ke hidung dan mulutnya saat sedikit lengah.
Goblin mundur sedikit dan berhenti "...." ia menunggu rasa sakit, namun tidak terjadi apa-apa, tidak sesak, napasnya tidak terbakar "...Racunnya tidak mempan?!" ia langsung mengerti kalau racun troll yang sebelumnya sangat bahaya dan hampir membunuhnya itu sekarang sudah tidak berpengaruh.
"...Parasit" lalu tersenyum kecil.
Troll kembali menyerangnya 'DUAKH!' tinjunya kembali menghancurkan batu di belakangnya, lalu goblin mendarat 'FWIISH!' menyerang balik 'SLASH!!' tubuh troll kembali terluka namun luka itu kembali menutup dalam beberapa detik "...Regenerasi sialan!" ia benar-benar muak dengan kemampuan itu.
Meskipun begitu goblin tetap melanjutkan pertarungannya.
Hari pertama berlalu, malam datang namun duel mereka masih belum berhenti, keduanya terlihat masih bertukar serangan, saling menyerang tanpa henti.
Tidak ada yang mundur, tidak ada yang menyerah, gunung dipenuhi suara pertarungan.
BOOOM!!!'
SLASH!!!
DUAKH!!!
ROOOAAARRR!!!
Batu-batu besar hancur, tanah menjadi berantakan.
Goblin sekarang sudah sangat cepat dan sangat kuat berkat adaptasinya, ia sudah bisa membaca gerakan troll dengan mudah, bahkan serangan yang sebelumnya sulit dihindari, sekarang dapat ia hindari dengan satu gerakan kecil.
FWISH!!
Tinju troll lewat samping, tapi goblin tidak menghindar malah ia membalas tinju itu dengan pedangnya.
SLASH!!
Tebasan mengenai troll tapi lagi dan lagi regenerasi instan itu menutup lukanya.
Goblin menghela napas "...Menyebalkan sekali!!"
Pertarungannya begitu lama dan sekarang sudah memasuki hari kedua, matahari kembali terbit, keduanya masih bertarung, namun sekarang ada sesuatu yang berubah.
Raut wajah goblin berubah, mulai sedikit meraung terdengar seperti marah "GRRR..."
Goblin lapar, sangat lapar, bukan lapar biasa, tubuhnya membutuhkan makanan dalam jumlah besar, sangat besar.
Goblin sesekali mencoba mengabaikan rasa lapar ekstrimnya namun rasa lapanya itu semakin tinggi dan semakin kuat.
Matanya memerah, giginya beradu "GRRRR..."
Pandangannya terhadap troll menjadi beda, tidak lagi sebagai lawan tapi sebagai makanan.
"Lapar!!..."
"Daging!.. Darah!.."
Bau tubuh troll yang sangat bau racun menyengat itu tidak ia hiraukan, pikirannya hanya dipenuhi rasa lapar. Goblin setengah sadar dan tubuhnya seperti dikendalikan oleh hawa nafsu lapar seperti monster buas.
Saat troll kembali menyerang, tiba-tiba goblin menghilang dan ada di belakang tubuh troll.
Gerakannya jadi berbeda, jadi cepat, jauh lebih cepat berkali-kali lipat dari sebelumnya, goblin tidak menebas troll tapi ia menerkamnya seperti monster buas yang kelaparan "KRRRCH!!!" goblin menggigit punggung troll dan mengoyak dagingnya, lalu ditelan begitu saja.
Troll meraung keras "RROOAARRR!!!" goblin tidak peduli dan tetap merobek daging itu dengan giginya, kemudian troll mencoba meraih ke punggungnya tapi goblin malah menggigit tangan troll yang mencoba meraihnya tadi.
KRRCHH!!
Kunyahan goblin yang terdengar keras, tapi troll kembali beregenerasi seperti biasa 'KREK...' daging-daging yang tadi hilang kembali tumbuh, namun goblin langsung memakannya lagi lebih cepat saat beregenerasi.
Dalam keadaan ini goblin terlihat lebih menakutkan dan lebih menyeramkan dari troll itu sendiri.
Troll kembali beregenerasi, goblin memakannya lagi, regenerasi lagi, dimakannya lagi dan terus seperti itu tanpa henti-hentinya, tapi goblin lebih cepat memakan dagingnya daripada regenerasi troll.
Troll tidak bisa menyentuhnya, kecepatan goblin yang dalam mode lapar ini memberikan kecepatan dan kekuatan terlalu tinggi dan membuat troll tidak bisa melakukan apa-apa.
Regenerasi troll itu cepatnya sekitar satu detik, tapi goblin memakannya dengan kecepatan tinggi di bawah satu detik dan membuat regenerasinya jadi terlihat tidak sempurna.
Troll terus mencoba menyerang lagi dan lagi, tapi hasilnya sia-sia saja karena goblin sangat cepat dan tidak bisa ia sentuh sama sekali. Troll terlihat seperti sedang menepuk lalat atau nyamuk yang tidak bisa ia tangkap.
Goblin terus menerkam dan memakan dagingnya dengan sangat cepat melebihi kecepatan regenerasi.
Terus menggigit, terus memakan, terus mengunyah, sampai akhirnya tidak ada lagi tangan, tidak ada lagi kaki, tidak ada lagi tubuh ataupun kepala, semua dagingnya telah dimakan goblin.
Troll akhirnya berhenti beregenerasi karena tubuhnya tak tersisa sedikitpun, semuanya menghilang dan masuk kedalam tubuh goblin.
Rasa lapar yang tadinya menguasai dirinya perlahan menghilang, matanya kembali normal, nafsunya mereda, lalu ia melihat kedua tangannya "....." ia melihat sekeliling.
Ia menarik napas panjang "Haaa..." tubuhnya kembali tenang kondisi buasnya menghilang, namun beberapa detik kemudian "...Hah?!"
DUGH!...
Goblin jatuh berlutut, kepalanya terasa sangat berat, ia mencoba berdiri namun tubuhnya jatuh ke tanah, pandangannya berputar-putar dan perlahan menjadi gelap "Ugh..."
Goblin menutup matanya dan kembali pingsan.
Hening.
Tidak ada suara, tidak ada gerakan, namun sesuatu di dalam tubuhnya kembali bereaksi. Daging troll yang baru saja dimakannya masih berada dalam lambung dan anehnya dagin troll itu terlihat masih terus beregenerasi.
KREK...
KREK...
Namun sebelum daging troll itu kembali tumbuh, parasit langsung menyerapnya, di hancurkannya, kemudia dicerna.
Parasit menyerap daging troll sedikit demi sedikit, darah, otot, tulang, organ, dan apapun itu semuanya dicerna.
Goblin masih tidak sadarkan diri, tubuhnya kembali mengalami perubahan dan untuk yang ke sekian kalinya, parasit mulai mengubah tubuh goblin, kali ini bukan karena racun, bukan karena luka fatal, tetapi karena memakan seluruh tubuh troll.