NovelToon NovelToon
Sistem Apapun Yang Kuminta, Akan Menjadi Milikku

Sistem Apapun Yang Kuminta, Akan Menjadi Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Sepuluh persen. Itu bagian Elang Nugroho dari warisan keluarganya. Sembilan puluh persen sisanya jatuh ke tangan sang kakak, sementara tunangannya berdiri di sisi orang yang mengkhianatinya.

Elang tidak memohon. Ia pergi, dan memutus ikatan dengan keluarga yang tidak pernah menganggapnya setara.

Namun sarung tangan hitam yang ia kenakan sejak SMA ternyata menyimpan rahasia. Satu sentuhan, satu permintaan, dan apa pun yang ia inginkan bisa menjadi miliknya: kemampuan, benda, bahkan orang. Di balik sistem itu, ada ruang yang menyimpan hal-hal yang tidak pernah ada di dunia manusia.

Dunia mengira ia kehilangan segalanya.

Mereka belum tahu, ia baru saja mulai memintanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Dokter Hendra tertawa. Bukan tawa yang keras, melainkan hembusan pendek lewat hidung, seperti orang yang mendengar anak kecil mengaku bisa menerbangkan pesawat.

"Menyembuhkan." Ia mengulang kata itu dan menggeleng. "Bagaimana caranya, Anak Muda? Saya sudah dua puluh tujuh tahun menangani kasus seperti ini. Saya lulusan tiga universitas, dan nama saya ada di jurnal-jurnal yang bahkan belum pernah Anda dengar. Kalau saya saja tidak sanggup, apa yang membuat Anda berpikir..."

"Siapa yang memberimu gelar itu?" Elang memotongnya tanpa menaikkan suara. "Bodoh sekali."

Ruangan membeku.

Salah satu perawat menarik napas tajam. Dahi Dokter Hendra memerah dari kerah sampai pelipis, dan jarinya yang menunjuk Elang bergetar.

"Kau..." Ia menurunkan nada, tetapi justru terdengar lebih berbahaya. "Kau hanya bisa bicara omong kosong. Pergi dari sini sebelum saya panggil keamanan."

"Bukan omong kosong." Elang melangkah ke sisi ranjang tanpa melirik jari yang menunjuknya. "Aku bisa membuktikannya. Kalau aku berhasil, kau tutup mulut. Bagaimana?"

"Mustahil." Dokter Hendra merentangkan lengannya di depan ranjang seperti pagar. "Dan saya tidak akan mengizinkan Anda menyentuh pasien saya. Ini bukan orang biasa. Ini putri dari keluarga yang paling berpengaruh di kota ini, dan kalau sesuatu terjadi..."

"Sesuatu sudah terjadi." Elang menunjuk monitor dengan dagunya. Garis hijau itu bergerak lambat, jaraknya makin lebar. "Kau ingin dia mati begitu saja, sementara kau berdiri di sana menjaga nama baikmu?"

Dokter itu membuka mulut, dan tidak ada yang keluar.

Elang menoleh ke arah Pak Wijaya.

Lelaki itu masih duduk di sisi ranjang, kedua tangannya menggenggam tangan putrinya. Sepatunya menempel di lantai, dan matanya tertuju pada ubin seolah ia mencari jawaban di sambungan keramik.

"Pak Wijaya." Elang menurunkan nadanya menjadi sesuatu yang datar dan jelas. "Izinkan aku. Aku bisa menyelamatkan putri Bapak. Percayalah."

Sunyi. Detik jam dinding terdengar satu per satu.

Pak Wijaya mengangkat wajahnya. Ia menatap pemuda itu lama, lalu menatap Lastri, lalu menutup mata sebentar. Ketika ia membukanya lagi, suaranya serak, tetapi tegas.

"Baiklah." Ia mengangguk sekali. "Lebih baik daripada tidak melakukan apa pun."

"Pak!" Dokter Hendra melangkah maju. "Itu tidak..."

"Hendra." Pak Wijaya tidak menoleh. "Diam."

"Baiklah, Pak Wijaya sudah mengatakannya. sekarang, semuanya keluar," kata Elang.

Perawat-perawat itu saling pandang, lalu menunduk dan berjalan ke pintu satu per satu. Pak Wijaya berdiri, mengecup dahi putrinya, dan mengikuti mereka dengan langkah berat. Dua pengawal di lorong menunduk ketika ia lewat, dan keduanya keluar tanpa bersuara.

Hanya satu orang yang tidak bergerak.

Dokter Hendra berdiri di kaki ranjang dengan tangan terlipat. Rahangnya mengeras. "Saya tidak ke mana-mana. Saya mau melihat apa yang akan Anda lakukan pada pasien saya."

Elang memandangnya sekilas, tanpa kemarahan, seperti orang menimbang apakah sebuah kursi layak dipindahkan.

Ia melangkah, meraih kerah jas putih itu dengan satu tangan, dan menyeret dokter itu ke pintu. Kaki Dokter Hendra tersandung. Ia mencoba menahan, tetapi lengan Elang tidak bergeser setengah senti pun. Di ambang pintu, Elang melepaskan kerahnya dan menendang bagian belakang lututnya dengan sisi sepatu.

Dokter itu terdorong keluar sampai punggungnya menabrak dinding lorong.

"Tunggu di luar," kata Elang. "Dan belajar sedikit rendah hati."

Pintu tertutup, dan ia memutar kuncinya sampai berbunyi klik.

...------...

Kamar itu sunyi seketika. Hanya monitor, dan embusan pendingin ruangan, dan tubuh kecil di atas ranjang.

Elang menggulung lengan bajunya sampai siku, lalu berjalan ke sisi Lastri. Dari dekat, wajah gadis itu lebih tirus dari yang ia kira. Kulitnya hampir tembus pandang, garis urat biru terlihat di pelipisnya, dan bibirnya pecah-pecah.

Ia menaruh telapak tangan kanannya di punggung tangan gadis itu.

Cahaya biru menyala dari sarung tangannya. Lapisan perak merambat keluar dari bawah lengan bajunya, tipis dan halus seperti kabut logam, mengalir melintasi pergelangan Lastri, naik ke lengan, ke bahu, ke leher.

[Perangkat Medis Nanoteknologi aktif.]

[Memulai pemindaian subjek...]

Elang menunggu. Di wajah Lastri, butir-butir perak berkedip satu per satu di bawah kulit, seperti lampu kota yang menyala dari kejauhan.

[Hasil pemindaian:]

[Sel darah putih: sangat rendah.]

[Sel darah merah: sangat rendah.]

[Sumsum tulang: rusak.]

[Kondisi tulang: setara usia 100 tahun.]

Alis Elang bergerak, satu kali.

"Pantas dokter-dokter itu menyerah," gumamnya. "Ini bukan penyakit. Ini tubuh yang dipaksa menua seabad dalam hitungan bulan."

[Penyembuhan siap dilaksanakan.]

Ia menarik napas. Tangan kanannya tidak gemetar. Ia memandang gadis itu sekali lagi, dan ujung bibirnya terangkat tipis.

"Aku tidak akan mengecewakan kepercayaanmu." Suaranya hampir tidak terdengar. "Walaupun kau belum pernah mendengar namaku."

[Memulai penyembuhan.]

Cahaya biru naik di atas ranjang, menyapu tubuh Lastri dari ujung kaki sampai kepala, dan Elang melangkah setengah langkah lebih dekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!