NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14: Pengkhianatan Suamiku

____🌺

Suasana ruang tamu itu mendadak sunyi.

Suara mesin pendingin ruangan yang biasanya nyaris tak terdengar kini terasa begitu jelas di telinga Nayara.

Adrian justru berdiri kaku dengan kepala tertunduk. Bahunya merosot, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.

"Apa yang kamu bilang barusan?" tanya Nayara lirih.

Tenggorokannya terasa kering. Ia bahkan kesulitan mengenali suaranya sendiri.

Adrian mengangkat wajah perlahan. Matanya memerah, tetapi Nayara tidak tahu apakah pria itu benar-benar menyesal atau hanya akan perbuatannya.

"Selena datang menemui-ku kemarin, Nay." Adrian menelan ludah. "Dia bilang terlambat datang bulan. Dia sudah melakukan tes kehamilan, dan hasilnya positif."

Nayara mundur satu langkah.

Kepalanya menggeleng pelan, menolak menerima jawaban yang baru saja didengarnya.

"Tidak mungkin."

"Nay—"

"Sepuluh menit yang lalu, kamu bilang kalian melakukan kesalahan satu malam di hotel." Nayara menatapnya lekat-lekat. "Kalau kalian baru melakukannya dua hari lalu, bagaimana mungkin dia hamil?"

Adrian terdiam.

Mulutnya sedikit terbuka, tetapi tak ada jawaban yang keluar. Kebohongan yang baru saja disusunnya runtuh oleh pertanyaan sederhana dari istrinya sendiri.

Nayara tertawa hambar. Bukan karena ada sesuatu yang lucu, melainkan karena ia baru menyadari betapa bodohnya dirinya jika masih memercayai semua perkataan Adrian begitu saja.

"Mas," panggilnya lagi. Kali ini, suaranya terdengar lebih tegas. "Sejak kapan?"

Adrian membuang muka. Tangannya terangkat untuk mengusap tengkuknya yang terasa tegang.

"Nay, tolong dengarkan aku dulu. Kondisiku waktu itu—"

"Sejak kapan, Mas Adrian?"

Nada suara Nayara meninggi.

"Berapa lama kamu menipuku? Enam bulan? Setahun? Atau selama ini aku memang satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa tentang suamiku sendiri?"

Adrian memejamkan mata sejenak.

Ia tahu tidak ada lagi alasan yang bisa menyelamatkannya.

"Enam bulan," jawabnya akhirnya.

Dunia Nayara seakan berhenti berputar.

"Enam bulan?" ulangnya dengan suara bergetar.

Perempuan itu meraba tepi meja konsol di belakangnya. Jemarinya mencengkeram permukaan kayu itu erat-erat, berusaha mempertahankan keseimbangan ketika lututnya mendadak terasa lemas.

"Jadi, selama enam bulan ini kamu kembali berhubungan dengan Selena di belakangku?"

Adrian mengangguk kecil.

"Awalnya kami hanya bertemu karena pekerjaan, Nay. Perusahaannya menjadi salah satu investor penting untuk proyek kami. Semuanya dimulai dari urusan bisnis."

Ia melangkah mendekat.

"Kami makan siang bersama klien lain. Kadang ada makan malam setelah rapat. Awalnya memang begitu. Aku tidak pernah merencanakan semuanya akan berakhir seperti ini."

"Tapi akhirnya kalian pergi berdua."

Adrian terdiam.

"Kalian mulai bertukar pesan secara diam-diam, mencari alasan untuk bertemu, sampai akhirnya kamu membawanya ke hotel." Nayara menarik napas gemetar. "Benar begitu?"

Adrian menunduk. "Iya."

Satu kata itu terasa lebih menyakitkan daripada semua kebohongan yang sudah didengarnya malam ini.

Nayara memalingkan wajah. Matanya mulai panas, tetapi ia menolak membiarkan air mata jatuh begitu saja.

"Kenapa, Mas?"

Pertanyaan itu keluar begitu pelan hingga hampir tenggelam di antara dengung pendingin ruangan.

“Kenapa? Kenapa kamu tega melakukan ini sama aku, Mas? Apa selama dua tahun kita menikah, aku kamu anggap apa, Mas?”

"Ini bukan tentang kamu, Nay. Ini tentang keadaan kita."

Adrian buru-buru menyahut, "Enam bulan lalu, perusahaan ku, hampir bangkrut. Aku pusing memikirkan gaji karyawan, tagihan bank, dan semua masalah yang harus, aku selesaikan. Aku stres, Nay!"

Nayara menoleh tajam.

"Lalu apa hubungannya, stres karena pekerjaan dengan tidur bersama Selena?"

"Aku merasa tertekan setiap kali pulang ke rumah!"

Suara Adrian ikut meninggi.

"Kamu selalu bertanya kapan aku pulang cepat, kapan kita bisa liburan, kapan kita bisa punya anak. Aku tahu kamu tidak bermaksud buruk, tetapi saat itu aku merasa tidak sanggup memenuhi semua harapanmu. Aku butuh seseorang yang bisa mengerti masalahku, Nay!"

Nayara menatapnya tak percaya.

"Aku bertanya kapan kamu pulang karena aku menunggumu, Mas."

Suaranya mulai bergetar, tetapi ia terus berbicara.

"Aku bertanya soal liburan karena aku ingin menghabiskan waktu dengan suamiku sendiri. Aku bertanya soal anak karena aku pikir kita sedang membangun keluarga bersama."

Nayara menggeleng, menahan sesak yang semakin menekan dadanya.

"Aku berhenti bekerja karena ibumu memintaku fokus mengurus rumah tangga. Aku mengorbankan karierku sendiri supaya bisa mendukungmu. Aku menyiapkan makananmu, pakaianmu, dan menunggumu pulang setiap malam."

Ia berhenti sejenak, menatap Adrian dengan mata berkaca-kaca.

"Lalu sekarang kamu menjadikan semua itu sebagai alasan untuk mengkhianati ku?"

Adrian terdiam. "Bukan begitu maksudku, Nay. Kamu tidak mengerti posisiku di kantor."

Nayara tertawa kecil. Suaranya terdengar getir. "Lalu siapa yang mengerti posisimu, Mas? Selena?"

Adrian mengusap wajahnya dengan kasar.

"Dia memahami masalah bisnis yang sedang ku hadapi. Dia tahu bagaimana situasi perusahaan ku. Ketika aku butuh tempat bercerita, dia mendengarkan. Dia bahkan membantuku menemukan jalan keluar untuk beberapa proyekー"

"Dan sebagai balasannya, kamu memberinya tempat di ranjangmu?" potong Nayara tajam.

"Nayara!" teriak pria itu.

"Kenapa? Aku salah?"

Adrian tak langsung menjawab.

Sang istri mengamati wajah pria yang selama ini disebutnya suami. Pria yang dulu berjanji akan melindunginya, yang pernah membuatnya percaya bahwa pernikahan mereka adalah tempat paling aman untuk pulang.

Kini, pria yang sama justru berdiri di hadapannya sambil mencari alasan untuk menjelaskan mengapa ia memilih perempuan lain.

"Itu terjadi di luar kendaliku," kata Adrian akhirnya. "Kami terbawa suasana. Aku mengaku salah, Nay. Aku khilaf."

"Enam bulan, Mas!"

Nayara memukul meja konsol dengan telapak tangannya.

Rasa perih menjalar di kulitnya, tetapi ia tidak peduli.

"Enam bulan bukan khilaf!"

Adrian tersentak.

"Kamu bangun setiap pagi di rumah ini. Kamu melihat wajahku, mencium keningku sebelum berangkat kerja, lalu menjalani hubungan dengan perempuan lain di belakangku. Kamu membohongiku setiap hari selama ratusan hari!"

Air mata akhirnya menggenang di pelupuk mata Nayara.

"Itu bukan satu kesalahan yang terjadi tanpa sengaja. Itu pilihan yang terus kamu buat, Mas. Setiap kali kamu memilih menemuinya, setiap kali kamu menyembunyikan pesan dariku, setiap kali kamu pulang dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa."

Suaranya melemah, tetapi setiap katanya terdengar jelas.

"Dan selama itu pula, aku masih percaya sama kamu, Mas."

Adrian mundur selangkah.

Ia kehabisan kata-kata. Semua alasan yang disiapkannya terasa tidak berarti di hadapan kenyataan yang baru saja diucapkan Nayara.

Setelah beberapa saat, Nayara kembali bertanya.

"Sekarang bagaimana?"

Adrian mengangkat wajah.

"Selena hamil anakmu. Kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu akan bertanggung jawab." Nayara menatapnya lurus-lurus. "Apa yang akan kamu lakukan, Mas?"

"Aku tidak tahu, Nay." Adrian memegangi kepalanya. "Aku benar-benar bingung. Aku tidak pernah berniat membuatnya hamil."

"Kamu tidak pernah berniat?"

Nayara mengulang kalimat itu dengan senyum getir.

"Lalu selama enam bulan itu, apa yang sebenarnya kamu pikirkan? Kamu tidak pernah memikirkan kemungkinan ini? Tidak pernah memikirkan akibatnya bagi aku?"

"Aku tahu aku salah!"

"Kalau begitu, berhenti menjadikan itu semua sebagai alasan!"

Adrian terdiam lagi.

Nayara menarik napas panjang. Dadanya terasa sesak.

"Kamu bilang di telepon tadi bahwa kamu akan bertanggung jawab. Maksudnya apa? Kamu akan menikahinya?"

"Tidak, Nay ..." jawab Adrian cepat. "Aku tidak akan menikah dengan Selena!"

Jawaban itu meluncur begitu cepat hingga Nayara hanya bisa menatapnya.

Adrian buru-buru melanjutkan, "Aku tidak mau kehilangan kamu, Nay. Aku tidak mau pernikahan kita berakhir seperti ini."

"Lalu bagaimana dengan anak itu?"

1
sunaryati jarum
Adrian Nay sudah muak dengan kamu,urus Selena yang hamil entah benih siapa.Ibumu sangat menyukainya walau Selena cuma benalu.Tuh Selena yang sudah merasa menang kecewa, nanti mengadu pada ibumu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 semoga dengan adanya Nayara perusahaan kecil Rendra semakin berkembang.Adrian kau tidak merasa bersalah sedikitpun pada Naya.Lihat Naya tertawa lepas dengan Rendra,kamu cemburu dan sakit hati, apalagi Nay ,Adrian Tahu suaminya menghamili wanita lain,betapa dalam sakit hatinya,emak berharap itu benih pria lain.Agar Adrian dan ibunya malu dan menyesal
sunaryati jarum
Semoga berhasil dan bisa melambungkan namamu Naya
sunaryati jarum
Tetap semangat jangan goyah,jika Adrian membatalkan tetap kena pinalti.
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!