Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.
Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.
Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23: Hierarki Langit
Cahaya bulan masih menyinari kamar yang telah disegel oleh formasi. Setelah isak tangis yang membersihkan jiwa itu reda, Permaisuri Lin Yue mengusap rambut Lin Chen dengan senyum penuh arti.
"Dua pemuda berjubah hitam yang menerobos atap istana tadi..." Lin Yue menatap mata putranya, "Mereka adalah bawahanmu, bukan? Aliansi Bayangan Langit."
Lin Chen sedikit terkejut melihat ketajaman insting ibunya, namun ia mengangguk jujur. "Tidak ada yang bisa kusembunyikan dari Ibu."
"Sejak robekan dimensi memuntahkan Qi ke dunia ini, Ibu sudah menebak bahwa era fana akan segera berakhir," Lin Yue menghela napas pelan, menatap ke arah luar jendela. "Dalam beberapa tahun ke depan, dunia ini akan berubah menjadi dunia kultivasi seutuhnya. Ayahmu, Kakak-kakakmu, dan kerajaan lain... mereka semua akan merasakan Qi. Perang fana akan berevolusi menjadi perang spiritual."
"Jika hari itu tiba, aku akan memastikan fondasi kultivasi Ayah, Kak Feng, dan Kak Xue adalah yang terbaik di dunia ini," janji Lin Chen tanpa ragu.
Lin Yue tersenyum bangga. "Ibu tahu kau akan melakukannya. Dan kau tidak perlu berjuang sendirian, Chen'er. Sejak kebocoran Qi itu terjadi, meridian Ibu yang hancur perlahan mulai menyerap energi murni tersebut. Berkat garis keturunan Keluarga Kuno Lin, kekuatan Ibu mulai pulih sedikit demi sedikit."
Mata keemasan Lin Chen berbinar. "Jika kekuatan Ibu pulih, ranah apa yang bisa Ibu capai sekarang? Dan apakah hukum dunia ini tidak menekan kultivasi Ibu seperti yang dialami orang-orang langit tadi?"
Lin Yue tertawa kecil, tawa yang memancarkan sisa-sisa keagungan seorang dewi. "Hukum dunia yang rapuh ini tidak berhak menekan darah Dewa Raja, Chen'er. Saat ini, kekuatan Ibu setara dengan ranah Kaisar Langit (Heavenly Emperor)... dan jika Ibu memaksakan diri, Ibu bisa membunuh kultivator di ranah Immortal Lord Tingkat 3."
Jantung Lin Chen seakan berhenti berdetak.
Di kehidupan masa lalunya di Sektor Langit, ranah tertinggi yang menjadi mitos hanyalah Nirvana. Dan kini, ibunya dengan santai menyebut ranah yang namanya saja terdengar bisa menghancurkan tata surya!
Melihat keterkejutan putranya, Lin Yue menyadari bahwa Lin Chen mungkin berasal dari alam yang lebih rendah sebelum bereinkarnasi.
"Kau mungkin hanya mengetahui dasar-dasar jalur kultivasi," jelas Lin Yue dengan nada keibuan yang sabar. "Dengarkan Ibu baik-baik. Ini adalah hierarki sejati dari alam semesta. Dimulai dari Pengumpulan Qi, lalu Foundation Establishment (Pembangunan Fondasi), Golden Core (Inti Emas), dan Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir)."
Lin Yue memberi jeda agar putranya bisa mencerna. "Setelah itu, kau akan melangkah ke Soul Formation (Transformasi Jiwa), Soul Transformation (Perubahan Jiwa), Ascendant (Kenaikan Surga), dan Nirvana. Di atas Nirvana, kau membelah langit dan masuk ke hierarki Alam Dewa: Kaisar Langit, Immortal Lord (Tingkat 1-9), Immortal King (Tingkat 1-9), Immortal Emperor (Tingkat 1-9), dan God King (Dewa Raja)."
Lin Chen menyerap setiap nama ranah itu ke dalam lautan jiwanya. Rasa haus akan kekuatan yang sempat tertidur kini mendidih kembali. Semesta ini jauh lebih luas, lebih kejam, dan lebih megah dari yang ia bayangkan!
"Namun, Chen'er," suara Lin Yue berubah menjadi sangat serius. "Untuk menembus ranah tingkat tinggi, dimulai dari Soul Formation, Qi saja tidak akan cukup. Kau wajib memiliki dan memahami Konsepsi (Dao Intent)."
"Konsepsi?" kata Lin Chen bingung.
"Benar. Konsepsi adalah wujud pemahaman mendalam seorang kultivator terhadap hukum alam dan hakikat kehidupan," jelas Lin Yue. "Tanpa Konsepsi, kekuatanmu akan mandek dan kau tidak akan pernah bisa mencapai keabadian. Untuk memahaminya, seorang kultivator tingkat tinggi biasanya akan menyegel kekuatan mistis mereka dan turun ke dunia fana untuk hidup sebagai manusia biasa selama puluhan hingga ratusan tahun. Mereka mengalami penuaan, cinta, kehilangan, dan kematian demi mendapatkan pencerahan."
Lin Yue mengangkat dua jarinya. "Ada dua jalan. Pertama, Meniru. Kau menyerap konsepsi milik pendahulu. Ini mudah, tapi kekuatanmu akan terbatas. Kedua, Mandiri. Kau menciptakan konsepsi murni dari pengalaman hidup dan filosofimu sendiri. Ini jalan darah, sangat sulit, tapi memberikan kekuatan tempur yang kuat."
"Dan Konsepsi itu akan terus berevolusi seiring ranahmu," lanjut Lin Yue. "Di tahap Soul Formation, Konsepsi mewujud sebagai aura yang menekan mental. Di Soul Transformation, ia menyatu secara fisik ke dalam jiwa asalmu (Origin Soul). Di tahap Ascendant, ia mengkristal menjadi fondasi pengendalian hukum dunia. Dan saat kau mencapai Nirvana ke atas... Konsepsi berevolusi menjadi Esensi. Di titik itu, ia bukan lagi pemahaman, melainkan hukum realitas yang bisa kau ciptakan dan ubah sesuka hati."
Mata Lin Chen memancarkan pencerahan yang luar biasa.
"Sebagai contoh," Lin Yue tersenyum. "Ada Konsepsi Niat Bertarung, di mana kekuatanmu berlipat ganda semakin kau terdesak. Ada Konsepsi Pembantaian yang murni menghancurkan apa pun di depannya. Ada juga Konsepsi Kematian Hati... seperti milik leluhur iblis, lahir dari keputusasaan mendalam yang membuat jiwa musuhnya layu kehilangan hasrat hidup hanya dengan menatap matanya."
Lin Yue lalu menyentuh kening putranya. "Ranahmu saat ini apa, Sayang?"
"Tahap Foundation Establishment Puncak," jawab Lin Chen jujur.
"Perjalananmu masih panjang. Kau harus mencapai setengah langkah Soul Formation terlebih dahulu jika ingin mulai memahami apa itu Konsepsi," Lin Yue tersenyum puas, lalu matanya berkilat dengan ketegasan yang menakutkan. "Mulai besok, Ibu akan membantumu mengelola Aliansi Bayangan Langit. Ibu akan melatih anak-anak jalananmu itu secara pribadi agar mereka pantas berdiri di belakang seorang dewa."
Mendengar nada bicara ibunya yang tiba-tiba berubah dari penuh kasih menjadi sekeras militer surgawi, Lin Chen tanpa sadar bergidik ngeri. Ia sangat tahu bahwa ketika seorang ibu yang perfeksionis turun tangan mencampuri urusan 'organisasi' anaknya, neraka adalah tempat liburan yang lebih menyenangkan.
Satu jam kemudian, Lin Chen pamit dari istana dengan tenang dan melesat membelah malam menuju Markas Jurang Kematian Utara.
Saat ia melangkah masuk ke dalam ruang bawah tanah markas, suasana yang seharusnya penuh ketegangan interogasi justru dipenuhi oleh omelan dan keributan komikal.
"Berapa kali harus kukatakan, dasar beruang gunung bodoh?!" jerit Zi Lanying, memukul lengan berotot Mo Yuan dengan gulungan perkamen. "Kau memukulnya terlalu keras! Dan lihat apa yang kau lakukan pada gaun sutra Teratai Es miliknya?! Kain seindah ini hancur berlumuran darah karena kau membawanya seperti membawa karung beras!"
"Sakit, Lanying!" Mo Yuan mengaduh, mundur menghindari amukan ketua Paviliun Mawar itu. "Dia meronta saat di jalan! Aku hanya menotok lehernya sedikit kuat agar dia tidak berisik! Siapa yang peduli pada kain sutranya?!"
"Aku peduli! Paviliun Mawar-ku butuh penyamaran dari Alam Abadi!" omel Lanying, matanya melotot.
Di sudut ruangan, Shen Lu sedang duduk santai menikmati secangkir teh panas, sama sekali tidak berniat membantu Kakak Keduanya. "Sudah kubilang pakai teknik halus, Kak Yuan. Sekarang nikmatilah kemarahan Lanying."
"Kalian bertiga, diamlah," suara dingin nan absolut menghentikan keributan itu.
Lin Chen melangkah maju menuruni tangga batu. Seketika, Zi Lanying, Mo Yuan, dan Shen Lu langsung berlutut serempak.
"Kakak Pertama!"
Lin Chen mengabaikan mereka dan berjalan lurus menuju kursi besi di tengah ruangan. Di sana, terikat seorang wanita muda yang luar biasa cantik dengan rambut seputih salju. Ia mengenakan sisa-sisa gaun biru pucat yang robek di bagian bahu, memancarkan aura Hawa Dingin yang sangat kental dari Sekte Teratai Es.
Merasakan aura mematikan mendekat, wanita itu perlahan membuka kelopak matanya.
Napas wanita itu memburu. Ia menatap ke arah pemuda tampan berjubah biru yang berdiri di depannya. Di mata sang tawanan, Lin Chen hanyalah pemuda asing dari dunia fana. Ia tidak mengenali wajah baru ini.
Namun, saat Hawa Kekacauan Lin Chen secara tidak sengaja beresonansi dengan udara di ruangan itu, mata wanita Teratai Es itu membelalak lebar. Teror dan keterkejutan luar biasa menghantam jiwanya.
"Tidak mungkin..." bibir wanita itu bergetar hebat, air matanya perlahan menetes karena tekanan aura yang familier. "Aura ini... Hawa Dingin yang membekukan kekosongan... S-Sama persis dengan fluktuasi jiwa yang tersegel di dalam Pecahan Cermin Masa Lalu milik Saudari Seperguruanku!"
Mendengar itu mata Lin Chen menyusut seukuran jarum. Seluruh udara di ruang bawah tanah itu membeku seketika.
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣